Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Faktor Utama untuk Mewujudkan Green Ergonomics di Lingkungan Kantor Nilla, Nilla; Moengin, Parwadi; Astuti, Pudji; Safitri, Dian Mardi; Adisuwiryo, Sucipto
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v11i3.13081

Abstract

Intisari— Pemenuhan kebutuhan hidup manusia tidak terlepas dari penggunaan sumber daya alam yang termasuk di dalamnya sumber daya alam terbarukan dan tak terbarukan. Industri modern telah mengarahkan tujuannya untuk melindungi dan menghijaukan lingkungan, mempromosikan dan mendaur ulang produk untuk kepentingan perekonomian, serta menghemat dan memanfaatkan sumber daya alam sepenuhnya. Sumber daya alam, lingkungan, dan ekonomi telah dianggap sebagai hal yang vital dalam aktivitas industri serta bisnis yang pada umumnya dilakukan dalam suatu area perkantoran. Kantor yang didukung oleh penyediaan berbagai fasilitas sebagai sarana dan prasarana kerja terkait erat dengan pemanfaatan sumber daya alam ataupun sumber energi. Sebagai salah satu negara yang berkomitmen dalam Sustainable Development Goals (SDGs), penciptaan lingkungan yang berkelanjutan dalam aktivitas pekerjaan melalui desain kerja harus segera dapat diwujudkan. Kebutuhan untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan lingkungan akibat aktivitas kerja termasuk pekerjaan kantor menuntut setiap elemen yang terlibat didalamnya untuk memiliki pemahaman terhadap green ergonomics terhadap pekerjaan kantor. Pemahaman akan hal tersebut dapat diperoleh dengan menjabarkan faktor – faktor penting yang mendasari prinsip green ergonomics di lingkungan kantor. Dalam penelitian ini dirumuskan faktor-faktor utama yang diperlukan untuk mewujudkan green ergonomics di lingkungan kantor melalui pengamatan, survey, dan beberapa sumber literatur. Pengujian validitas variabel penelitian dilakukan Pearson, sedangkan pengujian reliabilitas penelitian dilakukan dengan Cronbach Alpha. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua variabel penelitian valid dan reliabel dalam mengukur penerapan green ergonomic pada lingkungan kantor. Hasil pengukuran dijadikan sebagai tolak ukur perbaikan yang dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi di gedung kantor ataupun manajemen gedung, serta bagaimana membentuk prilaku pekerja, melalui green ergonomics. Perbaikan yang diusulkan antara lain: upaya pengalihan sumber energi yang digunakan menjadi energi matahari, angin, biomasa, tidal, ataupun panas bumi; fasilitas “green’ pada gedung kantor termasuk sistem pembuangan sampah; sistem transportasi kantor yang mempertimbangkan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak; dan penyediaan ATM Sampah untuk mempercepat proses daur ulang material yang dapat didaur ulang. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsep green ergonomics di lingkungan kantor melibatkan greenship dan teknologi dalam pengaplikasiannya. Abstract— The needs of human life cannot be separated from the use of natural resources, which include renewable and non-renewable natural resources. Modern industry has set its goals to protect environment, promote and recycle products for the benefit of the economy, as well as conserve and make full use of natural resources. Natural resources, the environment, and the economy have been considered as vital in industrial and business activities which are generally carried out in an office area. Offices that are supported by the provision of various facilities as work facilities and infrastructure are closely related to the utilization of natural resources or energy sources. As one of the countries that is committed to the Sustainable Development Goals (SDGs), the creation of a sustainable environment in work activities through work design must be realized immediately. The need to prevent and repair environmental damage due to work activities including office work requires every element involved to have an understanding of green ergonomics for office work. An understanding of this can be obtained by describing the important factors that underlie the principles of green ergonomics in the office environment. In this study, the main factors needed to realize green ergonomics in the office environment were formulated through observations, surveys, and several literature sources. Testing the validity of the research variables was carried out by Pearson, while testing the reliability of the research was carried out with Cronbach Alpha. The test results prove that all research variables are valid and reliable in measuring the application of green ergonomics in the office environment. The measurement results are used as a benchmark for improvements made by companies operating in office buildings or building management, as well as how to shape worker behavior, through green ergonomics. The proposed improvements include: efforts to divert energy sources used into solar, wind, biomass, tidal, or geothermal energy; “green” facilities in office buildings including waste disposal systems; office transportation system that considers reducing the use of fuel oil; and the provision of a Waste ATM to speed up the recycling process of recyclable materials. The results of this study also show that the concept of green ergonomics in the office environment involves greenship and technology in its application.
Analisis Keberhasilan Program Pertukaran Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti Rina Fitriana; Dian Mardi Safitri; Ratna Mira Yojana; Amal Witonohadi; Lydia Sari; Daisman Aji; Yunia Ningsih
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13956

Abstract

Intisari— Program pertukaran mahasiswa merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan PendidikanTinggi, yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Prodi Teknik Industri, Prodi Teknik Elektro, Prodi Teknik Mesin danProdi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri telah melaksanakan program pertukaran mahasiswa pada semester ganjil2021/2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Pertukaran mahasiswa yang berjalan di Fakultas TeknologiIndustri Universitas Trisakti dan merancang perbaikan untuk pelaksanaan program pertukaran mahasiswa pada semester yang akandatang. Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner dengan metode Importance Performance Analysis (IPA), poin yang penting untuk diperbaiki dalam program pertukaran mahasiswa untuk kuesioner mahasiswa dan dosen adalah pengembangan Student Information System (SIS), pengembangan penggunaan Learning Management System (LMS). Abstract— The Student Exchange Program is part of the government program, namely Independent Learning Independent Campus.Industrial Engineering Department, Electrical Engineering Department, Mechanical Engineering Department and InformaticsEngineering Department, Faculty of Industrial Technology has implemented student exchange programs in the odd semester 2021/2022. The purpose of the research is to evaluate the implementation of student exchanges that is being run at the Faculty of Industrial Technology of Trisakti University and design improvements for the implementation of student exchange programs in the coming semester. Based on the results of processing questionnaire data with important performance analysis (IPA) methods, important points to improve in student exchange programs are student information system (SIS) development, learning management system (LMS) development and socialization.
Pelatihan Pengendalian Bahaya Fisik dan Mekanis pada Pengolahan Sampah di Bank Sampah Induk (BSI) Rumah Harum Kota Depok Utami, Ika Wahyu; Safitri, Dian Mardi; Putri, Larasati Rizki; Najih, Muhammad; Suudi, Bambang Cholis
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20551

Abstract

Kegiatan pengolahan sampah di tingkat komunitas memiliki risiko keselamatan kerja yang tinggi, khususnya bahaya fisik dan mekanis. Namun, aspek ini sering diabaikan dalam pelatihan keselamatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pekerja dalam mengenali dan mengendalikan bahaya fisik serta mekanis di lingkungan Bank Sampah Induk (BSI) Rumah Harum Kota Depok. Pelatihan dilaksanakan secara edukatif dan partisipatif, dengan melibatkan tujuh peserta yang merupakan perwakilan inti dari tim operasional mitra. Materi pelatihan mencakup definisi bahaya fisik dan mekanis, teknik identifikasi dan analisis risiko, strategi pengendalian, serta penggunaan APD. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, serta kuesioner akhir pelatihan. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor 65,71 dan meningkat menjadi 74,29 pada post-test. Meskipun terdapat penurunan skor pada sebagian peserta, pelatihan tetap menunjukkan tren peningkatan pemahaman secara umum. Kuesioner menunjukkan bahwa seluruh peserta menilai materi relevan, penyampaian efektif dan pelatihan bermanfaat. Seluruh responden juga menyatakan perlunya pendampingan lanjutan serta mengharapkan topik lanjutan seperti penyusunan SOP keselamatan kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja dan membuka peluang penguatan praktik K3 di sektor pengelolaan sampah. Ke depan, pelatihan lanjutan dan pendampingan teknis sangat direkomendasikan agar dampak pelatihan lebih optimal dan berkelanjutan.
How To Transform a Lecturer's Research Interest into a Student-Centered Learning Class? An Elective Course “Kansei Engineering in Affective Design” Habyba, Anik Nur; Safitri, Dian Mardi; Rahmawati, Novia; Sari, Indah Permata; Utami, Ika Wahyu
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 5 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research-based elective courses can be an alternative to Student-Centered Learning (SCL) classes. Project-based learning (PjBL) can be an attractive learning method. PjBL was developed through lecturers' research interests to balance the tri dharma of higher education. This study aims to give an example of creating an elective course in an SCL class. Kansei Engineering in Affective Design (KEiAD) class is a PjBL elective course successfully implemented in the Industrial Engineering Department of Universitas Trisakti by appointing the lecturer's research. Course learning outcome (CLO) was developed through five major stages of the KEiAD framework: identifying Kansei users, selecting design concepts, identifying key design elements, formulating design, and prototyping. The first lecture had good results. Eleven groups containing two to three students could formulate 11 affective products. All students also succeeded in achieving the expected outcomes of this course. Several students showed interest in using KEiAD as a final project topic. In the future, a quota for elective courses that is too large, such as 32 students, is considered too large because the assistance in class is not intensive enough. Smaller student quotas and R studio alternatives can be considered for continuous improvement.
Meningkatkan Kesejahteraan di Tempat Kerja: Pelatihan Pengendalian Ergonomi dan Bahaya Kesehatan bagi Pekerja Bank Sampah di Kota Depok Dian Mardi Safitri; Indah Permata Sari; Nora Azmi; Sucipto Adisuwiryo; Winnie Septiani; Muhammad Ghifari Rahman; Nabilla Khairunnisa Az Zahra; Faiza Dhiya Khairani
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21582

Abstract

Pekerja bank sampah kerap menghadapi risiko ergonomi akibat postur kerja tidak netral, pengangkatan beban berat, dan minimnya  pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan utnuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja Bank Sampah Induk Rumah Harum Kota Depok dalam mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya. Bentuk kegiatan pengabdian adalah pelatihan dan penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep ergonomi yang diharapkan dapat membawa perubahan perilaku kerja yang lebih aman. Peserta pelatihan memperoleh media edukasi ergonomi dan model praktik yang direplikasi berkaitan dengan bentuk pencegahan risiko ergonomi yang sederhana dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak bagi mitra., tetapi juga memperkuat data lapangan untuk pengembangan riset di bidang ergonomi, kesehatan dan keselamatan kerja. Pelibatan aktif peserta menjadi kunci keberhasilan program dan mendukung terciptanya budaya kerja sehat di sektor informal.
Pelatihan Manajemen Beban Mental Kerja untuk Jajaran Manajerial PT Surya Lestari Abadi Ika Wahyu Utami; Dian Mardi Safitri; Yunita Friscilia Suryana; Nora Azmi; Triwulandari Satitidjati Dewayana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v6i1.2129

Abstract

Abstrak: Beban kerja mental merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, keselamatan kerja, dan kualitas hidup pekerja. Kompleksitas proses produksi pada industri manufaktur menuntut jajaran manajerial untuk menghadapi berbagai tuntutan kerja, seperti target produksi yang tinggi, tekanan waktu, serta kebutuhan koordinasi antarbagian yang berpotensi meningkatkan beban mental kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jajaran manajerial PT Surya Lestari Abadi (PT SLA) mengenai konsep beban kerja mental, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dampaknya terhadap kinerja dan kualitas hidup pekerja, serta strategi pengelolaannya. Kegiatan PkM dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan 12 peserta dari PT SLA yang terdiri atas kepala plant, manajer produksi, manajer quality control, supervisor shift, serta koordinator maintenance dan warehouse. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, dan evaluasi mengunakan instrumen pre-test dan post-test, dengan 8 peserta menyelesaikan evaluasi secara lengkap. Materi yang diberikan mencakup konsep beban kerja mental, faktor-faktor yang mempengaruhinya, metode pengukuran beban mental kerja, serta strategi pengelolaan pada tingkat individu, sistem kerja, dan organisasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata tingkat ketepatan jawaban dari 57,5% pada pre-test menjadi 82,5% pada pos-test. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan dan memberikan respon positif terhadap materi yang disampaikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen beban kerja mental dan berpotensi mendukung peningkatan kinerja serta kualitas hidup pekerja di lingkungan industri. Kata Kunci: beban kerja mental; ergonomi; manajemen beban kerja; pelatihan; pengabdian kepada masyarakat. Abstract:  Mental workload is one of the factors that can affect productivity, decision-making quality, occupational safety, and workers’ quality of life. The complexity of manufacturing processes requires managerial personnel to deal with high production targets, time pressure, and intensive coordination demands, which may increase mental workload. This community service program aimed to improve the understanding of managerial personnel at PT Surya Lestari Abadi (PT SLA) regarding the concept of mental workload, its contributing factors, its impact on performance and quality of life, and strategies for its management. The program was conducted using a hybrid format involving 12 participants, including plant heads, production managers, quality control managers, shift supervisors, and maintenance and warehouse coordinators. The activity consisted of lectures, discussions, and evaluations using pre-test and post-test instruments, with 8 participants completing the full evaluation. The training materials covered mental workload concepts, influencing factors, mental workload measurement methods, and management strategies at the individual, work system, and organizational levels. Evaluation results indicated an increase in participants’ understanding, as reflected by the improvement in the average percentage of correct answers from 57.5% in the pre-test to 82.5% in the post-test. Participants also demonstrated active engagement throughout the program and provided positive feedback regarding the training materials. These findings indicate that the training successfully enhanced participants’ knowledge of mental workload management and has the potential to support improved performance and quality of life among industrial workers. Keywords: mental workload, ergonomics, workload management, training, community service.
LEAN ERGONOMIC UNTUK MINIMASI WAKTU SIKLUS PRODUKSI LINK D61 OUTER DI PT. GANZU GISMA SEIKO Dirda Nareswari; Dian Mardi Safitri; Ahmad Farhan
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i1.27-23

Abstract

ABSTRAKEksplorasi tambang batu bara terjadi peningkatan pesat sehingga kebutuhan alat berat bertambah dan produksi komponennya memerlukan distribusi dengan cepat, tetapi dalam produksinya PT. Ganzu Gisma Seiko terdeteksi adanya ketidakmampuan produsen untuk memenuhi permintaan konsumen yang hanya terpenuhi sebanyak 89%. Hasil studi pendahuluan menunjukkan adanya loss time yang membuat tingginya waktu siklus produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aktivitas yang menyebabkan loss time. Penelitian ini menggunakan mapping aktivitas dengan tools Process Activity Mapping dan mengklasifikasi waste dengan pendekatan Lean Ergonomic. SNI 9011:2021 digunakan menilai potensi bahaya ergonomi dari aktivitas pada aliran produksi yang menyebabkan loss time. Tahap analisis menemukan aktivitas penyebab loss time didominasi oleh aktivitas menunggu dan mencari alat bantu produksi. Waste yang teridentifikasi yaitu waste of motion, waste of waiting, dan waste of hazard. Hal ini memerlukan implementasi (5+1)S. Usulan yang diberikan yaitu mengoptimalkan peran dari implementasi (5+1)S di perusahaan khususnya area produksi yang selama ini belum terlaksana dengan baik. Hasil penerapan perbaikan produksi Link D61 Outer menunjukkan penurunan waktu siklus sebanyak 36% yang mengakibatkan kenaikkan produksi 12%. ABSTRACTCoal mining exploration has increased rapidly so that the need for heavy equipment has increased and the production of its components requires fast distribution, but in its production, PT. Ganzu Gisma Seiko detected the inability of producers to meet consumer demand which was only met by 89%. The results of the preliminary study showed loss time which caused the high production cycle time. This study aims to identify activities that cause loss time. This study uses activity mapping with the Process Activity Mapping tool and classifies waste with the Lean Ergonomic approach. SNI 9011:2021 is used to assess the potential ergonomic hazards of activities in the production flow that cause loss time. The analysis stage found that the activities that cause loss time are dominated by waiting and looking for production aids. The identified wastes are waste of motion, waste of waiting, and waste of hazard. This requires the implementation of (5+1)S. The proposal given is to optimize the role of the implementation of (5+1)S in the company, especially in the production area which has not been implemented properly so far. The results of the implementation of Link D61 Outer production improvements showed a 36% reduction in cycle time which resulted in a 12% increase in production.