Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Kepercayaan Diri Siswa dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar Rahmad Maulana; Aprilia Tina Lidyasari; Setiawan Edi Wibowo; Octavian Muning Sayekti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2547

Abstract

Studi kasus ini mengkaji korelasi diantara kepercayaan diri dan hubungan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Mandah, Provinsi Riau. Studi ini diarahkan untuk mengenali serta menganalisis secara simultan korelasi antara rasa percaya diri dan relasi antar teman sebaya dengan tingkat kecerdasan emosional pada peserta didik. Studi tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional, pengambilan bagian dari populasi dilakukan secara purposif terhadap 210 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Kuesioner berskala Likert digunakan sebagai alat utama dalam pengumpulan data yang telah dimodifikasi untuk relevansi konteks, pendekatan korelasi yang mengukur hubungan linear antara variabel dengan menggunakan rumus Pearson untuk menganalisis data yang terkumpul, baik parsial maupun ganda. Sebanyak 64,8% siswa tergolong memiliki tingkat kepercayaan diri yang dominan berdasarkan hasil distribusi data, kualitas interaksi dengan teman sebaya mencapai 68,1%, dan kecerdasan emosional sebesar 62,9%, yang seluruhnya berada pada karakteristik menengah atau sedang. Ditemukan koneksis yang bermakna secara positif antara variabel-variabel yang diteliti, berdasarkan hasil analisis statistik dengan signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang mengindikasikan bahwa kepercayaan diri dan interaksi sosial secara simultan memberikan kontribusi bermakna pada kecerdasan emosional siswa.Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan diri serta semakin bagus kualitas hubungan sosial peserta didik, maka semakin besar pula potensi peningkatan kecerdasan emosional yang mereka miliki. Hal ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program intervensi edukatif yang berfokus pada penguatan karakter dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Dampak dari penelitian ini dapat berfungsi sebagai pijakan untuk merancang model pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan emosional peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi praktis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk studi lanjutan yang menelusuri aspek lain dari kecerdasan emosional.
Media Pembelajaran IPAS Berbantuan PowerPoint: Solusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di Sekolah Dasar Lestari, Sri; Setiawan Edi Wibowo; Octavian Muning Sayekti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3390

Abstract

Secara umum pendidikan di Sekolah dasar adalah pondasi penting untuk mengembangkan kemampuan baik dari segi kognitif, afektif, serta psikomotorik peserta didik. Pembelajaran IPAS yang monoton dan bersifat teori tanpa mengalami secara langsung akan membosankan bagi siswa. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sarsang Merauke, pada saat pembelajaran IPAS berlangsung, siswa terlihat duduk diam dan hanya menengarkan gurunya menjelaskan meateri dengan metode ceramah, setelah itu lalu diberi bahan catatan, diakhir pembelajaran, guru memberikan soal evaluasi, namun hanya 3 sdari 15 siswa yang mendapat nilai diatas KKM. Dan selama pembelajaran siswa terlihat kurang semangat. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan kelas dengan model Kemmis &McTaggart dengan 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini memliki tujuan memperbaiki proses pembelajaran sebagai meningkatakan motivasi dan hasil belajar siswa baik secara individu maupun keseluruhan. Indikator tercapainya penelitian ini yaitu antara lain: siswa senang ditunjukan dari hasil angket yang mereka isi dan kumpulkan,terlibat aktif dalam proses pembelajaran ditunjukan melalu tabel obserhasi, hasil belajar siswa 70 % diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan data yang diperoleh nilai rata-rata pretest adalah 45,6, sedangkan pada postest siklus 1 nilai rata-rata meningkat menjadi 59,3 dan pada siklus 2 nilai rata-rata mencapai 71,0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setelah diberi tindakan melalui pembelajaran menggunakan media power point siswa menunjukan peningkatan pemahaman pada materi yang diajarkan.
READING LITERACY AND NUMERACY ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: EVIDENCE FROM INDONESIA AND THE INDONESIAN SCHOOL OF SINGAPORE Fery Muhamad Firdaus; Kurniawati Kurniawati; Octavian Muning Sayekti; Evy Nur Rochmah; Amalia Rizky Ardiansyah
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 10, No 1 (2026): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32934/jmie.v10i1.911

Abstract

This study aims to compare reading literacy and numeracy achievement of elementary school students in domestic and international educational contexts, specifically between the Indonesian School of Singapore (SIS) and elementary schools in Yogyakarta. A quantitative comparative descriptive design with a cross-sectional survey approach was employed. The sample consisted of approximately 100 fifth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using standardized reading literacy and numeracy tests based on the OECD framework, which had been validated and proven reliable. Data analysis involved descriptive and inferential statistics, including tests of normality, homogeneity, and group differences. The findings reveal that reading literacy achievement remains relatively stable across learning phases but continues to show weaknesses in higher-order thinking skills. In contrast, numeracy exhibits more severe gaps, particularly in reasoning and application skills, with an unexpected regression observed at the upper grade level. These results indicate a substantial literacy–numeracy gap, especially in complex problem-solving abilities. The study highlights the urgent need for early numeracy interventions, a pedagogical shift in mathematics instruction toward conceptual understanding, and systematic integration of higher-order thinking skills in both literacy and numeracy learning to support equitable and sustainable student achievement.
KAJIAN PUSTAKA: PERAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI GURU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA SD Dinar Mahardika Pratiwi; Octavian Muning Sayekti; Anwar Novianto; Elliza Andhika Putri; Salisa Arina Haqi; Yuricke Ayunda Priyani
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/efc9hn26

Abstract

Abstract: This article analyzes the role of teacher’s communication skills in improving elementary school student’s speaking skills through a literature review. This study aims to: (1) explain the definition of teacher’s communication skills, (2) analyze how teacher communication influences student’s speaking skills, and (3) identify factors that influence elementary school student’s speaking skills. The results of the literature integration indicate that teacher’s communication skills encompass linguistic-pragmatic, social-relational, and instructional aspects. Effective communication used by teachers can improve student’s fluency, accuracy, boldness, and quality of oral expression through language modelling, communicative interaction, and feedback. Factors that influence the speaking skills are linguistic and psychological factors, learning methods, classroom environment, and the relation between teachers and students. This study emphasizes the need to improve teacher communication competencies to maximize the quality of speaking learning. Keyword: communication skills, elementary school teachers, speaking skills, Indonesian language. Abstrak: Artikel ini menganalisis peran keterampilan komunikasi guru dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik sekolah dasar melalui metode studi pustaka. Kajian ini bertujuan: (1) menjelaskan pengertian keterampilan komunikasi guru, (2) menganalisis bagaimana komunikasi guru memengaruhi keterampilan berbicara siswa, dan (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan berbicara siswa SD. Hasil integrasi literatur menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi guru mencakup aspek linguistik-pragmatis, sosial-relasional, dan instruksional. Komunikasi efektif yang digunakan guru mampu meningkatkan kelancaran, ketepatan, keberanian, dan kualitas ekspresi lisan siswa melalui pemodelan bahasa, interaksi komunikatif, serta umpan balik. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan berbicara meliputi faktor linguistik, psikologis, metode pembelajaran, lingkungan kelas, serta relasi antara guru dan siswa. Kajian ini menegaskan perlunya peningkatan kompetensi komunikasi guru untuk memaksimalkan kualitas pembelajaran berbicara. Kata Kunci: keterampilan komunikasi, guru SD, keterampilan berbicara, bahasa Indonesia