Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Aplikasi Turbin Savonius sebagai Penggerak Aerator: Sebuah Alternatif Penyelesaian Permasalahan Petani Tambak Tradisional di Rantau Selamat, Aceh Timur Suri Purnama Febri; Syarizal Fonna; Syifaul Huzni; Darwin Darwin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 1 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i1.4244

Abstract

Kualitas air tambak menjadi menurun akibat penumpukan kotoran udang, aktivitas bakteri, ganggang, dan lain-lain, sementara penggantian air baru juga memiliki risiko yang tinggi dengan tingginya kemungkinan masuknya virus berbahaya ke dalam tambak. Salah satu cara untuk menjaga kualitas air tambak adalah dengan melakukan aerasi secara teratur. Ketersediaan listrik menjadi kendala untuk areal tambak udang di Desa Alue Kumba akibat belum terkoneksinya jaringan listrik PLN. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas kincir angin sebagai solusi penyediaan oksigen terlarut pada tambak udang tradisional di Desa Alue Kumba serta dapat menjaga kualitas air selama pemeliharaan udang yang dapat berujung pada peningkatan produktivitas tambak. Perlakuan yang diterapkan merupakan kombinasi konstruksi kincir angin dan air tambak dengan sistem kecepatan angin oleh turbin savonius yang ditimbulkan untuk menggerakkan bagian kipas yang memunculkan tenaga pembangkit gelembung pada kolam tanah (tambak). Hasil kombinasi kincir yang dilakukan efektif dalam menghasilkan oksigen terlarut dalam tambak tradisional di Desa Alue Kumba Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur.
PELATIHAN PENERAPAN SISTEM “APARTEMENT” BAGI BUDIDAYA CACING SUTRA PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CUPANG DI DESA KAMPUNG BARU, KECAMATAN LANGSA LAMA, KOTA LANGSA Suri Purnama Febri; Teuku Fadlon Haser; Andri Yusman Persada; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6466

Abstract

ABSTRAKCacing sutra merupakan pakan hidup yang disukai ikan khususnya larva ikan. Hal ini karena ukurannya yang kecil sehingga mudah dimakan. Kesesuaian pakan hidup yang diberikan akan semakin membuat besar larva ikan hidup dan tumbuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu membantu mitra untuk meningkatkan hasil produksi ikan cupang dengan pemberian cacing sutra yang dibudidayakan dengan sistem apartement. Metode yang digunakan melalui beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih jelas tentang maksud dan tujuan tim mengadakan pelatihan penerapan sistem Apartement. Pendampingan dilakukan berupa pembuatan sistem apartemen dan pembuatan pakan cacing sutra dengan menggunakan ampas tahu yang difermentasikan menggunakan larutan EM 4 dan molase selama 3 hari, kemudian pakan siap digunakan. Hasil monitoring dan evaluasi mitra mampu serta terampil membuat wadah sistem apartemen serta pakan cacing sutra dari ampas tahu. Selanjutnya mitra juga sudah sangat faham bagaimana pola kerja dalam melakukan budidaya cacing serta dengan menggunakan sistem apartemen.  Kata kunci: cacing sutra; sistem apartement; ikan cupang; desa kampung baru. ABSTRACTTubifex sp. are live food that is preferred by fish, especially fish larvae. This is because of its small size so it is easy to eat. The suitability of the live feed given will make the larger fish larvae live and grow. The purpose of this community service activity is to help partners to increase the production of betta fish by giving silk worms that are cultivated with the apartment system. The method used goes through several stages, namely socialization, mentoring, monitoring and evaluation. The socialization was carried out to provide clearer information about the goals and objectives of the team holding training on the application of the Apartment system. Assistance is provided in the form of building an apartment system and making feed for Tubifex sp. by using tofu dregs which was fermented using EM 4 solution and molasses for 3 days, then the feed was ready for use. The results of monitoring and evaluation of partners are capable and skilled in making apartment system containers and tubifex sp. feed. from tofu dregs. Furthermore, partners also understand very well how the work pattern in cultivating Tubifex sp. using the apartment system. Keywords: tubifex sp. apartment system; Betta splend; kampung baru village.
PELATIHAN BUDIDAYA (Daphnia sp.) UNTUK PAKAN ALAMI SEBAGAI LAPANGAN PEKERJAAN POTENSIAL BAGI KELOMPOK PEMUDA DESA PAYA BUJOK SEULEUMAK, KOTA LANGSA Kartika Aprilia Putri; Rahmawati Rahmawati; Suri Purnama Febri; Andri Yusman Persada; Teuku Fadlon Haser
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1088-1093

Abstract

This community service activity aims to train the community, especially youth groups in the village of Paya Bujok Seuleumak in the cultivation of Daphnia sp. for natural betta fish feed by utilizing chicken manure waste as an alternative potential employment. The training activity was carried out for 3 times and was attended by 20 participants. The participants of the activity were creative youths in the village of Paya Bujok Seuleumak, Langsa City, Aceh. The method used in this activity is the direct approach method, practice, and lectures. The results achieved in this activity are the cultivation of natural feed (Daphnia sp.) using chicken manure which can increase economic value. From the results of post-activity monitoring and evaluation, it is known that all participants can apply and re-apply independently and can produce their own Daphnia sp., so as to get optimal results.
Mangrove Molluscs as an Alternative Sovereign Food Source Antoni Harahap; Suri Purnama Febri
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.517 KB) | DOI: 10.33059/jisa.v1i1.363

Abstract

Kedaulatan pangan adalah hak dimana masyarakat memiliki akses terhadap makanan yang sehat dan dianggap layak sesuai dengan budaya di tempat mereka tinggal. Kedaulatan pangan merupakan konsep yang meletakkan petani (produsen), distributor dan konsumen sebagai aktor yang menentukan proses produksi pangan secara keseluruhan. Kedaulatan pangan juga lebih mengedepankan kepentingan generasi yang akan dibandingkan kepentingan pasar atau korporasi. Dalam rangka mencapai status kedaulatan pangan, Indonesia sebagai negara archipelago harus mencari alternatif sumber pangan yang berasal dari ekosistem akustik daripada hanya bergantung pada sumber makanan di daratan. Oleh karena itu, tujuan artikel ilmiah ini adalah; (1) mencari alternatif sumber pangan yang berasal dari daerah perairan, (2) meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya alternatif sumber pangan, (3) memperkenalkan moluska bakau atau mangrove sebagai sumber pangan yang memiliki gizi tinggi. Moluska bakau dapat dijadikan solusi dalam menangani isu kedaulatan pangan di Indonesia. Salah satu contoh dari moluska bakau yang menunjukkan kandungan nutrisi tinggi adalah Telescopium telescopium atau lebih dikenal sebagai Horn snail. Kandungan proteinnya mencapai 16,8 gram 8,5 gram karbaohidrat, 1,2 gram lemak dan 802 mg kalsium. Oleh karena itu, konsumsi moluska bakau sebagai alternatif pangan sangatlah baik sebagai pemenuhan kebutuhan gizi.
Condition of Mangrove Forest Vegetation Kuala Langsa, Langsa City, Aceh Suri Purnama Febri; Andika Putriningtias; Teuku Muhammad Faisal
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.922 KB)

Abstract

Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia yakni 3,2 juta ha (21%) dari luas total global yang tersebar hampir di seluruh pulau-pulau besar mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua (Spalding et al., 2010). Mangrove adalah tumbuhan berkayu yang hidup diantara daratan dan lautan daerah pasang surut, kondisi tanah berlumpur dan salinitas tinggi di daerah tropis dan subtropis (Duke et al., 2007). Ekosistem Mangrove merupakan suatu ekosistem khas pada daerah pantai yang memiliki produktivitas tinggi dan berperan sebagai fungsi fisik, ekologis dan ekonomis. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kondisi vegetasi hutan mangrove di Kuala Langsa, Kota Langsa. Metode pengambian sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara Purposive Sampling. Pengamatan terdiri atas 3 stasiun, pada tiap stasiun ditentukan 3 transek/plot. Transek dimulai dari arah laut menuju ke daratan dan tegak lurus garis pantai. Pengukuran dilakukan terhadap pohon (20mx20m), pancang (5m x5m), dan semai (2m x2m) yang meliputi inventarisasi jenis, jumlah individu, diameter dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi di hutan mangrove Kuala Langsa didominasi jenis R.apiculata, baik pada tingkat semai, pancang dan pohon. Selanjutnya pada kawasan hutan magrove Kuala Langsa diperoleh 5 jenis mangrove sejati dan 2 jenis komponen mangrove ikutan.
Analysis of Public Awareness in the Kuala Langsa Fisherman's Settlement on the Impact of Domestic Waste Disposal in Coastal and Marine Waters Suri Purnama Febri
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.641 KB)

Abstract

Perairan pesisir pantai dan laut di Indonesia merupakan potensi sumberdaya alam yang perlu di jaga dan dikelola dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran nelayan di pemukiman Kuala Langsa terhadap dampak yang disebabkan oleh pembuangan sampah domestik pada perairan pantai dan laut. metode yang digunakan yaitu metedo deskriptif dengan melakukan wawancara pada rumah tangga nelayan di Kuala Langsa, selanjutnya digunakan dengan analisis studi pustaka terhadap dampak yang ditimbulkan oleh limbah domestic terhadap perairan pantai dan laut. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tingkat kesadaran masyarakat nelayan pada desa Kuala Langsa masih kurang, mengingat banyaknya yang masih membuat sampah sembarangan dan masyarakat juga menganggap bahwa sampah-sampah tersebut akan dibawa oleh arus ke laut, mereka beranggapan bahwa sampah yang ada dilaut tidak berdampak apapun dikarenakan laut itu luas. Andai saja masyarakat memiliki kesaranan akan arti pentingnya kualitas lingkungan serta dampaknya terhadap kegiatan baik diperairan maupun di daratan pesisir pantai dan lautan memberikan kesan akan tingginya perhatian masyarakat terhadap kelautan baik sebagai sumberdaya alam, maupun sebagai objek kegiatan yang berorientasi pada ekonomi, yang pada akhirnya masyarakat nelayan jugalah yang akan memperoleh untungan.
Correlation of Aquatic Biological and Physical Parameter Factors to the Growth of Oyster Oysters in the Waters of Langsa City, Aceh Fradira Allaik Purba; Amirul Fikri; Riza Rasuldi; Mutia Ika Wilianti; Suri Purnama Febri
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.472 KB)

Abstract

Tiram oyster adalah biota laut kelas bivalvia berprotein tinggi yang menjadi salah satu tangkapan atau buruan minoritas nelayan Kuala Langsa, Kota Langsa, khususnya bagi para istri nelayan. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui faktor hubungan biologis perairan terhadap pertumbuhan tiram oyster pada perairan ujung perling yang tinggi akan kuantitasnya dengan mengukur kepadatan dan jenis fitoplankton yang dominan hidup di periaran tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi dengan jenis metode survei langsung. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan melihat langsung ke lokasi penelitian. Pengukuran kerapatan fitoplankton dilakukan dengan pengambilan contoh air yakni dengan menggunakan Plankton net no. 20 dengan mesh size 76 µm. Hasil dari penelitian ini ditemukan jenis fitoplankton pada ketiga stasiun terdiri dari dua kelas yaitu Bacillariophyceae, Dinophyceae. Sedangkan bagi parameter fisika perairan, diperoleh bahwa secara keseluruhan kondisi perairan (suhu, DO, salinitas, kekeruhan, pH dan kecepatan arus) berada pada kondisi yang optimum bagi pertumbuhan tiram oyster.
Hubungan Panjang Dan Berat Serta Faktor Kondisi Kerang Bulu, Anadara antiquata Di Ujung Perling, Kota Langsa Aceh Sorbakti Sinaga; Fauziah Azmi; Suri Purnama Febri; Siti Komariyah; Teuku Fadlon Haser
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.7 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan kerang Anadara antiquata yang berasal dari Ujung Perling, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada pola pertumbuhan tersebut. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan mulai dari Bulan Mei sampai Bulan Oktober 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan kerang bulu di Ujung Perling mengikuti model allometri negatif dengan nilai parameter b yang lebih kecil daripada populasi Anadara antiquata di daerah lain. Disamping itu, faktor kondisi kedua kerang baik jantan maupun betina yang lebih besar dari satu mengindikasikan bahwa daerah perairan Ujung Perling masih merupakan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan Anadara antiquata
Identification and Prevalence Ectoparacite of Orange-spotted Grouper (Epinephelus Coioides) on Floating Net Cages in Kuala Langsa: Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit Ikan Kerapu Lumpur (Epinephelus Coioides) Pada Keramba Jaring Apung Di Kuala Langsa Asha Annur; Suri Purnama Febri; Muhammad Syahril
Tropical Fisheries Management Journal Vol 5 No 1 (2021): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i1.34544

Abstract

Ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) merupakan salah satu jenis ikan laut yang bernilai ekonomis serta dapat dikembangkan menjadi komoditas budidaya yang menjanjikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis parasit dan tingkat prevalensi ektoparasit pada ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) pada keramba jaring apung (KJA) di Kuala Langsa. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Sampel diambil secara purposive sampling, berjumlah 20 ekor ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) yang memiliki ukuran 20-25cm dan diamati di Laboratorium Fakultas Pertanian, Universitas Samudra. Organ tubuh ikan diamati meliputi semua bagian sirip, lendir, insang, lalu identifikasi menggunakan cara metode mikroskopis dan makroskopis. Hasil yang diperoleh, ektoparasit yang menginfeksi ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) hanya satu spesies dari genus Dactylogyrus yang banyak ditemukan pada KJA di Kuala Langsa. Ektoparasit ini ditemukan pada lamella insang ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina), dengan sampel keseluruhan tingkat prevalensi pada 50% dan tingkat serangannya tergolong dalam sangat sering.
Efektifitas Ekstrak Daun Pepaya Dalam Menunjang Keberhasilan Penetasan Telur Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskall) Teuku Fadlon Haser; Suri Purnama Febri; Muhammad Saleh Nurdin
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 2 (2018): Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.935 KB) | DOI: 10.32663/ja.v16i2.427

Abstract

The availability of of milk fish fries has been becoming the inbitor in supporting milk fish production. Herbal ingredients such as papaya leaf’s extract can be an alternative to improve the success rate of hatchings and reduce fry abnormalities. The research aimed to examine the effectivity of papaya leaf’s extract in increasing hatching rate, and reducing the rate of abnormalities in milkfish fries. The treatment consists of six level concentration of papaya leaf’s extract which includes 2, 4, 6, 10, 20 and 25 ml. The research resulted in the highest success rate and the lowest abnormalities occur to the tratment with 4 ml papaya leaf’s extract (89, 94±1, 61 % dan 6, 54±2, 47 %). Therefore, papaya leaf extraction can significantly help to improve the success rate and minimize milk fish fries abnormality. Keyword: milkfish, papaya leaf’s extract, hatching rates, abnormalities.
Co-Authors Ade Maya Riski Agung Syahfrizal Agustinus Sinaga Ahmad Ihsan Ainul Yusna Harahap Amirul Fikri Amirul Fikri Andri Yusman Persada Andri Yusman Persada Andri Yusman Persada Andri Yusman Persada Antoni Antoni Antoni Harahap Asha Annur Beni Al Fajar Chairil Anwar Cut Mulyani Darwin Darwin Endiyani Fadhliani Fahmy Armanda Fahmy Fadly Fauziah Azmi Fazri Amir Fitriani Fitriani Fitriani Fonna, Syarizal Fradira Allaik Purba H. Hamdani Hanisah Hanisah Herlina Putri Endah Sari Ida Ratna Nila Ika Rezvani Aprita Ika Rezvani Aprita Ika Rezvani Aprita Irhami Irhami Iwan Hasri Juliati Juliati Kartika Aprilia Putri Kartika Aprilia Putri Khoiriah Harahap Komariyah, Siti Meri Andriani Muh. Saleh Nurdin Muhammad Fauzan Isma Muhammad Fauzan Isma Muhammad Rizki Meizanu Muhammad Syahril Mulia Safrida Sari Mulla Kemalawaty Mustafa Sabri Mutia Ika Wilianti Nanda Putri Ranggayoni Nurhayati Nurhayati Putriningtias, Andika Rachmad Almi Putra Radhiah, Radhiah Rahmawati, Rahmawati Raja Muhammad Fadir Rianjuanda Djamani Rinaldi Rinaldi Risdian Syahputra Riza Rasuldi Riza Rasuldi Rosmaiti, Rosmaiti Rozalina Rozalina Safrida Afriana Salamah Salamah Santy Desima Simamora Serli Marlina Simbolon Siti Balqies Indra Siti Komariyah Sorbakti Sinaga Sri Agustina Suheri - Suheri Suraiya Nazlia Suraiya Nazlia Suraiya Nazlia Suraiya Nazlia Syahriandi Syahriandi Syamsiar, Syamsiar Syardiansah, Syardiansah Syauqi Adithiya Syifaul Huzni T. Fajar Khairullah Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Muhammad Faisal Tri Heru Prihadi Umar HA Wahdaniah Wahyudi Wahyulia Cahyanti Zainal Arif Zuraidah Zuraidah