Enoh
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan QS. An-Nahl Ayat 90 tentang Anjuran untuk Melakukan Akhlakul Karimah Rini Mustika Putri; Enoh; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.887 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3868

Abstract

Abstract. How important is moral education for humans, because moral education is education about the basics of morals and the virtues of temperament, traits that must be possessed and made a habit by children from the time of analysis until they reach maturity. become someone who is ready to sail the ocean of life. This study aims to determine the thoughts of commentators, essences, education experts and educational values regarding the content of Q.S An-Nahl verse 90. Judging from the type of data the research approach used is a qualitative approach, this study is library research. The data of this study were obtained from the translation of the Qur'an and several commentators. The technique used in this study used a book survey technique and this study used the method of content analysis. The results of this study reveal that there are three things that must be owned by all mankind, namely fairness, ihsan and doing good to relatives and three things that must be shunned by mankind, namely vile, munkar and al-baghy, all of this for the smooth running of life that lies ahead. earth, because it is a sense of obedience to Allah SWT and asking for help only from Allah Ta'ala and praying to Him by mentioning his names, because Allah SWT knows everything that his creatures do. Allah SWT commands his servants to do three things, namely justice, ihsan and doing good and stay away from three things, namely vile, evil and al-baghy. Akhlakul Karimah is a good and commendable character, which is a rule or norm that regulates the relationship between human beings and God and the universe. As humans, we should always take lessons from what Allah has taught all of his servants. Abstrak. Betapa pentingnya pendidikan akhlak bagi manusia, karena pendidikan akhlak adalah pendidikan mengenai dasar-dasar akhlak dan keutamaan perangai, tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa analisa sampai ia menjadi seseorang yang siap mengarungi lautan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemikiran para mufassir, esensi, ahli pendidikan dan nilai-nilai pendidikan mengenai kandungan Q.S An-Nahl ayat 90. Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research), data penelitian ini diperoleh dari Al-Qur’an terjemahan dan beberapa mufassir, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik book survey dan penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tiga perkara yang harus di miliki semua umat manusia yaitu adil, ihsan dan berbuat baik kepada kerabat serta tiga perkara yang harus dijauhi umat manusia yaitu keji, munkar dan al-baghy, semua ini demi kelancaran kehidupan yang ada di muka bumi, karena itu adalah rasa taat kepada Allah Swt serta meminta pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala dan berdoa kepada-Nya dengan menyebut asma-asmanya, karena sesungguhnya Allah Swt maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan makhluknya. Allah Swt memerintahkan kepada hambanya untuk menjalankan tiga perkara yaitu adil, ihsan dan berbuat baik serta menjauhi tiga perkara yaitu keji, munkar dan al-baghy. Akhlakul Karimah adalah Akhlak yang baik dan terpuji yaitu suatu aturan atau norma yang mengatur hubungan antar sesama manusia dengan tuhan dan alam semesta. Sebagai manusia hendaknya selalu mengambil pelajaran atas apa yang telah Allah beri pengajaran kepada seluruh hambanya.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S Al-A’raf Ayat 179 tentang Pentingnya Optimalisasi Peran Hati, Akal, Penglihatan dan Pendengaran dalam Menghindari Perilaku Lalai (Ghaflah) Rizani Adawiyah; Enoh; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.297 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3892

Abstract

Abstract. Negligent behavior is a behavior that is wrong with all existing potential and energy. Of course, such an attitude does not provide any benefit, instead it harms and destroys. The Qur'an emphasizes the corruption of this tendency and calls it negligence. Many people neglect Allah commands, even stay away from Allah, worship is not on time, and many sunnah practices are abandoned. This problem shows that humans are deceived by the life of the world. A lot of time is spent on worldly affairs, but for the affairs of the hereafter only time is left and sometimes it is still considered negligent. The aims of this study were to: (1) To identify the content of Q.S. Al-A'raf verse 179 according to the opinion of the commentators. (2) To pull the essence of Q.S Al-A'raf verse 179. (3) To identify ghaflah according to experts. (4) To pull educational values contained in Q.S. Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight, and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah). This study uses a descriptive qualitative analysis method, this type of research uses a literature study and the data collection technique uses a documentation review technique by searching for or investigating matters related to the object of research. The results of the study of educational values from Q.S Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah) are as follows: (1) Humans are required to cultivate a fear of Allah swt. (2) Humans are required to be serious in utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing and to grow gratitude for the potentials that Allah has given. (3) Humans are required to maintain human values by utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing proportionally in order to avoid animal traits. (4) Humans are required to keep asking for Allah protection to avoid laziness and negligence. Abstrak. Perilaku lalai merupakan suatu perilaku yang salah terhadap segenap potensi dan energi yang ada. Tentunya sikap lalai sama sekali tidak memberikan manfaat, tetapi akan membahayakan dan membinasakan. Al-Qur’an menegaskan rusaknya kecenderungan seperti ini dan menamakannya sebagai kelalaian. Banyak orang-orang yang melalaikan perintah Allah, bahkan menjauh dari Allah, ibadah tidak tepat waktu, dan amalan sunnah pun banyak yang ditinggalkan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa manusia terperdaya dengan kehidupan dunia. Banyak waktu yang dihabiskan untuk urusan dunia, namun untuk urusan akhirat hanya waktu sisa dan terkadang masih dinilai lalai. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mengidentifikasi isi kandungan Q.S. Al-A’raf ayat 179 menurut pendapat para mufassir. (2) Untuk menarik esensi dari Q.S Al-A’raf ayat 179. (3) Untuk mengidentifikasi ghaflah menurut para ahli. (4) Untuk menarik nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan, dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis, jenis penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik telaah dokumentasi dengan mencari atau menyelidiki hal-hal terkait objek penelitian. Hasil penelitian dari Nilai-nilai pendidikan dari Q.S Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah) adalah sebagai berikut: (1) Manusia diharuskan untuk menumbuhkan rasa takut akan siksaan Allah Swt. (2) Manusia dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran serta menumbuhkan rasa syukur atas potensi-potensi yang telah Allah berikan. (3) Manusia diharuskan untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dengan memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran secara proporsional agar terhindar dari sifat-sifat binatang. (4) Manusia diharuskan untuk tetap meminta perlindungan Allah Swt. agar dihindarkan dari kemalasan dan kelalaian.
Pengaruh Kegiatan Motorik untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4 -5 Tahun di PAUD X Latifa Nur Fajrina; Enoh
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.276 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v1i1.42

Abstract

Abstract. Early childhood is a critical period and need to be addressed early on and giving a good stimulus, perfect then all aspects need to be developed. One important aspect of the ability of early childhood development to be developed is of fine motor skills. One of the tasks that must be considered is the activity to cut it, because children develop fine motor skills that can be developed in the future. For it is related to the ability of children to do in group A gem ECD Cendikia Bandung. The purpose of this study to determine the fine motor skills of children before adoption after knowing the fine motor skills of children after the application and after it was seen the effect of fine motor skills as applied to cutting activities. This research method using a quasi-experimental method or One group pretest and posttest design This design is also known as the design of "before and after." A group of students research subject gem ECD Cendikia a total of 11 students. Data collection technique used observation and interview performance. The results showed that 1). The initial condition before applying cutting activities in group A gem ECD Cendikia still not optimal, the child is still undeveloped in 7 rik subtle indicator of the ability moto applied cutting activities. 2). Fine motor skills applied cutting activities A group Child Wise ECD gem after applied increased their acquisition of an increase in child can not fit a pattern of as many as 3 children (27.2), while the category has been able to fit a pattern of as many as five children (45.4), and the category already capable and neatly fit a pattern of as many as 3 children (27.2). 3). The results of efforts to improve fine motor skills of children in activities that are cut fine motor skills improvement. Abstrak. Anak usia dini merupakan periode yang penting dan perlu mendapatkan penanganan sejak dini dan pemberian stimulus yang baik, sempurna maka semua aspek perlu dikembangkan. Salah satu aspek kemampuan yang penting dari perkembangan anak usia dini yang harus dikembangkan adalah kemampuan motorik halus. Salah satu tugas yang harus diperhatikan adalah kegiatan mengguntingnya, karena anak dapat mengembangkan kemampuan motorik halus yang dapat dikembangkan pada masa yang akan datang. Untuk itu terkait dengan kemampuan anak dilakukan di kelompok A PAUD X Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan motorik halus anak sebelum diterapkannya setelah itu mengetahui keterampilan motorik halus anak sesudah diterapkannya dan setelah itu dilihat pengaruh keterampilan motorik halus setelah diterapkan kegiatan menggunting. Metode penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen atau One group pretest and posttest design desain ini dikenal pula sebagai desain “sebelum dan sesudah.” Subjek penelitian siswa kelompok A PAUD X yang berjumlah 11 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, unjuk kerja dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Kondisi awal sebelum diterapkannya kegiatan menggunting di kelompok A PAUD X masih belum optimal, anak masih belum berkembang dalam 7 indikator kemampuan moto rik halus diterapkan kegiatan menggunting. 2). Kemampuan motorik halus diterapkan kegiatan menggunting anak kelompok A PAUD X setelah diterapkan meningkat adanya perolehan peningkatan anak mampu belum sesuai pola sebanyak 3 anak (27,2), sedangkan kategori sudah mampu sesuai pola sebanyak 5 anak (45,4), dan kategori sudah mampu dan rapih sesuai pola sebanyak 3 anak (27,2). 3). Hasil dari upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting yaitu terdapat peningkatan keterampilan motorik halus anak.
Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Media Papan Stik Berhitung di Kelompok B TK Al-Ittihad Firda Siti Mariyam; Enoh; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.71 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3323

Abstract

Abstract. This research is motivated by the lack of development of children's numeracy skills which can be seen from the difficulty of children in distinguishing similar numbers. Recognize numbers and symbols for numbers 1-20. This happens because of the immaturity of children 's numeracy skills. The purpose of this study was to improve the numeracy skills of group B children in Al-Ittihad Kindergarten through a counting stick board media. This research was carried out using a classroom action research method, with 17 children in group B as research subjects. The result of the research shows that the children 's numeracy skills using the counting stick media increased by 33.82%. In the first cycle the average was 51,2 and increased in the second cycle with an average of 83,82. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang berkembangnya kemampuan berhitung anak yang nampak dari kesulitan anak dalam membedakan angka yanf mirip, mengenal bilangan dan lambang bilangan 1-20. Hal ini terjadi karena kurang matangnya kemampuan berhitung anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada anak kelompok B di di TK Al-Ittihad melalui media papan stik berhitung. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian anak kelompok B berjumlah 17 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berhitung anak menggunakan media papan stik berhitung meningkat sebesar 33,82%. Pada Siklus I rata-rata 51,2 dan meningkat pada siklus II dengan rata-rata 83,82.
Analisis Program Sekolah Mengaji di SDN Panggilingan 01 Bandung Teriana Nopianti; Enoh; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.24 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4455

Abstract

Abstract. Considering that currently in general school-age children, especially at SDN Calling 01, which is more precisely grade 5, have not been able to read the Qur'an well, while reciting the Koran is very important and useful for people who study it, so as not to lose the child's love -children to the Qur'an and keep inflaming the holy verses of the Qur'an. This study aims to: 1.) Find out how the planning of the Koran school activity program is implemented at SDN Callingan 01 2.) the process of implementing the Koran program at SDN Callingan 01 3.) Knowing the supporting and inhibiting factors in implementing the Koranic school program at SDN Callingan 01. Based on the results of the analysis, it is shown that before implementing the school program, the school and the teacher of the Koran held a maximum learning plan. So from the results that the researchers got, regarding the study program at SDN Callingan 01 the learning indicators were able to be followed by students well so that learning scores could be achieved and categorized as complete. Abstrak. Mengingat saat ini pada umumnya anak-anak usia Sekolah terutama di SDN Panggilingan 01 yang lebih tepatnya kelas 5 belum mampu untuk membaca Al- Qur’an dengan baik, sedangkan mengaji itu sangat penting dan bermanfaat bagi orang yang mempelajarinya, agar tidak hilangnya rasa cinta anak-anak terhadap Al-Qur’an dan tetap menggelorakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Penelitian ini yang bertujuan untuk :1.) Mengetahui bagaimana perecanaan program kegiatan Sekolah mengaji yang diterapkan di SDN Panggilingan 01 2.) proses pelaksanaan program mengaji di SDN Panggilingan 01 3.) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan program Sekolah mengaji di SDN Panggilingan 01. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum melaksanakan program Sekolah mengaji pihak Sekolah dan guru mengaji mengadakan perencanaan pembelajaran yang maksimal. Maka dari hasil yang peneliti dapat, mengenai program Sekolah mengaji di SDN Panggilingan 01 indikator pembelajaran mampu diikuti siswa-siswi dengan baik sehingga dapat tercapainya nilai pembelajaran dan dikategorikan tuntas.
Analisis Kegiatan Ekstrakulikuler Rohani Islam (ROHIS) terhadap Pembentukan Karakter Islami di SMKN 1 Karawang Muhammad Arkan Ikhtisyanuddin; Enoh; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.348 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4618

Abstract

Abstract. This study aims to determine the level of student interest in joining Rohis extracurricular activities, what activities are carried out by Rohis extracurricular activities and the impact of these activities. The results of this study indicate that the extracurricular activities of Rohis have an impact on students because these activities have made students to be diligent in praying 5 times a day, giving charity to the needy and being polite. So in this study revealed 3 problems as follows: 1) How is the level of student activity in Islamic Spiritual Organizations (Rohis) at SMKN 1 Karawang. 2) What are the Islamic characters in Islamic Spiritual (Rohis) extracurricular students at SMKN 1 Karawang. 3) What is the impact of Islamic spiritual extracurricular activities on the formation of Islamic character in SMKN 1 Karawang. Through the qualitative approach above, the researcher will try to read the phenomenon in an observational, documentary, and internal way using structured interview techniques. The important points will generally refer to the formulation of the problem that has been determined. The results of this study will show how much impact extracurricular activities have on Islamic character. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketertarikan siswa mengikuti ekstrakurikuler Rohis, kegiatan apa saja yang dilakukan oleh ekstrakurikuler Rohis dan dampak dari kegiatan tersebut. Penelitian ini Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Rohis berdampak kepada siswa karena kegiatan tersebut telah membuat siswa menjadi rajin dalam melakukan sholat 5 waktu, beramal kepada yang membutuhkan dan berlaku sopan santun. Maka dalam penelitian ini mengungkapkan 3 permasalahan sebagai berikut: 1) Bagaimana tingkat aktivitas siswa dalam Organisasi Rohani Islam (Rohis) di SMKN 1 Karawang. 2) Apa saja karakter Islami pada ekstrakulikuler Rohani Islam (Rohis) siswa di SMKN 1 Karawang. 3) Bagaimana dampak kegiatan ekstrakurikuler rohani Islam terhadap pembentukan karakter Islami di SMKN 1 Karawang. Melalui pendekatan kualitatif di atas, maka peneliti akan berusaha membaca fenomena secara observasional, dokumentatif, dan di dalami menggunakan teknik wawancara secara terstruktur. Poin-poin penting secara garis besar akan mengacu pada rumusan masalah yang sudah ditentukan. Hasil pada penelitian ini akan menunjukkan seberapa besar dampak kegiatan ekstrakurikuler terhadap karakter Islami.
Pembelajaran Akidah Akhlak Dimasa Pandemi Daryani Umbara; Enoh; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.856 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4635

Abstract

Abstract. The objectives of this study are to: (1) describe the learning planning of moral aqidah education at MI Babur Royyan during a pandemic. (2) Describing the implementation of moral aqidah education learning at MI Babur Royyan during a pandemic. (3) Describe the evaluation of moral aqidah education at MI Babur Royyan during a pandemic. (4) Describe the supporting and inhibiting factors of moral aqidah education at MI Babur Royyan during the pandemic. This research uses a qualitative approach and the type is descriptive qualitative. The research is located at MI Babur Royyan. In-depth interviews were conducted with MI school principal Babur Royyan, Akhlah Akidah teachers, and several sixth grade students accompanied by documentation and observations made by researchers in collecting research data. The results of this study indicate that: (1) learning planning at MI Babur Royan During this pandemic, it is still following the recommendations of the government and madrasa policies in planning learning during the pandemic. (2) The implementation of moral aqidah learning at MI Babur Royan is carried out online and offline. Online learning is carried out through Whats APP groups and offline learning is carried out with a limited time, the learning process uses the lecture method, question and answer. (3) the evaluation/assessment of Akidah Akhlak Education is carried out by assessing skills through daily assignments given through whats app groups, Attitude assessment is carried out through teacher observations during offline learning, and knowledge assessment is carried out through exams conducted offline by taking questions at school and do it at home. (3) the supporting factor for learning morals during this pandemic is cellphones owned by students, while the constraining factor is the power of the internet, besides that teachers find it difficult to controlcellphones in using cellphones. Abstrak. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: (1)mendeskripsikan perencanaan pembelajaran Pendidikan akidah akhlak di MI Babur Royyan pada pandemic. (2)Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan akidah akhlak di MI Babur Royyan pada pandemic. (3)Mendeskripsikan evaluasi Pendidikan akidah akhlak Di MI Babur Royyan Pada pandemic. (4)Mendeskripsikan factor pendukung dan penghambat Pendidikan akidah akhlak Di MI Babur Royyan Pada pandemic. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenisnya berupa deskriptif kualitatif. Penelitian berlokasi di MI Babur Royyan. Wawancara mendalam dilakukan Bersama kepala sekolah MI Babur Royyan, Guru akidah akhlah, dan beberapa siswa kelas VI disertai dengan dokumentasi dan observasi yang dilakukan peneliti dalam mengambil data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran di MI Babur Royan Pada masa pandemic ini tetap mengikuti anjuran pemerinta dan kebijakan madrasah dalam perencanaan pembelajaran dimasa pandemic. (2) Pelaksanaan pembelajaran akidah akhlak di MI Babur Royan dilakukan dengan daring dan luring. Pembelajaran daring dilakukan melaului Whats APP grup dan pembelajaran luring dilaksanakan dengan waktu terbatas, proses pembelajaranya menggunakan metode ceramah, tanya jawab. (3) evaluasi/penilaian Pendidkan Akidah Akhlak dilakukan dengan penilaian keterampilan lewat tugas tugas harian yang diberikan melalui whats app grup, penilaian Sikap dilakukan melalui observasi guru pada saat pembelajaran luring, dan penilaian pengetahuan dilakukan melalui ujian yang dilakukan secara luring dengan mengambil soal disekolah dan mengerjakanya dirumah. (3) factor pendukung pembelajaran akidah akhlak dimasa pandemic ini yaitu hanphone yang dimiliki siswa, sedangkan factor penghamat yaitu kekuatan internet, selain itu juga guru sulit mengontrol penggunaan hanphone siswa dalam penggunaan hanphone.
Pengelolaan Pembelajaran Metode Qiroati dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Fikri Karawang Shafiera Oasa Harlia Shalsabila; enoh; mujahid rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5982

Abstract

Abstract. This study aims to determine learning planning, implementation of learning, evaluation and learning outcomes in the learning process using the Qiroati method for fifth grade students at SDIT Nurul Fikri Karawang. The research method used is a qualitative approach with a descriptive method, which is used to describe the learning of the Qiroati method in fifth grade in an appropriate way.a, the technique used is observation, interviews, documentation and tests. Thus the research results that have been obtained are in the form of an overview of PE planning learning carried out at SDIT Nurul Fikri Karawang uses Right, this Qiroati method goes through three stages, the first of which is the teacher makes an annual program, the second makes a semester program and the third a learning design program. After that, at the stage of learning the Qiroat methodi is divided into three processes, namely preliminary activities, the second is the core activity and the third is the closing activity. Next stage evaluation by going through three stages, namely, the first is the daily evaluation, the second is the volume increase evaluation, and three evaluations finished volume. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dan hasil pembelajaran dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode Qiroati pada siswa kelas lima di SDITNurul Fikri Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualiatatif dengan metode deskriptif, yang digunakan untuk menggambarkan pembelajaran metode Qiroati di kelas lima secara apa adanya, teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi serta tes. Dengan demikian hasil penelitian yang telah didapatkan berupa gambaran tentang perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan di SDIT Nurul Fikri Karawang menggunakan metode Qiroati ini melalui tiga tahap yang pertama adalah guru membuat program tahunan, yang kedua membuat program semester dan yang ketiga program rancangan pembelajaran. Setelah itu pada tahap langkah-langkah pembelajaran metode Qiroati dibagi menjadi tiga proses yaitu kegiatan pendahuluan, yang kedua kegiatan inti dan yang ketiga kegiatan penutup. Selanjutnya pada tahap evaluasi dengan melalui tiga tahapan yaitu, pertama evaluasi harian, kedua evaluasi kenaikan jilid, dan ketiga evaluasi selesai jilid.
Nilai-Nilai Karakter Dasadarma Pramuka dalam Pembentukan Akhlakul Karimah Anggota Pramuka di SMA PGII 1 Bandung Dwi Ristiana Widjayanti; Enoh; mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6406

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to identify the implementation process of Scout moral formation by Dasadasa Pramukha, examine the evaluation, and find disincentives and supportive factors. This study is an empirical study using a descriptive qualitative approach. This qualitative study is presented in the form of a narrative text that uses theoretical and empirical research to clearly describe the process of moral formation through scouting and how to analyze the moral values contained in the scout's dasadharma. The data collection methods used in this study are observations, interviews, and transcriptions. Thus the results showed that the scout dasadarma had a major influence on the process of forming the morals of scout members at SMA PGII 1 Bandung through the work program that had been created by the scout coach, the work program created among them was sharing takjl and rock packages, ambalan deliberations, persami and mentoring. These four work programs are carried out with the appropriate time vulnerability between per year, per month, per week, and incidentally, in order to maximize the objectives in the process of moral formation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan, mengkaji evaluasi, dan menukan faktor penghambat serta pendukung dalam proses pembentukan akhlak anggota pramuka melalui dasadarma pramuka. Penelitian ini merupakan studi eksaminasi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif ini memberikan gambaran yang jelas mengenai proses pembentukan moral melalui kepramukaan dan analisis nilai-nilai moral yang terkandung dalam Dasadharma Pramuka, dengan menggunakan penelitian teoritis dan data empiris yang disajikan dalam bentuk teks naratif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan dokumenter. Dengan demikian hasil penelitian menunjukan bahwa dasadarma pramuka memberikan pengaruh yang besar dalam proses pembentukan akhlak anggota pramuka di SMA PGII 1 Bandung dengan melalui program kerja yang telah dibuat oleh Pembina pramuka, program kerja yang dibuat diantaraya ialah berbagi takjl dan paket batuan, musyawarah ambalan, persami dan mentoring. Keempet program kerja ini dilaksanakan dengan rentan waktu yang sesuai antara pertahun, perbulan, perminggu, dan isidental, agar memaksimalkan tujuan dalam proses pembentukan akhlak.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kelas 10 Sekolah Inklusi Robi Mochamad Ilham; Enoh Nuroni Enoh Nuroni; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6769

Abstract

Abstract. Islamic Islamic Religious Education (PAI) is a conscious and planned effort to prepare students to believe, understand, live, and practice the teachings of Islam through guidance, teaching, and practice activities. Education, particularly Islamic Religious Education (PAI), is provided to children who are not only physically complete but also to children who have physical or mental disorders or deficiencies. Nature High School Bandung is an educational institution that has implemented an inclusive education program because there are children with special needs (ABK) who learn together with other normal children, of course with different learning models. This school is able to accept both regular students and students with special needs, known as "inclusion," which is the choice of parents to entrust their children to an inclusive school education so they can participate in learning with other normal children. Islamic Religious Education (PAI) teaching and learning activities are the same as in general; there is no difference between normal students and students with special needs. This research is a type of qualitative research, namely field research. Researchers also use various theories for this qualitative research. Researchers will observe the inclusion learning process that takes place at SMPIT Alam Permata, starting from learning planning, implementation, assessment, and supervision of learning. In this qualitative study, researchers collected data by observation, interview, and documentation. The result of this study is the implementation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in grade 10 at Sekolah Alam High School Bandung, which consists of learning planning, learning process, and evaluation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in Inclusion Education. Abstrak. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan. Pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya diberikan kepada anak yang mempunyai kelengkapan fisik saja, akan tetapi juga diberikan kepada anak yang mempunyai kelainan dan kekurangan fisik atau mental. Sekolah Alam Bandung adalah lembaga pendidikan yang telah melaksanakan program pendidikan inklusi karena didalamnya terdapat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belajar bersama-sama anak normal lainnya, tentunya dengan model pembelajaran yang berbeda. Sekolah ini mampu menerima siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus yang disebut dengan inklusi yang mana sekolah ini menjadi pilihan orang tua siswa untuk menitipkan anaknya pada pendidikan sekolah inklusi untuk mengikuti pembelajaran dengan anak normal lainnya. Kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) sama seperti pada umumnya tidak ada perbedaan antara siswa normal maupun siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yakni penelitian lapangan. Peneliti juga menggunakan berbagai teori untuk penelitian kualitatif ini. Peneliti akan mengamati proses pembelajaran inklusi yang berlangsung di Sekolah Alam Bandung tingkat SMA ini, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaannya, penilaian dan pengawasan pembelajarannya. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi pembelajaran inklusi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kelas 10 di SMA Sekolah Alam Bandung yang terdiri dari Perencanaan Pembelajaran, Proses Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pendidikan Inklusi.