Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) terhadap Pendapatan Usahatani Petani Muda di Kabupaten Banjar Ni Wayan Silviana Malini; Muhammad Fauzi; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15133

Abstract

Krisis petani muda di sektor pertanian dan dominasi petani tua mempengaruhi keberlanjutan terutama produktivitas pertanian dan kesehatan ekonomi pedesaan, sehingga mengancam ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian. Sehubungan dengan itu, pemerintah merancang program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) yang mulai dijalankan sejak tahun 2019 dengan kerjasama dan dukungan pendanaan dari IFAD (International Fund for Agriculture Development). Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan pendapatan usahatani petani muda sesudah menerima dana hibah kompetitif program YESS di Kabupaten Banjar tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banjar, pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Astambul dan Kecamatan Karang Intan dari bulan Juli hingga November 2024. Metode yang digunakan adalah metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 35 petani muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan uji statistik paired t test guna membandingkan pendapatan usahatani petani muda sebelum dan sesudah menerima hibah kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan pendapatan usahatani sebelum dan sesudah menerima hibah kompetitif program YESS tahun 2022, namun terjadi kenaikan rata-rata pendapatan usahatani sebesar Rp 7.531.518 atau 35%. Berdasarkan hasil perhitungan pemberian dana hibah kompetitif program YESS memberikan dampak positif terhadap pendapatan usahatani petani muda.
Evaluasi Usaha Ternak Itik Petelur di Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah M. Hasan Ariyadi; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16269

Abstract

Kecamatan Labuan Amas Selatan memiliki potensi geografis untuk peternakan itik petelur, namun pengembangannya terhambat oleh efisiensi produksi dan minimnya analisis kelayakan usaha. Usaha ternak itik petelur "Putri Aulia" menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada tahun 2024, sehingga evaluasi kelayakannya menjadi krusial untuk dijadikan model pengembangan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha tersebut melalui deskripsi penyelenggaraan serta perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan, dan Break-Even Point (BEP). Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan analisis data kuantitatif periode Februari 2024–Februari 2025, penelitian ini menemukan bahwa usaha telah menerapkan praktik manajemen yang baik, meliputi peningkatan kapasitas kandang hingga 7.000 ekor, penggunaan pakan komersial, dan program vaksinasi. Secara finansial, dengan total biaya tetap Rp94.511.883 dan total penerimaan Rp4.202.422.200, usaha ini berhasil mencatatkan keuntungan bersih sebesar Rp331.367.517. Analisis BEP menunjukkan titik impas tercapai pada volume produksi 590.699 butir telur atau pada nilai penerimaan Rp932.608.703. Usaha ternak itik "Putri Aulia" terbukti layak dan menguntungkan karena beroperasi jauh di atas titik impas, meskipun profitabilitasnya (7,88% dari penerimaan) yang belum mencapai target (10%) mengindikasikan adanya ruang untuk peningkatan efisiensi biaya.
Analisis Usaha Serbuk Jahe Merah di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Usaha Serbuk Jahe Merah Borneo) Sirajunnisa Sirajunnisa; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, titik impas serta permasalahan pada usaha serbuk Jahe Merah Borneo. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan sebelum pandemi covid-19 (Maret 2019 - Februari 2020) sebesar Rp52.834.712 penerimaan total Rp159.400.000 serta keuntungan Rp106.565.284. Pada masa pandemi covid-19 (Maret 2020 - Februari 2021) biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp200.703.906 penerimaan total Rp466.080.000 dan keuntungan yang diterima Rp265.376.094. Biaya total mengalami peningkatan sebesar Rp147.869.194 atau 279,87% dari biaya total sebelum pandemi covid-19, penerimaan total mengalami peningkatan sebesar Rp306.680.000 atau 192,34% dari sebelum pandemi covid-19, dan keuntungan mengalami peningkatan Rp158.810.806 atau 149,03% dari keuntungan sebelum pandemi covid-19. Hasil uji t berpasangan terdapat perbedaan keuntungan usaha serbuk Jahe Merah sebelum pandemi covid-19 dan pada masa pandemi covid-19. Kelayakan usaha serbuk Jahe Merah Borneo pada masa pandemi covid-19 sebesar 2,32. Hal ini menunjukkan bahwa usaha serbuk Jahe Merah Borneo menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Titik impas produk serbuk Jahe Merah pada masa pandemi covid-19 (Maret 2020 - Februari 2021) kemasan 500 gram sebanyak 36,00414 kemasan dengan nilai penjualan Rp3.240.373. Produk kemasan 350 gram sebanyak 56,31982 kemasan dengan nilai penjualan Rp3.379.189. Produk kemasan 100 gram sebanyak 188,8455 kemasan dengan nilai penjualan Rp4.249.023. Produk kemasan 25 gram sebanyak 2425,985 kemasan dengan nilai penjualan Rp18.194.890. Permasalahan yang dihadapi usaha serbuk Jahe Merah Borneo pada masa pandemi covid-19 bahan baku yang tidak menentu ketersediaannya dikarenakan banyaknya peminat jahe merah sehingga pengumpul harus membagi jatah jahe ke setiap konsumen,
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN SUSU KURMA SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SUNGAI BESAR KECAMATAN BANJARBARU SELATAN (STUDI KASUS USAHA CLASSIC SUSU KURMA) Nur Safitri; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12274

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis biaya, penerimaan, dan keuntungan selama setahun setiap varian rasa pada usaha, (2) menganalisis tingkat kelayakan usaha, (3) mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biaya yang dikeluarkan oleh usaha classic susu kurma Ibu Riska selama setahun pada bulan januari-Desember 2022 sebesar Rp. 51.251.214. Jumlah penerimaan sebesar Rp. 60.765.000 serta pendapatan bersih atau keuntungan yang diterima oleh Ibu Riska sebesar Rp. 9.513.786. Kelayakan usaha dengan nilai RCR sebesar 1.86, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,00 biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi susu kurma akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,186. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa usaha pengolahan susu kurma Ibu Riska layak diteruskan dan dikembangkan secara finansial. Permasalahan yang dihadapai pada usaha classic susu kurma Ibu Riska yaitu masih belum mempunyai surat izin usaha, label halal sehingga produk ini tidak bisa dipasarkan ke luar daerah dan produk susu kurma hanya memiliki umur simpan yang pendek dengan daya simpan pada luar ruangan sekitar 5-6 jam, pada kulkas biasa sekitar 2-3 hari dan pada kulkas freezer selama 1 minggu.
Strategi Pemasaran Kerupuk Udang di Desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus pada Usaha Kerupuk Udang Merek Nyai Kasnah) Dwi Septiana; Muhammad Fauzi; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14587

Abstract

Kerupuk udang merek Nyai Kasnah merupakan usaha perorangan yang dimiliki oleh ibu Kasnah yang beroperasi sejak 2011 hingga sekarang. Keberadaan strategi pemasaran didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap dampak faktor lingkungan eksternal dan internal perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan berubah dengan cepat setiap saat, menciptakan berbagai peluang dan risiko baik dari pesaing utamanya maupun lingkungan bisnis yang selalu berubah. Penelitian ini dilaksanakan pada pada bulan Juli 2023 hingga oktober 2023 usaha pengolahan kerupuk udang “Nyai Kasnah” produksi Nyai Kasnah  yang terletak di desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Berdasarkan  Identifikasi faktor internal yang mendapatkan hasil enam faktor kekuatan dan lima faktor kelemahan yang dimiliki usaha Kerupuk Udang Nyai Kasnah. Sedangkan faktor eksternal mendapatkan hasil lima faktor peluang dan empat faktor ancaman. Strategi yang dimiliki kerupuk udang Nyai Kasnah berada di kuadran I yang berarti menguntungkan. Nyai Kasnah dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki sebagai peluang usaha.
Analisis Usaha Kue Cincin pada Industri Rumah Tangga Ulit Cincin di Desa Binjai Pemangkih Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dengan Bisnis Model Canvas Muhammad Arif Abdillah; Muhammad Fauzi; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total biaya, pendapatan dan keuntungan pada industri rumah tangga kue cincin “Ulit Cincin” dan gambaran bisnis model kanvas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binjai Pemangkih Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada bulan Januari 2022 sampai Juli 2022. Periode pengambilan dan perhitungan data dilakukan satu bulan produksi yaitu pada bulan Januari 2022 dan Penelitian dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan- pertimbangan tertentu. Industri rumah tangga kue cincin “Ulit Cincin”memproduksi sebanyak 1.200 biji dalam satu hari dengan harga jual Rp.600/biji. Total biaya yang dikeluarkan selama satu bulan adalah sebesar Rp.18.898.416 dengan perhitungan dari biaya eksplisit Rp.16.648.416 dan biaya implisit Rp. 2.250.000. Penerimaan Rp. 21.600.000 hasil tersebut perkalian dari 1.200 biji kue cincin setiap harinya dengan harga jual Rp. 600/biji. Pendapatan Rp.4.951.584 dan Keuntungan Rp.2.701.584 Bisnis model kanvas adalah konsep bisnis yang menjadi sederhana yang ditampilkan pada satu lembar kanvas dengan sembilan elemen Bisnis model kanvas terdapat dua elemen yang utama yaitu Costumer Segment sebagai tujuan bisnis dan Value propositions sebagai penentu langkah bisnis selanjutnya. Costumer Segmen, jumlah konsumen di luar Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 70 % dan Masyarakat setempat sebesar 30%. Value propositions, pemilik usaha konsisten dalam membuat kue cincin yang memiliki rasa enak, tekstur yang gurih, aromanya harum, dan harga yang terjangkau, serta sudah memiliki izin usaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS (Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission) dan Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dari Dinas Kesehatan.
ANALISIS KETERTARIKAN GENERASI Z KE SEKTOR PERTANIAN DI KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG Restu Prasetia; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketertarikan generasi z untuk meneruskan usahatani milik orang tua mereka dan mengetahui faktor apa saja yang bisa membuat generasi z tertarik untuk masuk ke sektor pertanian di Kecamatan Murung Pudak. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah proportionate random sampling, Penelitian ini melibatkan 60 responden muda dari rumah-rumah di pedesaan. Metode pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung dengan anak-anak petani terpilih dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder untuk penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik, Pusat Penyuluhan Pertanian. Analisis data yang digunakan menggunakan metode Skala Likert dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketertarikan anak petani untuk melanjutkan usahatani padi orang tua di Murung Pudak tergolong kategori ragu-ragu dengan skor 176 atau 58,66%dengan 3 faktor internal yang mendapatkan skor tertinggi dalam mendorong ketertarikan generasi z untuk berusahatani pernyataan pengalaman dan kisah orang tua dalam melakukan pertanian dengan skor 251 atau 83,66%, pernyataan adanyamodal untuk usahtani dengan skor 271 atau 90,33%, dan pernyataan ingin menambah pendapatan petani dengan bekerja secara efektif dan efesien dengan skor 253 atau 84,33% faktor eksternal yang mendapatkan skor tertinggi dalam mendorong ketertarikan generasi z untuk berusahatani pernyataan dukungan orang tua penting dalam menambah ketertarikan berusahatani dengan skor 278 atau 92,66%. Sehingga dapat di simpulkan ketertarikan generasi z dalam melanjutkan usahatani padi milik orang tua mereka tergolong masih ragu-ragu dan dengan diterapkannya faktor internal dan eksternal dapat meningkatkan ketertarikan generasi z untuk terjun ke dalam sektor pertanian
Kajian Usaha Pengolahan Kerupuk Ikan Gabus (Studi Kasus di Poklak Mawar Kembang Cempaka) Listia Ayu Annisa; Hairin Fajeri; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7861

Abstract

Ikan selain dapat dikonsumsi sebagai lauk pauk, ikan dapat diolah menjadi suatu produk seperti kerupuk yang nantinya dapat diusahan untuk menambah pendapatan masyarakat. Di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru, terdapat industri rumah tangga yang merupakan kelompok pelaksana untuk meningkatkan pendapatan yaitu usaha pengolahan kerupuk ikan gabus Mawar Kembang Cempaka. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji usaha pengolahan kerupuk ikan gabus di POKLAK Mawar Kembang Cempaka. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan juga kelayakan usaha dan untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi oleh pengusaha kerupuk ikan gabus Mawar Kembang Cempaka. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian Total biaya yang dikeluar oleh usaha pengolahan Kerupuk Ikan Gabus Mawar Kembang Cempaka sebesar Rp 3.219.000 dalam satu bulan, dan penerimaaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 4.800.000 dalam satu bulan. Sehingga diperoleh keuntungan dari usaha pengolahan kerupuk ikan gabus dalam satu bulan sebesar Rp 1.543.935. Kelayakan usaha pengolahan kerupuk ikan gabus Mawar Kembang Cempaka berada pada nilai RCR sebesar 1,47, angka tersebut lebih dari 1 yang artinya usaha tersebut layak untuk terus dijalankan. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha pengolahan kerupuk ikan gabus miliki Ibu Iyah ada 2 yaitu harga bahan baku yang berubah-ubah serta serangan wabah penyakit covid-19. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya pemasaran produk kerupuk ikan gabus tersebut.