Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Aplikasi Kontrol PI pada Tekanan di Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Irma Yulia Damanik; Nasrul ZA; Muhammad Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i2.2679

Abstract

AbstrakReaktor kimia adalah tempat terjadinya reaksi kimia, baik dalam ukuran kecil seperti tabung reaksi sampai ukuran yang besar seperti reaktor skala industri. Reaktor tangki pengaduk kontinyu (CSTR) adalah bejana dimana reaktan ditambahkan dan produk dikeluarkan sementara isi didalam bejana diaduk dengan kuat dengan agitasi internal atau secara internal (atau eksternal) merecycle isinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan nilai parameter Kc dan Ti, kontrol yang tepat agar diperoleh respon controller terbaik. Sistem kontrol Proportional Integral and Derivatif (PID) merupakan kontroler mekanisme umpan balik (Feed Back) yang biasanya dipakai pada sistem kontrol industri. Response Surface Methodology (RSM) atau biasa disebut metode permukaan respon adalah sekumpulan metode-metode matematika dan statistika yang digunakan dalam pemodelan dan analisis, yang bertujuan untuk melihat pengaruh beberapa variabel kuantitatif terhadap suatu variabel respon dan untuk mengoptimalkan variabel respon tersebut. Adapun metodologi dari penelitian ini adalah membuat model steady state reactor CSTR menjadi model dynamic, kemudian membuat model kontrol dengan menentukan parameter PI controller menggunakan RSM, setelah itu melakukan tuning parameter kc dan ti terhadap kontrol PI dengan melakukan gangguan pada setpoint. Hasil dari aplikasi sistem kontrol PI maka didapat waktu respon tercepat dengan nilai kc= 1,85, ti=1,15 dengan waktu 0,5 menit.Kata kunci: continuous stirred tank reactor (CSTR), controller PI, set point
PEMANFAATAN GETAH RUMBIA SEBAGAI PEREKAT PADA PROSES PEMBUATAN BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA Muhammad Muhammad; Ishak Ishak; Nani Lidia
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i1.466

Abstract

Penelitian pembuatan briket dari tempurung kelapa yang menggunakan getah rumbia sebagai perekat telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan getah rumbia sebagai bahan perekat dan memanfaatkan limbah tempurung kelapa sebagai bahan baku pembuatan briket, yang selanjutnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pendesaan. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan proses yaitu pengumpulan bahan baku, pengeringan bahan baku, karbonisasi tempurung kelapa, pengecilan ukuran bahan dan pemisahan berdasarkan ukuran (pengayakan). Setelah penyiapan karbon tempurung dilakukan, maka getah rumbia digunakan sebagai perekat dalam pembuatan adonan briket arang tempurung. Proses selanjutnya adalah pencetakan, pengempaan dan pengeringan briket. Penentuan mutu briket yang telah dikeringkan meliputi kadar air, laju pembakaran dan nilai kalor dengan perbandingan arang-perekat adalah  2:1, 4:1 dan 6:1. Kadar air yang diperoleh berkisar antara 6,4-8,4%, laju pembakaran berkisar antara 0,052- 0,07 gr/min, sedangkan nilai kalor yang didapat bervariasi terhadap mesh karbon yang digunakan, yaitu untuk 50 mesh adalah 26651 kal/gram, sedangkan untuk 80 mesh  adalah 29327 kal/.
SINTESIS BIOPLASTIK DARI PATI BIJI ALPUKAT DENGAN BAHAN PENGISI KITOSAN Muhammad Muhammad; Rina Ridara; Masrullita Masrullita
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i2.3340

Abstract

Penelitian bioplastik dari pati biji alpukat telah berhasil dilaksanakan, hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk berkontribusi dalam usaha meminimasi masalah tumpukan limbah plastik sintetik. Biji alpukat dapat dijadikan sebagai prekursor bioplastik karena kandungan patinya yang cukup tinggi. Bioplastik berbahan dasar pati alpukat memberikan karakteristik mekanik yang rendah sehingga perlu ditambah kitosan dan gliserol sebagai penguat. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari komposisi optimal terhadap kualitas bioplastik dari pati biji alpukat. Pelarut yang digunakan pada pembuatan bioplastik kitosan yaitu asam asetat 1% serta plasticizer gliserol sebanyak 7 ml dan 10 ml. Penelitian ini terdiri dari ekstraksi pati biji alpukat beserta karakterisasinya, pembuatan bioplastik, uji mekanik, uji daya serap air, dan uji biodegradasi. Nilai kuat tarik bioplastik paling tinggi adalah 4,00 Mpa, didapat pada sampel BPS 10 dengan komposisi kitosan 2,5 gr dan volume gliserol 10 ml.  Untuk nilai persen pemanjangan (elongasi) terbaik didapat pada sampel BPS 6 yaitu sebesar 54,5% juga dengan komposisi kitosan 0,5 gr dan volume gliserol 10 ml. Kuat tarik berbanding terbalik dengan persen pemanjangan. Hasil yang didapat dari indeks swelling yang terbaik terdapat pada sampel BPS 6 yaitu sebesar 10,32% dengan komposisi kitosan 0,5 gr dan volume gliserol 10 ml. Proses penguraian bioplastik sampai dengan 100% membutuhkan waktu degradasi selama 16 hari.Kata kunci:Bioplastik, biji alpukat, biodegradabel, Kitosan.
Aplikasi Kontrol PID Heat Exchanger Pabrik Etilen Glikol dengan Kapasitas 100.000 Ton/Tahun Leni Maulinda; Chairun Nisa; Muhammad Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i2.1254

Abstract

 Heat exchangers are tools used to transfer heat energy between a solid surface and fluid or inside different particles and in thermal contact. The objective of the study was to determine the optimum values of Kc, Ti and Td which were applied to the control equipment of the ethylene glycol preparation exchanger. This research also uses design expert software to help get optimum vlue of Kc, Ti and Td before applied to PID system. Proportional-Integral-Derivative (PID) is a controller to determine the precision of an instrumentation system with the characteristics of feedback on the system. As the methodology of this research is to create a steady state Heat Exchanger model, then change the steady state model into a dynamic model, so create a PID model control, then tuning the PID control and testing PID controls, by disturbing the set point. The result of applying PID control system then got the fastest average time with value Kc = 3, Ti = 0,01 Td = 0,04 that is 0,77 minutes. At a temperature of 147.6 air vapor rate of 290.8 Kg / hr; at a temperature of 148.6 found velocity speed of 297.7 Kg / hr; At temperature 149.6 air vapor rate 305.0 Kg / hour; At a temperature of 149.7 air vapor rate of 305.8 Kg / hour and at a temperature of 150 air vapor rate of 308.1 Kg / Hour. Keywords:heat exchanger, PID, set point
PENGARUH ASAM NITRAT (HNO3) SEBAGAI PELARUT PADA EKSTRAKSI PEKTIN DARI OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS) Rika Santi S. Tumangger; Muhammad Muhammad; Nasrul ZA; Jalaluddin Jalaluddin; Rizka Nurlaila; Zainuddin Ginting
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i1.7252

Abstract

Pektin merupakan kelompok polisakarida yang larut dalam air (PLA) dan juga merupakan asam-asam pektinat yang mengandung gugus-gugus metoksil. Pektin dimanfaatkan sebagai bahan pengental dan pembentuk gel pada industri pangan fungsional. Pektin telah digunakan selama bertahun-tahun dalam industri farmasi, makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam nitrat sebagai pelarut pada ekstraksi pektin dari okra (abelmoschus esculentus). Okra adalah sayuran yang lunak dan berlendir, salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak serat dan glutation. Okra memiliki kandungan serat yang larut air dalam bentuk gum 31,53% dan pektin 3,40%. Penelitian dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut HNO3, lalu dilakukan pengendapan pektin dengan menambahkan alkohol 96% kedalam filtrat hasil ekstraksi, kemudian endapan dicuci dengan menggunakan etanol dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50  selama 9 jam untuk mendapatkan pektin kering. Variabel tetap dalam penilitian ini adalah berat okra 100 gram, volume pelarut 500 ml, suhu ekstraksi 75 , dan ukuran sampel 50 mesh. Sedangkan variabel berubahnya adalah perlakuan konsentrasi pelarut (0,1 N, 0,15 N, 0,2 N) dan waktu ekstraksi (60 menit, 90 menit dan 120 menit). Karakteristik yang dianalisa adalah rendemen pektin, kadar air, kadar metoksil, dan kadar galakturonat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap hasil ekstraksi pektin yang didapatkan. Semakin tinggi konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi maka hasil rendemen pektin, kadar metoksil dan kadar galakturonat juga meningkat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pektin dengan hasil rendemen tertinggi 67,45% pada konsentrasi asam nitrat 0,2 N dan waktu 120 menit, kadar air terendah 2,75% pada konsentrasi asam nitrat 0,2 N dan waktu 120 menit, kadar metoksil tertinggi 6,55% pada konsentrasi asam nitrat 0,2 N dan waktu 120 menit dan kadar galakturonat tertinggi 36,16% pada konsentrasi asam nitrat 0,2 N dan waktu 120 menit.  
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI DAUN KARI MENGGUNAKAN OPTIMASI PROSES RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Muhammad Muhammad; Halimah Tusaddiah Daulay; Leni Maulinda
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i1.3031

Abstract

Penelitian penyulingan minyak atsiri dari daun kari (Murraya Koenigi) telah dilakukan, dimana daun kari yang telah dikeringkan (diangin-anginkan) diblender sampai dengan ukuran partikel 20 mesh, variasi berat daun kari adalah 25, 50 dan 75 gram. Daun kari dengan ukuran partikel 20 mesh tersebut diekstraksi pada variasi waktu 3, 4 dan 5 jam dan suhu ekstraksi yang divariasikan yaitu 50, 60dan 70oC dalam pelarut etanol pro-analysis. Setelah diekstraksi dengan periode waktu tertentu campuran tersebut dipisahkan dari ampas menggunakan kertas saring. Larutan yang telah disaring kemudian dimurnikan dengan rotary evaporator untuk mendapatkan minyak atsiri. Proses pemurnian dioperasikan pada temperatur 90oC selama 120 menit. Upaya untuk mendapat hasil yang optimum, rancangan proses penelitian dilakukan dengan teknik Respon surface methodology (RSM). Setelah datanya dianalisis maka kondisi optimum diperoleh pada berat 55,50 gram, waktu 3,93 jam, suhu 61,15oC dengan yield 21,56%  dan densitas 0,898 gr/ml. Sedangkan data percobaan yang diperoleh dari laboratorium dengan kondisi berat 55,50 gram, waktu 3,93 jam dan suhu 61,15oC didapat yield sebesar 21,54% dan densitas 0,87 gr/ml. Analisa komponen senyawa kimia dengan Gas Chromatography-Mass Spektrofotometry  (GC-MS) kari kandungan minyak atsiri dari daun kari yaitu pada peak 1 yaitu menit 22 terdapat 6,07% luas area yang berupa minyak atsiri dimana banyak mengandung Caryophylene (6,07%) dan Undec-4-ene (6,07%).
PENGARUH SUHU, PERSENTASE AIR, DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERSENTASE KENAIKAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) PADA CRUDE PALM OIL (CPO) Deifa Nurfiqih; Lukman Hakim; Muhammad Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i2.4955

Abstract

Asam lemak merupakan hasil hidrolisa dari minyak sawit, didalam minyak sawit terdapat berbagai macam asam lemak, tetapi didalam perhitungan asam lemak yang digunakan adalah asam palmitate. Selain proses hidrolisa, proses oksidasi juga dapat terjadi karena kenaikan asam lemak bebas. Air dapat menguap pada minyak sawit jika dipanaskan pada suhu 150oC, karena itu pemanasan perlu dilakukan untuk mengurangi pertambahan asam lemak bebas pada CPO dengan proses hidrolisa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara lama penyimpanan, suhu pemanasan dan persentase air didalam minyak kelapa sawit. Metode yang digunakan yaitu persiapan bahan baku dan tahap pengujian. Untuk hasil dalam analisa asam lemak bebas dan kadar air yang paling bagus yaitu waktu penyimpanan selama 8 jam pada suhu 60oC dengan nilai asam lemak bebas (ALB) yaitu 2,5% dan kadar airnya dengan nilai 0,38%. Hasil analisa yang dihasilkan persentase air sangat berpengaruh besar dalam kenaikan asam lemak bebas (ALB) dibandingkan dengan suhu pemanasan dalam minyak kelapa sawit. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan variasi waktu pemanasan agar memperoleh hasil yang sesuai dengan standar mutu.
Pemanfaatan Biji Orok-Orok (Crotalaria juncea) sebagai Bahan Baku Pembuatan Minyak Nabati dengan Metode Ekstraksi Padat-Cair Tiara Puspa Dwi Seta; Muhammad Muhammad; Masrullita Masrullita
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i2.2681

Abstract

ABSTRAKTanaman orok-orok atau Crotalaria juncea L adalah tanaman leguminosa yang termasuk ke dalam keluarga perdu dan semak  Biji orok-orok mengandung  12,6 % minyak dengan 46,8 % asam linoleat, 4,6 % asam linolenat, 28,3 % asam oleat dan 20,3% asam jenuh. Metode yang digunakan adalah metode ekstraksi padat-cair dengan pelarut etanol. Pada penelitian ini dioptimasi menggunakan RSM (Response Surface Methodology). Bahan baku yang digunakan adalah biji orok-orok dan etanol. Biji orok-orok dihaluskan menggunakan blender, kemudian dimasukkan dalam labu leher tiga untuk proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol. Ekstraksi dilakukan dengan memvariasikan berat sampel, suhu ekstraksi dan waktu ekstraksi. Dengan variasi berat sampel (70, 80,90 gram),  Suhu (55, 65 dan 75oC), Waktu (3,4 dan 5 jam). Setelah selesai ekstraksi larutan di saring menggunakan kertas saring. Selanjutnya dilakukan pemisahan antara minyak dan pelarut dengan proses destilasi. Pengujian yang dilakukan adalah uji densitas, yield, kadar FFA dan uji komposisi dengan alat GC-MS. Densitas terendah dihasilkan pada Suhu 75oC, berat sampel 70 dan waktu ekstraksi 4 jam sebesar 0,788 g/ml. Yield tertinggi dihasilkan pada suhu 65oC, berat sampel 90 gr dan waktu ekstraksi 3 jam sebesar 19,943 %. Kadar FFA terendah dihasilkan pada suhu 65oC , berat sampel 90 dan waktu 5 jam. RSM memberikan hasil optimasi terbaik pada suhu 75oC, berat sampel 89,64 gram dan waktu ekstraksu 3 jam dengan yield 19,943, densitas 0,89 gr/ml dan kadar FFA 1,2674 %. Dari hasil uji GC-MS diketahui bahwa minyak biji orok-orok mengandung methyl ester of undecanoic acid, 2-methylpentanoic acid, myristic acid methyl ester, methyl linolelaidate, 2-cyclopentylacetohydrazide dan 2-methylpentanoic acid.Kata Kunci : biji orok-orok, ekstraksi, densitas, yield, kadar FFA
Optimasi Pengendalian Flow Control DEA Absorber Menggunakan Proportional Integral Derivative (PID) Control Dengan Metode Respon Surface Methodology (RSM) Muhammad Muhammad; Azizi Maharani; Maulinda Leni
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i2.1255

Abstract

Absorbsi merupakan salah satu cara untuk memisahkan atau mengurangi suatu konsituen dalam fasa gas dengan menggunakan solvent atau penyerap tertentu secara relative yang dapat melarutkan atau menyerap konsituen yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan nilai Kc, Ti dan Td terbaik pada kontrol PID DEA absorber Perta Arun Gas. Sistem kontrol Proportional, Integral and Derivative (PID) merupakan controller untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tersebut (Feed Back). Response Surface Methodology (RSM) atau metode permukaan respon adalah sekumpulan metode-metode matematika dan statistika yang digunakan dalam pemodelan dan analisis, yang bertujuan untuk melihat pengaruh beberapa variabel kuantitatif terhadap suatu variabel respon dan untuk mengoptimalkan variabel respon tersebut. Adapun metodologi dari penelitian ini adalah membuat model steady state DEA absorber menjadi model dynamic, lalu membuat model kontrol PID, setelah itu melakukan tuning terhadap kontrol PID dan melakukan pengujian terhadap kontrol PID dengan melakukan gangguan pada PV. Hasil dari pengaplikasian sistem kontrol PID maka mendapatkan waktu tercepat dengan nilai Kc = Kc = 0,1, Ti = 0,01, dan Td = 0,00001 dengan waktu 0,510 menit. Kata kunci: Absorbsi, PID, Present Value, Controller
PENYERAPAN β-KAROTEN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA SAWIT: KAJIAN KINETIKA Muhammad Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diteliti kinetika adsorpsi β-karoten pada karbon aktif tempurung kelapa sawit (KATKS). Penelitian ini mempelajari tentang mekanisme adsorpsi dan pengaruh konsentrasi awal β-karoten terhadap kemampuan penyerapan dari KATKS. Upaya pengujian tingkat penyimpangan data eksperimen dengan data teoritis maka korelasinya dianalisis dengan menggunakan regresi nonlinier. Untuk mengetahui mekanisme adsorpsi kinetik diuji dengan menggunakan tiga model persamaan laju adsorpsi yaitu (1) persamaan laju pseudo-order-pertama, (2) persamaan laju pseudo-order-kedua dan (3) persamaan Elovich. Hasil kajian menunjukkan bahwa model kinetika dengan persamaan Elovich adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi β-karoten dari larutan Isopropil alcohol (IPA). Karena model Elovich mampu menginterpretasikan proses adsorpsi β-karoten dengan baik, maka sistem adsorpsi β-karoten ke KATKS dari penelitian ini adalah heterogen. Dari kinetika model Elovich diperoleh konstanta adsorpsi β-karoten sebesar a = 0.6311 mg/g min  dan b = 0.2419 g/mg
Co-Authors Abdul Rahman abdullah, humaira Adi Setiawan Agam Muarif Alashri, Haris Ali Nur Muhammad Zaidin Balatif Ali Nur Muhammad Zaidin Balatif Anggi Dwi Safitri Apandi S, Arpan Ar Razi Ardyan, Muhammad Armelia Dafrina Asnawi Asran Asran Asrillah Asrillah Ayike Kusprasetya Azhari Azhari Azi Maulana Ikbal Azizi Maharani Azril Fahmi Azwar Yunus Bahruddin Bakhtiar Bakhtiar Basuki Wasis Bustami Bustami Chairun Nisa Chalisna Wildani Cut Milya Damayanti Damayanti Dedi Fariadi Deifa Nurfiqih Dela Andriani Devia Ayu Setyowati Diki Dian Andika Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Eki Supratiwi Eri Saputra Fadhil Risky Ramadhana Faisal Faisal Faizar Rianda Fajriana, Fajriana Fakhruddin Ahmad Nasution Farhana, Izzati Fasdarsyah Fasdarsyah Feni Lestari Berutu Fidyati, Fidyati Fuji Maharani Giffary, Muhammad Gultom, Togu Sahat Martua Hadi Hosseiniamoli Hafizh Al Kautsar Aidilof Hafli, T Halimah Tusaddiah Daulay Hastriad, Tengku Hendra A Ihsanul Fikri Hutabarat Imanda, Riska Iqbal Kamar Irdoni Irdoni Irma Yulia Damanik Irwansyah Situmorang Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Kartika Kartika Khoirunnisa Al Fadhilah Ritonga Lambang Wicaksono Lamkaruna Rizki Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lina Sari Silalahi Lukman Hakim Luthfi Luthfi M Irsyad K M Muhammad Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Masrullita Masrullita Meriatna Meriatna Mirsa, Rinaldi Mirza Farhan Misbahul Jannah Mochamad Ari Saptari Muhammad Muhammad Arif Muhammad Fauzan Muhammad Huseini Lubis Muhammad Nugraha P Muhammad Razin Muhammad Rumiza Muhammad Safrijal Mulyawan, Mulyawan Mulyawan, Rizka Munirul Ula Muthmainnah Muthmainnah Nadira Diandra Nani Lidia Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Nia Afriani Nikmat Wanda Novi Sylvia Nur Azura Lubis Nur Octavia Deri Nur rizqi Fattah Lubis Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurul Islami, Nurul Pasaribu, Josua Purwoko, Agus Putra, Reza Rahmad Wahyudi Rahman, M R F Ratih Permana Sari Raudhatul Raihan Raudhatul Ulfa Rauzatul Jannah Z Retwan, M.Alif Alzahy Reza Putra Reza Putra Ridho Hafis Rika Santi S. Tumangger Rina Ridara Rinaldi Mirsa Riza Fitri Rizal S.Si., M.IT, Rizal Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizki Alamsyah Rizky, Audry Azilla Rozanna Dewi Safwandi Safwandi Salahuddin Salahuddin Salimuddin Salimuddin Sanda Mulia Utari Selamat Meliala Sinaga, Selvi Sundari Sri Awalin Marpaung Sri Setiawaty Sri Setyawati Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Susi Yanti Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri T Hafli Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Teuku Mudi Hafli Tiara Puspa Dwi Seta Wiwi Anola Rosane Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z