Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LINK

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) MEWUJUDKAN GENERASI BERKUALITAS DENGAN KEBAL (KELAS IBU BALITA) DI DESA TANGKIL TENGAH KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN Nina Zuhana; Wahyu Ersila; Suparni Suparni
Jurnal LINK Vol 15, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.384 KB) | DOI: 10.31983/link.v15i2.4442

Abstract

Balita merupakan salahsatu populasi yang berisiko terjadi berbagai macam gangguan kesehatan (penyakit) dan kematian. Ada banyak program kesehatan yang telah di implementasikan pemerintah dengan harapan turut berperan aktif dalam menurunkan  kesakitan dan kematian pada anak balita yaitu dengan kelas balita. Kelas balita merupakan suatu aktifitas belajar kelompok dalam kelas dengan anggota beberapa ibu yang mempunyai anak balita (0-59 tahun) di bawah bimbingan satu atau beberapa fasilitator dengan menggunakan  buku KIA sebagai alat pembelajaran.(direktorat jenderal bina gizi dan kesehatan ibu dan anak kemenkes RI, 2011).  Tujuan kelas ibu balita (KIB) adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal. Metode pengabdian masyarakat ini adalah dengan proses belajar mengajar orang dewasa yaitu menggunakan metode partisipatif (masing-masing ibun balita bercerita bertukar pengalaman) kemudian disusul dengan diskusi kelompok, bidan sebagai tenaga ahli dan fasilitator. Instrument yang digunakan adalah Buku KIA, kartu KPSP. Hasil peningkatan pengetahuan ibu balita dapat dilihat dari hasil  rata-rata nilai pre test 50,8 dan nilai rata-rata nilai post test adalah 90, 4. Simpulan kelas ibu balita dapat menjadi salahsatu upaya meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam menjaga kesehatan balitanya.  
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA MELALUI METODE “CERITA” (CERAMAH, PEMERIKSAAN DAN DEMONSTRASI) PADA KADER KESEHATAN Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; A Abdurrachman
Jurnal LINK Vol 18, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.863 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i1.7915

Abstract

Peran kader dalam penyelenggaraan posyandu sangat besar, karena kader memiliki pengaruh dalam penggerak masyarakat terutama dalam hal ini untuk melakukan deteksi pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai deteksi pertumbuhan dan perkembangan balita melalui metode “CERITA” (Ceramah, Pemeriksaan dan Demonstrasi). Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dilakukan tes pemahaman materi sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Peserta kegiatan ini adalah kader posyandu yang berada di desa Gombong Wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I sejumlah 15 kader. Hasilnya sebelum dilakukan kegiatan Pengetahuan kader sebelum dilakukan kegiatan pengetahuan kader kategori cukup 46,7% dan setelah kegiatan 60% pengetahuan kategori baik. Rata-rata nilai pengetahuan sebelum kegiatan sebesar 60,01 setelah kegiatan sebesar 82,23. Kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala atau berkelanjutan dengan melibatkan peran bidan, dan menjadi kebijakan program pusksemas agar dapat menjadi kegiatan penyegaran bagi kader sehingga mampu meningkatkan pengetahuan kader khususnya dalam deteksi pertumbuhan dan perkembangan balita.