p-Index From 2021 - 2026
6.845
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Kreativitas PKM Journal of Midwifery and Nursing PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Kesehatan Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Riset Informasi Kesehatan JPNM : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan MOTORIK Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Abdimas Kesehatan Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok Pengunjung di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Rumah Sakit X Briandanu Bintoro; Ira Marti Ayu; Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan; Deasy Febriyanty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.327

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Konsumsi rokok masih menjadi masalah baik di dunia maupun di Indonesia. Indonesia merupakan peringkat tertinggi di ASEAN. Salah satu perlindungan terhadap ancaman bahaya rokok yaitu dengan diterapkannya Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) termasuk di fasilitas kesehatan. Studi pendahuluan menemukan bahwa pengunjung yang merokok sebanyak 43,3% di Rumah Sakit (RS) X, padahal RS X sudah menerapkan KTR. Selain itu, setiap harinya ditemukan banyak puntung rokok yang berserakan di jalan dan terlihat juga perokok di area parkiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pengunjung di KTR di Rumah Sakit X Tahun 2021. Metode: Studi cross-sectional pada sebagian pengujung RS X sebanyak 67 orang dilakukan bulan November 2020-Maret 2021. Variabel yang diteliti yaitu perilaku merokok (variable dependen) dan pengetahuan, sikap, peran satgas anti rokok (variabel independen). Data dikumpulkan dengan data primer menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (PR=1,11; 95%CI=0,63-1,30), sikap (PR=1,05; 95%CI=0,79-1,39) dan peran satgas anti rokok (PR=1,03; 95%CI=0,78-1,36) dengan perilaku merokok di KTR. Kesimpulan: Dengan banyak yang melakukan perilaku merokok di KTR, maka diharapkan rumah sakit dapat mengedukasi kepada pengunjung untuk tidak merokok di KTR dan Rumah sakit melakukan program konseling berhenti merokok kepada orang yang ditemukan merokok di KTR. Selain itu, perlu dilakukan pengawasan oleh satgas anti rokok secara rutin dan berkelanjutan setiap hari. Kata Kunci: Pengetahuan, Peran satuan tugas anti rokok, Perilaku merokok, Sikap Abstract Background: Cigarette consumption is still a problem in globally and in Indonesia. Indonesia was the most significant number of smokers in ASEAN. Implementing a Non-Smoking Area (NSA), such as in the hospital area, is one of the protections against the threat of cigarettes. Preliminary studies found that 43,3% of people smoked in Hospital X, even though Hospital X has implemented NSA. In addition, there are many cigarette butts strewn on the street every day, and there are people who smoke in the hospital's parking area. The study objective is to determine factors associated with the visitor's smoking behavior in the NSA at X Hospital year 2021. Methos: A cross-sectional was performed 67 hospital X visitor in November 2020-March 2021. The smoking behavior is as dependent variable and and knowledge, attitudes, also roles of the non-smoking task force officer are as independent variable. Data used primary data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analyzed using univariate and bivariate analysis with chi square test. Result: Bivariate results show that there are no association between knowledge (PR=1.11; 95%CI=0.63-1.30), attitude (PR=1.05; 95%CI=0.79-1.39), and role of non-smoking task force (PR=1.03; 95%CI=0.78-1.36) with smoking behaviour in NSA. Conclusion: It is expected that hospitals can educate visitors to behave such as do not smoke in NSA and Hospital X have smoking cessation counseling programs for people who found to smoke in NSA well. Moreover, it is necessary to supervise the non-smoking task force regularly and continuously every day. Keywords: Attitude, Knowledge, Role of non-smoking task force officer, Smoking behaviour
SOSIALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEBAGAI UPAYA ANTISIPASI KECELAKAAN KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) Decy Situngkir; Mirta Dwi Rahmah Rusdy; Ira Marti Ayu; Mayumi Nitami
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Mei : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.252 KB) | DOI: 10.37905/jpkm.v2i1.10242

Abstract

International Labour Organization (ILO) memperkirakan sekitar 340 juta kecelakaan kerja dan 160 juta korban penyakit akibat kerja setiap tahunnya di seluruh dunia. Oleh sebab itu setiap tempat kerja perlu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja  termasuk perkantoran. Kebaruan dalam kegiatan pengabdian ini adalah karena melakukan sosialisasi  keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan sebagai upaya antisipasi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kantor Yayasan X pada tanggal 29 Januari 2021,dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan staf kantor mengenai K3 perkantoran sehingga mereka terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 10 orang dan dilaksanakan dalam bentuk kelompok kecil dengan metode ceramah dan Tanya jawab. Penyampaian materi dengan menggunakan media powerpoint (ppt).Hasil Kegiatan, rata-rata pekerja bekerja 8 jam sehari selama 5 hari per minggu di depan komputer dengan waktu istirahat 1 jam, dan kadang-kadang melebihi jam kerja. Selain itu, tata letak barang-barang masih ada yang belum pada tempatnya, vector seperti tikus, sikap kerja duduk yang tidak ergonomis. Oleh sebab itu perlu penerapan K3 perkantoran agar terwujud kantor yang sehat, aman, dan nyaman sehingga pekerja tetap produktif. Hasil dari kegiatan ini staf kantor mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 90% mengenai K3 perkantoran. Kesimpulan  sosialisasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dapat mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) di Perkantoran.Kata Kunci: K3 perkantoran; Promosi K3.
PROGRAM PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMK “X” TANGERANG RAYA Ira Marti Ayu; Nadiyah Nadiyah; Decy Situngkir; Mayumi Nitami
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2412

Abstract

Remaja merupakan suatu periode yang kritis, periode perubahan dari masa kanak-kanak ke dewasa, serta dimulainya eksplorasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksual dan romantisme. Ada banyak masalah kesehatan reproduksi yang terjadi pada remaja dimana berkaitan dengan perilaku seksual. Berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada remaja tahun 2018 terlihat bahwa wanita dan pria yang tahu tentang masa subur hanya 33% dan 37%. Sebanyak 81% remaja wanita dan 84% remaja pria telah berpacaran dan sekitar 45% remaja wanita dan 44% remaja pria mulai berpacaran pada umur 15-17 tahun. Tujuan dari kegiatan yaitu agar terjadi peningkatan pengetahuan siswi berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan slide dari Power point (ppt). Hasil kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan mahasiswa tentang kesehatan reproduksi pada point terjadi peningkatan pengetahuan mahasiswa tentang kesehatan reproduksi pada point batasan usia remaja, alasan masa remaja penting bagi kesehatan reproduksi, penyakit yang diakibatkan berhubungan seksual di usia remaja, umur menikah perempuan, alasan hubungan seks pra nikah dan dampak seks pranikah bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan media power point dapat digunakan meningkatkan pengetahuan. Melalui kegiatan ini disarankan agar pemberian informasi kesehatan reproduksi dapat dilakukan secara terus menerus kepada para siswi
Edukasi Etika Batuk, Bersin Dan Cuci Tangan Pakai Sabun Untuk Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Siswa-Siswi Ira Marti Ayu; Decy Situngkir; Erna Veronika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5624

Abstract

ABSTRAK Pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi COVID-19 merupakan hal yang kontroversi. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan salah satu tempat yang berpotensi menjadi penularan COVID-19. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat kasus COVID-19 pada siswa dan pegawai sekolah setelah sekolah dibuka kembali. Tindakan pencegahan diperlukan agar penularan ini tidak terjadi. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan berkaitan pencegahan penularan covid-19 seperti etika batuk/ bersin dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Edukasi ini dilakukan secara daring dengan menggunakan ceramah dan audio visual serta pemutaran video CTPS. Kegiatan ini juga dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan siswa-siswi. Pre-test dilakukan sebelum dilakukan edukasi dan post-test dilakukan setelah edukasi dengan memberikan kuesioner sebanyak 5 pertanyaan. Hasil pre dan post-test menunjukkan bahwa siswa mengetahui bahwa yang ditularkan penderita ke orang yang sehat adalah virus Sars Cov-2 (dari 21,7% menjadi 43,6%), mengetahui cara mencegah penularan covid-19 yang baik ketika batuk/ bersin yaitu bukan dengan menutupnya dengan telapak tangan (dari 47.8% menjadi 82.6%), mengetahui bahwa etika batuk/ bersin membantu menahan cairan/ droplet keluar dari mulut dan hidung (dari 82.6% menjadi 87%), mengetahui cairan hand sanitizer kurang efektif mencegah penularan covid-19 dibandingkan CTPS ( dari 56.5% menjadi 78.3%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa-siswi berkaitan tentang etika batuk/ bersin dan CTPS.  Kata Kunci: Edukasi, Etika Batuk, CTPS, Covid-19 ABSTRACT Implementation of limited face-to-face learning during the Covid-19 pandemic has been controversial. It is because school is one of the places can transmit of covid-19. Many research revealed increasing covid-19 cases in students and staff after reopening schools. It is necessary to take preventive measures so that transmission does not occur. The purpose of this activity is to provide knowledge related to preventing the spread of COVID-19, such as coughing/sneezing etiquette and washing hands with soap. This education is conducted online using lectures, audio-visuals, and handwashing with soap video playback. This activity is also carried out pre-test and post-test to measure students' knowledge. Pre and Post-test were given before and after the education was carried out by giving five-question through the questionnaire. The result of pre and post-test performed that students knew that the sufferers transmitted to healthy people is Sars Cov-2 virus (from 21.7% to 43.6%) and covering with the palm when cough/ sneeze is not adequate to prevent the transmission of covid-19 (from 47.8% to 82.6%). It also showed that coughing/sneezing etiquette helps keep fluids/droplets out of the mouth and nose (from 82.6% to 87%), and hand sanitizer is ineffective in preventing the transmission of covid-19 compared to hand wash with soap (from 56.5% to 78.3%). The conclusion is increased students' knowledge regarding cough/sneeze etiquette and handwashing with soap.  Keywords: Education, Cough Etiquette, Washing Hands With Soap, Covid-19 
Effect of non-adherence to ARV therapy on 3-year life of HIV/AIDS patients: a cohort retrospective study Hendra Dhermawan Sitanggang; Tri Yunis Miko Wahyono; Ira Marti Ayu
Riset Informasi Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v12i1.692

Abstract

Background: Antiretroviral drug Therapy (ART) has dramatically reduced the morbidity and mortality of People Living with HIV/AIDS (PLWHA). However, adherence to antiretroviral therapy has become a challenge due to a lifetime of therapy. Adherence to antiretroviral therapy is one determining factor in the success of treatment. Method: This study aimed to determine the influence of medication non-adherence on the 3-year survival of patients with HIV/AIDS. The study design used a retrospective cohort and calculated survival estimates using Cox regression. All HIV/AIDS patients in the RSPI-SS from 2010 – April 2012, totaling 164 patients, were obtained from medical records, a summary of treatment and ART (follow-up), pharmacy data, and ARV therapy monitoring books at the RSPI-SS. Data analysis using cox regression. Results: The cumulative survival probability of patients with HIV/AIDS at RSPI Prof. dr. Sulianti Saroso in the second year (24th month) was 95.6% and in the third year (in the 36th) was 91%. Multivariate analysis with Cox regression showed the factors that affected the 3-year survival of patients with HIV/AIDS are non-adherence to ART after being controlled by initial CD4 count (aHR = 7.608; 95% CI: 1.664 to 34.790) and non-compliance appointments after controlled by opportunistic infection, age and initial CD4 count (aHR = 2.456; 95% CI: 0.802 to 7.518). Among patients' non-adherence to ART, non-compliance appointments affected the 3-year survival of patients with HIV/AIDS after controlled by initial CD4 count, sex, CPT, modes of HIV transmission, WHO clinical stage, opportunistic infection, and age (aHR = 4.517; 95%CI: 0.729 to 27.987). Conclusion: Non-adherence to ART may cause a failure to suppress HIV viral, thus increasing the possibility of HIV mutations that can lead to drug-resistant and ultimately increase the risk of death. Patients who do not adhere to medication and do not adhere to their medication appointments show a higher risk of dying than those who adhere to HIV/AIDS. Non-adherence to taking medication in the first year can be used as a marker to monitor medication adherence and the patient's health condition in the future. Therefore, it is essential to monitor adherence to taking the medication regularly through ARV therapy surveillance activities.
HUBUNGAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI TRUK KONTAINER DI PT X, Y, DAN Z TAHUN 2023 Andi Shalsabila Putri; Decy Situngkir; Putri Handayani; Ira Marti Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18127

Abstract

Hasil studi pendahuluan di PT X, Y, dan Z pada bulan Maret 2023, responden sebagai observasi awal dengan cara melakukan penyebaran Kuesioner terkait Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja kepada 15 pengemudi. Diketahui bahwa hasil tingkat kelelahan kerja sedang sebesar 6,7% pengemudi, tingkat kelelahan kerja berat sebesar 86,6% pengemudi dan tingkat kelelahan kerja sangat berat sebesar 6,7% pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja di PT X, Y, dan Z Tahun 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan data primer dengan variabel penelitian adalah kelelahan kerja, massa kerja, durasi kerja dan beban kerja mental. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 90 pengemudi dengan jumlah sampel 86 pengemudi dengan teknik pengambilan stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret– Juli 2023. Analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat yaitu ditemukan bahwa proporsi tertinggi adalah kelelahan berat, masa kerja lama, durasi kerja tidak memenuhi standar, dan beban kerja mental tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja serta terdapat hubungan antara durasi kerja dan beban kerja mental dengan kelelahan kerja. Kesimpulan penelitian ini didapati dua faktor risiko yang dapat mempengaruhi kelelahan kerja antara lain durasi kerja dan beban kerja mental, sedangkan masa kerja tidak mempengaruhi kelelahan kerja.
PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN X, KABUPATEN TANGERANG Novita, Olga; Ayu, Ira Marti; Heryana, Ade; Febriyanty, Deasy
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.3278

Abstract

Penularan COVID-19 masih ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya perilaku pencegahan. Data dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan ini. Studi pendahuluan yang telah menunjukkan bahwa sebanyak 13 warga dari 25 warga (52%) memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 70 warga. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu perilaku pencegahan baik (52,9%), kerentanan yang dirasakan berupa persepsi rentan (57,1%)., keparahan yang dirasakan berupa persepsi parah (65,7%), manfaat yang dirasakan berupa persepsi bermanfaat (80%), hambatan yang dirasakan berupa persepsi hambatan kurang baik (65,7%). Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kerentanan yang dirasakan (PR=1,41, CI 95%=0,86-2,31), keparahan yang dirasakan (PR=1,24, CI 95%= 0,76-2,04), manfaat yang dirasakan (PR=1,50, CI 95%=0,91-2,45), dan hambatan yang dirasakan (PR=1,20, CI 95%=0,68-2,09) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Sebaiknya masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dan sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama di ruang publik. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA FABRIKASI DI PT X TAHUN 2022 Farhan Hakiki; Ira Marti Ayu; Ade Heryana; Cut Alia Keumala; Desyawati Utami
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 8 No. 1 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v8i1.8608

Abstract

Ada banyak bahaya di tempat kerja yang berdampak ke kesehatan pekerja. Salah satu bahaya yang terabaikan yaitu gangguan psikis yang bisa memicu stres pekerja. Hasil survei pendahuluan menunjukkan sebesar 27,3% pekerja fabrikasi di PT X mengalami stres berat dan sebesar 45,4% mengalami stres sedang. Pekerjaan fabrikasi memiliki target pekerjaan yang tinggi namun dengan tenggat waktu yang sedikit dan tetap dituntut untuk menjaga kualitas pekerjaan. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja fabrikasi di PT X Tahun 2022. Desain penelitian yaitu cross-sectional dengan besar sampel 50 pekerja bagian fabrikasi PT X. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Data penelitian akan dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan Uji Chi Square dan Fisher’s Exact. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu pekerja mengalami stress tinggi sebanyak 36 pekerja (72,0%), merasakan tuntutan tugas tinggi sebanyak 31 pekerja (62,0%), memiliki umur berisiko sebanyak 39 pekerja (78,0%), memiliki masa kerja baru sebanyak 38  pekerja (76,0%), dan sudah kawin sebanyak 44 pekerja (88,0%). Hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara tuntutan tugas (PR=1,84, CI 95% (1,12 – 3,01), dan umur (PR=3,10, CI 95% (1,17 – 8,22) terhadap stres kerja. Selain itu juga ditemukan tidak adanya hubungan antara masa kerja (PR=1,38 CI 95% (0,88 – 2,85) dan status perkawinan (PR=1,50 CI 95% (0,66 – 3,40) terhadap stres kerja. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pekerja di PT ini stres disebabkan oleh adanya tuntutan tugas dan umur. Oleh karena itu Perusahaan perlu memperhatikan tuntutan tugas yang diterima setiap pekerja, diharapkan tuntutan tugas yang diterima oleh pekerja tidak melebihi kapasitasnya.
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER 3 DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK CINTA KASIH TAHUN 2021 Shofi Jasmine; Ira Marti Ayu; Gisely Vionalita; Intan Silviana
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v17i2.357

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan adalah tekanan darah ibu hamil yang tinggi sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg atau protein urin positif. Menurut world health organization (WHO) sekitar 28% dari angka kematian ibu (AKI) disebabkan hipertensi dalam kehamilan. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2016 diketahui bahwa hipertensi 27,1% adalah presentasi tertinggi kedua. Masalah di tempat penelitian berdasarkan data antenatal care (ANC) Rumah Sakit Ibu dan Anak Cinta Kasih Tahun 2019 sebanyak 100 orang (47,6%) ibu hamil dengan hipertensi dalam kehamilan, tahun 2020 sebanyak 100 orang (38,4%) ibu hamil dengan hipertensi dalam kehamilan dan tahun 2021 sebanyak 150 orang (49,6%).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Cinta Kasih tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil trimester 3 dan sampel yang digunakan sebanyak 125 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil univariat menunjukan proporsi tertinggi yaitu hipertensi dalam kehamilan (78,4%), gravida ibu hamil (69,6%), umur ibu hamil (63,2%), riwayat hipertensi sebelum kehamilan (59,2%). Hasil bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara gravida dengan hipertensi dalam kehamilan (PR= 0,96 dan 95% CI (0,78-1,18)).Penelitian ini juga menemukan ada hubungan antara umur ibu (PR= 1,23 dan 95% CI (1,04-1,46)),riwayat kehamilan (PR=1,23 dan 95% CI (1,03-1,46) dengan hipertensi dalam kehamilan.
PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN X, KABUPATEN TANGERANG Olga Novita; Ira Marti Ayu; Ade Heryana; Deasy Febriyanty
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.435

Abstract

Penularan COVID-19 masih ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya perilaku pencegahan. Data dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan ini. Studi pendahuluan yang telah menunjukkan bahwa sebanyak 13 warga dari 25 warga (52%) memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 70 warga. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu perilaku pencegahan baik (52,9%), kerentanan yang dirasakan berupa persepsi rentan (57,1%)., keparahan yang dirasakan berupa persepsi parah (65,7%), manfaat yang dirasakan berupa persepsi bermanfaat (80%), hambatan yang dirasakan berupa persepsi hambatan kurang baik (65,7%). Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kerentanan yang dirasakan (PR=1,41, CI 95%=0,86-2,31), keparahan yang dirasakan (PR=1,24, CI 95%= 0,76-2,04), manfaat yang dirasakan (PR=1,50, CI 95%=0,91-2,45), dan hambatan yang dirasakan (PR=1,20, CI 95%=0,68-2,09) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Sebaiknya masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dan sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama di ruang publik. Kata kunci : Hambatan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, kerentanan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, perilaku pencegahan COVID-19
Co-Authors Ade Heryana Ade Heryana Adella Dwi Ayu Ningsih Adinda Putri Syahrani Ahmad Irfandi Ahmad Irfandi Amelia Amelia Andi Shalsabila Putri Andi Shalsabila Putri Anfrew Leoranz Purba Anggun Sella Safitri Azzahra Putri Indarg Br Perangin, Br Perangin Br Sembiring, Elsye Meilinda Briandanu Bintoro Cahyanti, Cucu Clara Elnisa Woro Hanadi Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan Cut Alia Keumala Cut Alia Keumala Muda Cut Alia Keumala Muda David Martua Sehat Nababan Deasy Febriyanty Deasy Febriyanty Decy Situngkir Desyawati Utami Devi Angeliana Kusumaningtiar Deybi Julianti Napitu Dwi Apriliawati Eka Cempaka Putri Eka Cempaka Putri Elsha Palupi, Elsha Palupi Erna Veronika Farhan Hakiki Febriyanty, Deasy Fitrotul Hasanah Fransisco, Indra Gisely Vionalita Harahap, Mitha Aulia Hendra Dhermawan Sitanggang Heryana, Ade Indasari, Riska Intan Silviana Irfandi, Ahmad Izzah, Widya Nur Laosma Sipahutar Lawalata, Omri Ebo Junior Luh Ayu Krisdayanti M Rafi Favianto Marito Elisha Hofman Panjaitan Mayumi Nitami Mirta Dwi Rahmah Rusdy Mirta Dwi Rahmah Rusdy Misalsalina, Frisella Muda, Cut Alia Keumala Mugi Wahidin Murti, Christinauli Eka Mustikawati, Intan Silviana Mutiara Sanni, Nada Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Namira W Sangadji Namira Wadjir Sangadji Ni'matul Hidayah, Ummu Rohmah Ning Setianti Ning Setianti Novita, Olga Nurdiniah, Vica Olga Novita Putri Handayani PUTRI HANDAYANI Rahmawati Rahmawati Raihan Muhammad Dzulkarnaen Rifqy Harits Munadil Rini Handayani Rini Handayani Rosita Rosita Sangadji, Namira W Sangadji, Namira Wadjir Shafira Azuraa Shofi Jasmine Shorayasari, Susi Simanjuntak, Acnes Cristina soraya, Una Sumayya, Siti Tri Yunis Miko Wahyono Veronika, Erna Veza Azteria Veza Azteria Vica Nurdiniah Wahyuddin Wahyuddin Wiraatmadja, Jesica