Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

APLIKASI VCO (Virgin Coconut Oil) PADA PAKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) Suri Purnama Febri; Amirul Fikri; Hanisah Hanisah; Zuraidah Zuraidah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.096 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9656

Abstract

Penggunaan bahan alami pada pakan komersil saat ini telah banyak dilakukan pada bidang budidaya. Bahan alami ini dipakai sebagai feed additive untuk  meningkatkan efisiensi pakan serta pemicu pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah VCO memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Orechromis sp.). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan (P­0­= kontrol; P­1­= 5 ml VCO/500 gr pakan; P­2­= 10 ml VCO/500 gr pakan; P­3­= 15 ml VCO/500 gr pakan). Hasil dari perlakuan tersebut diperoleh bahwa penambahan VCO pada pakan komersil tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan harian, sintasan dan rasio konversi pakan ikan nila merah. Hal ini terjadi karena dosis VCO yang dipakai belum sesuai sehingga tidak efektif terhadap asupan energi secara maksimal bagi ikan nila merah.
Efektivitas Penggunaan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) SebagaiPengendalian InfestasiArgulus sp. Pada Ikan Koi (Cyprinus carpio) Khoiriah Harahap; Suri Purnama Febri; Siti Komariyah; Iwan Hasri
Jurnal Airaha Vol 10 No 02: December 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.853 KB) | DOI: 10.15578/ja.v10i02.261

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effectiveness of papaya leaf extract (Carica papaya L.) as a control for Argulus sp. on koi fish (Cyprinus carpio) and analyzed the appropriate concentration of papaya leaf extract (Carica papaya L.) for the release of Argulus sp. on the body of koi fish (Cyprinus carpio). The method used is an experimental laboratory with a completely randomized design (CRD). The treatments were P1 (8 ml), P2 (10 ml), P3 (12 ml), P4 (14 ml) with three replications. The results of the ANOVA test showed that the immersion of papaya leaf extract had a significant (P>0.05) effect on the release time of Argulus sp., Argulus sp.death time, Argulus sp.'s mortality, while it had no significant effect (P<0.05) on survival rate ( SR). The best papaya leaf extract for controlling Argulus sp. in koi fish, namely in treatment P4 (14 ml) with an average time of death 8 minutes 90seconds.
INOVASI PEMBUATAN PROBIOTIK IKAN DARI LIMBAH CUCIAN BERAS, KULIT BAWANG PUTIH DAN DAUN KELOR DI DESA TANJUNG KERAMAT, ACEH TAMIANG Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Radhiah Radhiah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3701-3706

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan kepada Kelompok Perikanan Desa Tanjung Keramat, Aceh Tamiang. Pengabdian ini bertujuan membantu mitra untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi yaitu besarnya biaya produksi karena kurang efisiensi pakan dan kurang terampil dalam pembuatan serta penggunaan probiotik untuk peningkatan efisiensi pakan ikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dimulai dengan survey, sosialisasi, pelatihan pembuatan probiotik berbahan alami. Probiotik merupakan bahan tambahan pakan yang mengandung mikroorganisme yang bermanfaat bagi ternak. Pencampuran probiotik ke dalam pakan dapat merupakan salah satu meningkatkan efisiensi pakan. Probiotik untuk pakan ikan dapat dibuat dari bahan alami terutama limbah domestik yaitu air  beras, kulit bawang putih dan daun kelor yang difermentasi. Setelah kegiatan ini selesai, mitra memiliki peningkatan pengetahuan tentang pemberian probiotik untuk meningkatkan efisiensi pakan ikan. Selain itu, mitra juga memiliki keterampilan dalam pembuatan dan penggunaan probiotik untuk meningkatkan efisiensi pakan ikan
Pengaruh penambahan ekstrak kunyit (Curcuma domestica) pada pakan komersil terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan peres (Osteochillus kappeni) Nanda Putri Ranggayoni; Suri Purnama Febri; Muhammad Fauzan Isma; Iwan Hasri
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 3 No 2: November 2021
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v3i2.475

Abstract

Ikan Peres (Osteochilus kappeni) merupakan salah satu ikan dominan di Danau Laut Tawar dan Hulu Sungai Peusangan, Aceh Tengah. Namun saat ini populasinya semakin berkurang karena disebabkan oleh penangkapan yang berlebihan dan kerusakan lingkungan. Penggunaan bahan herbal seperti ekstrak kunyit menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan peres pada budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari pemberian ekstrak kunyit kedalam pakan dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan peres dan mengetahui dosis ekstrak kunyit yang terbaik bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Benih ikan peres yang digunakan berukuran 3- 5 cm. Perlakuan dosis ekstrak kunyit yang diujikan adalah 0 ml,2 ml,4 ml dan 6 ml. Hasil penelitian menunjukaan dosis ekstrak kunyit yang terbaik untuk bobot mutlak yaitu pada perlakuan P2 (1,332 gram),tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan P1 (94,44 %) dan efesiensi pakan yang paling tinggi P2 (36,60 %). RKP tertinggi pada P1(4,82%). Berdasarkan analisis sidik ragam diperoleh hasil bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, namun tidak berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan dan efesiensi pakan. Berdasarkan uji Duncan diperoleh perlakuan yang terbaik yaitu pada perlakuan P2 (2ml/ kg pakan) untuk pertumbuhan benih ikan peres (Osteochillus kappeni).
Pengaruh perbedaan suhu terhadap produktivitas induk ikan guppy (Poecilia reticulata) Muhammad Rizki Meizanu; Suri Purnama Febri; Muhammad Syahril
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 4 No 1: Mei 2022
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v4i1.1171

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengujii dan membandingkan pengaruh perbedaan suhu terhadap tingkat produktivitas induk ikan Guppy. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ikan Guppy yang digunakan memiliki berat rata-rata 1,1 g. Ikan Guppy dipelihara selama 40 hari dengan empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu S0 (26 0C), S1 (28 0C), S2 (30 0C) dan S3 (32 0C).  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari pengaturan suhu untuk meningkatkan produktivitas pada ikan Guppy menghasilkan jumlah induk memijah, jumlah larva dan kelangsungan hidup menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata dan dari parameter kualitas air memiliki pengaruh yang nyata terhadap produktivitas. Nilai rata-rata jumlah induk memijah tertinggi terdapat pada perlakuan S1 (27,31%). Nilai rata-rata jumlah larva tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (7%). Nilai rata-rata kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan S2 (81,14%). Nilai rata-rata kualitas air tertinggi terdapat pada pH diperlakuan S1 (7,3%), dan DO diperlakuan S2 (5,9%).
PEMANFAATAN HAMA KEONG BAKAU (TELESCOPIUM TELESCOPIUM) SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF PADA KELOMPOK PETAMBAK DI DESA ALUE KUMBA, ACEH TIMUR Herlina Putri Endah Sari; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Andri Yusman Persada; Ika Rezvani Aprita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10933

Abstract

ABSTRAKAceh merupakan provinsi yang memiliki hasil budidaya tambak ikan dan udang yang tinggi, diantaranya di Desa Alue Kumba, Aceh Timur. Namun, kegiatan budidaya tidak terlepas dari kendala, yaitu hama. Hama yang biasa menyerang tambak yaitu hama Telescopium telescopium (keong Mangrove). Selain hama, masalah lain yang dihadapi petambak di Desa Alue Kumba yaitu mahalnya harga pakan. Solusi dari masalah tersebut yaitu pemanfaatan hama Keong Mangrove sebagai bahan pembuatan pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan adalah 1) Penyampaian materi mengenai manfaat dan kerugian kehadiran T. telescopium; 2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan pakan alternatif; 3) Pelatihan dan pendampingan pengemasan produk pakan alternatif. Setelah kegiatan dilaksanakan, mitra memiliki pengetahuan tentang T. telescopium serta pemanfaatannya sebagai pakan alternatif, selain itu mitra juga lebih terampil dalam memproduksi pakan alternatif berbahan keong bakau sehingga dapat mengurangi biaya untuk pakan budidaya.  Kata Kunci: hama; telescopium Telescopium; pakan alternatif; budidaya            ABSTRACTAceh is a province that has a high harvest of pond cultivation, such as in Alue Kumba Village, East Aceh. However, pond cultivation cannot be separated from problems, like pests. Pests that usually attack ponds are Telescopium telescopium (mangrove snails). Besides pests, the other problem faced by pond cultivators in Alue Kumba is the high feed price. The solution to those problems is the utilization of mangrove snails as an alternative feed ingredient. The community service activities consist of 1) knowledge explanation about the benefit and the disadvantage of the existence of T. telescopium; 2) training and assistance in making alternative feed; 3) training and assistance in alternative feed product packaging. After this activity, pond cultivators in Alue Kumba know more about T. telescopium and its use as alternative feeds. Besides, the pond cultivators are also skilled in producing alternative feeds to reduce costs for aquaculture feed. Keywords: pest; telescopium telescopium; alternative feed; cultivation
Identification and abundance of plankton as an indicator of the presence of mahseer fish (Tor sp.) in the Leuser River Lokop Area, East Aceh, Aceh Risdian Syahputra; Suri Purnama Febri; Teuku Fadlon Haser; Andri Yusman Persada; Suraiya Nazlia
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1969

Abstract

The abundance of plankton can describe aquatic life. The Jurung fish is a plankton feeder freshwater fish which has high economic value. This study aimed to identify plankton recognition as an indicator of the presence of Jurung fish (Tor sp.) in the Leuser area of the Lokop River in Aceh and analyze the physico-chemical factors associated with attracting plankton in the Lokop River. This research was conducted from February to March 2021. The research showed that the number of types of plankton found in the Lokop river was 17 types (13 phytoplankton and 4 zooplankton). Diversity index value of 1.538364 – 2.133691 and evennes index of 0.542975 - 0.753099 were classified as mesotropic waters with moderate fertility levels. In general, based on observations of plankton in the Lokop river, Jurung fish could be cultivated from upstream to downstream. However, it is better to be at station 1 (upstream) because there are still a lot of plankton species so that the food needs of the Jurung fish can be fulfilled.
Plankton potential as bioindicator of trophic status of Lokop River Leuser Ecosystem Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Rianjuanda Djamani
Depik Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.296 KB) | DOI: 10.13170/depik.11.3.25034

Abstract

Lokop is one of the villages in East Aceh which has a watershed in the Leuser Ecosystem. Human activities have the potential to disrupt the Trophic Status of Lokop River, such as the use of pesticides for agriculture, household waste and the use of potassium for fishing. It is necessary to research the quality of the waters in the Lokop River. The plankton community present in river waters can be an indicator of environmental pollution by analyzing the saprobic index. This study aims to determine the index of plankton diversity and water quality in the Leuser Ecosystem of the Lokop River through the saprobic index. The research was conducted at three stations. A sampling of plankton was taken in the form of a 10 cc filtrate and five replications were carried out for each study site. Water quality measurements include pH, TDS, Temperature, transparancy, depth, and current. 11 potential species can be used as pollution indicators in the Lokop River, namely Cladophora sp, Diatoma elongatum, Fragilaria capucina, Oedogonium sp., Gonatozygon sp, Lyngbya agardh, Melosira sp., Merismopedia punctata, Microspora sp, Pinnularia sp, Synedra ulna. The plankton diversity index is in the medium category. Based on the Saprobic Index, the level of pollution at the research site was not to lightly loaded of organic pollution and lowly loaded of organic pollution.Keywords:IsoprobikPlanktonBioindicatorLokop
The effect of adding red spinach leaf extract (Amaranthus tricolor) with different concentrations on the quality of chicken meatballs Ika Rezvani Aprita; Mulla Kemalawaty; Chairil Anwar; Irhami; Suri Purnama Febri; Suraiya Nazlia
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v7i1.7547

Abstract

Meatballs are one of the processed food products made from meat and have a fairly high composition of protein, minerals, and vitamins. Red spinach (Amaranthus Tricolor) is one of the vegetables that is less popular among the public. Red spinach contains high antioxidants. This study aims to determine the amount and effect of adding red spinach leaf extract on the quality of chicken meatballs produced. The experimental design used in this study was a complete randomized design (RAL) with a red spinach extract concentration factor consisting of 4 treatment levels, namely A = 0%, B = 10%, C = 30%, D = 50%. Each treatment was carried out 5 times so that 20 experimental units were obtained. The results showed that the addition of red spinach leaf extract with different concentrations of 0%, 10%, 20%, and 50% had a significant effect on the color, taste, aroma, and texture of the resulting chicken meatballs. The best treatment obtained is treatment B where the concentration of adding spinach leaf extract as much as 10% to chicken meatballs according to sensory analysis
Pengaruh Waktu Yang Berbeda Terhadap Suhu, pH, dan Oksigen Terlarut Pada Indoor Hatchery Syauqi Adithiya; Suri Purnama Febri; Siti Komariyah; Teuku Fadlon Haser; Rinaldi Rinaldi
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v7i1.8308

Abstract

The hatchery is a biosecurity system in the form of a water quality control system and aquatic environmental health. Hatchery determines the success or failure of spawning. Temperature, pH and dissolved oxygen are key water quality parameters that control the distribution and distribution of organisms in the waters. Temperature, pH and dissolved oxygen in waters are key water quality parameters that control the distribution and distribution of organisms in the waters. This study aims to describe fluctuations in water quality, namely temperature, pH, and DO in the indoor hatchery based on different times. The design used was a RAL with 3 treatments and 4 repetitions, namely P1: observing water parameters every 1 hour (6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24 WIT); P2: observation of water parameters every 2 hours (6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24 WIT); and P3: observation of water parameters every 4 hours (6, 10, 14.18, 22 WIB). The results showed that in general the temperature, DO and pH values ​​in the indoor hatchery did not fluctuate significantly. However, during the observation at 14 to 16 WIB at P1 there was an increase in temperature and DO, on the contrary there was a decrease in the pH value. When DO increases, the pH appears to decrease. At P2 there was a decrease in temperature values ​​at 6 to 8 WIB, while the DO and pH values ​​were stable. Furthermore, at P3, it can be seen that the temperature, DO and pH values ​​are more stable.
Co-Authors Ade Maya Riski Agung Syahfrizal Agustinus Sinaga Ahmad Ihsan Ainul Yusna Harahap Amirul Fikri Amirul Fikri Andri Yusman Persada Andri Yusman Persada Andri Yusman Persada Andri Yusman Persada Antoni Antoni Antoni Harahap Asha Annur Beni Al Fajar Chairil Anwar Cut Mulyani Darwin Darwin Endiyani Fadhliani Fahmy Armanda Fahmy Fadly Fauziah Azmi Fazri Amir Fitriani Fitriani Fitriani Fonna, Syarizal Fradira Allaik Purba H. Hamdani Hanisah Hanisah Herlina Putri Endah Sari Ida Ratna Nila Ika Rezvani Aprita Ika Rezvani Aprita Ika Rezvani Aprita Irhami Irhami Iwan Hasri Juliati Juliati Kartika Aprilia Putri Kartika Aprilia Putri Khoiriah Harahap Komariyah, Siti Meri Andriani Muh. Saleh Nurdin Muhammad Fauzan Isma Muhammad Fauzan Isma Muhammad Rizki Meizanu Muhammad Syahril Mulia Safrida Sari Mulla Kemalawaty Mustafa Sabri Mutia Ika Wilianti Nanda Putri Ranggayoni Nurhayati Nurhayati Putriningtias, Andika Rachmad Almi Putra Radhiah, Radhiah Rahmawati, Rahmawati Raja Muhammad Fadir Rianjuanda Djamani Rinaldi Rinaldi Risdian Syahputra Riza Rasuldi Riza Rasuldi Rosmaiti, Rosmaiti Rozalina Rozalina Safrida Afriana Salamah Salamah Santy Desima Simamora Serli Marlina Simbolon Siti Balqies Indra Siti Komariyah Sorbakti Sinaga Sri Agustina Suheri - Suheri Suraiya Nazlia Suraiya Nazlia Suraiya Nazlia Suraiya Nazlia Syahriandi Syahriandi Syamsiar, Syamsiar Syardiansah, Syardiansah Syauqi Adithiya Syifaul Huzni T. Fajar Khairullah Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Muhammad Faisal Tri Heru Prihadi Umar HA Wahdaniah Wahyudi Wahyulia Cahyanti Zainal Arif Zuraidah Zuraidah