Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Planning for Normalization of the Apu River in the Post-Mining Area Gunawan, Risal; Ernawati, Rika; Cahyadi, Tedy Agung
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2024.v5i1.6432

Abstract

Miners often leave traces such as irregular river channels, holes in the mining area without repair measures, the mining area is located in Boyolali Regency, precisely in the Apu River area. Apu River is one of the centers of Merapi sand mining which is quite large, mining activities have the potential to cause river overflows. For this reason, improvements need to be made. This study aims to plan a post-mining model in a river that has changed, the method in this study is to take water discharge directly with 5 sampling points and analyze the distribution of gumbell rainfall for 10 years and make a comparison, then a trapezoidal open channel plan is made and modeled in HEC-RAS software. Based on the results of taking river water discharge, it is known that the maximum river flow velocity is 0.57 m3/second, while the results of the rainfall analysis are 2.77m3/second. so that in repairing the cross-section using a higher water discharge. The method of repairing the river cross-section is the trapezoidal open channel method, the dimensions of the open channel are designed using a manning roughness of 0.30. The initial design depth of the channel was 1.35 m plus 0.60 m to avoid flood overflow, so that the channel depth became 1.95 m.
The Potential of Biochar for Heavy Metal Adsorption in Acid Mine Drainage Based on Literature Review Simamora, Eprilia; Nurcholis, Mohammad; Ardian, Aldin; Ernawati, Rika; Winarno, Eddy
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2024.v5i1.6772

Abstract

Incorporating organic materials that contain biochar is gaining traction as a research area for the cleanup of wastewater contaminated with heavy metals. This study intends to explore the potential of biochar-based materials in removing heavy metals from water sources, with a particular emphasis on rehabilitating aquatic environments affected by mining waste. Identifying appropriate literature studies in collecting research data from various scientific publications was used to understand the topic. Several biochar manufacturing processes are generated through pyrolysis, gasification, and Hydrothermal carbonization (HTC). In this field, studies revealed that using most biochar can achieve relatively high metal removal. Research findings indicate that Cu, Zn, Cd, Pb, Ni, Cr, Co, As, Ag, Fe, Al, and Mn are the metal ions that have received the most attention in this field. This study highlights explicitly the effectiveness of biochars made from orange peel, nutshell, compost, rice husk, oak wood, used coffee grounds, durian bark, Phragmites australis corn cob, dregs of cascara, and hickory wood. The findings show that biochars from these materials, especially those produced at high pyrolysis temperatures (≥500°C), can achieve metal removal efficiencies above (≥90%). Various factors can influence the effectiveness of biochar in removing heavy metal ions, including the pH of the contaminated water, the amount of biochar used, the initial concentration of heavy metals, the properties of the biochar, and the specific forms or speciation of the metals. Biochar's ability to draw in and retain metal ions can be influenced by its characteristics, including its surface area and pore sizes. This study highlights the need for more research in this field going forward. It gives a general review of the use of biochar in removing heavy metals from water, particularly contamination in Acid Mine Drainage (AMD).
Kajian Penataan Lahan Reklamasi Batugamping Daerah Gegunung, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Athariq, Muhammad; Puspantari, Eleonora Clarissa; Sihite, Ivan Talentio Mikaeli; Suharyadi, Heru; Ratminah, Wawong Dwi; Ernawati, Rika
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17881

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian penataan lahan reklamasi bekas tambang di Padukuhan Gegunung, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Reklamasi lahan pasca tambang sangat penting untuk memulihkan fungsi lingkungan yang terganggu akibat aktivitas penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang program reklamasi yang optimal sesuai dengan peraturan yang berlaku, khususnya berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018. Fokus penelitian ini meliputi perencanaan teknis penataan lahan, pengelolaan tanah pucuk (top soil), serta metode revegetasi yang dapat mendukung pemulihan ekosistem lahan bekas tambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi lapangan, studi literatur, grab sampling, serta pengujian fisik dan kimia tanah untuk menentukan kesesuaian program reklamasi. Luas area yang akan di reklamasi pada lahan bekas tambang adalah 150.142,30 m2. Perencanaan reklamasi yang tepat pada area bekas potensial tambang batugamping di Padukuhan Gegunung adalah penataan lahan dengan cara mengembalikan tanah penutup dan tanah pucuk ke area yang telah dikupas material batugampingnya. Kondisi tanah di area reklamasi, yang mayoritas terdiri dari lempung berpasir, menjadi faktor penting dalam menentukan jenis tanaman yang akan ditanam. Pilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah lokal sangat kritikal untuk keberhasilan revegetasi dan pemulihan kualitas tanah. Pembagian area menjadi segmen-segmen kecil membantu meningkatkan efisiensi penggunaan alat mekanis dan keseragaman hasil reklamasi. Pemilihan alat mekanis yang tepat, seperti excavator dan dump truck, juga mempengaruhi produktivitas dan waktu pengerjaan.
Neutralizing Acid Mine Drainage (AMD) and Reducing Iron (Fe) and Copper (Cu) Content Using Biomass Adsorbents Hendriono, Hendriono; Cahyadi, Tedy Agung; Ernawati, Rika
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2025.v5i2.6816

Abstract

Mining is an activity that always has an impact on the environment. The adverse effects that cannot be separated from the mining process are mined acid water, where the process of mining acid water occurs due to contact between sulfide rocks and air or water; environmental pollution by mined acid water must be overcome immediately, in the prevention of ecological damage by mine acid water, Various methods are carried out to reduce the impact of mine acid water pollution, one example of a technique that is often used is with limestone channels, where the gaps are filled with limestone fragments to neutralize mine acid water, The method used in this study is an experimental design with an adsorption process. The data collection method in the study uses literature studies, field observations, research preparations, rice husk preparation, coconut coir, and fine coal, Acid Water samples are taken and brought for the testing process. The test results using a pH meter at the Yogyakarta Center for Environmental Health and Disease Control Engineering (BBTKLPP) showed that the pH of AAT was 3.8. Based on the results of the AAS test at BBTKLPP Yogyakarta, the AAT sample contained Fe metal of 130.56 mg/L and Cu of 2.96 mg/L. The highest adsorption effectiveness was in a 3x24 hour adsorbent experiment with a period of 50 grams with a time of pH 45.71%, Fe 98.90%, and Cu 98.71%.
RANCANGAN TEKNIS KEMAJUAN PENAMBANGAN ANDESIT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI BULANAN TAHUN 2024 DI QUARRY MALOKO PT SOLUSI BANGUN BETON Irfan, Novandi; Winarno, Eddy; Ernawati, Rika; Nursanto, Edy; Aji, Dwi Poetranto Waloejo; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13250

Abstract

PT Solusi Bangun Beton merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri penambangan dan peremukan batu andesit. Kegiatan penambangan pada PT Solusi Bangun Beton dilakukan dengan sistem tambang terbuka dengan metode quarry. Saat ini kegiatan penambangan dilakukan di quarry maloko pada bench D1 (Elevasi 97 Mdpl), namun kegiatan penambangan terkendala karena pada area bench D1 masih terdapat area bench D0 (Elevasi 107 Mdpl) yang masih belum terbongkar karena adanya tumpukan abu batu dengan ketinggian berkisar antara 10-15 meter pada bench D0 tersebut, sehingga perlu dipindahkan untuk selanjutnya dilakukan pencucian. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan kemajuan penambangan dari bulan Maret hingga bulan Desember 2024. Pembuatan rancangan penambangan mempertimbangkan target produksi perusahaan yaitu sebanyak 1.634.535 ton dan geometri lereng yang telah ditetapkan perusahaan, yaitu lebar lereng tunggal 5 meter, tinggi lereng tunggal 10 meter dan sudut lereng tunggal 80º. Sehingga didapatkan jumlah andesit tertambang total pada bulan Maret hingga Desember 2024 sebanyak 1.674.922 ton. Rancangan geometri jalan angkut dibuat berdasarkan alat mekanis terbesar yang melalui jalan yakni Komatsu HD 465. Dari perhitungan didapatkan geometri jalan angkut pada jalan lurus memiliki lebar minimum 19 meter, pada tikungan 23 meter, superelevasi 0,04 mm/m dan cross slope 40 mm/m. Grade jalan angkut memiliki kemiringan antara 7,3% hingga 10,3%. Pada penambangan andesit alat gali-muat yang digunakan adalah Hitachi Zaxis 470 LC dengan kapasitas bucket 3,2 m3 dan untuk alat angkut yang digunakan adalah Komatsu HD 465 dengan kapasitas vesssel 34,2 m3. Pada penambangan andesit, jumlah kebutuhan alat mekanis yang digunakan setiap bulannya memiliki nilai yang berbeda. Dalam kondisi aktual di lapangan, alat yang tersedia harus digunakan karena setiap alat memiliki operator tetap, sehingga jumlah alat mekanis pada kegiatan penambangan andesit yang digunakan adalah yang tertinggi yaitu untuk alat gali-muat sebanyak unit 2 unit dan alat angkut 4 unit.
Rancangan Optimasi Proses Blending Batubara Di PT Binuang Mitra Blok Dua, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Anin, Michell Satria Chame; Haq, Shofa Rijalul; Probowati, Dyah; Ernawati, Rika
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i2.14548

Abstract

PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua (PT BMBBD) operates in the coal mining industry with a focus on blending coal to meet market specifications. The main challenge faced by the company is maintaining the consistency of the coal's calorific value, targeted between 4000-4200 Kcal/kg. Variations in coal quality resulting from different seams, along with an optimal blending process not yet in place, lead to discrepancies between production results and the set standards. This research aims to analyze the suitability of the calorific value of PT BMBBD's coal in line with marketing targets, evaluate the effectiveness of the blending process implemented, and optimize the mixing of coal to achieve more consistent results that align with market specifications. The data used in this study includes primary data from field sampling and laboratory tests, as well as secondary data obtained from coal quality reports and internal company information. Data analysis is conducted using proximate analysis methods according to ASTM standards, along with optimization of the blending process using Microsoft Excel's Solver. The research results indicate that there is a discrepancy between the coal quality produced and the calorific value targets set by the company. Some seams produce coal with lower quality than the expected standards, highlighting the need for blending process optimization. By applying optimization methods, the results of the coal blending can be better aligned with market needs, thereby improving the consistency of calorific values and production efficiency. This study provides significant contributions to the operational improvement of PT BMBBD, particularly in efforts to enhance coal quality and consistency. The findings are expected to serve as a reference for the company in optimizing the blending process and managing coal quality more effectively in accordance with market demands.
Evaluasi Jalan Tambang Berdasarkan Kerusakan Jalan Dalam Upaya Meningkatkan Travel Speed Alat Angkut Pada PT Putra Perkasa Abadi Jobsite PT Adaro Indonesia Tabalong Kalimantan Selatan Febriawan, Figgo; Ernawati, Rika; Linggasari, Shenny; Pambayu, Aldio Kresna; Ardian, Aldin; Winda
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i2.15135

Abstract

PT Putra Perkasa Abadi (PPA) adalah salah satu perusahaan kontraktor yang bekerja sama dengan PT Adaro Indonesia di sektor pertambangan batubara. PT PPA menerapkan sistem penambangan terbuka menggunakan metode open pit. Kegiatan operasional PT PPA di lokasi tambang PT Adaro Indonesia meliputi pembersihan lahan hingga pengangkutan batubara ke ROM stockpile. Aktivitas penambangan yang dilakukan oleh PT PPA mencakup pembongkaran, pemuatan, dan pengangkutan. Salah satu persyaratan penting dalam proses pengangkutan adalah ketersediaan jalan angkut yang memadai. Berdasarkan pengamatan di lapangan, ditemukan adanya kerusakan pada segmen jalan, khususnya pada jalan poros yang mengarah ke disposal. Kerusakan ini terjadi akibat tidak mampunya daya dukung tanah untuk menahan beban kendaraan, yang mengharuskan dilakukan evaluasi terhadap kondisi jalan. Evaluasi ini menggunakan metode qualitative rolling resistance assessment dengan target rolling resistance sebesar 2%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rolling resistance pada Jalan Spanyol mencapai 3,1, sementara pada Jalan Monte Bawah tercatat 3,2. Nilai tersebut masih lebih tinggi dari target yang ditetapkan perusahaan, yaitu 2%. Faktor utama yang mempengaruhi nilai rolling resistance adalah kerusakan berupa potholes, corrugation, ruts, loose material, dan stoniness. Hal ini terjadi karena nilai CBR (California Bearing Ratio) pada kedua jalan tersebut belum memenuhi standar CBR minimum yang dibutuhkan untuk kendaraan HD 785, yaitu sebesar 39%. Setelah dilakukan perbaikan pada daya dukung tanah menggunakan metode Giroud-Han, nilai rolling resistance berhasil diturunkan menjadi 2%, sesuai dengan target perusahaan. Sebagai hasil dari perbaikan tersebut, rata-rata kecepatan hauler mengalami peningkatan. Kecepatan hauler di Jalan Monte Bawah meningkat dari 14,23 km/jam (kecepatan aktual) menjadi 20 km/jam (kecepatan setelah perbaikan), sementara di Jalan Spanyol, kecepatan hauler meningkat dari 22,35 km/jam (kecepatan aktual) menjadi 26,64 km/jam (kecepatan setelah perbaikan). Kecepatan maksimum yang dapat dicapai oleh hauler, sesuai dengan handbook Komatsu 785, adalah 70 km/jam.
Karakteristik Endapan Emas Aluvial dan Alternatif Pengelolaan Pencemaran pada Proses Pengolahannya Agum Widhiyatmoko, Damas; Ernawati, Rika; Nurkhamim
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.5777

Abstract

Abstrak. Sungai Lok Ulo di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas penambangan emas aluvial yang cukup intensif. Aktivitas ini berpotensi menurunkan kualitas air sungai, yang merupakan sumber air penting bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak penambangan emas aluvial terhadap kualitas air Sungai Lok Ulo menggunakan pendekatan analisis laboratorium yang sistematis. Parameter yang dianalisis meliputi Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), pH, serta kandungan logam berat seperti besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn). Uji statistik ANOVA digunakan untuk menilai hubungan antara aktivitas penambangan dan perubahan kualitas air. Hasil menunjukkan peningkatan kadar TSS hingga 78% pasca penambangan, sementara pH air turun menjadi 6,2, mengindikasikan kecenderungan keasaman. Konsentrasi logam berat, khususnya Fe (0,93 mg/L) dan Mn (0,45 mg/L), melebihi ambang batas kualitas air sesuai standar nasional. Analisis ANOVA mengonfirmasi adanya hubungan signifikan antara aktivitas penambangan dan penurunan kualitas air. Temuan ini menegaskan bahwa penambangan emas aluvial di kawasan tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan perairan dan menyoroti pentingnya penerapan strategi pengelolaan yang lebih berkelanjutan untuk meminimalkan pencemaran. Abstract. The Lok Ulo River, located in Kebumen Regency, Central Java, is a region experiencing intensive alluvial gold mining activities. These operations have the potential to degrade water quality, which is crucial for the surrounding communities. This study analyzes the environmental impact of such mining using a comprehensive scientific method. Water quality was assessed through several parameters, including Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), pH, and heavy metal concentrations such as iron (Fe), manganese (Mn), and zinc (Zn). Samples were collected from upstream, midstream, and downstream locations near mining sites. Statistical analysis using ANOVA was applied to determine the relationship between mining intensity and changes in water quality. The results show that mining significantly increased TSS levels by up to 78% compared to pre-mining conditions. The pH dropped from neutral to 6.2, indicating increased acidity. Heavy metals, particularly Fe (0.93 mg/L) and Mn (0.45 mg/L), exceeded Indonesian water quality standards. ANOVA results confirmed a statistically significant correlation between mining activity and water quality degradation. These findings highlight the environmental risks of alluvial gold mining in the Lok Ulo River and emphasize the need for stronger environmental management and mitigation strategies to preserve water quality and protect local ecosystems.
Potensi Fitoremediasi Logam Berat oleh Tumbuhan Herba pada Area Bekas Penambangan Emas Skala Kecil Banyumas Indonesia Muryani, Eni; Ernawati, Rika; Asrifah, Dina; Az-Zahra, Dhea Adalati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.1037-1045

Abstract

Penambangan emas ilegal banyak menimbulkan dampak lingkungan, seperti yang terjadi di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dampak yang muncul adalah pencemaran tanah oleh logam berat. Tumbuhan herba dapat dijadikan alternatif pemulihan pencemaran logam berat. Konsentrasi logam berat yang berada di jaringan tumbuhan dapat menjadi indikator tumbuhan yang berpotensi untuk menjadi fitoremediator. Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang berada di tanah dan tailing area bekas penambangan emas Desa Pancurendang; menguji konsentrasi logam yang terakumulasi pada tumbuhan herba; serta menghitung nilai Bioconcentration Factor (BCF) dari tumbuhan herba yang ditemukan. Parameter logam berat yang digunakan adalah Cu, Cd, Zn, Pb, Mn, Ni, Cr, dan Fe. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Konsentrasi logam pada tanah dan tumbuhan herba diuji menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam pada tanah dan tailing berkisar 57 – 37.050.341 ppb. Konsentrasi logam berat pada 19 jenis tumbuhan herba yang diteliti berada pada rentang 72 – 60.304.198 ppb. Ipomea aquatica dan Dryopteris sp. merupakan tumbuhan herba yang memiliki nilai BCF>1 (tumbuhan hiperakumulator) untuk 8 jenis logam yang diuji. Temuan spesies tumbuhan hiperakumulator logam berat dalam studi ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam upaya fitoremediasi terhadap kontaminasi logam di lingkungan.
The Effect of Purun Tikus (Eleocharis dulcis) and Organic Material Addition in Constructed Wetland Systems on the Improvement of Acid Mine Drainage Quality Simamora, Eprilia; Nurcholis, Mohammad; Ardian, Aldin; Ernawati, Rika; Winarno, Eddy
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Volume 8, No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v8i2.14694

Abstract

Coal mining activities often cause environmental challenges, one of which is acid mine drainage (AMD) with low pH and elevated concentrations of heavy metals and suspended solids. This study aimed to assess water quality improvement through a constructed wetland system using Purun tikus (Eleocharis dulcis) and palm oil empty fruit bunch compost (TKKS). Laboratory-scale experiments were conducted with five treatment variations and three replications over a 20-day retention period. Results indicated that the media combination, with or without limestone addition, significantly altered the water quality parameters. The pH increased from 3.35 to 7.76; TSS decreased from 1,373.3 mg/L to 151 mg/L; Fe decreased from 33.15 mg/L to 2.68 mg/L; and Mn decreased from 7.06 mg/L to 0.45 mg/L over 20 days. These results indicate the potential of constructed wetlands using native plants and organic materials as an environmentally friendly strategy for treating mining wastewater.