Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pemanfaatan Semen Kambing Boer Untuk Meningkatkan Produktifitas Kambing Lokal Di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara Lukman HY; Zaenuri, L. Ahmad; Rodiah; Yuliani, Enny; Sumadiasa, I Wayan Lanus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8944

Abstract

Penerapan teknologi inseminasi buatan menggunakan sperma kambing Boer untuk meningkatkan mutu genetic kambing lokal dan meningkatkan pendapatan peternak di kecamatan Pemenang desa Pemenang Barat telah dilakukan pada tanggal 1 bulan Juni 2024. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan tehnologi reproduksi di pedesaan sekaligus dalam meningkatkan produktivitas melalui peningkatkan mutu genetik kambing lokal. Metode /bentuk kegiatan adalah penyuluhan atau ceramah dan diskusi dengan sasaran petani peternak yang memiliki ternak kambing yang akan di inseminasi (IB) atau pemelihara ternak kambing yang tertarik tentang tehnologi IB. Hasil evaluasi menunjukkan, bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berjalan cukup baik. Respon dan antusiasme peserta penyuluhan dalam diskusi sangat baik. Penilaian sangat baik karena sambutan dari Kepada desa/tokoh atau pemuka masyarakat untuk dapat merealisasikan pengetahuan tentang IB menggunakan sperma kambing Boer pada ternaknya. Kesimpulan, pengetahuan dan pemahaman peserta setelah kegiatan penyuluhan tentang penerapan teknologi IB menggunakan sperma kambing Boer dapat dinilai baik. Penilaian ini berdasarkan respon peserta dan pemuka masyarakat ada peningkatan, sehingga hal ini merupakan faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan IB pada waktu yang akan datang.
The Role of Glucose and Fructose for the Energy Recovery of Washed Boer Buck Spermatozoa Sumadiasa, I Wayan Lanus; Aminurrahman, Aminurrahman; Lukman HY, Lukman HY; Rodiah, Rodiah; Yuliani, Enny; Zaenuri, Lalu Ahmad; Ilhamsyah, Ilhamsyah
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.658

Abstract

Semen contains various biochemical substances, both beneficial for life functions and toxic substances that can damage spermatozoa, such as metabolic wastes and free radicals. Semen washing will optimize spermatozoa fertility, as harmful substances and the main energy source are removed. Therefore, giving fructose or glucose is necessary for energy recovery. The washed Boer Bucks semen was stored in Tris-egg yolk (TEY) without glucose or fructose (T1), TEY plus 1% glucose (TEYG, T2), and TEY plus 1% fructose (TEYF, T3). Each treatment was repeated 5 times to observe motility, viability, abnormalities, and intact plasma membrane (IPM) spermatozoa. We analyzed the data using analysis of variance (ANOVA) and the SPSS-20 application. In 8 hours of storage, the results indicated that the average motility of spermatozoa in T1, T2, and T3 was 42.00 ± 1.67%, 44.33 ± 2.88%, and 49.00 ± 2.53%. The viability percentages were 45.67 ± 1.21%, 48.00 ± 1.41%, and 53.50 ± 2.59%, while the abnormality percentages were 15.33 ± 0.52%, 14.50 ± 1.05%, and 12.17 ± 1.17%. The IPM was 42.67 ± 1.21%, 44.50 ± 1.05%, and 49.33 ± 1.75%. In conclusion, glucose or fructose can maintain the quality of spermatozoa post-washed, with the best quality obtained from 1% fructose/100 ml of diluent. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 12: Responsible Consumption and Production
Inseminasi Buatan Menggunakan Pejantan Esotik Untuk Meningkatkan Mutu Genetik Sapi Lokal Di Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Lukman HY; Zaenuri, Lalu Ahmad; Sumadiasa, I Wayan Lanus; Yuliani, Enny; Aminurrahman; Musanip
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12826

Abstract

Salah satu program perguruan tinggi yang sangat penting dilaksanakan oleh dosen adalah pengabdian pada masyarakat untuk mendukung program dinas peternakan. Perguruan tinggi dalam melaksanakan kegiatan pengabdian untuk mendukung peningkatan mutu Pendidikan Tinggi dan kesejahteraan rakyat secara terprogram dan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh setiap Dosen dapat memperkaya bahan ajar dan pemahaman masyarakat khususnya peternak terhadap tekhnologi inseminasi buatan pada kandang kelompok yang ada di desa atau Dusun Karang Bayan kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pendapatan peternak merupakan program peternakan kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pengabdian semacam ini merupakan salah satu program dosen Fakultas peternakan di lingkungan Unram baik dari hasil-hasil penelitian maupun konsep yang diarahkan untuk memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat. Metode/ Bentuk kegiatan bersifat penyuluhan, ceramah, praktek dan diskusi. Sasaran pengabdian ini adalah para peternak dan para petani yang tertarik untuk mengikuti tehnologi reprduksi di Kecamatan Lingsar Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pendapatan peternak melalui peningkatkan produktivitas ternak sapi local. Sumber dana PNBP bagi dosen-dosen di fakultas peternakan dapat melakukan kegiatan pengabdian, untuk memberikan motivasi peternak dan memberikan cara-cara untuk meningkatkan mutu genetic sapi local melalui IB. Inseminasi menggunakan pejantan unggul pendapatan petani peternak dapat meningkat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memecahkan berbagai permasalahan peternak di masyarakat dan membantu meningkatkan pengetahuan dan pendapatan peternak di Kecamatan Linsar . Pengabdian pada masyarakat ini Dosen dapat merealisasikan ilmu pengetahuan tentang Penerapan Teknologi Reproduksi ternak dari hasil hasil penelitian dan pengalamann di lapangan.
Manajemen Reproduksi Untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Sumadiasa, I Wayan Lanus; Lukman HY, Lukman HY; Zaenuri, Lalu Ahmad; Yuliani, Enny; Aminurrahman, Aminurrahman; Abdi, Wahyu Indra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13051

Abstract

The developing paradigm in society states that livestock farming is merely a side business. However, this paradigm has now transformed into a principle that livestock farming is an integral part of agricultural activities, equally important as other farming practices. The farmers’ principle and expectation to produce offspring quickly can be realized through proper, effective, and efficient reproductive management. Consequently, the costs, labor, and time required for management can also be optimized. The purpose of this Community Service Program (PkM) is to provide knowledge and understanding to farmers regarding proper reproductive management to increase livestock (cattle) productivity. The activity was carried out through educational and participatory approaches, namely counseling and discussion. The target audience consisted of members of a livestock farmer group in Karang Bayan Village. The counseling materials covered the selection of prospective dams and sires, mating management, housing and feeding management for pregnant cows, calving, and weaning. The results of the activity showed that the participants gained knowledge and understanding of cattle development principles based on proper reproductive management. This was evident from their high enthusiasm in listening to and accepting the materials, as well as their active participation during the discussion session. They also expressed their hope to apply the counseling results in their livestock farming practices. The evaluation results indicated that there were no obstacles encountered during the implementation of this PkM activity. In conclusion, farmers have gained an understanding of proper reproductive management, recognizing that livestock farming is just as important as any other occupation.
Penanganan Sifat-Sifat Reproduksi Ternak Sapi Bali untuk Peningkatan Produktivitas Ternak di Kecamatan Pali Belo Bima Lukman HY; Adji Santoso Dradjat; I Wayan Lanus Sumadiasa; Ine Karni; Kuntum Khairani
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu program perguruan tinggi yang sangat penting dilaksanakan oleh dosen, Dinas peternakan. Perguruan tinggi dalam melaksanakan kegiatan pengabdian untuk mendukung peningkatan mutu Pendidikan Tinggi dan kesejahteraan rakyat secara terprogram dan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh setiap dosen dapat memperkaya bahan ajar dan pemahaman masyarakat khususnya peternak terhadap Penanganan Sifat-Sifat Reproduksi Ternak Sapi yang ada di desa kecamatan Pali Belo Kabupaten Bima. Tujuan untuk meningkatkan pendapatan peternak dan meningkaka program peternakan kabupaten Bima. Pengabdian ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dosen-doen peternakan baik dari hasil-hasil penelitian maupun konsep untuk memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat. metode/bentuk kegiatan bersifat penyuluhan, ceramah, praktek dan diskusi. Sasaran pengabdian ini adalah para peternak dan para petani yang tertarik untuk mengikuti tentang peternakan khususnya sifat-sifat reprduksi pada ternak sapi bali di kecamatan Pali Belo. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pendapatan peternak melalui Perbaikan Penanganan Sifat-Sifat Reproduksi Ternak Sapi, melalui dana PNBP, memberikan motivasi peternak dan memberikan cara-cara beternak yang baik, memilih calon induk dan pejantan yang baik sebagai bibit berdasarkan penampilan sifat-sifat reproduksi sehingga pendapatan petani peternak dapat meningkat. Diharapkan pengabdian dari dana PNBP ini dapat memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat dan membantu meningkatkan pengetahuan dan pendapatan peternak di kecamatan Pali Belo. Pengabdian pada masyarakat ini Dosen dapat merealisasikan ilmu pengetahuan tentang Penerapan sifat-sifat Reproduksi ternak dikandang kelompok maupun di lapangan.
Pengaruh Lama Inkubasi Sexing Spermatozoa X Dan Y Dengan Metode Albumin Putih Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer Baiq Pralika Trisna Kistarini; Enny Yuliani; Lalu Ahmad Zaenuri; I Wayan Lanus Sumadiasa; Lukman HY; Aminurrahman Aminurrahman
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.3011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi pada sexing spermatozoa terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer. Proses sexing menggunakan metode albumen putih telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima kali ulangan yakni P1: Lama inkubasi 30 menit, P2: Lama inkubasi 40 menit dan P3: Lama inkubasi 50 menit. Parameter yang diamati yaitu motilitas, viabilitas, abnormalitas dan rasio spermatozoa X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas tertinggi terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 dan P2 (81.80±3.11% dan 79.20±1.78%) dan motilitas terendah pada perlakuan P3 (75.60±6.26% dan 73.00±9.08%). Selain itu, persentase viabilitas spermatozoa tertinggi pada lapisan atas pada perlakuan P1 dan lapisan bawah pada P2 (83.20±3.27% dan 81.00±0.70%). Sedangkan abnormalitas terendah terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 (3.00±0.70% dan 2.20±0.83%). Proporsi spermatozoa X dan Y tertinggi terdapat pada perlakuan P1, yakni 54.80±11.40% spermatozoa X dan 46.20±11.40% spermatozoa Y pada labisan atas dan 41.00±13.41% spermatozoa X dan 59.00±13.41% spermatozoa Y pada labisan bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi lama inkubasi 30–50 menit belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer, namun inkubasi 30 menit cenderung menghasilkan proporsi pemisahan spermatozoa X dan Y yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Onset dan Intensitas Birahi Sapi Hisar Pasca Sinkronisasi Menggunakan Hormon Pgf2α Basri Fadielah; I Wayan Lanus Sumadiasa; Anwar Rosyidi
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.114209

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai dosis hormon Prostaglandin F2α (Lutalyse) terhadap onset, intensitas, dan durasi estrus pada induk sapi Hisar. Penelitian dilaksanakan selama Oktober–Desember 2025 di UPT Puskeswan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, menggunakan 40 ekor sapi Hisar yang dibagi dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis, yaitu 3 ml (P1), 4 ml (P2), 5 ml (P3), dan 6 ml (P4), masing-masing dengan 10 ulangan. Parameter yang diamati meliputi onset estrus, intensitas estrus, dan lama estrus. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis Lutalyse berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap onset dan durasi estrus, namun tidak menunjukkan perbedaan nyata pada intensitas estrus. Perlakuan P3 (5 ml) menghasilkan onset estrus tercepat (56,96 jam) dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Intensitas estrus tertinggi juga diperoleh pada P3 dengan nilai rata-rata 2,5 dan persentase tertinggi (28,41%), menunjukkan respons estrus yang lebih jelas dan aktif. Sementara itu, durasi estrus terpanjang terdapat pada P4 (6 ml) dengan rata-rata 17,20 jam dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Secara fisiologis, dosis 5 ml dinilai paling optimal karena mampu menginduksi luteolisis secara efektif, menurunkan kadar progesteron, serta meningkatkan sekresi estrogen yang berperan dalam mempercepat dan memperjelas gejala estrus. Sebaliknya, dosis terlalu rendah maupun terlalu tinggi menghasilkan respons yang kurang optimal. Dengan demikian, dosis 5 ml Lutalyse direkomendasikan sebagai dosis terbaik dalam program sinkronisasi estrus pada sapi Hisar karena menghasilkan onset tercepat, intensitas tinggi, dan durasi estrus yang stabil serta sesuai dengan kondisi fisiologis reproduksi sapi
Breeding strategy and contract farming model to promote Boer Cross population continuity: A case study at Sadhana Arif Nusa Company Lombok Island West Nusa Tenggara Province, Indonesia) Lalu Ahmad Zaenuri; I Wayan Lanus Sumadiasa; Lalu Wira Pribadi
Livestock and Animal Research Vol 21, No 1 (2023): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v21i1.68577

Abstract

Objective: This study aims to analyze population development strategies and contract farming models with East Lombok regency West Nusa Tenggara province farmers. This research was focused on SAN-C which is very concerned with the development of Boer goats and employing the people of East Lombok.Methods: The study employed action research. Boer cross-goats data was obtained from the log book of SAN-C. Supporting data were obtained from in-depth interviews and FGDs with representatives of farmers, livestock traders, representatives of the East Lombok district government, and management representatives of SAN-C.Results: This study found that the previous contract farming model with the credit system was changed to a profit-sharing system based on the weight of the goat. That is the difference in the final weight minus the initial weight multiplied by the price per kilogram divided by two. One part is for partners, and the other part is for SAN-C. Thus, the income for farmers is close to the minimum standard wage for the district of East Lombok.Conclusion: By applying a new breeding strategy and contract farming models, the population of Boer cross increased sustainably. Similarly, the income of farmers will also increase. It is recommended that the new contract farming model can be applied to other farmers all over WNT. It was also recommended that both SAN-C and must make a selection, especially for F2 and F3 with the most superior phenotypes as stock breeders. Finally, excess feed production in the rainy season should be stored in the form of hay or silage to overcome the shortage of feed in the dry season.
Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Tanda Birahi Sapi Siap Inseminasi Buatan di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah Enny Yuliani; Lukman HY Lukman HY; I Wayan Lanus Sumadiasa; Lalu Ahmad Zaenuri; Aminurrahman Aminurrahman; Muhammad Rifky Ramadhan; Siti Aisyah
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i2.11340

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai tanda-tanda birahi induk sapi yang siap diinseminasi buatan di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif dan edukatif melalui penyuluhan, demonstrasi, diskusi interaktif, serta pendampingan kepada peternak. Materi yang disampaikan meliputi fisiologi reproduksi, siklus estrus, identifikasi tanda-tanda birahi berdasarkan perubahan perilaku dan fisik, waktu inseminasi yang tepat, serta pencatatan reproduksi sederhana. Evaluasi dilakukan berdasarkan partisipasi, antusiasme, dan perubahan pemahaman peserta selama proses kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa peternak mengalami peningkatan pengetahuan dalam mengenali tanda-tanda birahi, seperti peningkatan aktivitas, gelisah, standing heat, pembengkakan dan kemerahan vulva, serta keluarnya lendir serviks yang jernih. Selain itu, peternak mulai memahami pentingnya pencatatan reproduksi untuk memantau siklus birahi, waktu inseminasi, kebuntingan, dan kelahiran sebagai dasar evaluasi efisiensi reproduksi. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peternak mengenai pengaruh faktor nutrisi dan lingkungan terhadap ekspresi birahi dan keberhasilan inseminasi buatan. Disimpulkan bahwa penyuluhan dan pendampingan secara partisipatif efektif meningkatkan literasi reproduksi peternak sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan, efisiensi reproduksi, dan produktivitas usaha peternakan sapi di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah.
Pengembangan Ayam KUB sebagai Sumber Bahan Baku Kuliner Khas untuk Mendukung Pariwisata Sembalun Mohammad Hasil Tamzil; Lalu Ahmad Zainuri; I Wayan Lanus Sumadiasa; Sulaiman Ngongu Depamede; Muhammad Taqiuddin; Anwar Rosyidi; Hailuddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16350

Abstract

Sembalun Bumbung Village is a tourism area characterized by a relatively cool to cold highland environment. Meanwhile, local chicken production is still predominantly managed under traditional free-range systems, which are insufficient to meet the demand for chicken meat among local communities and the growing culinary activities in the area. Objective: To improve community knowledge and skills in intensive KUB chicken management adapted to the environmental conditions of Sembalun. Methods: The activity was conducted at the Sembalun Bumbung Village Office using extension, lectures, discussions, and experience-sharing methods. The topics covered KUB chickens, housing management, brooding, stocking density, feed and drinking water management, and biosecurity. Results: Participants actively engaged in the activity and discussions, particularly regarding DOC mortality, disease prevention, brooding management, and KUB chicken enterprise development. Participants also expressed interest in initiating intensive chicken farming and requested further assistance and follow-up guidance. Conclusion: The activity successfully increased community awareness and interest in developing KUB chickens under intensive management. Continued technical assistance is needed to support the adoption of appropriate husbandry practices, disease prevention and control, and sustainable development of KUB chicken enterprises in Sembalun Bumbung Village.