Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengembangan Video Pembuatan Teknik Hias SMOCK Pada Mata Kuliah Cipta Busana Aprilia, Nova; Puspaneli, Puspaneli; Nelmira, Weni; Suci, Puji Hujria; Husni, Rafikah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3608

Abstract

Pembelajaran teknik hias SMOCK pada mata kuliah Cipta Busana di Program Studi Tata Busana Universitas Negeri Padang masih terbatas pada jobsheet dan presentasi sehingga kurang efektif untuk keterampilan yang memerlukan ketelitian tinggi. Waktu pembelajaran yang singkat dan keterbatasan media membuat mahasiswa kesulitan mengulang praktik secara mandiri, sehingga diperlukan media pembelajaran inovatif yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran teknik hias smock yang valid dan praktis untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D (Define, Design, Develop), tanpa tahap disseminate. Subjek terdiri dari 1 ahli media, 2 ahli materi, 1 dosen pengampu, serta mahasiswa pada uji kelompok kecil (n=10) dan besar (n=30). Instrumen berupa angket skala Likert digunakan untuk mengukur validitas dan praktikalitas. Hasil uji validitas menunjukkan rata-rata 90,2% (sangat valid), sedangkan praktikalitas memperoleh rata-rata 92,4% (sangat praktis). Video dinilai memudahkan mahasiswa memahami teknik smock, meningkatkan kemandirian belajar, serta menjadi referensi tambahan bagi dosen. Penelitian hanya melibatkan satu program studi dan belum melaksanakan tahap disseminate, sehingga generalisasi temuan memerlukan uji lanjutan. Video pembelajaran memungkinkan akses fleksibel, mengurangi ketergantungan pada dosen, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran praktik. Penelitian ini mengisi celah kajian media pembelajaran teknik SMOCK di pendidikan tinggi dengan menghasilkan video yang terbukti valid dan praktis, serta memperkuat literatur mengenai pengembangan media berbasis video untuk keterampilan busana.
PAKAIAN PENGHULU: WARISAN BUDAYA DAN IDENTITAS LOKAL DI KANAGARIAN DURIAN TINGGI, KAPUR IX, LIMA PULUH KOTA Putri, Nayla; Suci, Puji Hujria; Hadiastuti, Hadiastuti
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52822

Abstract

The headman's clothes were passed down from generation to generation from the previous headman so that the clothes that exist today are inherited from the elders. All aspects of life in Minangkabau culture have rules, all regulated by customary rules. One of the things regulated in the traditional rules of Minangkabau traditional culture is traditional clothing. Penghulu traditional clothing has its own form, function and meaning, along with the times, the form, function and meaning of traditional penghulu clothing can change. If the shape of a piece of clothing changes, it will also change the function and meaning of the piece of clothing, as is the case with the clothes of the ruler, many people do not know about this. Many people do not know and understand the form, function and meaning of the headman's clothing. The aim of this research is to describe the form, function and meaning of the headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX district, Lima Puluh Kota regency. This is qualitative research with descriptive methods. The instruments in this research were the researchers themselves with observation guides, interviews, recording devices (cellphones) and writing instruments. The data used comes from observations and informants, namely the headman, village elders, soko and the community. From this research data, the form, function and meaning of the headman's clothing was found in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency. The headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi is kopiah hitam balilik, baju hitam, sarawa hitam gadang kaki, sisampiang, cawek (ikat pinggang), selendag, keris, dan tarompa. Each form of headman's clothing has a function and meaning. The function of the headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency, is a symbol of prosperity for the troops and as a marker as a bearer of the title of headman, each part of the headman's clothing has a meaning, the meaning of the headman's clothing as a whole in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency in each set of headman clothing have a philosophy in the form of the headman's duties, the way the headman behaves, and the taboos for a headman.Keywords : Clothing, Penghulu, Form, Function, MeaningAbstrakPakaian penghulu diwariskan secara turun temurun dari penghulu sebelumnya, pakaian yang ada saat ini, adalah peninggalan para tetua. Segala rangkaian kehidupan dalam kebudayaan Minangkabau mempunyai aturan, seluruhnya diatur dalam aturan adat. Salah yang diatur dalam aturan  adat  pada budaya adat Minangkabau adalah pakaian adat. Pakaian adat penghulu memiliki bentuk, fungsi dan makna tersendiri, seiring dengan perkembangan zaman bisa mengubah bentuk, fungsi dan makna dari pakaian adat penghulu. Jika bentuk  dari sebuah pakaian berubah maka juga akan merubah fungsi dan makna dari sebuah pakaian begitupun dengan pakaian penghulu banyak masyarakat yang tidak megetahui akan hal itu. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui dan memahami bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Ini merupaka penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan panduan observasi, wawancara, alat perekam (handphone) dan alat tulis. Data yang digunakan berasal dari hasil observasi dan informan yaitu penghulu, tetua kampung, soko dan masyarakat. Dari data penelitian ini ditemukan bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi yaitu kopiah hitam balilik, baju hitam, sarawa hitam gadang kaki, sisampiang, cawek (ikat pinggang), selendag, keris, dan tarompa. Tiap bentuk dari pakaian penghulu memiliki fungsi dan makna. Fungsi pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu lambang kebeseran bagi pasukuan dan sebagai penanda sebagai pembawa gelar penghulu, setiap bagian-bagian pakaian penghulu memiliki makna, makna pakaian penghulu secara keseluruhan di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota pada tiap perangkangkat pakaian penghulu memiliki filosofi berupa tugas-tugas penghulu, cara penghulu bersikap, serta pantangan bagi seorang penghulu.Kata kunci: Pakaian, Penghulu, Bentuk, Fungsi, Makna Authors:Nayla Putri : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri PadangHadiastuti : Universitas Negeri Padang ReferencesBudiwirman, & Syafwandi. (2019). Hermeneutika Songket sebagai Pakaian Adat. Gorga Jurnal Seni Rupa, 08, 1“9.Desmaleni, R., Efi, A., & Yuliarma. (2014). Studi Tentang Desain Ragam Hias Pakaian Pengantin Tradisional Lubuk Begalung Padang. In Journal of Home Economics and Tourism (Vol. 6, Issue 2, pp. 1“16). https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=studi+tentang+desain+ragam+hias+pakaian+pengantin+tradisional+lubuk+begalung+padang&btnG=Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Bentuk Pakaian Adat Panghulu Di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Hermalia, C., & Yuliarma. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.29093Jacobus, S. I. W., & Sumarauw, J. S. (2018). Analisis Sistem Manajemen Pergudangan Pada Cv. Pasific Indah Manado Warehousing Management System Analysis on Cv. Pasific Indah Manado. Analisis Sistem Manajemen¦¦ 2278 Jurnal EMBA, 6(4), 2278“2287.Muzaiyanah. (2015). Jenis Makna Dan Perubahan Makna. Wardah, 25, 145“152.Putri, R. N. (2023). Perubahan kombinasi warna busana adat pengantin tradisional wanita lintau buo sumatera barat. 1(1), 21“26.Sagala, G., Mesran, M., Sutiksno, D. U., Yuhandri, Y., & Suginam, S. (2017). Perancangan Aplikasi Pembelajaran Pakaian Adat Asli Indonesia Berbasis Multimedia Dan Web Menerapkan Metode Computer Assisted Instruction (Cai). JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), 4(4), 12“15. http://www.stmik-budidarma.ac.id/ejurnal/index.php/jurikom/article/view/711Sola, E. (2020). œ BUNDO KANDUAN G MINANGKABAU Vs. KEPEMIMPINAN. 4(1), 346“359.Surasetja, R. I. (2007). Fungsi, ruang, bentuk dan ekspresi dalam arsitektur. Bahan Kuliah, 1“13.Wirandi, R., & B. P., M. M. (2021). Fungsi Musik Dalam Upacara Perayaan Ritual Thaipusam Etnis Hindu Tamil Di Banda Aceh. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 415. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.28379Yuliarma. (2016). Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Busana. 1“11. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Dasar-Dasar+Teknik+Pembuatan+Busana&btnG=Yunus, R. R., Efi, A., & Yuliarma. (2014). STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL KURAI BUKITTINGGI. 1“21. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=STUDI+TENTANG+BUSANA+PENGANTIN+TRADISIONAL+KURAI+BUKITTINGGI&btnG= 
ANALISIS MANAJEMEN PRODUKSI USAHA KONVEKSI DI MUTHIA KONVEKSI TANJUNG BERINGIN PASAMAN Mardatillah, Azzahra Fujiatul; Suci, Puji Hujria
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.57958

Abstract

Muthia Convection is a convection business located in Tanjung Beringin, Pasaman Regency. Convection business involves mass production of clothing. In addition, good and proper business management is needed to achieve broader business prospects in the modern era like today. This research aims to describe in detail about production planning, production process, as well as quality supervision and control at Muthia Convection. The research method used is qualitative method with descriptive approach, data obtained by conducting interviews and observations. The data analysis technique used is the interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the planning system at Muthia Convection has not been carried out optimally and efficiently, the production process is carried out based on received orders, and the marketing system applied is still traditional by spreading information through word of mouth. Muthia Convection plans production with a focus on received orders, producing various types of clothing such as school uniforms, office uniforms, and sports shirts. They use a piece-rate wage system for employees and have initial capital from bank loans. Production is done around 3-4 months before the year change or new academic year. Muthia Convection conducts supervision during the production process, including supervision of labor, product quality, cleanliness, and timeliness. Quality control is carried out to ensure that the products meet the established standards, through stitch inspections and finishing processes.Keywords: convection, planning, quality controlAbstrakMuthia Konveksi merupakan usaha konveksi yang berada di Tanjung Beringin Kabupaten Pasaman yang memproduksi pakaian secara massal. Selain itu dibutuhkan manajemen usaha yang baik dan benar untuk dapat mencapai prospek bisnis yang lebih luas di era modern seperti saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail mengenai perencanaan produksi, proses produksi, serta pengawasan dan pengendalian kualitas pada Muthia Konveksi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh dengan melakukan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perencanaan pada Muthia Konveksi belum dilakukan secara optimal dan efisien, proses produksi dilakukan berdasarkan pesanan yang telah diterima, serta sistem pemasaran yang diterapkan masih tradisional dengan menyebarkan informasi melalui mulut ke mulut. Muthia Konveksi melakukan perencanaan produksi dengan fokus pada pesanan yang diterima, menghasilkan berbagai jenis pakaian seperti seragam sekolah, seragam kantor, dan kaos olahraga. Muthia Konveksi melakukan perencanaan produksi dengan fokus pada pesanan yang diterima, menghasilkan berbagai jenis pakaian seperti seragam sekolah, seragam kantor, dan kaos olahraga. Mereka menggunakan sistem upah borongan untuk karyawan dan memiliki modal awal dari pinjaman bank. Produksi dilakukan sekitar 3-4 bulan sebelum masa pergantian tahun atau tahun ajaran baru. Muthia Konveksi melakukan pengawasan selama proses produksi berlangsung, termasuk pengawasan tenaga kerja, mutu produk, kebersihan, dan ketepatan waktu. Pengendalian kualitas dilakukan untuk memastikan produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, melalui pemeriksaan jahitan dan proses finishing.Kata Kunci: konveksi, perencanaan, pengawasan, pengendalian kualitas Authors:Azzahra Fujiatul Mardatillah : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universotas Negeri PadangReferencesAssauri, S. (2013). Management marketing. Jakarta: Rajawali Pers.Dariyatmo, D. (2023), œSistem Pemasaran Muthia Konveksi. Hasil Wawancara Pribadi: 15 Mei 2023, Muthia Konveksi.Ernawati, W. N. (2008). Tata Busana SMK Jilid 2. Padang: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Gasperz, V. (2005). Total Quality Management. Jakarta: Gramedia Pustaka UtamaHidayah, N., & Yasnidawati, Y. (2019). Penyesuaian Pola Dasar Busana Sistem Indonesia Untuk Wanita Indonesia Dengan Bentuk Badan Gemuk. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 222-230.Indriastuti, B. (2009). Kajian Tentang Pengelolaan Usaha Pada Industri Kecil Konveksi Di Desa Tempusari Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten. Skripsi Malang: Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.Nafila, W. (2014). Pengaruh Peletakan Pola Terhadap Hasil Jadi Blus Circular Drape Menggunakan Kain Lycra Metode Pattern Magic Stretch Fabric. Jurnal Tata Busana, 3(3).Sinulingga, S. (2009). Perencanaan & Pengendalian Produksi. Yogyakarta : Graha Ilmu.Sudaryono, S. (2017). Pengantar Manajemen Teori dan Kasus. Yogyakarta: CAPSSuhemi, R. (2016). Manajemen Produksi dan Pemasaran Sirup Markisa (Studi Kasus CV. Citra Sari) Kelurahan N Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Sosial Ekonomi.Supriyanto, S. (2009). Business Plan Sebagai Langkah Awal Memulai Usaha. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 6(1), 73-83.Wihandira. N. W. (2023) The Production Process of the Convection Business in Nagari Batu Taba Ampek Angkek District West Sumatera. TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 11(11),  38-49.
PENGETAHUAN MAHASISWA TATA BUSANA TENTANG ZERO WASTE PATTERN Rahmawati, Suci; Suci, Puji Hujria
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.57998

Abstract

Textile waste is one of the 2nd largest types of waste in the world. The increasing amount of textile waste will have an impact on the environment. There has not been much development of clothing with Zero Waste techniques in Indonesia, and students as social beings also play an important role in environmental renewal through waste reduction. The purpose of the research is to understand the level of cognitive knowledge of fashion students about Zero Waste Pattern based on indicators of 6 levels of knowledge (C1-C6) namely knowledge, understanding, application, analysis, synthesis and evaluation. The method used in this research is descriptive quantitative with one variable, which is knowledge about Zero Waste Pattern. The research sample was 77 respondents who were active students of the Family Welfare Education Study Program, Padang State University, class of 2019-2022. Data collection uses Google forms with tests in the form of true and false questions or gutman scales that have proven their validity and reliability. The impact of research on fashion students' knowledge of Zero Waste Pattern there are 6 levels of knowledge to be indicators in this study with the percentage of indicators of Knowledge (C1) 57%, Understanding (C2) 62%, Application (C3) 64%, Analysis (C4) 54%, Synthesis (C5) 66% and Evaluation (C6) 76% of Zero Waste Pattern with part of the indicator remembering the terms in Zero Waste Pattern, explaining the understanding of the concept of Zero Waste Pattern, explaining the stages of Zero Waste Pattern, applying the Zero Waste Pattern method, summarizing the material from the Zero Waste Pattern technique, combining concepts about the Zero Waste Pattern approach, assessing designs, concepts and assessing public awareness in the Zero Waste Pattern technique. The research obtained the highest percentage of 80%, followed by a moderate level of knowledge of 15% and a low level of knowledge of 3%. It can be concluded that 62 Fashion Management students have knowledge about Zero Waste Pattern. Suggestions that can be given after this research is obtained so that students can realize the work of services or products in the field of fashion related to the concept of Zero Waste Pattern.Keywords: Knowledge, Fashion, Zero Waste PatternAbstrakLimbah tekstil salah satu jenis limbah terbesar ke-2 di dunia. Meningkatnya jumlah limbah tekstil akan berdampak pada lingkungan. Belum banyak pengembangan pakaian dengan teknik Zero Waste di Indonesia, dan mahasiswa sebagai makhluk sosial juga berperan penting dalam pembaruan lingkungan lewat pengurangan limbah. Tujuan dilaksanakan penelitian adalah untuk memahami tingkat pengetahuan kognitif mahasiswa tata busana mengenai Zero Waste Pattern berdasarkan indikator 6 tingkatan pengetahuan (C1-C6) yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Cara yang dipakai pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan satu variable, ialah pengetahuan tentang Zero Waste Pattern. Sampel penelitian adalah 77 orang responden yang adalah mahasiswa aktif Tata Busana Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Universitas Negeri Padang, angkatan 2019-2022. Pengumpulan data memakai Google form dengan tes berupa soal benar salah atau skala gutman yang telah terbukti validitas dan reliabilitasnya. Dampak penelitian pada pengetahuan mahasiswa tata busana tentang Zero Waste Pattern ada 6 tingkatan pengetahuan menjadi indikator pada penelitian ini dengan persentase indikator Pengetahuan (C1) 57%, Pemahaman (C2) 62%, Penerapan (C3) 64%, Analisis (C4) 54%, Sintesis (C5) 66% dan Evaluasi (C6) 76% terhadap Zero Waste Pattern dengan bagian indikator mengingat istilah dalam Zero Waste Pattern, menjelaskan pemahaman tentang konsep Zero Waste Pattern, menjelaskan tahapan Zero Waste Pattern, menerapkan metode Zero Waste Pattern, menyimpulkan materi dari Teknik Zero Waste Pattern, menggabungkan konsep-konsep tentang pendekatan Zero Waste Pattern, menilai desain, konsep dan menilai kesadaran masyarakat dalam teknik Zero Waste Pattern. Penelitian memperoleh persentase tertinggi yaitu 80%, selanjutnya tingkat pengetahuan sedang 15% dan tingkat pengetahuan rendah 3%. Dapat disimpulkan bahwa 62 mahasiswa Tata Busana memiliki pengetahuan tentang Zero Waste Pattern. Saran yang dapat diberikan setelah penelitian ini didapatkan agar mahasiswa dapat untuk mewujudkan karya jasa atau produk bidang busana yang berkaitan dengan konsep Zero Waste Pattern.Kata Kunci: Pengetahuan, Tata Busana, Zero Waste PatternAuthors:Suci Rahmawati : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri PadangReferences ANITA KURNIAWATI. (2021). PENGETAHUAN MAHASISWA TATA BUSANA TENTANG ZERO WASTE FASHION.Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik.Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik.Fisher, E. (2015). Recycled & reclaimed fibers:less waste, less energy.Kementerian, P. P. N., BAPPENAS, P. K. D., & UNDP, I. (2021). Manfaat Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan dari Ekonomi Sirkular di Indonesia. Ringkasan Bagi Pembuat Kebijakan.Muttaqien, T. Z., & Adiluhung, H. (2021). USAHA KECIL MENENGAH DI BANDUNG MENDUKUNG SUSTAINABLE DESIGN MELALUI PEMBUATAN FURNITUR BERBAHAN LIMBAH KAYU MENGGUNAKAN KONSEP NIRMANA DWIMATRA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 01. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.20731Novrita, S. Z. (2007). Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah Busana Pria (Action Research) Di Jurusan Kesejahteraan Keluarga FT UNP.Putri, A. W. A., & Kristi, J. I. (2020). EKSPLORASI ECO PRINTING DAUN LANANG DAN PEWARNAAN ALAM KAYU TEGERAN PADA KAIN RAYON SEBAGAI POTENSI MATERIAL FASHION SUSTAINABLE. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 317. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.20271Rissanen, T., & McQuillan, H. (2023). Zero waste fashion design. Bloomsbury Publishing.Siswoyo, D., Sulistyono, T., & Dardiri, A. (2007). Ilmu pendidikan. Yogyakarta: UNY press.Suardi, M. (2015). Belajar dan pembelajaran. Deepublish.Suci, P. H., Puspaneli, P., & Yupelmi, M. (2023). Tutorial Video Development of 3D Women™s Fashion Design Using CLO3D for Clothing Production Design Courses. Proceedings of Vocational Engineering International Conference, 5, 737“740.Suyedi, S. S., & Idrus, Y. (2019). HAMBATAN-HAMBATAN BELAJAR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH DASAR DESAIN JURUSAN IKK FPP UNP. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 120. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12878Widagdo, A., Pramumijoyo, S., & Harijoko, A. (2018). Tectonostratigraphy-volcanic of Gajah-Ijo-Menoreh Tertiary volcanic formations in Kulon Progo mountain area, Yogyakarta-Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 212, 012052. https://doi.org/10.1088/1755-1315/212/1/012052Zahra, A. (2020). Apa Itu Fesyen Berkelanjutan (Sustainable Fashion).
PENGARUH JENIS KAIN TERHADAP HASIL BAJU KURUNG BASIBA UNTUK ANAK USIA DINI Novryani, Hellen; Suci, Puji Hujria
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58612

Abstract

Baju Kurung Basiba as the identity of Minangkabau women became one of the Minangkabau cultural properties that began to be applied to various levels of education in accordance with the direction of the Governor of West Sumatra. Kurung Basiba clothes are loose and contain many values and expectations aimed at Minangkabau women, so that every generation should know, understand, and love Minangkabau culture will be effective if applied at the education level starting from early childhood. Therefore, it is necessary to pay attention to the manufacture of Kurung Basiba clothes for early childhood in accordance with their needs who use a lot of physical activity in educational activities. Therefore, this study aims to explain the type of fabric that is suitable for early childhood according to their needs and activities in kindergarten. This research uses an experimental method, namely an experiment on three types of fabrics that will be tested for feasibility by two experts from children's fashion lecturers to assess the feasibility of the Kurung Basiba clothes that have been made. The results of the study were divided into three categories, namely; The manufacture of Kurung Basiba clothes uses premium combed cotton, premium oxford cotton fabric and premium original toyobo fabric and shows that original toyobo fabric has the highest feasibility rate, namely the percentage of 78.7% with the decent category, while the second is premium combed cotton with a percentage of value of 74.3% with the decent enough category and the third is premium oxford catton fabric with a percentage of 64.1% with the less decent category. This study emphasizes the need to consider the selection of Kurung Basiba clothing fabric material for early childhood.Keywords: fabric type, Basiba kurung shirt, early childhoodAbstrakBaju Kurung Basiba sebagai identitas perempuan Minangkabau menjadi salah satu kekayaan budaya Minangkabau yang mulai diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan sesuai dengan arahan Gubernur Sumatera Barat. Baju Kurung Basiba yang longgar dan mengandung banyak nilai dan harapan yang ditujukan kepada perempuan Minangkabau, sehingga selayaknya setiap generasi mengetahui, memahami, dan mencintai budaya Minangkabau akan efektif jika diterapkan dijenjang pendidikan mulai dari anak usia dini. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pembuatan baju Kurung Basiba untuk anak usia dini sesuai dengan kebutuhannya yang banyak menggunakan aktivitas fisik pada kegiatan pendidikan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jenis kain yang sesuai untuk anak usia dini sesuai dengan kebutuhan dan aktifiktas mereka dibangku Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yakni percobaan terhadap tiga jenis kain yang akan diuji kelayakannya oleh dua ahli dari dosen busana anak untuk menilai kelayakan dari baju Kurung Basiba yang telah dibuat. Hasil penelitian dibagi kedalam tiga kategori yakni; pembuatan baju Kurung Basiba menggunakan bahan katun combed premium, kain katun oxford premium dan kain toyobo original premium dan menunjukkan bahwa kain toyobo original memiliki tingkat kelayakan paling tinggi yakni jumlah persentase 78,7% dengan kategori layak, sementara yang kedua adalah katun combed premium dengan persentase nilai 74,3% dengan kategori cukup layak  serta yang ketiga adalah kain catton oxford premium dengan persentase 64,1% dengan kategori kurang layak. Penelitian ini menekankan perlunya mempertimbangkan pemilihan bahan kain baju Kurung Basiba untuk anak usia dini.Kata kunci: jenis kain, baju kurung Basiba, anak usia dini. Authors:Hellen Novryani : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri Padang ReferencesAlfarist, S. Z., & Ratuannisa, T. (2024). Education Of Basic Geometric Shapes In Children Aged 5-6 Years Through Ready To. 7, 37“52. Https://Doi.Org/10.25105/Jsrr.V7i1.19086Andanari, R., Kahdar, K., & Riyadi, S. (2020). Standardisasi Desain Seragam Sekolah Siswa Taman Kanak-Kanak. Jurnal Sosioteknologi, 18(3), 422“432. Https://Doi.Org/10.5614/Sostek.Itbj.2019.18.3.9April, E., Ernawati, & Adriani. (2015). Studi Tentang Busana Tradisional Pasumandan Padang.Fitri, Y., & Nelmira, W. (2024). Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Design And Meaning Of Penghulu Clothing In Nagari Taram , Harau , Lima Puluh Kota Regency. 13(September 2023).Imelda, D. (2016). Revitalisasi Baju Kuruang Basiba Minangkabau. Ekspresi Seni, 18(2). Https://Doi.Org/10.26887/Ekse.V18i2.92Kartono, G., Sugito, S., & Azis, A. C. K. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Lokal Batak Untuk Sekolah Menengah Di Kota Medan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 215. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V10i1.25971Mayliana, E. (2019). Penciptaan Busana Anak Dengan Menerapkan Teknik Substraction Cutting. Corak, 8(1), 49“56. Https://Doi.Org/10.24821/Corak.V8i1.2690Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Bandung: Rosda Karya.Mustika, W. G., & Budiwirman, B. (2019). Analisis Fungsi Dan Makna Suntiang Dalam Pakaian Adat Minangkabau. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 315. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.14712Rahmadani, S., & Hasrul, H. (2021). Program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Dalam Melestarikan Budaya Minangkabau. Journal Of Civic Education, 4(2), 163“172. Https://Doi.Org/10.24036/Jce.V4i2.526Rujainah, S., Mukhirah, & Novita. (2021). Desain Seragam Paud Kasih Bunda Di Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam. November, 56“68.Siti Nur Hayati, & Putro, K. Z. (2021). Bermain Dan Permainan Anak Usia Dini. Generasi Emas, 4(1), 52“64. Https://Doi.Org/10.25299/Jge.2021.Vol4(1).6985Suci, P. H., Puspaneli, & Yupelmi, M. (2023). Training Decorating Accessories Veil And Family To Increase Revenue And Tourism In Kenagarian Payo Lubuk Sikarah District City Of West Sumatra Solok. International Journal Of Educational Dynamics, Vol. 1 No.Sudjana. (2010). Metode Statistika. Pt Arsita Bandung.Syafitri, P. R., Widihastuti, & Jerusalem, M. A. (2021). Pewarnaan Alam Daun Ketapang Pada Pada Produk Upcycle Busana Anak. 2“5.Alfarist, S. Z., & Ratuannisa, T. (2024). Education Of Basic Geometric Shapes In Children Aged 5-6 Years Through Ready To. 7, 37“52. Https://Doi.Org/10.25105/Jsrr.V7i1.19086Andanari, R., Kahdar, K., & Riyadi, S. (2020). Standardisasi Desain Seragam Sekolah Siswa Taman Kanak-Kanak. Jurnal Sosioteknologi, 18(3), 422“432. Https://Doi.Org/10.5614/Sostek.Itbj.2019.18.3.9April, E., Ernawati, & Adriani. (2015). Studi Tentang Busana Tradisional Pasumandan Padang.Fitri, Y., & Nelmira, W. (2024). Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Design And Meaning Of Penghulu Clothing In Nagari Taram , Harau , Lima Puluh Kota Regency. 13(September 2023).Imelda, D. (2016). Revitalisasi Baju Kuruang Basiba Minangkabau. Ekspresi Seni, 18(2). Https://Doi.Org/10.26887/Ekse.V18i2.92Kartono, G., Sugito, S., & Azis, A. C. K. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Lokal Batak Untuk Sekolah Menengah Di Kota Medan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 215. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V10i1.25971Mayliana, E. (2019). Penciptaan Busana Anak Dengan Menerapkan Teknik Substraction Cutting. Corak, 8(1), 49“56. Https://Doi.Org/10.24821/Corak.V8i1.2690Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Bandung: Rosda Karya.Mustika, W. G., & Budiwirman, B. (2019). Analisis Fungsi Dan Makna Suntiang Dalam Pakaian Adat Minangkabau. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 315. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.14712Rahmadani, S., & Hasrul, H. (2021). Program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Dalam Melestarikan Budaya Minangkabau. Journal Of Civic Education, 4(2), 163“172. Https://Doi.Org/10.24036/Jce.V4i2.526Rujainah, S., Mukhirah, & Novita. (2021). Desain Seragam Paud Kasih Bunda Di Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam. November, 56“68.Siti Nur Hayati, & Putro, K. Z. (2021). Bermain Dan Permainan Anak Usia Dini. Generasi Emas, 4(1), 52“64. Https://Doi.Org/10.25299/Jge.2021.Vol4(1).6985Suci, P. H., Puspaneli, & Yupelmi, M. (2023). Training Decorating Accessories Veil And Family To Increase Revenue And Tourism In Kenagarian Payo Lubuk Sikarah District City Of West Sumatra Solok. International Journal Of Educational Dynamics, Vol. 1 No.Sudjana. (2010). Metode Statistika. Pt Arsita Bandung.Syafitri, P. R., Widihastuti, & Jerusalem, M. A. (2021). Pewarnaan Alam Daun Ketapang Pada Pada Produk Upcycle Busana Anak. 2“5.
STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN PRIA ADAT BASANDIANG DUO DI NAGARI AIR BANGIS KABUPATEN PASAMAN BARAT Amira, Dini; Suci, Puji Hujria
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58665

Abstract

Each region has its own characteristics of bridal clothing which are generally not known to many people. Nagari Air Bangis West Pasaman Regency has the traditional basandiang duo groom™s clothing. The traditional Basandiang Duo wedding attire is unique in men™s clothing designs, with gold sprinkling which has its own meaning. The purpose of the research is to describe the design and meaning of the Basandiang Duo traditional groom™s outfit. The exploration technique is subjective spellbinding strategy. Primary data and secondary data are the two categories of data. Techniques for gathering data through interviews, observation, and documentation. The information investigation procedure utilized is enlightening subjective examination with information decrease steps, information show, check and ends. The results showed that in terms of absolute clothing and complementary traditional groom clothing basandiang duo there are designs and meanings. Absolute clothing such as 1) Batabua suit means that a man is able to provide a living to his wife, 2) White shirt symbolizes a man™s heart that is clean and internally ready to face exposure in the household, 3) Rent a loose Lambuak means that a man™s steps are light in his affairs, 4) Kain Sasempang means the simplicity of a man, 5) Cawek means perseverance. Clothing complements such as 1) Deta symbolizes a leader fol his wife, 2) kaluang laca means a man can see certain situations and conditions, 3) Tali Liwuang symbolizes the Minangkabau kingdom of Darul Qara, 4) Dagger whose placement is tilted to tha left means a man must think twice before acting. 5) Shoes symbolize equality of degree and equality of vision and mission between husband and wife. For the design on traditional groom™s clothing decoration basandiang duo in the form of the pleats and other decorations totaling seven means an understanding of a man who can control and clean his seven outer and seven inner.Keywords: design, meaning, groom™s clothesAbstrakMasing-masing daerah mempunyai karakteristik pada busana pengantin yang secara umum belum banyak diketahui oleh banyak orang. Nagari Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat memiliki busana pengantin adat basandiang duo. Busana Pengantin adat Basandiang duo memiliki keunikan pada desain busana pria, yaitu salah satunya desain jas dengan taburan emas yang memilik makna tersendiri.. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan desain dan makna busana pengantin pria adat basandiang duo. Metode penelitian menerapkan metode deskripif kualitatif. Data primer dan data sekunder ialah jenis data yang digunakan. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan, interview, dan dokumentasi. Dengan langkah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan maka analisis deskriptif kualitatif dapat digunakan untuk analisis data. Penelitian ini menyatakan hasil bahwa dilihat dari busana mutlak dan pelengkap busana pengantin pria adat basandiang duo terdapat desain dan makna. Busana mutlak seperti 1) Jas Batabua bermakna bahwa seorang, pria sudah mampu memberikan nafkah kepada istrinya, 2) Kemeja warna putih menjadi lambang hati pria yang bersih dan siap secara bathin menghadapi terpaan didalam rumah tangga, 3) Sewa Lambuak yang longgar bermakna agar langkah kaki pria ringan dalam urusannya, 4) Kain Sasempang bermakna kesederhanaan seorang pria, 5) Cawek bermakna keistiqomahan. Pelengkap busana seperti 1) Deta melambangkan seorang pemimpin untuk istrinya, 2) Kaluang Laca bermakna seorang pria dapat melihat situasi dan kondisi tertentu, 3) Tali Liwuang melambangkan kerajaan minangkabau darul qara, 4) Keris yang peletakannya miring ke kiri bermakna seorang pria harus berpikir dua kali sebelum bertindak, 5) Sepatu melambangkan persamaan derajat dan persamaan visi dan misi antara suami dengan istrinya. Untuk desain hiasan busana pengantin pria adat basandiang duo berupa lipitan dan hiasan lainnya yang berjumlah tujuh bermakna pemahaman tentang seorang pria yang bisa mengendalikan dan membersihkan tujuh zahirnya dan tujuh batinnya.Kata Kunci: desain, makna, busana pengantin pria Authors:Dini Amira : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri PadangReferencesErnatip, E., Chrystyawati, E., Refisrul, R., Maryetti, M., & S, R. (2004). Arti Simbolik Ragam Hias pada Peralatan Upacara Perkawinan di Nagari Air Bangis Kabupaten Pasaman. CV. Faura Abadi.Ernawati, & dkk. (2008). Tata Busana Jilid I,II, dan III. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Febrina, F., Yasnidawati, Y., & Idrus, Y. (2013). Studi Busana Pengantin Tradisional di Alam Surambi Sungai Pagu. Journal of Home Economics and Tourism, 4(2). https://ejournal.unp.ac.id/index.php/jhet/article/view/2476Hayati, A., & Nelmira, W. (2022). Studi Tentang Sulaman Benang Emas Memakai Kaca Dan Cermin Pada Pelaminan Di Desa Naras I Kota Pariaman. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 338. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.37683Ibrahim, A., Djafri, Bafiman, B., Yanis, M., Alimunar, A., Ilyas, M., & Akbar, R. (2017). Pakaian Adat Tradisional Daerah Sumatera Barat. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 6(1), 51“66. http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf%0Ahttp://fiskal.kemenkeu.go.id/ejournal%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1Marthala, A. E. (2015). Pakaian Pengantin Dalam Perkawinan Masyarakat Minangkabau Padang. Humaniora, 53(9), 158.Novrita, S. Z., & Pratiwi, M. (2022). Makna Motif Batik Di Kabupaten Solok Selatan Studi Kasus Pada Sanggar Azyanu Batik 1000 Rumah Gadang. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 628.  Ernatip, E., Chrystyawati, E., Refisrul, R., Maryetti, M., & S, R. (2004). Arti Simbolik Ragam Hias pada Peralatan Upacara Perkawinan di Nagari Air Bangis Kabupaten Pasaman. CV. Faura Abadi.Ernawati, & dkk. (2008). Tata Busana Jilid I,II, dan III. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Febrina, F., Yasnidawati, Y., & Idrus, Y. (2013). Studi Busana Pengantin Tradisional di Alam Surambi Sungai Pagu. Journal of Home Economics and Tourism, 4(2). https://ejournal.unp.ac.id/index.php/jhet/article/view/2476Hayati, A., & Nelmira, W. (2022). Studi Tentang Sulaman Benang Emas Memakai Kaca Dan Cermin Pada Pelaminan Di Desa Naras I Kota Pariaman. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 338. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.37683Ibrahim, A., Djafri, Bafiman, B., Yanis, M., Alimunar, A., Ilyas, M., & Akbar, R. (2017). Pakaian Adat Tradisional Daerah Sumatera Barat. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 6(1), 51“66. http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf%0Ahttp://fiskal.kemenkeu.go.id/ejournal%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1Marthala, A. E. (2015). Pakaian Pengantin Dalam Perkawinan Masyarakat Minangkabau Padang. Humaniora, 53(9), 158.Novrita, S. Z., & Pratiwi, M. (2022). Makna Motif Batik Di Kabupaten Solok Selatan Studi Kasus Pada Sanggar Azyanu Batik 1000 Rumah Gadang. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 628. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39652Ramadhan, M. S., Yulianti, K. N., & Ananta, D. (2022). Inovasi Produk Fashion Dengan Menerapkan Karakter Visual Chiaroscuro Menggunakan Teknik Cetak Tinggi Cukil Kayu Block Printing. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 192. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33052Refisrul, & dkk. (204 C.E.). Tatakrama Suku Bangsa Minangkabau di Nagari Air Bangis Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Proyek Pengkajian dan Pemanfaatan Sejarah dan Tradisi.Werdini, H. P., & Puspaneli, P. (2023). Pengembangan Media Moodboard Busana Pesta pada Mata Pelajaran Desain Busana oleh Siswa Kelas XI di SMK N 03 Payakumbuh. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7, 14312“14316. https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/8666Yuliarma. (2016). The Art Of Embroidery Designs. Kepustakaan Populer Gramedia.Yunus, R. ., Efi, A., & Yuliarma, Y. (2014). Studi tentang Busana Pengantin Tradisional Kurai Bukittinggi. Journal of Home Economics and Tourism, 6(2).Yusmerita, Y., Aryati, Y., & Suci, P. H. (2023). Application of environment learning models to the results of motive design in decorative design courses. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 9(2), 999. https://doi.org/10.29210/020232862
Case Study of Kerinci Typical Batik at the Incoang.Gnce Batik Sanggar Sungai Penuh Herdyanti, Fina; Suci, Puji Hujria
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.61767

Abstract

Batik in Indonesia  was acknowledgen by unesco in 2009 as an intangible cultural treasure, and each region has batik with different characteristics and characteristics. One of the batik producing areas is in Kerinci, Sungai Full City, specifically at the Incoang.gnce Batik Studio which was founded in 2016. The method for creating batik in this studio uses the stamped batik technique and creates batik with the characteristics of Kerinci, Sungai Full City. The study’s objective is to characterize the background to the establishment of the Incoang.gnce batik studio, describe the form of batik motifs and the process of making typical Kerinci batik at the Incoang.gnce Batik Studio. The research method applies a qualitative descriptive method, the type of data used is primary and secondary data. Data collection techniques use observation, interviews and documentation techniques. Data analysis techniques with data reduction steps, data exposure and conclusions. To test the validity of the data, triangulation was carried out with the owner of the Incoang.gnce Batik Studio. The results of this research concluded that the Incoang.gnce batik studio was founded in 2016 based on batik training from the industry department, the batik motifs were sourced from what was in Kerinci, the river city full of culture and then typical Kerinci batik was created at the Incoang Gnce batik studio. Examples of motifs include the Karamantang motif, Umoh Lahaek motif, Jangkoi motif, Manyang motif, Kawoa motif, Incung script motif. The batik making process at the Incoang.gnce batik studio uses the stamped batik technique, starting from the stamping process, the coloring process, the embossing process, the dyeing process, and the lorot process. The tools used in making batik include stamping tables, stamping canting, frying pans and stoves. Materials used in batik are wax, dye, soda ash and water glass.
Studi Kasus Tentang Proses Produksi Pembuatan Jersey Pada Usaha Konveksi Limo (Sportwear Apparel) Di Kota Padang Sumatra Barat Yenti, Nefri; Suci, Puji Hujria
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.846

Abstract

Proses produksi pada sebuah perusahaan manufaktur merupakan inti dari kegiatan perusahaan itu sendiri. Proses produksi harus memiliki perencanaan dan pengawasan yang tepat agar menghasilkan suatu produk yang mempunyai mutu/kualitas baik dan bernilai jual tinggi sehingga dapat bersaing di pasaran. Kelancaran pengawasan proses produksi dari suatu perusahaan sangat berpengaruh terhadap mutu produk yang dihasilkan, serta dengan pengawasan proses produksi ini diharapkan produk yang dihasilkan dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tentang proses produksi pembuatan jersey pada usaha konveksi Limo (Sportwear Apparel), dengan fokus pada proses produksi pembuatan jersey yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan quality control. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode studi kasus, melibatkan pemilik dan 14 karyawan konveksi Limo (Sportwear Apparel). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif.Proses produksi pembuatan jersey terdiri dari beberapa tahapan, yaitu  Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kualitas proses produksi di Limo dilakukan secara strategis dan terstruktur untuk menghasilkan produk sportwear berkualitas tinggi dan berdaya saing. Perencanaan difokuskan pada integrasi bahan baku berkualitas seperti poliester bermotif budaya lokal, tenaga kerja terampil dari lingkungan sekitar, serta teknologi mesin modern seperti digital design, printing sublimasi, dan mesin jahit high-speed untuk menjamin efisiensi dan mutu. Proses produksi dilakukan secara sistematis, dimulai dari desain menggunakan CorelDRAW, pembuatan pola, pencetakan sublimasi dengan Epson SureColor F6330, pemotongan, hingga penjahitan dengan sistem rolling. Tahapan Quality Control dilakukan secara menyeluruh melalui trimming, head pressing, final inspection, dan packing untuk memastikan setiap produk memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. 
Studi Kasus Proses Produksi Sikambang Manih Series Pada Brand Fashion Jamila Humaila Di Kota Bukittinggi Fitbriansyah, Fauziyah Gianti; Suci, Puji Hujria; Yusmerita, Yusmerita; Hutasuhut, Nurul Inayah
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.849

Abstract

Penelitian ini berawal dari pengamatan terhadap brand fashion muslim Jamila Humaila yang memproduksi berbagai produk seperti scarf, top/blouse, tunic, dress, one set, dan aksesori pelengkap. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan proses produksi, keunggulan, serta strategi pemasaran Sikambang Manih Series. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder. Informan terdiri dari manajer operasional, manajer produksi, dan desainer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi kepada pemilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sikambang Manih terinspirasi dari ukiran rumah gadang budaya Minangkabau, dibuat dengan Adobe Photoshop dan Procreate, kemudian dicetak pada kain polos melalui proses printing dan dijahit menjadi ready to wear. Strategi pemasaran difokuskan pada kebutuhan dan preferensi konsumen perempuan. 
Pengembangan Video Tutorial Pembuatan Motif Kain dengan Teknik Ecoprint Pada Mata Kuliah Pewarnaan Tekstil Khairani, Riva; Suci, Puji Hujria; Nelmira, Weni; Zanil, Ilham
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.851

Abstract

Mata kuliah Pewarnaan Tekstil pada Program Studi Tata Busana mengajarkan teknik ecoprint, namun keterbatasan waktu praktikum dan media pembelajaran seperti E-book, Modul, dan PowerPoint membuat mahasiswa sulit memahami proses pembuatan motif kain secara visual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa video tutorial untuk meningkatkan pemahaman dan memungkinkan pembelajaran mandiri. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE melalui tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi ahli media, ahli materi, dosen, dan mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Padang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, dan uji praktikalitas. Hasil validasi ahli media memperoleh rata-rata 93,33% dan ahli materi 77,69% (kategori valid). Uji praktikalitas oleh dosen 89,3% dan mahasiswa 84% (kategori sangat praktis). Dengan demikian, video tutorial ini dinilai layak dan efektif untuk mendukung pembelajaran teknik ecoprint.