Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EFEKTIVITAS ANALGESIK DAUN GATAL (Laportea Decumana) PADA PENDERITA MYALGIA DI KAMPUNG ATSJ DISTRIK ATSJ KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA Reni Ariastuti; Kairul Anam; Idris Yani Pamungkas
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.298

Abstract

ABSTRAKDaun gatal (Laportea decumana) merupakan tanaman berkhasiat obat yang tumbuh subur di provinsi Papua. Efektivitas penggunaan L decumana sebagai antinyeri telah diteliti secara pra klinis maupun klinis. Namun demikian, penelitian dengan pemanfaatan langsung dari L decumana sebagai pereda myalgia pada masyarakat di kabupaten Asmat masih jarang dilakukan maka dari itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat efektivitas pemanfaatan L decumana terhadap penderita myalgia  di kampung Atsj Distrik Atsj kabupaten Asmat Provinsi Papua. Desain penelitian menggunakan quasi experimental design, dengan rancangan one group pretest-posttest with control design. Sampel sejumlah 40 subjek uji (total sampling) dibagi 2 kelompok : kontrol (tanpa perlakuan) dan perlakuan (daun gatal masing-masing kelompok terdiri dari 20 subjek uji. Analisis efektivitas L decumana sebagai analgesik menggunakan uji statistik Mann-Whitney test dengan tingkat kepercayaan 95%. Derajat myalgia yang dialami oleh masyarakat kampung Atsj tergolong sedang sebanyak 19 orang (47,5%) dan berat sebesar 21 orang (52,5%). Rata-rata derajat myalgia pada kelompok perlakuan sebelum pemanfaatan L. decumana sebesar 5,80 dan setelah perlakuan menurun hingga sebesar 2,70. Daya analgetik dari L. decumana sebesar 53,45 %. Rata-rata derajat myalgia pada kelompok kontrol (tanpa perlakuan) awal 5,65 dan akhir sebesar 5,50. Terdapat pengaruh yang signifikan dalam pemanfaatan L decumana  sebagai analgesik pada penderita myalgia di kampung Atsj, distrik Atsj, kabupaten Asmat, provinsi Papua.Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait kandungan zat aktif dan pembuatan sediaan topikal L decumana sebagai analgesik Kata Kunci: Laportea decumana, Myalgia, kampung AtsjANALGESIC EFFECTIVENESS OF LAPORTEA DECUMANA ON MYALGIA PATIENTS AT ATSJ VILLAGE ASMAT PAPUAABSTRACTBackground Laportea Decumana is a medicinal plant that thrives in Papua. Analgesic  effectiveness of L. Decumana has been studied pre-clinically and clinically yet the research with direct utilization of L. Decumana as myalgia patient in Asmat district is still rarely done. Therefore, this research aimed to see the effectiveness of the utilization of L. Decumana to myalgia patient in ATSJ Village, Asmat, Papua. Method The research design uses quasi experimental design, with one group pretest-posttest control design. The number of participants in this research were all 40 participants consisting of 20 participants for experimental group and 20 participants for control group. The effectiveness of L. Decumana as analgesic was measured by using statistical test Mann-Whitney with level of confidence 95%. Result The degree of myalgia experienced by the ATSJ village community was moderate (19 people) (47.5%) and severe (21 people) (52.5%). The mean degree of myalgia in the treatment group prior to the utilization of L. decumana was 5.80 and after treatment decreased to 2.70. The analgesic power of L. decumana was 53.45%. The pretest mean degree of myalgia in the control group was 5.65 and the posttest was 5.50. Conclusion There is a significant influence in the utilization of L decumana as an analgesic in myalgia patients in ATSJ Village, Asmat, Papua. It is necessary to conduct further study related to active substance content and topical dosage form of L decumana as analgesic.Keywords: Laportea Decumana, Myalgia, ATSJ Village
Formulasi dan Evaluasi Fisik Deodorant Spray Ekstrak Syzygium aromaticum dengan Variasi Tawas Rosliana Patandung; Nur Ilah Rahmadani; Leila Irna Luthfy; Reni Ariastuti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1131

Abstract

Bau badan merupakan permasalahan umum yang berkaitan dengan aktivitas mikroorganisme pada kulit, sehingga diperlukan produk deodorant yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik sediaan deodorant spray berbasis ekstrak Syzygium aromaticum dengan variasi konsentrasi tawas. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui proses ekstraksi metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan formulasi sediaan dalam empat variasi formula. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, pola semprot, waktu kering, dan efek terhadap kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk cair, warna bening kecokelatan, bau khas, homogen, serta pH dalam rentang 5–6. Pola semprot berada pada kisaran 5,0–5,5 cm, waktu kering berkisar antara 15,44–27,67 detik, dan tidak menimbulkan noda pada kain. Berdasarkan hasil tersebut, sediaan deodorant spray ekstrak Syzygium aromaticum memenuhi parameter mutu fisik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif deodorant alami.
Karakteristik Ekstrak Etanol Buah Markisa (Passiflora Edulis Sims.) Dan Uji Aktivitas Antioksidan Secara In Vitro Reni Ariastuti; Fadilah Qonitah; Ahwan -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.8879

Abstract

Buah-buahan merupakan sumber antioksidan alami, salah satu buah yang memiliki aktivitas antioksidan adalah buah markisa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah markisa secara in vitro. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dengan etanol 96%, dan etanol 50%, pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) menggunakan alat ukur spektrofotometer Ultra Violet-Visibel. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah markisa dinyatakan dalam nilai penghambatan terhadap radikal bebas yaitu IC50. Karakteristik ekstrak etanol 96% dan 50% memiliki nilai rendemen ekstrak 10% dan 12%, susut pengeringan 30% dan 35%. Kedua ekstrak memiliki kandungan fenolik, flavonoid, saponin, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% dan 50% buah markisa memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 751 μg/mL dan 1468 μg/mL. Ekstrak etanol buah markisa memiliki aktivitas antioksidan namun kurang poten dibandingkan dengan vitamin C. 
Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Lilin Aromaterapi Ramah Lingkungan Di Kelurahan Karangasem Reni Ariastuti; Chintya Rahma Ardistafani; Debi Ariyanti; Kornelia Bariap Apot; Fadilah Qonitah; Rosliana Patandung
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 1 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i1.2191

Abstract

Abstrak: Limbah minyak jelantah masih menjadi isu lingkungan dan kesehatan di masyarakat karena sering dibuang ke saluran air atau digunakan kembali tanpa pengolahan yang tepat, sehingga berpotensi mencemari tanah dan air serta membahayakan kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai upaya edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mengidentifikasi manfaat ekonomi dan lingkungan, serta memberikan rekomendasi pengelolaan limbah minyak jelantah di masyarakat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan praktik langsung, disertai evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan peserta belum memahami bahaya minyak jelantah dan pemanfaatannya. Setelah kegiatan, peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan, mampu menjelaskan dampak lingkungan minyak jelantah, serta mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi secara mandiri. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang usaha rumah tangga berkelanjutan. Kata Kunci: (Minyak Jelantah, Masyarakat, Lilin Aromaterapi, Pengabdian Masyarakat)
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Desa Karangasem dalam Pengelolaan Limbah Minyak Jelantah (Mijel) Guna Mendukung Lingkungan Bersih dan Ekonomi Kreatif Reni Ariastuti; Fadilah Qonitah; Rosliana Patandung; Risma Sakti Pambudi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.624

Abstract

Aktivitas rumah tangga seringkali menghasilkan sampah/limbah, salah satuya aktivitas menggoreng dapat menghasilkan limbah minyak jelantah. Minyak jelantah (mijel) merupakan minyak bekas penggorengan yang banyak mengandung radikal bebas, sehingga berbahaya bagi kesehatan jika digunakan /dikonsumsi terus-menerus, serta memberikan dampak negatif pada lingkungan yang dapat menyebabkan saluran kran pembuangan menjadi mampat dan mencemari tanah. Kegiatan PkM dilakukan dengan tujuan ingin mengurangi limbah mijel dengan memanfaatkannya menjadi lilin aromaterpi dan sabun cuci batangan. Metode pendekatan yang digunakan adalah melalui sosialisasi terkait limbah mijel dan pelatihan cara pengolahan mijel menjadi lilin dan sabun. Hasil pengabdian terlihat tingkat pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu kelompok wanita tani desa Karangasem menjadi meningkat dari tingkat pengetahuan kurang menjadi tingkat pengetahuan baik. Wanita tani desa Karangasem mampu membuat lilin aromaterapi dan sabun dengan baik. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun dapat mengurangi limbah/sampah rumah tangga, menjaga lingkungan tetap bersih dan mampu menghasilkan produk olahan mijel yang memiliki nilai ekonomi.   
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) DENGAN METODE ABTS Nur Afika; Reni Ariastuti; Fadilah Qonitah
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/tfr21a54

Abstract

Latar belakang: Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif sehingga diperlukan sumber antioksidan alami yang potensial. Salah satu bahan alam yang berpotensi adalah biji buah markisa ungu (Passiflora edulis Sims.) yang diketahui mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Tujuan: Menentukan kadar air, melakukan skrining fitokimia, mengidentifikasi fenolik dan flavonoid menggunakan KLT, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji buah markisa ungu. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Kadar air ditentukan gravimetri, skrining fitokimia dilakukan untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Fenolik dianalisis pada plat silika gel GF254 dengan eluen n-heksan:etil asetat (1:1) dan FeCl₃, flavonoid dengan eluen n-heksan:etil asetat (3:2) dan AlCl₃, diamati pada UV 254 dan 366 nm. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode ABTS dan dinyatakan sebagai IC₅₀. Hasil: Kadar air 2,38% memenuhi standar mutu. Skrining fitokimia positif untuk fenolik, flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin. KLT menunjukkan bercak fenolik biru kehitaman (Rf 0,5 dan 0,7) dan bercak flavonoid kuning fluoresensi (Rf 0,3). Ekstrak memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan IC₅₀ 68,63 ppm, dibandingkan vitamin C 6,39 ppm, mengonfirmasi potensi biji markisa ungu sebagai sumber antioksidan alami. Kesimpulan: Ekstrak etanol biji buah markisa ungu memenuhi parameter mutu, mengandung senyawa fenolik dan flavonoid, serta memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami.Top of FormBottom of Form