Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Finansial dan Pemasaran Kopi Bubuk di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul (Studi Kasus Pada Industri Rumah Tangga H. Achmad Hasyim) Muhammad Syarif; Kamiliah Wilda; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6008

Abstract

Di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, terdapat kegiatan usaha yang terkenal yaitu pengolahan kopi bubuk yang diolah dari biji kopi pilihan. Usaha pengolahan kopi bubuk ini tergolong dalam perusahaan perseorangan dan masuk dalam kategori industri rumah tangga. Penelitian ini merupakan studi kasus pada industri rumah tangga H. Achmad Hasyim yang bertujuan untuk menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, pemasaran dan permasalahan yang terjadi pada industri tersebut. penelitian memperlihatkan selama 1 bulan usaha biaya total sebesar Rp 34.827.917 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 275.417 per bulan dan biaya variabel Rp 34.552.500 per bulan. Penerimaan sebesar Rp 37.965.000 per bulan dan keuntungan sebesar Rp 3.137.083 per bulan. Saluran pemasaran yang digunakan usaha pengolahan kopi bubuk ini menggunakan 2 pola saluran yaitu saluran pemasaran langsung dari pengrajin selaku produsen kepada konsumen dan dari pengrajin selaku produsen melalui pedagang pengecer sampai ke tangan konsumen. Permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan kopi bubuk ini adalah sulitnya mencari bahan baku dengan kualitas bagus yang akan berpengaruh pada citarasa dari kopi tersebut.
ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN BERDASARKAN STRATA PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LOKTABAT UTARA Elita Hariri Marda; Artahnan Aid; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.617

Abstract

Rumah Tangga merupakan salah satu dasar unit analisis yang digunakan dalam bidang sosial, serta penting pada ilmu ekonomi. Konsumsi pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dengan berbagai golongan pangan yang ada yaitu : karbohidrat, protein, zat pengatur (sayurbuah), lemak-minyak. Biasanya konsumsi pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : jumlah anggota rumahtangga, pendidikan ibu rumahtangga, pendapatan rumah tangga. Tujuan penelitian ini, agar dapat mengetahui pola konsumsi pangan yang ada di kelurahan loktabat utara, serta mengetahui faktor yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga. Data penelitian ini diperoleh berdasarkan kuisioner dengan wawancara langsung terhadap sampel yang diambil 20 rumah tangga di perumahan, dan 20 rumah tangga di nonperumahan. Untuk tujuan pertama digunakan analisis deskriptif untuk mengetahui pola konsumsi yang ada di kelurahan loktabat utara, untuk mengerahui tujuan kedua digunakan analisis regrsi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi konsumsi.Hasil penelitian diketahui bahwa konsumsi pangan rumah tangga dikelurahan loktabat utara masih rendah dibandingkan dengan standar nasional, faktor yang mempengaruhi signifikan adalah jumlah anggota rumahtangga dan pendapatan rumah tangga, sedangkan pendidikan ibu rumah tangga tidak berpengaruh signifikan.Kata kunci: pola konsumsi, rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga 
ANALISIS PEMASARAN SAWI DI KECAMATAN LABUAN AMAS SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Radiatul Husna; Rifiana Rifiana; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2921

Abstract

Adanya fluktuasi harga, perbedaan margin yang terlalu jauh antara produsen dengan konsumen akhir dan informasi harga adalah beberapa hal penting yang dapat menimbulkan permasalahan pemasaran sawi yang terjadi di Kecamatan Labuan Amas Selatan. Tujuan penelitan ini adalah mengidentifikasi saluran pemasaran sawi, lembaga pemasaran, menganalisis biaya, margin, keuntungan, efisiensi saluran pemasaran sawi serta menganalisis keadaan margin pemasaran apakah menyebar normal antar saluran pemasaran. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Labuan Amas Selatan yang dimulai pada bulan September 2016 - Januari 2018. Jumlah sampel 20 petani sayur sawi dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang ada di Kecamatan Labuan Amas Selatan memiliki empat pola. Besarnya biaya, margin dan keuntungan untuk saluran I adalah  Rp731,61/kg, Rp1.603,8/kg dan Rp872,19/kg. Besarnya biaya, margin dan keuntungan untuk saluran II adalah Rp659,54/kg, Rp1.906,33/kg, dan Rp1.246,79/kg. Besarnya biaya, margin dan keuntungan untuk saluran III (Tanjung) adalah Rp1.289,73/kg, Rp9.900/kg, dan Rp8.610,27/kg, untuk saluran III (Buntok) adalah Rp1.386,39/kg, Rp12.900/kg, Rp11.513,61. Besarnya biaya, margin dan keutungan pada saluran IV (Tanjung) adalah Rp744,78/kg, Rp9.125/kg, dan Rp8.335,22, untuk saluran IV (Buntok) adalah Rp701,44/kg, Rp12.125/kg, dan Rp11.238,56/kg. Saluran pemasaran yang paling efesien yaitu saluran I dan II. Margin total pemasaran pada saluran II, III, dan IV memiliki distribusi margin pemasaran yang terdistribusi secara merata pada setiap lembaga pemasaran.
Analisis Risiko Produksi Pakcoy Hidroponik Dikelola Oleh Cv. Anugerah Tiga Putra Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Jonathan Jeremy Siahaan; Yudi Ferrianta; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10342

Abstract

Keterbatasan lahan menjadi suatu hambatan bagi setiap petani. Dengan adanya perkembangan teknologi, masalah ini dapat terselesaikan dengan sistem hidroponik. Sistem ini merupakan salah satu budidaya yang berteknologi dalam usahatani yaitu dengan cara melakukan digunakannya tanah sebagai media. Media tanam yang dimaksud selain tanah adalah melalui media air. Selain memiliki kelebihan, budidaya pakcoy hidroponik juga memiliki permasalahan. Adapun permasalahan tersebut ialah risiko produksi cuaca iklim serta adanya hama dan penyakit menjadi kendala utama. Penelitian dilakukan untuk memberikan gambaran bagaimana keadaan yang sering dihadapi oleh para petani terkait risiko produksi pakcoy hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2023 sampai dengan selesai. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10, ditentukan dengan teknik acak sederhana. Berdasarkan Hasil penelitian diperoleh nilai coefficient variation sebesar 0,58 artinya risiko yang dihadapi petani sebesar 58%. Dari perhitungan coefficient variation disimpulkan produktivitas tanaman pakcoy di CV. Anugerah Tiga Putra memiliki risiko dalam kategori kecil. Expected return didapatkan, dari penilaian risiko terhadap pakcoy di CV. Anugerah Tiga Putra diperoleh nilai expected return sebesar 24,64 untuk tiga kali musim tanam. Jumlah produksi yang tidak menentu adalah kelemahan bagi petani hidroponik CV. Anugerah Tiga Putra untuk menghasilkan produksi yang banyak dan juga sebaliknya dimana hasil panen berpengaruh terhadap kondisi iklim berubah-ubah sehingga terdapat hama dan juga penyakit.
Persepsi Mahasiswi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Berbahan Baku Lidah Buaya Siti Fatimah Andina; Muhammad Fauzi; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.699

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) telah dikenal sebagai obat dan kosmetik sejak berabad-abad silam, gel yang terdapat pada tanaman lidah buaya kaya akan kandungan yang memberi manfaat kesehatan terutama bagi kulit. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini dapat memperluas pengetahuan dalam pemanfaatan khasiat lidah buaya seperti inovasi dalam pembuatan produk kosmetik yang berbahan baku lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswi Agribisnis yaitu faktor sosial dari rekomendasi teman dapat mempengaruhi keputusan pembelian terhadap produk kosmetik berbahan baku lidah buaya dan lima kepentingan atribut yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian produk kosmetik tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2018 sampai bulan September 2018. Metode pengambilan sampel pada penelitian yaitu accidental sampling. Cara pada prosedur ini sederhana yaitu penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik atau ciri-ciri maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel. Analisis data yang dipilih pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan alat statistik sederhana yaitu uji chi kuadrat dan modus. Dari hasil uji chi kuadrat maka faktor sosial dari rekomendasi teman dapat mempengaruhi mahasiswi dalam pembelian terhadap produk kosmetik berbahan baku lidah buaya dan lima atribut yang mempengaruhi pembelian produk kosmetik berbahan baku lidah buaya yaitu kegunaan dan manfaat kesehatan, label BPOM, harga produk, pemilihan sesuai dengan jenis kulit dan terdapat label halal.Kata kunci: persepsi, atribut, produk kosmetik berbahan baku lidah buaya
Analisis Kelembagaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Pola Plasma untuk Meningkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan Sawit Rakyat di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Luthfi Fatah; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1304

Abstract

Abstrak. Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan saat ini di Indonesia, hal ini terbukti dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan kelapa sawit terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit rakyat pola plasma di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, mengetahui apa saja peranan yang dimiliki oleh lembaga tersebut, menganalisis berapa besar margin keuntungan yang diperoleh masing-masing lembaga dalam saluran tataniaga, dan mengetahui bagaimana prospek, efisiensi tataniaga, dan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat dengan adanya kelembagaan tersebut. Penelitianeini menggunakanrmetode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian analisis deskriptif kualitatif meliputi lembaga dan peranan lembaga yang terkait dalam pelayanan perkebunan kelapa sawit rakyat, serta prospek dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit yang dijelaskan secara deskriptif. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan melalui pendekatan margin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya. Lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit antara lain PTPN XIII Pelaihari, KUD Sawit Makmur, Bank, Pemerintah Daerah, Dinas Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, BPN Kalimantan Selatan, Pedagang Pengumpul dan Ketua Kelompok Tani. Peran lembaga dalam perkebunan kelapa sawit meliputi akses input, finansial, kelembagaan, lahan, informasi dan teknologi, serta akses pasar. Berdasarkan margin keuntungan disimpulkan bahwa saluran tataniaga I lebih menguntungkan petani dibanding saluran tataniaga II. Perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang bagus karena input yang diperlukan mudah didapatkan, output dan insentif yang diterima memuaskan bagi petani. Berdasarkan efisiensi tataniaga, saluran 1 dinilai lebih efisien karena memiliki margin tataniaga yang lebih rendah, farmer’s share yang lebih tinggi dan memiliki rasio keuntungan terhadap biaya yang lebih besar. Selain itu, usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dapat berkelanjutan karena dampak lingkungan yang terjadi masih dapat di tanggulangi.Kata kunci: kelapa sawit, pola plasma, kelembagaan, efisiensi, keberlanjutan
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Marhamah Marhamah; Nina Budiwati; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani padi sawah, faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan dan permasalahan yang dihadapi rumah tangga petani padi sawah pasca banjir 2021 di Kecamatan Sungai Tabuk. Metode penarikan contoh yang digunakan proportional random sampling dengan jumlah 50 sampel dari 4 Desa terpilih. Bahan dikumpulkan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, biaya keseluruhan usahatani padi sawah periode tanam Rp10.473.057/usahatani/tahun 2020 atau rata – rata sebesar Rp13.780.338/ha/tahun, penerimaan usahatani padi sawah rata – rata Rp11.700.111,11/usahatani/tahun dan pendapatan usahatani padi sawah rata – rata Rp7.175.691,59/usahatani/tahun. Faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu rumah tangga. Sementara itu, permasalahan yang dihadapi petani periode pasca banjir 2021 diantaranya adalah gabah kering panen terendam dan tanaman selain padi ikut mati.
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar Muhammad Lufi Maulana; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5937

Abstract

Pemenuhan kebutuhan beras di masa mendatang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan beras, baik yang diproduksi sendiri-sendiri maupun hasil interaksi antara faktor-faktor tersebut. Karena beras merupakan produk yang mempunyai sifat strategis, penting untuk memahami ketersediaan, konsumsi, dan ketersediaan beras untuk tujuan perencanaan. Tujuan penelitian menganalisis neraca ketersediaan beras dan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan data sekunder mengenai data produksi padi dan konsumsi beras berbentuk data runtun waktu (time series) tahun 2015-2019. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan produksi beras dan neraca ketersediaan beras. Berdasarkan hasil penelitian, rata- rata ketersediaan beras dan jumlah konsumsi beras di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 masing-masing sebesar 139.417,47 ton/tahun dan 78.455,50 ton/tahun. Akan tetapi rata-rata pertumbuhan ketersediaan beras mengalami penurunan sebesar 4,20%/tahun dan jumlah komsumsi beras tahun 2018-2109 mengalami penurunan sebesar 5,18%, walaupun jumlah konsumsi beras tahun 2015-2018 terus mengalami peningkatan sebesar 1,51%/tahun. Rata--rata perimbangan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar sebesar 60.961,98 ton/tahun, akan tetapi rata-rata pertumbuhan pemenuhan kebutuhan beras mengalami penurunan sebesar 8,91%/tahun. Wilayah kecamatan tingkat pemenuhan kebutuhan beras yang rendah di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 adalah Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Kertak Hanyar dan Kecamatan Telaga Bauntung.
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT Heriyanor Fahmi; Muhammad Fauzi; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.620

Abstract

Pembinaan kelompok tani oleh para petugas penyuluh telah banyak dilakukan namun tidak semuanya merata secara optimal, kebanyakan petani masih belum merasa manfaat yang dia dapatkan dalam kegiatan berkelompok. Dampaknya ada kelompok-kelompok tani yang belum efektif atau tidak memiliki aktivitas dalam kelompok. Dengan adanya kelompok tani para petani dapat belajar bersama-sama memecahkan permasalahan yang antara lain berupa sarana produksi, teknis produksi dan pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui tingkat fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar, kedua untuk mengetahui tingkat peranan ketua kelompok tani dalam meningkatkan fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar, dan yang ketiga untuk mengetahui hubungan peranan ketua kelompok tani dengan fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil adalah 36 orang petani. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa tingkat fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar secara keseluruhan berada pada persentase 91,50% tergolong dalam kategori tinggi, dan peranan ketua kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar adalah sebesar 86,99%, Hal ini menunjukkan bahwa skor dari nilai rata-rata peranan ketua kelompok tani termasuk dalam kategori tinggi, serta terdapat hubungan yang signifikan antara peranan ketua kelompok tani dengan fungsi kelompok tani.Kata kunci: fungsi kelompok tani, peranan ketua kelompok tani, hubungan.
Potret Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Rahman Rahman; Eka Radiah; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5945

Abstract

Program PUAP ialah program dari Kementeian Pertanian dalam membantu permasalahan yang dihadapi petani dan menumbuh kembangkan kegaitan usaha agrbisnis pedesaan yang sesuai dengan potensi wilayah. Tujuan penelitian mengetahui pelaksanaan secara teknis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung. Responden dalam penelitian ini adalah ketua atau sekretaris Gapoktan Sepakat Bersama di Desa Palingkau Lama. Analisis dilakukan dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dana program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama diperoleh pada tahun 2008 dan berakhir pada tahun 2015. Dana bantuan PUAP tersebut dipergunakan untuk membeli sarana pertanian, berupa pupuk dan obat-obatan pestisida dengan bantuan modal Rp 350.000,00 s/d Rp 450.000,00/petani. Besar bunga yang dibayarkan petani 5% pada saat pengembalian pinjaman 3 blek (30 kg) gabah kering ke Lembaga Keuangan Mandiri (LKM). Permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama yaitu permasalahan persyaratan awal peminjaman, penyerahan bukti sertifikasi tanah dan Kartu Tanda Penduduk serta tunggakan pengembalian pinjaman dana PUAP.