p-Index From 2021 - 2026
7.251
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL KONFIKS Jurnal Madah ABDIMAS SILIWANGI Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) JE (Journal of Empowerment) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat METABASA Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ide Bahasa Telaga Bahasa : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Lingua Susastra Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya Inovasi : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmu Komunikasi Toba: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH) Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Metonimia: Jurnal Sastra dan Pendidikan Kesusastraan Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Harapan Bangsa Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA An International Journal Tourism and Community Review Mutiara Pendidikan dan Olahraga Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Dakwah Habib Alwi Assegaf Sania Nurhayati; Heri Isnaini
Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2024): Desember: Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kajian.v1i4.127

Abstract

This article discusses the da'wah communication strategy implemented by Habib Alwi Assegaf, a preacher known for his polite, inclusive, and heartfelt approach. This research focuses on the analysis of the discourse of his lectures that integrate universal Islamic values with the local wisdom of the Indonesian people. The research method used is a qualitative approach, with descriptive analysis of data in the form of lecture transcripts, da'wah videos, and audience responses. The results of the study show that Habib Alwi Assegaf uses three main strategies in his da'wah communication. First, the use of simple but meaningful language, which allows audiences from various social and educational backgrounds to understand the message conveyed. Second, an emotional approach that emphasizes compassion, empathy, and appreciation for the audience, thus creating personal closeness. Third, strengthening local cultural values, such as the tradition of mutual cooperation and customs, which are combined with Islamic teachings. This approach is not only effective in conveying religious messages, but also in building social harmony in a diverse society. This research shows that da'wah is not only a means of conveying religious teachings, but also a tool to strengthen relationships between individuals in a multicultural society. Thus, this study is expected to contribute to the development of da'wah communication studies in Indonesia.
Mite Sanghyang Kenit: Daya Tarik Wisata Alam di Desa Rajamandala Kulon Kabupaten Bandung Barat Isnaini, Heri; Indra Permana; Riana Dwi Lestari
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 1 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.757 KB) | DOI: 10.55123/toba.v1i2.398

Abstract

The stories that traditional societies believe in that have developed and spread over the generations have given birth to the concept of collective memory and belief. These memories and beliefs manifest into myths. In many traditions of indonesian society, myth is born from mite, a story that involves the supernatural power, namely the power of the Gods. In Sundanese culture, mites often tell the story of the Gods who descended to earth with a certain mission. This study discusses the Sanghyang Kenit mite which used to be considered a sacred story. Mite Sanghyang Kenit is discussed in a dual perspective, namely as a story of the past and as a cultural artifact that manifests as a tourist destination. The method used in this study is descriptive qualitative with the object of the story as data. In addition, SWOT matrices (strenghts); (weaknesses); (opportunities); and (threats) are used to analyze Sanghyang Kenit as a tourist destination in terms of uniqueness, authenticity, and scarcity. The results showed that Sanghyang Kenit mite can be a natural tourist attraction in Rajamandala Kulon village, West Bandung regency, namely by proving the existence of continuity between mites and potential tourist attractions.
MENINGKATKAN POTENSI DAN KOMPETENSI SISWA SEKOLAH DASAR PADA PROGRAM KAMPUS MENGAJAR Wildani, Indra; Isnaini, Heri
JE (Journal of Empowerment) Vol 3, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v3i2.2395

Abstract

ABSTRAK Kampus Mengajar merupakan salah satu kegiatan pengembangan pendidikan dari program Kampus Merdeka, yaitu salah satu program unggulan dari Badan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kampus Mengajar merupakan sebuah program yang mengajak mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia agar mau membantu memajukan dan mengembangkan sekolah, terutama dalam bidang literasi, numerasi, administrasi dan teknologi. Sekolah yang menjadi sasaran dalam program ini ialah sekolah-sekolah yang terletak di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdalam) dan sekolah yang masih dalam tahap pengembangan. Salah satunya Sekolah Dasar Swasta Pasirgede yang berlokasi di Dusun Pasirgede, Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sekolah ini dibangun pada tahun 2012 sehingga baru beroperasi sekitar 8-9 tahun. Mahasiswa yang ditugaskan pada kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 1 di SDS Pasirgede berjumlah 7 orang. Kegiatan di mulai dari tanggal 22 Maret 2021 sampai 22 Juni 2021, yaitu sekitar tiga bulanan. Adapun beberapa program kerja atau program kegiatan yang telah berhasil dirumuskan dan dilaksanakan selama kegiatan Kampus Mengajar ini berlangsung, seperti pojok baca, penghijauan sekolah, pembuatan perpustakaan digital, dan literasi senja. ABSTRACTThe Teaching Campus is one of the educational development activities of the Merdeka Campus program, which is one of the flagship programs from the Agency of the Ministry of Education and Culture. Kampus Mengajar is a program that invites students from various regions in Indonesia to be willing to help advance and develop schools, especially in the fields of literacy, numeracy, administration and technology. The schools targeted in this program are schools located in the 3T (Disadvantaged, Outermost, Deepest) areas and schools that are still in the development stage. One of them is Pasirgede Private Elementary School located in Pasirgede Hamlet, Cimarias Village, Pamulihan District, Sumedang Regency, West Java. The school was built in 2012 so it has only been operating for about 8-9 years. The students assigned to the Teaching Campus Batch 1 activities at SDS Pasirgede totaled 7 people. The activity starts from March 22, 2021 to June 22, 2021, which is around three months. There are several work programs or activity programs that have been successfully formulated and implemented during this Teaching Campus activity, such as reading corners, school greening, making digital libraries, and twilight literacy.
Hawa, Taman, dan Cinta: Metafora Religiositas pada Puisi-Puisi Sapardi Djoko Damono Isnaini, Heri; Lestari, Riana Dwi
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/gjbs.v2i2.16582

Abstract

AbstrakReligiositas menjadi tema yang sangat penting dalam puisi. Tema ini berkelindan mewujud bahasa figuratif dalam berbagai tataran, baik itu kata, frasa, kalimat, larik, bait, dan tipografi. Bahasa figuratif berjenis metafora menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam puisi. Artikel ini bertujuan memaparkan penggunaan metafora religiositas pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Penggambaran metafora religiositas pada artikel ini diwujudkan dalam diksi “Hawa”, “taman”, dan “cinta”. Ketiganya merepresentasikan nilai-nilai religiositas pada tataran kepercayaan kepada Tuhan. Pembacaan metafora religiositas tersebut memanfaatkan penggunaan teori stilistika dan hermeneutika. Selain itu, pendekatan deskriptif analitik kualitatif diharapkan dapat mengejawantah dan mengelaborasi pemaknaan puisi secara lebih komprehensif. Dengan demikian, pembahasan ini diharapkan dapat memberikan pemaknaan atas nilai-nilai religiositas yang terdapat dalam puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono. Kata Kunci: hermeneutika, makna, metafora, puisi, religiositas                  AbstractReligiosity is a very important theme in poetry. This theme manifests figurative language in various levels, be it words, phrases, sentences, arrays, stanzas, and typography. Metaphorical figurative language became the most widely used language in poetry. This article aims to explain the use of religiosity metaphors in the poems of Sapardi Djoko Damono. The metaphorical depiction of religiosity in this article is embodied in the dictions "Eve", "garden", and "love". All three represent the values of religiosity on the level of belief in God. The reading of the metaphor of religiosity utilizes the use of the theories of stilistics and hermeneutics. In addition, descriptive approaches to qualitative analytics are expected to spell and elaborate the meaning of poetry more comprehensively. Thus, this discussion is expected to provide meaning to the values of religiosity contained in poems by Sapardi Djoko Damono.   Keywords: hermeneutics, meaning, metaphor, poetry, religiosity                                
Prates Keterampilan Membaca Artikel Ilmiah Jurnal Elekronik Menggunakan Media Google Form bagi Mahasiswa Baru Rizkyanfi, Mochamad Whilky; Isnaini, Heri
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v2i1.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mean prates keterampilan membaca artikel ilmiah jurnal elektronik. Penelitian ini berlangsung di awal semester ganjil tahun akademis 2022/2023 yang bertempat di Universitas Pendidikan Indonesia. Populasi penelitian ini adalah para mahasiswa Prodi Teknik Elektro, Prodi Pendidikan Bahasa Prancis, dan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Mereka berjumlah 79 yang submit prates keterampilan membaca artikel ilmiah di google form pada kesempatan pertama. Sampel berjumlah 66 mahasiswa yang dipilih secara random sederhana tanpa pengembalian. Penetapan jumlah sampel mengacu kepada pendapat Slavin. Instrumen penelitian ini adalah tes keterampilan membaca artikel ilmiah jurnal elektronik berbentuk pilihan ganda berbasis google form yang dipadukan dengan artikel ilmiah jurnal elektronik. Perangkat tes memenuhi syarat validitas isi. Data keterampilan membaca artikel ilmiah jurnal elektronik dianalisis menggunakan uji t satu sampel dan Anova searah. Temuan penelitian: 1) prates keterampilan membaca artikel ilmiah jurnal elektronik bagi mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia berkategori rendah; 2) tidak terdapat perbedaan mean prates keterampilan membaca artikel ilmiah jurnal elektronik bagi mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia per kelompok sampel.
Campur Kode Sudjiwo Tedjo dalam Dialog Interaktif Indonesia Lawyers Club TvOne Episode Setahun Jokowi-Maruf: Dari Pandemi Sampai Demokrasi Amriyah, Nikfadatul; Isnaini, Heri
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v3i1.3146

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk dan penyebab terjadinya campur kode (CK) Sudjiwo Tedjo dalam acara dialog interaktif Indonesia Lawyers Club Episode Setahun Jokowi-Ma’ruf : Dari Pandemi sampai Demokrasi di TvOne. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif karena penelitian ini berisi tuturan yang mengandung campur kode pada subjek penelitian sehingga terjadinya campur kode dalam acara tersebut melalui pendekatan metodologi dan pendekatan teoritis. Teknik pengumpulan data yang digunakan  adalah teknik simak dan  catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kontekstual yang terperinci pada konteks sosiolinguistik. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa wujud campur kode terdiri atas campur kode kata, frasa, dan klausa dengan rincian 22 kata, 3 frasa, dan 1 klausa. Penyebab sang budayawan melakukan campur kode dalam diskusi ILC ialah karena dari dirinya sendiri (pribadi pembicara), ragam bahasa, dan kata popular. Sudjiwo Tedjo melakukan campur kode murni karena keinginan pribadinya, baik murni karena keinginan dari dirinya sendiri dan kemahiran banyak bahasa yang ia kuasai. Selebihnya faktor penyebabnya ialah nyaman menggunakan bahasa popular masa kini.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI Syarifatul Musyarofah; Heri Isnaini; R. Ika Mustika
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3zjsyy09

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap cara generasi muda belajar dan berinteraksi, termasuk dalam pembelajaran sastra. Instagram sebagai salah satu platform yang populer di kalangan pelajar memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media belajar yang kreatif, visual, dan interaktif. Keterampilan menulis puisi yang merupakan bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia kerap dianggap sulit oleh siswa sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan dunia mereka. Model Project Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan Instagram diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan PjBL berbantuan Instagram terhadap keterampilan menulis puisi siswa SMP dengan menggunakan metode eksperimen semu berdesain nonequivalent control group. Sampel terdiri atas 80 siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Cimahi yang terbagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran PjBL berbasis Instagram dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes menulis puisi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji-t sampel independen dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (63,83) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (59,92) namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,187). Nilai effect size (Cohen’s d = 0,298) menunjukkan pengaruh kecil tetapi positif. Penggunaan Instagram terbukti mampu meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa, serta memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra yang relevan dengan karakteristik generasi Z meskipun penerapannya memerlukan perencanaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk hasil yang lebih optimal. Kata Kunci: instagram, project based learning, menulis puisi, media digital.
Mistik-Romantik pada Novel Drama dari Krakatau Karya Kwee Tek Hoay: Representasi Sastra Bencana Heri Isnaini
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i1.3970

Abstract

Artikel ini membahas konsep mistik-romantik pada tragedi bencana meletusnya gunung Krakatau pada novel Drama dari Krakatau karya Kwee Tek Hoay. Novel ini terinspirasi oleh novel Baron Edward Bulwer-Lytton yang berjudul The Last Day of Pompeii yang diterbitkan tahun 1834. Drama dari Krakatau karya Kwee Tek Hoay disajikan dengan konsep realis yakni dengan menampilkan deskripsi meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883. Artikel ini bertujuan menunjukkan konsep tersebut dengan menganalisisnya berdasarkan tataran tanda dalam konvensi novel. Mistik-romantik dalam novel ini dimaknai sebagai peristiwa yang digambarkan dalam perpektif sastrawan atas peristiwa bencana yang terjadi melalui kacamata karya sastra. Meletusnya gunung berapi Krakatau yang menewaskan puluhan ribu orang dan membuat bencana lain tersebut diposisikan sebagai bagian intertekstualitas oleh Kwee Tek Hoay dalam sudut pandang sastra. Sekaitan dengan itu, sastra dapat dipahami sebagai dokumen sejarah yang menggambarkan peristiwa secara jujur. Akhirnya, artikel ini menunjukkan novel Drama dari Krakatau sebagai alat dokumentasi tentang peristiwa bencana dengan balutan romansa cerita khas novel Melayu Tionghoa. Kata Kunci: Krakatau, Kwee Tek Hoay, mistik-romantik, novel, sastra bencana Abstract This article discusses the mystical-romantic concept of the tragedy of the eruption of Mount Krakatau in the novel “Drama dari Karakatau” by Kwee Tek Hoay. The novel was inspired by Baron Edward Bulwer-Lytton's novel The Last Day of Pompeii published in 1834. The drama from Krakatau by Kwee Tek Hoay is presented with a realist concept, namely by displaying a description of the eruption of Mount Krakatau in 1883. This article aims to demonstrate the concept by analyzing it based on the state of signs in the novel convention. The mystics in this novel are interpreted as events depicted in the literati's perspective of catastrophic events that occur through the lens of literary works. The eruption of the Krakatau volcano that killed tens of thousands of people and made another disaster was positioned as part of intertextuality by Kwee Tek Hoay from a literary point of view. Related to it, literature can be understood as a historical document that describes events honestly. Finally, this article shows the novel “Drama dari Krakatau” as a tool for documentation of catastrophic events wrapped in the romance of stories typical of Chinese Malay novels. Keywords: Krakatau, Kwee Tek Hoay, mystic-romantic, novel, disaster literature
Citra Perempuan dalam Poster Film Horor Indonesia: Kajian Sastra Feminis Heri Isnaini
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4331

Abstract

Poster film digunakan sebagai bagian iklan dan promosi sebuah film. Studio akan mencetak dan memasang poster-poster film agar manarik calon penonton. Adakalanya poster film dibuat bervariasi dengan bentuk visual dan teks yang menarik. Selain itu, foto-foto aktor film juga ditampilkan dalam poster dengan pose yang menarik. Pada genre film horor, poster film yang disajikan seharusnya hanya mengandung simbol-simbol kemistisan, kengerian, ketakutan, dan kegayatan. Akan tetapi, pada poster-poster film horor Indonesia, simbol-simbol tersebut ditambah juga dengan tubuh perempuan sensual yang disajikan sebagai objek yang abjek. Tubuh perempuan sensual pada poster film horor Indonesia menunjukkan citra perempuan yang terabjeksi secara visual. Dengan begitu, konteks penelitian ini menyajikan tanda-tanda visual dalam poster film horor dengan kerangka semiotika. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kajian sastra feminis yang berusaha menempatkan perempuan pada posisi seharusnya dalam kerangka masyarakat yang patriarki melalui sistem tanda dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan pada poster film horor Indonesia dapat diklasifikasi menjadi (1) citra perempuan yang sensual; dan (2) objek fetis yang metonimi. Keduanya berkelindan pada sistem ekonomi kapitalisme dengan berlindung pada poster film horor yang pada akhirnya hanya sebagai ajang untuk memosisikan perempuan sebagai objek tanda yang abjek dalam konstelasi sistem patriarki. Kata kunci: Citra perempuan, film, horor, poster, sastra feminis, semiotika
Cerpen “Dodolitdodolitdodolibret” Karya Seno Gumira Adjidarma: Representasi Cerita Fantastik dan Psikoanalisis Sigmund Freud Heri Isnaini
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 10 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v10i2.5174

Abstract

Abstrak Cerpen “Dodolitdodolitdodolibret” mengisahkan tokoh Guru Kiplik yang berkeliling ke segala penjuru untuk mengajarkan cara berdoa yang baik dan benar. Cara berdoa yang diajarkan Guru Kiplik diyakininya dapat membawa pendoa pada kekuatan spiritual yang baik dan kebebasan jiwa yang luas bahkan sampai dapat berjalan di atas air. Peristiwa-peristiwa di luar nalar dalam cerita tersebut akan dibahas dengan konsep cerita fantastik. Cerita fantastik menekankan pada peristiwa-peristiwa supranatural secara tiba-tiba dalam dunia nyata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur naratif dengan fokus pada cerita secara utuh. Selain itu, peristiwa-peristiwa dalam cerita ditafsirkan dengan metode hermeneutika dengan mengaitkannya pada teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen “Dodolitdodolitdodolibret” karya Seno Gumira Adjidarma memiliki ciri-ciri cerita fantastik dengan peristiwa-peristiwa supranatural di dalamnya dan secara struktur naratif menjadi cerita dengan penafsiran konsep psike yang kuat. Hal ini memungkinkan cerpen ini memiliki keterkaitan dengan kesadaran terhadap ideologi dan kepercayaan tertentu. Kata Kunci: Cerita fantastik, hermeneutika, naratif, psikoanalisis, struktur Abstract The short story "Dodolitdodolitdodolibret" tells the story of Master Kiplik who travels around all directions to teach how to pray well and correctly. The way of praying taught by Master Kiplik was believed to bring the prayer to good spiritual power and wide freedom of the soul even to the point of being able to walk on water. Events beyond reason in the story will be discussed with the concept of a fantastical story. Fantastical stories emphasize sudden suprantural events in the real world. The theory used in this study is the theory of narrative structure with a focus on the story as a whole. In addition, events and stories are interpreted by the hermeneutic method by attributing them to the theory of psychoanalysis proposed by Sigmund Freud. The results showed that the short story "Dodolitdodolitdodolibret" by Seno Gumira Adjidarma has the characteristics of a fantastical story with supernatural events in it and is structurally a narrative story with a strong interpretation of the concept of psyke. This allows this short story to have a connection with an awareness of certain ideologies and beliefs. Keywords: Fantastical story, hermeneutics, narrative, psychoanalysis, structure
Co-Authors Agung Sudibyo Ahmad Feisal Riza Ai Rosmiati Aji Jehan Fellani Amriyah, Nikfadatul Andrianti, Vika Aquarini Priyatna Ayo Suaryo Ayu Nuraini Kosasih Ayu Nuraini Kosasih Deasy Supartini Deli Siti Maulida Dewi Lestari Diana Aprilianti Dimas Afrito Dinda Luciana Puspita Dinda Luciana Puspita DWI SURYANTO Enung Nurhayati, Enung Eponiah Eponiah Fauziya, Diena San Fitri Agustina Gita Sugiarti Hasanah, Annisa Zulfa Heris Hendriana Herlina, Sherly Ika Mustika Ika Mustika Ilda Hilda Rinjani Ilda Hilda Rinjani Indra Permana Indra Permana Indrie Destyanie Ferdian Intan Rosmawati Irfan Juhari Jajang Suparman Juwita, Evi Ratna Kalyska Khusnul Khotimah Lestari Purwaningsih Lestari, Riana Dwi Lina Meilinawati Rahayu Maryadi Wijaya Maulana Yusup Mekar Ismayani, Mekar Mimin Sahmini, Mimin Mochamad Whilky Rizkyanfi Muhamad Adji Musthofa, Nadia Hudzaifah Mustika Sari, Vera Mustika, R. Ika Nia Kurniasari, Nia Nikfadatul Amriyah Nuraeni Agustina Oseu Liana Paulana Christian Suryawin Peni Puspitasari, Peni Permana, Siti Nurisnie Fadillah Pipin Supini R. Ika Mustika Ratna Sari Dewi, Yayah Riana Dwi Lestari Rini Widiastuti Riska Oktavia Lurina Riza Fauzan Rochmat Tri Sudradjat Sania Nurhayati Sifa Khaerunnisa Siti Solihah Sudrajat, Rochmat Tri Sugilestari, Tuti Sukatmo Sukatmo Sukatmo Sukatmo Sunarti Sunarti Syarifatul Musyarofah Tiara Aninditha Wikanengsih, Wikanengsih Wildani, Indra Yesi Maylani Kartiwi Yoki N Kusmawanto Yorensina Anip Kalakmabin Yuda Mahardika, Reka Yudamahardika, Reka Yulia Herliani Yulia Herliani Yulia Herliani Yulia Herliani