Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Inovasi Kurikulum

Analysis of the implementation of Profil Pelajar Pancasila through school culture Raymundus Eko; Deny Setiawan; Anita Yus
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64971

Abstract

Learning encourages paradigm changes, including those related to school curriculum and education. Therefore, it is essential to ensure teachers' understanding of Profil Pelajar Pancasila and how to implement it through school culture at UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua. The research subjects were 16 teachers and 74 students. The research method used is descriptive qualitative research using observation, interview, and questionnaire data collection techniques. The research results show that the implementation of Profil Pelajar Pancasila at UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua has gone very well. This excellent result is supported by the teacher's understanding of the concept of Profil Pelajar Pancasila. The implementation of this program is also supported by 8 (eight) school cultures, namely religious culture, 5S culture (Senyum. Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), Flag Ceremony culture, I work alone culture, Nail Cutting culture, Clean Class culture, Literacy culture, and “I Can” culture. By implementing the Kurikulum Merdeka and these eight cultures, UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua, as one of the driving schools, has made maximum efforts to realize students as lifelong learners with the character of the Profil Pelajar Pancasila. AbstrakPembelajaran mendorong terjadinya perubahan paradigma, termasuk yang berkaitan dengan kurikulum dan pendidikan di sekolah. Maka dari itu penting untuk memastikan pemahaman guru tentang Profil Pelajar Pancasila dan cara implementasinya melalui budaya sekolah di UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua. Subjek penelitian adalah 16 orang guru dan 74 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deksriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila di UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua telah berjalan dengan sangat baik. Hasil sangat baik ini didukung oleh pemahaman guru terhadap konsep Profil Pelajar Pancasila. Implementasi program ini juga didukung oleh 8 (delapan) budaya sekolah yakni budaya Religius, budaya 5S (Senyum. Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), budaya Upacara Bendera, budaya Aku Kerja Sendiri, budaya Potong Kuku, budaya Bersih Kelas, budaya Literasi dan, budaya Aku Bisa. Dengan menerapkan Kurikulum Merdeka dan kedelapan budaya ini, UPT SPF SD Negeri 101799 Deli Tua sebagai salah satu Sekolah penggerak, telah berusaha secara maksimal dalam mewujudkan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila.Kata Kunci: Budaya Sekolah, Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila
Differences in improving learning outcomes and student learning motivation S. Sudirman; Kms. Muhammad Amin Fauzi; Anita Yus
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.72912

Abstract

The Mathematics Learning Grade IV at SD Negeri 1 Syamtalira Bayu has yet to reach the indicators. Ideally, learning mastery occurs when 76% of students score above the Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). This study aims to determine the differences in students' learning outcomes and motivation through teaching using the Contextual Teaching and Learning (CTL) and discovery learning models. This quasi-experimental study involved two Grade IV-B and IV-A classes as the research sample. The research instruments used were tests and a motivation questionnaire. Data analysis was conducted using t-test and N-Gain analysis. Based on the results of the analysis, it was found that students' learning outcomes using the CTL model were higher than those using the discovery learning model. The learning motivation of students in the CTL model class was higher than in the discovery learning model class. Based on the research, the CTL model can improve students' learning outcomes and motivation. AbstrakPembelajaran Matematika di kelas IV di SD Negeri 1 Syamtalira Bayu belum mencapai indikator keberhasilan. Ketuntasan belajar idealnya terjadi apabila 76% dari keseluruhan peserta didik dikatakan tuntas atau mendapatkan nilai di atas KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa melalui pengajaran dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan model discovery learning. Mengetahui motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran CTL dan model discovery learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas dari siswa kelas IV-B dan IV-A. Instrumen yang digunakan adalah tes dan angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan dengan uji statistik uji-t dan N-Gain. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil belajar siswa dengan model CTL lebih tinggi dari model discovery learning. Motivasi belajar siswa pada kelas model CTL lebih tinggi dari kelas model Discovery Learning. Berdasarkan hasil penelitian, model CTL dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa.Kata Kunci: Hasil belajar, motivasi belajar, model CTL, model discovery learning