Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERSEPSI PENGGUNAAN APLIKASI IBIS PAINT X SEBAGAI MEDIA DIGITAL PERANCANGAN BUSANA PADA PROYEK AKHIR MAHASISWA D3 TATA BUSANA ANGKATAN 2021 DAN 2022 DENGAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Putri Vanisha; Puji Hujria Suci; Sri Zulfia Novrita; Puspaneli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35302

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian mendalam mengenai persepsi mahasiswa D3 Tata Busana Universitas Negeri Padang terhadap penggunaan aplikasi Ibis Paint X sebagai media digital perancangan busana, meskipun aplikasi ini banyak digunakan secara mandiri dalam proyek akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) dan kemanfaatan (Perceived Usefulness/PU) aplikasi Ibis Paint X dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan dengan skor rata-rata 3,06 (84,15%) dan persepsi sangat positif terhadap kemanfaatan dengan skor rata-rata 3,31 (94,6%). Hal ini menandakan bahwa Ibis Paint X dianggap mudah digunakan, efisien, serta bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas dan kualitas desain busana digital mahasiswa. Semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan, semakin besar pula persepsi manfaat yang dirasakan, sejalan dengan teori TAM oleh Davis (1989). Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran desain digital berbasis aplikasi seperti Ibis Paint X dalam kurikulum pendidikan vokasi agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan industri fashion modern berbasis teknologi.
Pengetahuan tentang Zero Waste Pattern pada Mahasiswa Tata Busana PKK FPP-UNP Suci Rahmawati; Puji Hujria Suci; Sri Zulfia Novrita; Puspaneli Puspaneli
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humanior
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v2i4.999

Abstract

Textile waste is one of the 2nd largest types of waste in the world. The increasing amount of textile waste will have an impact on the environment. There has not been much development of clothing with Zero Waste techniques in Indonesia, and students as social beings also play an important role in environmental renewal through waste reduction. The purpose of this research is to understand the level of knowledge of fashion students about Zero Waste Pattern based on the level of cognitive knowledge, namely knowledge, understanding, application, analysis, synthesis and evaluation. The method in this research is descriptive quantitative with one variable, namely knowledge about Zero Waste Pattern. The research sample was 78 respondents of active Fashion Cosmetology students of the Family Welfare Education Study Program at Padang State University, class of 2019-2022. Data collection using a questionnaire with the Gutman Scale. The results showed that the knowledge of fashion students about Zero Waste Pattern was measured based on six knowledge indicators, namely: knowledge, understanding, application, analysis, synthesis and evaluation. The results showed that the Knowledge Indicator percentage was 56.41%, the Understanding Indicator percentage was 62.82% (high category), the Application Indicator percentage was 64.10%, the Analysis Indicator percentage was 57.69%, the Synthesis Indicator percentage was 80.77% and the Evaluation Indicator percentage was 74.36%. So, it can be concluded that the Fashion Management Students' Knowledge of Zero Waste Pattern is at a “high” level with an average percentage of 79.49%.
Analysis of student learning outcomes through the task learning approach toward cash pattern construction course Hadiastuti, Hadiastuti; Ernawati, Ernawati; Suci, Puji Hujria
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 7 No 1 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v7i1.30223

Abstract

The academic success of students can be measured by their aptitude for classroom learning, the role of lecturer as motivator facilitator, and fulfils other responsibilities in the learning process of a specific unit of competency or subject. The teaching presentation of the fashion pattern construction course incorporated many instructional techniques, including lectures, interactive Q&A sessions, practical exercises, and assignments. Such learning should be cultivated to ascertain the cognitive abilities of pupils in comprehending and effectively applying information to attain favourable learning outcomes. One of the techniques that lecturers can utilize to improve student learning outcomes in the Fashion Pattern Construction course is by adopting the Task Learning approach, because this approach incorporates activities for the benefit of students that can raise their interest and interaction in the course, enhance their engagement and participation in the classroom. So, this study aimed at increasing students’ learning outcomes through task learning approach. The employed approach is classroom action research, comprising four distinct stages: planning, activity, observation, and reflection. A total of 34 students, all of whom were D3 fashion design students, were the subjects of this study. The findings demonstrated the efficacy of the Task Learning methodology in enhancing student learning outcomes, as seen by the percentage increase in student learning outcomes observed between cycle 1 and cycle 2.
Pengembangan Media Video Tutorial Membuat Pola Baju Basiba Mata Pembelajaran Keterampilan Vokasional Tata Busana untuk Siswa Disabilitas Tunarungu di SLB Negeri 1 Padang Rahmi, Febriatul; Nelmira, Weni; Suci, Puji Hujria; Puspaneli, Puspaneli
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video tutorial interaktif pada mata pelajaran keterampilan vokasional tata busana, khususnya pembuatan pola baju kurung basiba bagi siswa disabilitas tunarungu di SLB Negeri 1 Padang. Pengembangan media ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar siswa melalui pendekatan visual yang adaptif terhadap karakteristik pembelajar tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas dua siswa tunarungu kelas XII SLB Negeri 1 Padang. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, ahli media, dan kuesioner praktikalitas guru serta siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menilai tingkat validitas dan kepraktisan media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video tutorial interaktif dinilai sangat valid oleh ahli materi dan ahli media, serta sangat praktis berdasarkan penilaian guru dan siswa. Media ini efektif membantu siswa memahami langkah-langkah pembuatan pola baju kurung basiba, meningkatkan motivasi, dan mempermudah pembelajaran mandiri bagi siswa tunarungu. Penelitian ini terbatas pada uji coba kelompok kecil di SLB Negeri 1 Padang dan hanya mencakup materi pembuatan pola baju basiba, sehingga diperlukan pengembangan lanjutan dengan cakupan materi dan subjek yang lebih luas. Media video tutorial interaktif ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran vokasional inklusif berbasis teknologi di sekolah luar biasa. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal melalui pengembangan media pembelajaran berbasis video interaktif yang mengintegrasikan pendekatan visual, teks, dan bahasa isyarat, disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi siswa tunarungu dalam konteks pembelajaran keterampilan tata busana.
Pengembangan Media Video Pembelajaran Mendesain Busana Secara Manual Bagi Siswa Kelas XI Busana di SMKN 1 Lembah Gumanti Maharani, Anjelina; Ernawati, Ernawati; Efi, Agusti; Suci, Puji Hujria
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 7 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i7.4517

Abstract

Traditional learning methods need to be complemented with instructional media that can serve as a reference for students in the design process. Based on learning outcome data at SMK Negeri 1 Lembah Gumanti, Class XI Fashion Design, more than 60% of students have not yet achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM) in the manual fashion design competency. This study is a development research that aims to produce an instructional video for manual fashion design that is valid and practical for use by Class XI Fashion Design students at SMK Negeri 1 Lembah Gumanti. The result model employed is the Alessi and Trollip model, which consists of three main stages: planning, design, and development. The results of the media validation obtained a score of 84.5%, and the material validation obtained a score of 89.8%, both categorized as very valid. The practicality test by teachers achieved a score of 93.7%, the small-scale trial 95%, and the large-scale trial 91.5%, all categorized as very practical. Based on these results, the developed instructional video media is declared highly valid and practical for use in the Fashion Expertise Concentration subject at vocational high schools.
Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Pembuatan Desain Busana 3D Menggunakan Software CLO3D di SMKN 3 Payakumbuh Puji Hujria Suci; Yusmerita Yusmerita; Melda Mahniza
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.791

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru Tata Busana di SMKN 3 Payakumbuh dalam pembuatan desain busana 3D menggunakan software CLO3D. Isu pokok yang diangkat adalah kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses desain busana di sekolah-sekolah, terutama dalam hal penggunaan software 3D. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan intensif yang melibatkan guru-guru untuk mengenal, memahami, dan menguasai teknik dasar serta penggunaan software CLO3D dalam merancang busana. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung dengan pendekatan tutorial, diskusi, dan praktek langsung. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi 3D dalam desain busana, yang akan mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi siswa dalam bidang Tata Busana. Implikasi dari kegiatan ini adalah terbangunnya kemampuan guru dalam mengadaptasi teknologi terbaru, yang mendukung pengembangan kurikulum berbasis industri serta menyiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang berbasis digital.
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Desain Pola Dan Penempatan Motif Batik Tanah Liek Pada Busana Wanita Secara 3D Menggunakan CLO3D Bagi Guru Produktif Tata Busana SMKN 1 Lembah Gumanti Suci, Puji Hujria; Hadiastuti, Hadiastuti; Mahniza, Melda; Yusmerita, Yusmerita
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 3 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06090

Abstract

Batik Tanah Liek merupakan batik khas Sumatera Barat. Batik tanah liek mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity semenjak bulan Oktober 2009. Sejak saat itu tren batik tanah liek mulai dikenal luas di pasar nasional maupun  pasar fashion internasional. Namun industri batik belum memiliki kemampuan untuk menvisualisasikan motif batik tersebut dalam bentuk grafis 3 dimensi. Penggunaan software CLO3D memungkinkan para desainer busana  membuat desain busana yang lebih akurat, efisien, dan realistis dengan simulasi 3 dimensi. Oleh karena itu, pemahaman  penggunaan software CLO3D sangat dibutuhkan bagi guru produktif tata busana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa serta menberikan nilai tambah bagi lulusan SMKN 1 Lembah Gumanti. Program pengabdian ini berhasil memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan ke mitra Guru Produktif Tata Busana SMKN 1 Lembah Gumanti mengenai pemanfaatan teknologi 3D dalam pembuatan desain pola dan penempatan motif batik tanah liek.
Optimalisasi limbah industri busana untuk hiasan busana dengan pendekatan zero waste dalam program pemberdayaan ibu PKK Nagari Sungai Jambu Hadiastuti Hadiastuti; Rafikah Husni; Siska Miga Dewi; Puji Hujria Suci
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34184

Abstract

AbstrakLimbah industri busana merupakan salah satu konstributor utama limbah tekstil yang berdampak signifikan terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik dan tepat. Pendekatan zero waste menjadi solusi strategis untuk meminimalkan limbah dengan cara mendaur ulang dan memanfaatkan kembali material yang ada. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ibu PKK di Nagari Sungai Jambu melalui pelatihan pemanfaatan limbah busana menjadi hiasan busana yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan pelaksanaan meliputi: sosialisasi, penyampaian teori, pelatihan, demonstrasi, praktik, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait konsep zero waste, keterampilan teknis dalam pengolahan limbah tekstil, serta motivasi berwirausaha. Pelatihan ini juga berhasil menghasilkan berbagai karya hiasan busana berbasis limbah yang berpotensi dipasarkan secara lokal. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkonstribusi pada pengurangan limbah tekstil, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas melalui pemberdayaan perempuan. Kata kunci: zero waste; limbah industri busana; hiasan busana; pemberdayaan; ibu PKK. Fashion industry waste is one of the main contributors to textile waste that has a significant impact on the environment if not managed properly. The zero waste approach is a strategic solution to minimize waste by recycling and reusing existing materials. This program aims to empower PKK mothers in Nagari Sungai Jambu through training in the utilization of fashion waste into fashion ornaments that have aesthetic and economic value. The method used is Participatory Action Research (PAR), with implementation stages including: socialization, theory delivery, training, demonstration, practice, mentoring, evaluation, and follow-up. The results of the activity showed a significant increase in participants' knowledge related to the concept of zero waste, technical skills in processing textile waste, and entrepreneurial motivation. This training also succeeded in producing various waste-based fashion decoration works that have the potential to be marketed locally. Thus, this program not only contributes to the reduction of textile waste, but also strengthens the community-based creative economy through women empowerment. Keywords: zero waste; fashion industry waste; fashion embellishment; empowerment; women PKK.