Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Keberadaan Pabrik Karet PTNB (PT Nusantara Batulicin) terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Nova Vilayati; Usamah Hanafie; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6031

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu provinsi Kalimantan Selatan, sebelum dan sesudah adanya pabrik pengolahan karet PT Nusantara Batulicin . Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari narasumber yang dipilih secara sengaja (purposive sampling), yakni masyarakat Desa Karang Bintang, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, baik cetak ataupun elektronik. Hasil penelitian menunjukan bahwa masuknya pabrik pengolahan karet PT Nusantara Batulicin memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat, baik secara sosial maupun secara ekonomi. Perubahan yang terjadi pada kondisi sosial di Desa ini setelah masuknya PT Nusantara Batulicin yaitu, tingkat pendidikan masyarakat semakin meningkat dari sebelumnya, sarana dan prasarana yang tersedia di Desa ini lebih memadai, baik sarana dan prasarana Desa (jalan, pembangunan pada sekolah, pasar dan juga tempat ibadah). Pada Bidang kesehatan juga terjadi perubahan atau kemajuan, yang awalnya di Desa Karang Bintang ini belum ada puskesmas dan puskesdes,sekarang sudah ada, bahkan dilengkapi dengan ruang UGD dan juga tersedianya ambulance yang tentunya sangat membantu masyarakat. Perubahan juga terjadi pada lembaga sosial, yang awalnya belum memiliki tempat atau ruangan khusus untuk kegiatan ibu – ibu IKK, sekarang sudah ada, dan juga tentunya dengan adanya PT Nusantara Batulicin di Desa ini dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sedangkan pada kondisi ekonomi perubahan yang terjadi yaitu, pendapatan yang diperoleh masyarakat semakin meningkat, sehingga kebutuhan mereka dapat terpenuhi dan juga semakin banyak masyarakat sekitar yang memiliki usaha mikro atau usaha kecil.
Analisis Usahatani Jeruk Siam Banjar di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Jahratun Nisa; Muhammad Fauzi; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8277

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani jeruk siam Banjar di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai; (2) Untuk menganalisis permasalahan yang di hadapi petani dalam usahatani jeruk siam Banjar di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai. Penelitian dilaksanakan di Desa Kolam Kiri Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dimulai pada bulan Agustus 2019 sampai dengan November 2021, jenis data yang dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai dinas atau instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Responden petani diperoleh dengan cara penarikan contoh secara sederhana. Responden yang dijadikan sampel adalah 30 dari petani jeruk siam. Kelayakan usahatani jeruk siam di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai dilihat dari kriteria investasi usahatani jeruk siam layak untuk dikembangkan. Hal ini terlihat dari nilai NPV yang bernilai positif pada df 10% sebesar Rp 240.497.291, pada df 12% sebesar Rp 210.246.286, dan pada df 18% sebesar Rp 135.379.971. Nilai Net B/C yaitu Rp 2.21 pada df 10%, Rp 2.07 pada df 12%, dan Rp 1.71 pada df 18%, serta nilai IRR yang didapat adalah sebesar 38,01%.
Analisis Keuntungan dan Kelayakan Usaha Pengolahan Tahu di Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Industri Tahu Adi Karya) Wahyu Setyaningsih; Luki Anjardiani; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: ((1) Menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan pada industri tahu Adi Karya. (2) Menganalisis tingkat kelayakan pada industri tahu Adi karya. (3) Menganalisis tingkat sensitivitas pada industri tahu Adi Karya (4) Menganalisis titik impas atau Break Even Point (BEP) pada industri tahu Adi Karya. (5) Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh industri tahu Adi Karya. Jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh industri tahu Adi Karya pada bulan Maret 2023 sebesar Rp256.635.209 dengan jumlah biaya tetap Rp2.016.209 dan biaya variabel Rp254.619.000. Penerimaan yang diperoleh dari penjualan tahu dan ampas tahu yaitu sebesar Rp279.450.000 dan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp22.814.791. Kelayakan pada industri tahu Adi Karya pada bulan Maret 2023 yaitu sebesar Rp1,09. Hal ini menunjukan bahwa industri tahu Adi Karya menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Dari hasil analisis sensitivitas Industri tahu Adi Karya tidak sensitif terhadap kenaikan biaya bahan baku (kedelai) pada 5%, namun sensitif terhadap kenaikan biaya bahan baku (kedelai) pada 10% dan 15%. Titik impas pada tahu goreng yaitu sebanyak dengan jumlah sebanyak 1.418,16Kg dengan jumlah penjualan Rp22.690.560. Permasalahan yang dihadapi industri tahu Adi Karya adalah berkurangnya jumlah produksi dikarenakan kurangnya tenaga kerja, limbah cair yang masih dibuang kesungai dan izin usaha yang sudah mati karena tidak diperpanjang.
Analisis Usahatani dan Viabilitas Finansial Petani Padi di Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Muhammad Maulana; Hairin Fajeri; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6001

Abstract

Pendapatan berkaitan dengan penilaian sejauh mana kondisi usaha yang dijalankan berdasarkan kelayakan, hal ini juga terkait dengan teori viabilitas. Viabilitas finansial ialah proses terintegrasi, meliputi laporan keuangan, rancangan bisnis, dan semua informasi yang mendukung penghitungan viabilitas finansial, terlepas dari apakah perusahaan dapat bertahan kedepannya. Penelitian bertujuan menganalisis pendapatan bersih usahatani, menganalisis kelayakan dan menganalisis viabilitas finansial petani padi di Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Pemilihan daerah penelitian dilakukan survei dengan mempertimbangkan permasalahan yang ada. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil yaitu 10 persen dimana populasi sampel 323 maka yang diambil 10 persen berjumlah 32 responden dengan acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan bersih dari usahatani padi sebanyak Rp 23.342.511,19/tahun dan untuk analisis kelayakan R/C ratio dengan nilai rata-rata sebesar 2,20 serta dikatakan layak untuk dilanjutkan usahatani padi sedangkan perhitungan analisis kelayakan menggunakan B/C ratio dengan nilai rata-rata sebesar 1,20 dan dapat dikatakan layak dari manfaat yang diterima. Untuk hasil tujuan ketiga viabilitas finansial petani padi dalam satu tahun, tergolong viabel. Dengan jumlah rata-rata penerimaan Rp 53.284.687,50/tahun dan mampu menutupi biaya produksi Rp 18.110.926,25/tahun serta biaya konsumsi Rp 24.358.875,00/tahun. Sedangkan untuk rata-rata viabilitas finansial sebesar Rp 10.814.886,19/tahun
Permintaan Petani Terhadap Pupuk Urea Bersubsidi Pada Usahatani Padi Di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Aminah Aminah; Muhammad Fauzi; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8282

Abstract

Pupuk bersubsidi memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas komoditas pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkaitan dengan pengadaan, penyaluran dan harga. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Banjar 2018, Kecamatan Gambut merupakan kecamatan dengan kebutuhan pupuk Urea terbesar di Kabupaten Banjar, sehingga penyediaan pupuk Urea perlu mendapatkan perhatian khusus. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea bersubsidi dan menganalisis masalah yang dihadapi petani dalam memperoleh pupuk Urea bersubsidi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan regresi fungsi tipe Cobb-Douglas dengan jumlah sampel 30 orang petani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga pupuk Urea dan harga pupuk SP-36 memperlihatkan hubungan negatif, berarti setiap kenaikan harga pupuk Urea dan harga pupuk SP-36 akan menyebabkan penurunan permintaan pupuk Urea, dan sebaliknya. Sementara itu, harga gabah dan luas lahan memperlihatkan hubungan yang positif. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan pupuk Urea bersubsidi adalah harga pupuk SP-36 dan luas lahan, sedangkan variabel harga pupuk Urea dan harga gabah padi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan pupuk Urea bersubsidi. Masalah yang sering dihadapi petani adalah terbatasnya pupuk Urea bersubsidi dilokasi penelitian, disamping keterlambatan penyaluran sehingga tidak sesuai dengan waktu pemupukan di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar.
Evaluasi Pelaksanaan Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) pada Dua Tipe Lahan Lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara Elly Fitriyana; Muhammad Fauzi; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6026

Abstract

Rawannya sektor pertanian usahatani padi terkena dampak negatif dinamika perubahan iklim seperti serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), banjir dan kekeringan. Jika tidak ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat, dapat berpotensi melemahkan petani dalam upaya mengembangkan usahatani dan berdampak pula terhadap kondisi ekonomi petani. Untuk mengurangi risiko dan kerugian yang dihadapi petani padi, pemerintah menjalankan program AUTP. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan gambaran pelaksanaan AUTP , mengidentifikasi permasalahan yang menghambat terserapnya AUTP dan menganalisis faktor yang menjadi pengaruh terhadap keikutsertaan petani pada program AUTP. Penarikan contoh dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel diambil sebanyak 35 orang petani mengikuti AUTP dan 35 orang petani tidak mengikuti AUTP. Analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan AUTP di Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan AUTP di Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah sesuai dengan pedoman AUTP yang berlaku dan tidak ada perbedaan prosedur pelaksanaan baik untuk lahan lebak pematang maupun lebak tengahan. Permasalahan yang menghambat terserapnya AUTP disebabkan oleh faktor internal berasal dari petani dan faktor eksternal yang dilihat dari pelaksanaan AUTP dan kondisi lahan wilayah penelitian. Melalui analisis regresi logistik biner diketahui bahwa semua variabel independen penelitian yaitu lama pendidikan formal, luas lahan yang diusahakan, pengalaman usahatani padi, pendapatan usahatani padi, risiko kemungkinan kerusakan panen dan kemampuan petani membayar premi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap keikutsertaan petani pada program AUTP.
Hubungan Interaksi Sosial Anggota Kelompok Tani dengan Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan Fakhrurraji Qaldry; Muhammad Fauzi; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1274

Abstract

Abstrak. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok dan antara individu dengan kelompok. Partisipasi adalah suatu wujud dari peran serta masyarakat dalam aktivitas berupa perencanaan dan pelaksanaan untuk mencapai tujuan pembangunan masyarakat. Desa Lok Batu  merupakan desa yang mempunyai kelompok tani dengan klasifikasi masih pemula sehingga tepat untuk dilakukan penelitian pada topik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat interaksi sosial yang terjadi antar anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan, untuk mengetahui partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan dan mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan partispasi petani dalam kegiatan penyuluhan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan. Sampel yang di gunakan sebanyak 30 anggota kelompok tani, penentuan jumlah sampel dilakukan secara Proportionate Random Sampling dari 4 kelompok tani yang berada di Desa Lok Batu. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (tinggi, sedang, rendah) untuk menentukan tingkat interaksi sosial anggota kelompok tani, tingkat partisipasi dalam pelaksaaan penyuluhan pertanian  dan uji korelasi Rank Spearman untuk menguji hubungan variabel. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini yaitu tingkat interaksi sosial yang terjadi antara anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan diperoleh nilai skor rata-rata (83,88%) termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan  diperoleh persentase (87,85%) termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara interaksi sosial anggota kelompok tani  dengan tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan.Kata kunci: interaksi sosial, partisipasi, kelompok tani
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Padi Sawah Pasang Surut Varietas Lokal di Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Hatimatul Husna; Yusuf Azis; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1317

Abstract

Abstrak. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki lahan pasang surut cukup luas dan sebagian besarnya di Kabupaten Barito Kuala. Pemanfaatan lahan pasang surut berpotensi cukup besar dalam mengembangkan pertanian terutama untuk padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi teknis petani padi sawah pasang surut di Kecamatan Barambai berdasarkan tahun 2018 menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA), untuk menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap efisiensi teknis di Kecamatan Barambai menggunakan Tobit Regression, untuk menganalisis keuntungan petani padi sawah pasang surut di Kecamatan Barambai tahun 2018. Penelitian ini dilakukan di tiga desa di Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala yang ditentukan secara purposive dengan memilih 60 petani sampel. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 petani yang efisien dengan nilai rata-rata tingkat efisiensi 0,893. Dari 4 karakteristik petani sampel, ada 3 karakteristik yang berpengaruh terhadap efisiensi teknis yaitu usia berpengaruh negatif, lama pendidikan formal dan jumlah tanggungan anggota rumah tangga berpengaruh positif. Sedangkan untuk lama pengalaman berusahatani tidak berpengaruh. Penerimaan petani sampel adalah Rp 13.609.917/usahatani atau Rp 15.869420/hektar. Sedangkan pendapatan yang diperoleh Rp 11.411.300/usahatani atau Rp 13.305.792/hektar sehingga keuntungan Rp 7.172.502/usahatani atau Rp 8.363.262/hektar. Kata kunci: efisiensi teknis, Data Envelopment Analysis, model Tobit Regression
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Melati di Desa Jingah Habang Ilir Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Muhammad Supian Sauri; Muzdalifah Muzdalifah; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5904

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesejahteraan petani melati di Desa Jingah Habang Ilir Kabupaten Banjar Kecamatan Karang Intan berdasarkan indeks BKKBN. Penelitian dilakukan di Desa Jingah Habang Ilir, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020 sampai dengan April 2021. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Jumlah sampel ditentukan secara proporsional random sampling, yaitu petani yang tergabung pada 4 Kelompok Tani Melati, Kelompok Tani Bina Bersama, Jelapat, Musyawarah Tani, dan Harapan Maju. Sampel dalam penelitian ini berasal dari 15 petani dari 78 petani di Desa Jingah Habang Ilir. Berdasarkan indikator BKKBN tingkat kesejahteraan keluarga petani melati di Desa Jingah Habang Ilir berada pada tahap Keluarga Pra Sejahtera (KPS). Satu petani dengan persentase 6,67%, pada tahap Keluarga sejahtera III (KS III), 12 petani dengan perentase 80,00% dan pada tahap Keluarga Sejahtera III plus (KS III+) terdapat 2 petani dengan persentase 13,33%.
Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang “Bajarang” Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru Yoga Kurniawan; Muhammad Fauzi; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dan menentukan srategi pengembangan usaha jamur merang “BAJARANG” di Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru melalui analisis SWOT dan QSPM. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru, pada bulan September 2021 sampai November 2021. Penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden, terdiri dari 2 orang pemilik usaha jamur merang ”BAJARANG”. Penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sengaja (Purposive Sampling) kriteria populasi yang telah ditentukan terdiri dari 2 orang sebagai pemilik usaha karena usaha jamur merang “BAJARANG” merupakan usaha kelompok. Strategi pengembangan usaha jamur merang “BAJARANG” melalui analisis SWOT dan QSPM yang mempertimbangkan sebuah pencapaian dengan analisis setiap faktor internal dan eksternal yang dianalisis melalui identifikasi dan perhitungan untuk mendapat sebuah alternatif strategi yang menarik dipertimbangkan dalam keputusan pengembangan usaha. Hasil yang diperoleh melalui perhituangan analisis SWOT dan QSPM dengan mengetahui Total nilai daya tarik pemilik usaha, alternatif strategi yang paling menarik diprioritaskan untuk diterapkan yaitu meningkatkan produksi dengan memanfaatkan luas lahan untuk memenuhi permintaan, dengan skor QSPM tertinggi 4.93207237 pada urutan pertama. Prioritas yang didapat akan menjadi pertimbangan yang menarik pada perusahaan untuk mencapai tujuan dalam pengembangan usaha jamur merang.