Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Suhu dan Waktu Reaksi Transesterifikasi Minyak Jarak Kepyar (Castor Oil) terhadap Metil Ester dengan Menggunakan Katalis Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit Lidya Permata Lestari; Meriatna Meriatna; Suryati Suryati
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.9464

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang terdiri dari alkil monoester dari minyak tumbuhan atau lemak hewan. Minyak jarak kepyar (Castor Oil) adalah minyak  nabati yang diperoleh dari ekstrak biji tanaman jarak kepyar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan minyak jarak kepyar dalam pembuatan biodiesel dengan menggunakan  katalis  heterogen  yang  berasal  dari  tandan kosong kelapa sawit  yang dikalsinasi pada suhu 600 °C selama 6 jam. Proses transesterifiksi mereaksikan minyak dan metanol untuk menghasilkan metil ester dan gliserol. Metil ester yang dihasilkan pada lapisan atas dipisahkan dari gliserol dan kemudian dimurnikan. Pengaruh dari berbagai variabel proses seperti pengaruh suhu dan waktu reaksi diamati dalam percobaan ini. Sifat-sifat biodiesel seperti Yield paling tinggi diperoleh pada suhu 65 °C selama 100 menit dengan katalis 3 (m/m)%.. yaitu sebesar 76,62%, kemudian untuk densitas diperoleh hasil terbaik 0,863 mg/l pada suhu    55 °C selama 80 menit dengan katalis 3 (m/m)%, selanjutnya untuk viskositas diperoleh 5,25 mm2/s pada suhu 65 °C selama 100 menit dengan katalis 3 (m/m)%, kemudian kadar air diperoleh 0,038%vol pada suhu 60 °C dan selama 80 menit dengan katalis 3 (m/m)%. dan bilangan asam  diperoleh 0,48 Mg-KOH/g pada suhu 50°C selama 100 menit dengan katalis 3 (m/m)%. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa katalis yang berbasis tandan kosong kelapa sawit dapat digunakan untuk memproduksi biodiesel.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA DUNALIELLA SALINA DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS BASA Efri Marnelisa; Azhari Azhari; Meriatna Meriatna; Zainuddin Ginting; Suryati Suryati
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.9459

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diperoleh dari minyak tumbuh-tumbuhan, lemak binatang, dan minyak bekas melalui proses transesterifikasi dengan alkohol. Ada banyak penelitian tentang pembuatan biodiesel dari bahan nabati, bahan baku yang sering digunakan yaitu CPO (Crude Palm Oil). Pada penelitian ini digunakan minyak mikroalga berjenis Dunaliella Salina sebagai bahan baku utamanya. Mikroalga merupakan salah satu biomassa yang potensial untuk menghasilkan biodiesel mengingat kecepatan tumbuhnya yang relatif cepat, kualitas minyaknya yang tinggi, serta mudah ditemukan di air tawar maupun air asin. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan minyak mikroalga Dunaliella Salina sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dengan proses transesterifikasi menggunakan katalis KOH dengan variasi persen katalis yaitu 2%, 4% dan 6% dan variasi rasio mol minyak yaitu 1:5, 1:6 dan 1:7 dengan suhu tetap yaitu 60oC dan waktu 1 jam. Hasil terbaik pada penelitian ini yaitu pada rasio mol 1:7 dan persen katalis 1% yang memperoleh yield 74,36, densitas 0,815 gr/ml, viskositas 2,60 Cst dan kadar air 0,025%. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa minyak dari mikroalga berjenis Dunaliella Salina dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.
Pembuatan Sabun Mandi Cair Herbal dari Surfaktan Methyl Ester Sulphonate dengan Ekstrak Daun Kelor sebagai Zat Antibakteri Eka Mutia; Suryati Suryati; Lukman Hakim
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.9232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun mandi cair dari ekstrak daun kelor dengan variasi volume ekstrak 10 mL, 20 mL, 30 mL, dan 40 mL yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Senyawa antibakteri yang terdapat pada daun kelor yaitu saponin, tanin, flavonoid dan terpenoid. Metode yang digunakan adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut aquadestillata. Kemudian dibuat sediaan sabun mandi cair dengan variasi volume ekstrak daun kelor yang telah ditetapkan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak daun kelor sebanyak 10 mL, 20 mL, 30 mL dan 40 mL. Hasil pengujian tinggi dan stabilitas busa yang paling baik didapat pada volume ekstrak 40 mL dengan ketinggian busa sebesar 20 mm dan stabilitas busa 100%. pH yang paling mendekati pH kulit pada sabun ekstrak daun kelor juga pada volume 40 mL dengan nilai 3,7. Viskositas yang paling baik untuk ekstrak daun kelor pada volume ekstrak 40 mL yaitu 1,5117 cP. Densitas sabun mandi cair ekstrak daun kelor juga didapat pada volume ekstrak 40 mL sebesar 1,036 gr/mL. Diameter zona hambat bakteri tertinggi diperoleh pada ekstrak daun kelor terdapat pada volume ekstrak 20 mL yaitu  23 mm. Secara keseluruhan hasil evaluasi pengujian sabun mandi cair sudah sesuai dengan standar SNI-06-04085-1996.
Pengembangan Potensi Belimbing Wuluh Menjadi Dodol Untuk Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Cot Girek Kandang Lhokseumawe Meriatna; Lukman Hakim; Masrullita; Suryati; Rizka Nurlaila
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra Vol 2 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Nusa Putra & Persatuan Insinyur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/abdiputra.v2i3.113

Abstract

Peningkatan kapasitas dan kualitas hidup bagi wanita dalam mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimilikinya secara mandiri dengan memiliki keterampilan dan keahlian dalam mengatasi masalah yang dihadapinya melalui penyuluhan, pelatihan dan bahkan praktek langsung untuk membantu menumbuhkan serta meningkatkan intensi berwirausaha pada masyarakat. Belimbing wuluh memiliki rasa asam dan aroma yang khas sehingga sering digunakan dalam masakan dan juga berfungsi sebagai antioksidan karena adanya vitamin A, C dan E. Pemanfaatan dan pengembangan buah belimbing wuluh belum dilakukan secara optimal karena nilai jual yang masih rendah dan tidak diimbangi dengan potensi yang dimiliki buah belimbing wuluh. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu dalam membuat dodol dari belimbing wuluh. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan tentang pembuatan dodol dari belimbing wuluh dan melakukan penyebaran kuisioner awal dan akhir sosialisasi, dimana terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang pembuatan dodol.
Pembuatan Saus Cabai Menggunakan Bahan Pengawet Alami Kitosan Rauzatun Jannah; Suryati Suryati; Masrullita Masrullita; Sulhatun Sulhatun; Ishak Ishak; Raudhatul Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.9129

Abstract

Saus merupakan salah satu bahan penyedap dan penambah cita rasa pada makanan yang diolah dari bahan utama maupun bahan pendukung lainnya. Kualitas produk saus dapat dilihat dari pengolahan cabai yang matang berkualitas baik sehingga didapatkan suatu produk yang berbentuk cairang kental seperti pasta, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan saus sambal ini ialah cabai merah yang segar, tomat,bawang putih, gula, air, asam cuka dan bahan pengental seperti tepung maizena. Adapun bahan tambahan yang digunakan sebagai bahan pendukung dalam pengolahan saus sambal yaitu kitosan dari kulit udang sebagai bahan pengawet alami, buah pepaya sebagai bahan pengental dan wortel yang digunakan sebagai pewarna alami, penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, dalam pembuatan saus sambal ini menggunakan empat variabel yaitu dengan membedakan masing-masing kosentrasi kitosan ; 0,5 %, 1%, 1,5%, dan 2 %. Untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan pengawet  kitosan dalam saus sambal dan ketahan daya simpan suatu produk, maka diperlukan analisa kadar air, analisa derajat keasaman (pH), analisa viskositas, analisa jamur ( angka kapang dan khamir)dan analisa bakteri(angka lempemg total). Kandungan kadar air terendah pada saus cabai menggunakan kosentrasi kitosan 2% yaitu pada minggu ketiga yaitu 20,53%. Nilai pH terbaik yang diperoleh terdapat pada kosentrasi kitosan 2% yaitu 3,11. Kitosan mampu menekan pertumbuhan bakteri serta dapat memperpanjang umur simpan saus sampai dengan 21 hari pada kosentrasi 1,5 % dan 2% yang disimpan pada suhu ruangan.
Synthesis and Characterization of Chitosan-Pectin-Citric Acid-Based Hydrogels for Biomedical Applications (Primary Wound Dressings) Suryati Suryati; Rizka Mulyawan; Sulhatun Sulhatun; Muhammad Muhammad; Nikmat Wanda
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Department of Information Technology, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v3i2.447

Abstract

This study aims to analyze the processing of chitosan-pectin biocomposite hydrogel with the addition of citric acid to improve the quality of the biocomposite for primary wound dressing applications. The method is printing the biopolymer solution in a glass mold, then drying at 50oC. Chitosan 90.2% DD and pectin dissolved in 1% acetic acid with a ratio (w/w) of 50:50. The two ingredients were mixed using a magnetic stirrer at room temperature for 30 minutes until completely dissolved, then added citric acid crosslinking agent with various concentrations of 2,4, 6,8,10 (%). The test results for the characteristics of the chitosan-pectin-acid biocomposite Citrate obtained the best thickness in the composition variation (50:50:8) of 0.31 mm. The analysis results of the best absorption of the chitosan-pectin-citric acid biocomposite on the composition variation (50:50:6) were 185%. In the swelling analysis of the chitosan-pectin-citric acid biocomposite, the variation in composition (50:50:10) was 403%. The tensile strength test results of the chitosan-pectin-citric acid biocomposite decreased with the addition of citric acid, the best obtained was 20.76 MPa, and the best elongation was 76.0%. Test results for the functional group of the chitosan-pectin-CaCl2 biocomposite for the presence of O-H, C-H, N-H bonds in the fact of O-H, C-H, N-H bonds at a wavelength of 4000-2500 cm-1, C=O, C=N, C=C at a wavelength of 2000 -1500, and the specific absorption of the chitosan-pectin-citric acid biocomposite 400-1400 cm-1 indicates that the resulting membrane tends to be polar, hydrophilic and environmentally friendly because it can be degraded. Based on the expected test results, it was shown that the chitosan-pectin-CaCl2 biocomposite has the potential to be applied as an ideal primary wound dressing for wound healing and protection.
PENGGUNAAN LIMBAH KULIT PISANG AMBON Musa paradisiaca var. sapientum (L.) Kunt.) SEBAGAI BAHAN CAMPURAN DALAM PEMBUATAN SABUN MANDI TRANSPARAN Aldilla Zuhra; Lukman Hakim; Azhari Azhari; Suryati Suryati; Rizka Mulyawan
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11625

Abstract

Sabun adalah garam logam alkali (biasanya garam natrium) dari asam lemak yang dihasilkan dari reaksi saponifikasi asam lemak dengan alkali bebas. Sabun mengandung terutama garam C16 dan C18, dapat juga mengandung beberapa karboksilat dengan bobot atom lebih rendah. Pembuatan sabun mandi padat transparan ini menggunakan bahan baku minyak kelapa, minyak jarak dan NaOH dengan penambahan kulit pisang ambon sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini agar dapat memanfaatkan limbah kulit pisang yang ada di lingkungan dan mempelajari pengaruh variasi jumlah etanol pada pembuatan sabun mandi transparan. Metode yang digunakan dalam pembuatan sabun mandi padat transparan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode panas. Pada penelitian ini hasil yang didapatkan stabilitas busa tertinggi terjadi pada persentase kulit pisang ambon 50% dengan nilai 97%, dan derajat keasaman (pH) pada persentase kulit pisang ambon 20% dengan nilai 9,8. Uji organoleptik yang paling disukai oleh panelis adalah sabun transparan yang terbuat dari persentase kulit pisang ambon 20% dengan volume etanol 40 ml. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini ialah semakin rendah persentase kulit pisang ambon yang digunakan, maka pH yang dihasilkan semakin tinggi begitu pula dengan stabilitas busa semakin tinggi persentase kulit pisang ambon yang digunakan maka stabilitas busa akan semakin baik.
Pengaruh Perbandingan Waktu Delignifikasi Dan Konsentrasi NaOH Dalam Pembuatan Gula Reduksi Dari Kulit Kopi Arabika (coffea Arabica) Masrullita Masrullita; Suryati Suryati; Tiara Rozah; Ferri Safriwardy
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11640

Abstract

Kopi  adalah  salah  satu  tanaman  yang  menghasilkan  produk  samping dalam  proses  pengolahannya yakni  kulit  kopi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh waktu delignifikasi dan konsentrasi NaOH pada hasil gula reduksi. Penelitian ini sudah banyak dilakukan sebelumnya menggunakan pelarut etanol dan asam kuat, yang belum dilakukan adalah menggunakan pelarut basa kuat. Penelitian ini menggunakan pelarut NaOH untuk mendegradasi lignin yang terdapat pada bahan baku. Pada proses pretreatment fisika kulit kopi dibersihkan lalu dimasukkan kedalam oven selama 24 jam, tujuannya untuk menghilangkan kadar air, kemudian dihaluskan menggunakan blender agar diperoleh hasil berbentuk serbuk. Proses delignifikasi menggunakan metode organosolv dengan variasi konsentrasi NaOH 1%, 3%, 5% dan 7% dengan variasi waktu delignifikasi 30 menit, 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Proses hidrolisis menggunakan katalis H2SO4 1% pada suhu 100oC  selama 4 jam, kemudian diuji yield, densitas dan kadar gula reduksi menggunakan metode luff schrool untuk mengetahui berapa banyak kadar gula reduksi pada kulit kopi arabika. Kadar gula reduksi tertinggi terdapat pada konsentrasi NaOH 7% dan waktu delignifikasi 120 menit sebesar 68,28%. Yield tertinggi terdapat pada konsentrasi NaOH 7% dan waktu delignifikasi 120 menit sebesar 60,98%. Densitas tertinggi terdapat pada konsentrasi NaOH 7% dan waktu delignifikasi 120 menit sebesar 0,985 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar konsentrasi NaOH dan lama waktu delignifikasi maka kadar gula reduksi yang dihasilkan akan semakin banyak.
BIOPOLIMER DARI KITOSAN-COLLAGEN UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA DENGAN CMC DAN GLUKOMANAN SEBAGAI BAHAN IKAT SILANG Laksita Ika Paksi; Suryati Suryati; Agam Muarif; Narul ZA; Meriatna Meriatna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11635

Abstract

Wound dressing is a nursing action to protect the wound by closing the wound, which can be done using sterile gauze that is not attached to the wound tissue. Currently, commonly used wound dressings are made of polymeric materials. Polymers for wound dressings consist of absorbents in contact with the wound. The absorbent layer will protect the wound and absorb the liquid that comes out of the wound. The purpose of this study is to make a biopolymer derived from chitosan, collagen and its cross-binding materials, namely CMC and glucomannan, and to find out the correct composition comparison to produce an ideal biopolymer. The method is drying in the oven on a thin glass printer for 24 hours. Mixing all raw materials with chitosan volume:collagen: CMC and chitosan:collagen: glucomannan in a ratio of 50:50:2,5; 50:50:5; 50:50:7,5; and 50:50:10. Then put in the oven with a temperature of 60⁰C during for 48 hours. The biopolymers formed are then tested to determine the characteristic properties of the biocomposites formed. The analysis carried out is FTIR group analysis, swelling analysis, absorption test and membrane thickness test. The results of the study with the comparison of chitosan: collagen: CMC and chitosan : collagen: glucomannan for the analysis of the FTIR group of the biopolymer membrane contains compounds (O-H), C-H, C =O, C-O-C, CH2, CN, and CH, for swelling tests on CMC additives the value obtained is 73%; 82%; 79%; 105% while for glucomannan additives, a result of 32%; 57%; 65%; and 51%, for absorption test on additives CMC the value that can be obtained is 125%; 176%; 285%; 233%; while for glucomannan additives, a yield of 97%; 96%; 90%; and 86% and for membrane thickness test additives CMC the value in can be 0.94 mm; 0.79 mm; 1.06 mm; 1.32 mm; while for glucomannan additives, the result is 1.3 mm; 1.58 mm; 1,6 mm; 1.67 mm.
PRODUKSI BIOETANOL DARI NIRA AREN MELALUI PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI Muhammad Akbar Riza; Azhari Azhari; Syamsul Bahri; Ishak Ibrahim; Suryati Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9891

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu jenis energi alternatif menyerupai bensin yang  dapat diperoleh dari fermentasi bahan-bahan yang mengandung amilum, sukrosa, glukosa, maupun fruktosa. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, perbedaannya adalah penelitian sebelumnya tidak memakai uji gas Chromatography untuk menghasilkan kadar bioetanol yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh waktu fermentasi dan massa ragi roti terhadap yield, densitas, viskositas dan kadar bioetanol. Metode penelitian menggunakan cara fermentasi dan distilasi dengan variasi waktu fermentasi 3, 5 dan 7 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield bioetanol tertinggi 7,390, densitas bioetanol tertinggi 0,8413 gr/ml dan viskositas tertinggi adalah 1,11 cP. Semakin lama waktu fermentasi dan massa ragi yang diberikan maka semakin baik produk yang dihasilkan. Nilai densitas dan viskositas dari bioetanol yang didapatkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia.
Co-Authors Afifa Luthfia Afriyanti Afriyanti Agam Muarif Aldilla Zuhra Amri Ismail ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariski Saina Ariski Saina Aulia Fahri Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azril Fahmi Cut Agusniar Cut Ita Erliana Debi Liani Pasaribu Dennis Eka Syahputra Dion Aidil Putra Efri Marnelisa Eka Intan Kumala Putri Eka Mutia Eka Sri Astuti Etty Centaury Siregar Evana Evana Fadli Jalil Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Intan Sulastri Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairunnisa Laksita Ika Paksi Leni Maulinda Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lidya Permata Lestari Lidya Permata Lestari Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Mahyuni Marito Harahap Marlina Marlina Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita, M Masrullita, Masrullita Meriatna Meriatna Muhammad Abrar Muhammad Akbar Riza Muhammad Fahrur Rozi Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Safrijal Muhammad, Muhammad Mutammimul Ula Mutia Sukma Mutiara Lestari Simanjuntak Nadia Prisca Putri Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nikmat Wanda Novi Sylvia Nurdina Hayati Nurlian Nurlian Nurlian Nurul Azizah Purwoko, Agus R.A Nita Rosalinda Muttaqin Raudhatul Ulfa Rauzatun Jannah Reza Abdillah Harahap Reza Dwi Fani Rina Afriani Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safrina Melya Safriwardi, Ferri Setia Budi Sulahatun, Sulhatun Sulhatun Sulhatun Suryani Suryani Syafira Dara Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tiara Rozah Wan Rafly Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah Wusnah, Wusnah Yurni, Irma Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zuraida Zuraida