Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI ENERGI BERKELANJUTAN DI INDONESIA: KEBIJAKAN DAN TANTANGAN TRANSISI DARI BATU BARA KE ENERGI TERBARUKAN SELAMA DUA PERIODE KEPEMIMPINAN JOKOWI Amy Nathalia Rebecca; I Ketut Putra Erawan; Tedi Erviantono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i5.4624

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi energi berkelanjutan di Indonesia selama dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (2014-2024). Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini mengevaluasi perkembangan kebijakan energi terbarukan, implementasinya, serta tantangan yang dihadapi dalam transisi energi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kontribusi energi terbarukan terhadap bauran energi nasional, dari 6,2% pada 2014 menjadi 11,5% pada 2023. Kebijakan utama yang mendorong transformasi ini meliputi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kebijakan feed-in tariff, dan rencana phase-out pembangkit listrik tenaga batu bara. Meskipun demikian, pencapaian target energi terbarukan masih terkendala oleh hambatan regulasi, keterbatasan infrastruktur, dan tantangan pembiayaan. Penelitian ini juga menganalisis dampak kebijakan terhadap perubahan lanskap industri energi, ketahanan energi nasional, dan kontribusi terhadap komitmen perubahan iklim Indonesia. Rekomendasi untuk akselerasi transisi energi mencakup harmonisasi regulasi, perbaikan iklim investasi, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kerjasama internasional. Kesimpulannya, meskipun Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam transformasi energi berkelanjutan, diperlukan upaya lebih besar untuk mencapai target energi terbarukan dan berkontribusi signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim global.
PERSPEKTIF COUNTER-HEGEMONY TERHADAP PERAN GIRL UP SEA DALAM MENGATASI PERIOD POVERTY DI INDONESIA MELALUI INSTAGRAM Amanda Kania Prabanari; I Ketut Putra Erawan; Tedi Erviantono
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i5.4695

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya komunitas Girl Up Southeast Asia (SEA) dalam menggunakan Instagram untuk menciptakan counter-hegemony dalam period poverty di Indonesia. Dalam meneliti isu ini, peneliti menggunakan teori counter-hegemony dari Antonio Gramsci. Selain itu, peneliti juga menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi online serta studi pustaka untuk menganalisis peran Girl Up SEA. Hasil penelitian menunjukan bahwa Girl Up SEA berhasil memanfaatkan fitur visual dan interaktif Instagram untuk menormalisasi percakapan tentang menstruasi, membingkai isu ini sebagai masalah hak asasi dan kesetaraan gender, serta memobilisasi dukungan untuk aksi nyata. Peneliti berargumen bahwa Instagram memiliki potensi sebagai alat advokasi yang efektif dengan menggarisbawahi pentingnya integrasi aktivisme daring dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai perubahan sosial yang berkelanjutan. Namun, tantangan seperti jangkauan terbatas dan potensi echo chamber menunjukkan perlunya strategi yang lebih komprehensif. Implikasi untuk pengembangan strategi advokasi kesehatan reproduksi di era digital perlu dibahas lebih lanjut, menekankan pentingnya adaptasi pendekatan komunikasi, penggunaan data untuk evaluasi dampak, dan peningkatan kapasitas digital aktivis muda.
Kesetaraan Gender dan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pramiswari, Anak Agung Ayu Intan; Erviantono, Tedi; Novi, Ni Wayan Radita
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 7 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsh.v7i2.66694

Abstract

Terlepas dari komitmen pada kesetaraan gender dalam pembangunan, masyarakat Bali masih memiliki sistem kekerabatan yang terpusat pada laki-laki (patrilineal) yang mencerminkan sifat patriarkis. Hal ini menghasilkan ketidaksetaraan gender dalam beberapa aspek, termasuk partisipasi dalam program kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana gender diperhitungkan dalam pelaksanaan program Posyandu di Bali dan untuk menentukan sejauh mana kesetaraan gender diterapkan dalam konteks ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini termasuk pengurus Posyandu, anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam program Posyandu, serta informan kunci yang terlibat dalam pelaksanaan program. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan informan kunci, dan analisis dokumen terkait pelaksanaan program Posyandu. Instrumen penelitian mencakup pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif, melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya berbagai upaya untuk mengakomodasi kesetaraan gender dalam pelaksanaan program Posyandu, terutama dalam hal komposisi perempuan dan laki-laki yang terlibat. Namun, masih terdapat ketidaksetaraan gender dalam partisipasi dan manfaat dari program ini, yang terkait dengan norma sosial dan budaya di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada langkah-langkah positif dalam mengakomodasi kesetaraan gender dalam kebijakan kesehatan, namun tantangan tetap ada dalam mewujudkan kesetaraan gender yang lebih mendalam dalam konteks sosial dan budaya Bali. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya upaya lebih lanjut untuk mengedukasi dan mempromosikan kesetaraan gender dalam masyarakat Bali, dengan memperhatikan konteks budaya setempat.
Politik Perkotaan: Analisis Dinamika dan Problematika Pembangunan Infrastruktur Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Kota Dhaka Bangladesh Tahun 2022 Saputri, Putu Anggita; Erviantono, Tedi; Pramana, Gede Indra
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 5 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v5i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika pembangunan di Kota Dhaka mengenai kualitas kehidupan masyarakat setempat, serta untuk mengetahui keterakaitan teori terhadap studi kasus mengenai pengaruh dinamika pembangunan infrastruktur terhadap kondisi kualitas kehidupan masyarakat di Kota Dhaka. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka atau penelitian kepustakaan, yang melibatkan pengumpulan, pembacaan, pencatatan, dan pengolahan bahan penelitian dari berbagai sumber literatur, untuk mengumpulkan data yang relevan, memahami setiap kesimpulan, dan menggunakan sumber-sumber tersebut sebagai literatur dan referensi dalam analisis penelitian, karena keterbatasan akses penulis terhadap sumber-sumber utama seperti wawancara dan observasi, serta membantu dalam menganalisis topik penelitian dengan menggunakan data yang tersedia. Hasil dari penelitian ini adalah Pembangunan infrastruktur penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun kegagalan dalam perencanaan kota serta keterkaitan pembangunan infrastruktur yang tidak tepat, menyebabkan masalah kompleks di Kota Dhaka, termasuk kepadatan penduduk tinggi, kemiskinan, pemukiman kumuh, sanitasi buruk, dan korupsi, sehingga dinamika pembangunan infrastruktur juga gagal meningkatkan produktivitas masyarakat karena pendapatan yang rendah.
Analisis Gerakan #MeToo di Sosial Media Pada Tahun 2017 Dalam Perspektif Feminisme Radikal Kultural Rachmadia, Tiara; Pramana, Gede Indra; Erviantono, Tedi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.150

Abstract

This research aims to analyze the #MeToo women's activism movement that occurred on social media regarding sexual harassment in 2017. Inequalities due to social and gender constructs make women very vulnerable to sexual harassment because their position in society is considered weak and trivial. It is important to have a social movement that is able to coordinate women's voices. This research uses a library study method where research are carried out by reviewing relevant literature materials. In this research, the results showed that the root of sexual harassment experienced by women was due to patriarchy. The #MeToo movement seeks to change the existing system with the active participation of women as parties who directly experienced the oppression themselves. The implications of this analysis provide a clearer understanding of the importance of providing safe public spaces for victims in order for them to raise a social issue. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan aktivisme perempuan #MeToo yang terjadi di media sosial mengenai kekerasan seksual pada tahun 2017. Ketidaksetaraan akibat konstruk sosial dan gender menjadikan perempuan sangat rentan terhadap kekerasan seksual karena kedudukan mereka di masyarakat yang dianggap lemah dan remeh. Menjadi penting sebuah gerakan sosial yang mampu mengkoordinir suara perempuan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dimana upaya pemecahan suatu masalah dilakukan dengan mengkaji bahan-bahan pustaka yang relevan. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa akar dari kekerasan seksual yang dialami perempuan adalah budaya patriarki. Gerakan #MeToo berusaha mengubah sistem yang ada dengan partisipasi aktif perempuan sebagai pihak yang merasakan langsung penindasan itu sendiri. Implikasi dari analisis ini memberikan pemahaman lebih jelas mengenai pentingnya ketersediaan ruang publik yang aman untuk korban dalam menaikkan suatu isu sosial. Kata Kunci: Gerakan Sosial, Feminisme Radikal Kultural, Patriariki.
Konflik Kewenangan Sektoral Organisasi Perangkat Daerah dalam Pengelolan Penyakit Sosial Masyarakat di Kabupaten Karo Ginting, Alung Brema; Noak, Piers Andreas; Erviantono, Tedi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 5 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.163

Abstract

The Department of Social Affairs and the Karo Regency Civil Service Police Unit are responsible for handling female sex workers in Karo Regency. This research analyzes the extent of their authority in handling female sex workers and explores the conflict of authority between these two entities. The research method used is qualitative, relying on primary data from interviews and secondary sources from news articles. The study is grounded in Robin's (1996) theory and Rahim's (2001) conflict management theory. The analysis shows that the conflict of sectoral authority within regional apparatus organizations in managing social ills in Karo Regency operates effectively within existing authority and policies, promoting community security and order. However, the study finds that the Department of Social Affairs and the Karo Regency Civil Service Police Unit have not fully optimized their performance, focusing primarily on raids and patrols, with ongoing reports of female sex workers in Karo Regency.
FAKTOR REFORMASI BIROKRASI DAN POLITIK ANGGARAN DALAM KEBERHASILAN PROGRAM “PENDIDIKAN GRATIS” DI KABUPATEN JEMBRANA: SUATU TINJAUAN REFLEKTIF Surbakti, Samuel Maranatha R.; Erviantono, Tedi; Noak, Piers Andreas
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam nomenklatur perundang-undangan di Indonesia, memang tidak terdapat istilah “pendidikan gratis”. Namun, dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, “pendidikan gratis” dapat diinterpretasikan sebagai pendidikan tanpa biaya, yang bertujuan untuk memastikan pemerataan pendidikan dan memperluas kesempatan belajar bagi semua orang, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Di Kabupaten Jembrana, terdapat realitas seputar isu pendidikan bahwa masih terdapat mayoritas masyarakat yang mengalami hambatan dalam pembiayaan dan akses kualitas pendidikan yang baik. Dengan pendekatan kualitatif, peneliti menggunakan metode studi pustaka atau penelitian kepustakaan, dimana sumber informasi yang mendukung argumentasi penelitian terdiri dari buku-buku; literatur; catatan/laporan; serta sumber informasi dan dokumentasi yang relevan dengan konteks penelitian. Ditemukan dalam penelitian ini bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jembrana menyelenggarakan pendidikan gratis dilandasi oleh tiga faktor utama, terdiri dari: adanya komitmen politik elit antara eksekutif dan legislatif yang sinergis; terselenggaranya reformasi birokrasi; dan ditentukannya strategi kebijakan anggaran yang efisien.
ANALISIS STRATEGI POLITIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONSTELASI POLITIK NASIONAL: PERAN JOKOWI SEBAGAI 'KING MAKER' DALAM PEMILIHAN PRESIDEN INDONESIA 2024 Fieda, Oxana Putri; Pramana, Gede Indra; Erviantono, Tedi
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'king maker' dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2024 serta dampaknya pada dinamika politik nasional. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji strategi politik Jokowi, bagaimana perannya sebagai 'king maker' diwujudkan, serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi politik pragmatis dan populis Jokowi, serta pengaruhnya yang kuat dalam dinamika partai politik, telah membawa perubahan signifikan pada lanskap politik Indonesia. Fenomena ini menggambarkan kompleksitas proses demokratisasi di negara berkembang, di mana personalisasi politik masih sangat dominan. Walaupun peran Jokowi sebagai 'king maker' dapat dianggap sebagai langkah untuk menjaga stabilitas dan kelanjutan pembangunan, hal ini juga menimbulkan tantangan bagi konsolidasi demokrasi, khususnya dalam hal penguatan institusi dan pergantian elit. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang dinamika demokrasi presidensial di negara berkembang dan menekankan pentingnya memahami interaksi kompleks antara faktor institusional, kultural, dan personal dalam proses demokratisasi.
ANALISIS KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU (Studi Kasus : TPS Khusus Perempuan Pada Pemilu Tahun 2020 di Denpasar) Putrika, Dwitty Ayuning; Noak, Piers Andreas; Erviantono, Tedi; Duarte, Efatha Filomeno Borromeu
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand the process of forming TPS 17 officers in South Denpasar, which consists entirely of women, as well as the obstacles they face in carrying out their duties in an area with a patriarchal culture, and how to overcome them. This research is a qualitative study with primary data obtained from interviews with members of female election organizers in Denpasar City, as well as secondary data from published documents and scientific articles. Analysis was carried out using purposive sampling and qualitative descriptive techniques. The research results show that the selection process for female TPS officers involves strict requirements such as integrity, qualifications and commitment. One of the main obstacles is society's lack of confidence in women's ability to carry out this task, which is often influenced by patriarchal values. Female officers, like Ibu Wati and her colleagues, face this challenge by working hard and showing good performance. Support from their family and friends also plays an important role in increasing self-confidence. Through dedication and real results, they succeeded in proving that women are capable of carrying out TPS duties effectively, which is also a form of empowerment and resistance to existing gender stereotypes.
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN ZERO BALIHO DALAM PERSPEKTIF TEORI GOOD GOVERNANCE DI BALI Karimica, Yovela Poppy Olethea Unwana Hubby; Erawan, I Ketut Putra; Erviantono, Tedi
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the effectiveness of the Zero Baliho policy in Bali through the lens of good governance principles. The Zero Baliho initiative aims to enhance public space aesthetics and promote environmental sustainability by eliminating billboards. Key elements of good governance such as participation, transparency, accountability, and responsiveness, are analyzed in the context of this policy. Community involvement is crucial for fostering a collective awareness of environmental preservation, while transparent communication about the policy's goals and budget allocation builds public trust. Furthermore, the government's accountability in enforcing the policy and its responsiveness to community feedback are essential for ensuring its relevance and effectiveness. The potential economic impact on local businesses reliant on advertising revenue is also considered, highlighting the need for alternative support mechanisms. Ultimately, the success of the Zero Baliho policy hinges on the government's ability to effectively implement good governance principles, positioning this initiative as a model for sustainable development in other regions.
Co-Authors Adiyasa, I Ketut Indra Ahmad Rifki Nurfebriansyah Alianti, Trisma Yepa Amanda Kania Prabanari Amy Nathalia Rebecca Anak Agung Ayu Primayuni Natalia, Anak Agung Ayu Primayuni Andreas, Ronald Andrew Vandenberg Ardila, Nelta Ariani, Ni Komang Aris Joko Susilo, Aris Joko Arsari, Ni Putu Diah Aulia Ghassani Zahra Ayu S Joni, I Dewa Ayuningsih, Ni Made Bandiyah Bandiyah Bandiyah M.A S.Fil Bandiyah S.Fil.,MA, Bandiyah Cahyaningrat, A.A Made Bintang Cintami, Rizky Taqiyyah Della, Meilia Maria Denica Sharon Siahaan Dewi, Intan Sri Dharmawan Haryo Dewanto, Dharmawan Haryo Dhedhu, Kristianus Marten Dimas Aprianto Dwi Ratih Saraswati, Dwi Ratih Efatha Filomeno Borromeu Duarte Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Efatha Filomeno Borromeu Eka Wahyu Krisna Dewi Erawan , I Ketut Putra Euginia Febryan, Denise Felix Felix Fieda, Oxana Putri Fridayanti, Ni Luh Putu Intan Dewi Gautama, I Nyoman Sugiartha Gede Angga Wardana, Gede Angga Gede Indra Pramana Ginting, Alung Brema Guntari, Ni Wayan Henny I Dewa Ayu S Joni I Gede Abicatra Rezadana, I Gede Abicatra I Gede Indra Pramana I Gede Made Pastika Semara Putra I Gede Ngurah Aris Prasetya, I Gede Ngurah Aris I Ketut Putra Erawan I Ketut Putra Erawan I Ketut Winaya I Made Adi Artana I Putu Dharmanu Yudartha I Putu Dharmanu Yudharta, I Putu Dharmanu I Putu Wahyu Mantrawan, I Putu Wahyu I.G.A Mirah Laksmi Utari Ida Ayu Nyoman Subarwati Ifa Ristanty, Ni Luh Komang Indah Ambar Sari, Indah Ambar Jayanthi Mertha, Anak Agung Sagung Mirah Jayanthi Mertha, Anak Agung Sagung Mirah Mahaswari Juliarta, I Gede Wisnu Kadek Dwita Apriani Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Karimica, Yovela Poppy Olethea Unwana Hubby Manurung, Patra Maria Yovani Putu Arista, Maria Yovani Muhamad, Adinda Friska Amalia Muhammad Ali Azhar Muhammad Ali Azhar Narayana, Putu Nandito Nazrina Zuryani Nazrina Zuryani Nazrina, Zuryani Ni Luh Gede Ambarawati, Ni Luh Gede Ni Luh Putu Vina Austriani, Ni Luh Putu Vina Ni Made Putri , Lestari Ni Made Ras Amanda Ni Made Ras Amanda Gelgel Ni Nyoman Dewi Pascarani Ni Putu Chyntia Sandrina Devi, Ni Putu Chyntia Sandrina Ni Putu Evilia Octaviani, Ni Putu Evilia Ni Putu Nilam Anneliani Putri Ni Wayan Radita Novi Puspitasari Ni Wayan Supriliyani Ning, Raqhuel Dominique Novi, Ni Wayan Radita Novitayanti, Anak Agung Dwi Nyoman Ayu Sukma Pramestisari Pande Made Elinda Suryani, Pande Made Pebriani, Ni Kadek Dwi Piers Andreas Noak Pramana, Gede Pramiswari, Anak Agung Ayu Intan Pratiwi , Ni Putu Wahyu Puspitasari, Ni Wayan Radita Novi Putri, I Gusti Ayu Isiana Putrika, Dwitty Ayuning Putu Eka Purnamaningsih Putu Nindya Pradnya Dewi, Putu Nindya Pradnya Putu Tya Aryantini Rachmadia, Tiara Raenaldy Yoga Pratama, Raenaldy Yoga Raenaldy, Aldy Ramadhan, Fathur Syahri Rhayi Permata Juang, Rhayi Permata Richard Togaranta Ginting, Richard Sahala, Priyanto Renaldo Saputri, Putu Anggita Sattvika, Ayu Secelia A.P.Simanjuntak Silitonga, Natasha Abeline Sudharani, Made Gita Sugesti, Ratri Amalia Sukaja, Dodok Samdana Surbakti, Samuel Maranatha R. Surya Mahadewa, I Gusti Ngurah Agung Suryawan, I Wayan Agus Swastini, Ni Luh Manik Esa Tamara, Kadek Tania Ulla, Fitri Nurhidayatul Vandenberg, Andrew Widawan, I Kadek Krisna Wina wigraheni wigraheni, Wina wigraheni Wulandari, Intan Zikri Ahmad Azzam