Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pembuatan Media Video Pembelajaran pada Materi Microsoft Word Mardiah, Andi Ainul; Fatima, Fatima; Rahayu, Irsa; Rahmania, Nina; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 3, Desember 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/pht6wj39

Abstract

Pembuatan media video pembelajaran ini bertujuan untuk menyediakan sarana visual yang dapat membantu penyampaian materi pembelajaran secara lebih jelas, sistematis, dan menarik. Media video dipilih karena mampu menggabungkan unsur gambar, teks, dan audio dalam satu kesatuan yang mendukung pemahaman peserta didik. Proses pembuatan media dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi penentuan tujuan pembelajaran, penyusunan materi dan alur penyajian, perancangan storyboard, proses perekaman dan pengolahan video, serta penyuntingan akhir agar sesuai dengan konteks pembelajaran. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif, dengan fokus pada proses pembuatan media dan pemanfaatannya dalam kegiatan pembelajaran. Data diperoleh melalui observasi selama proses produksi dan dokumentasi hasil media video yang telah dibuat. Hasil pembuatan menunjukkan bahwa media video yang dihasilkan mampu menyajikan materi secara runtut dan mudah dipahami. Tampilan visual dan alur penyajian membantu peserta didik mengikuti materi dengan lebih baik, sementara durasi dan bahasa yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik sasaran pembelajaran. Media video ini juga memberikan kemudahan bagi pendidik sebagai alat bantu dalam menjelaskan materi, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran berbasis daring. Meskipun pembuatan media telah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, masih terdapat keterbatasan pada cakupan materi dan variasi penyajian visual. Oleh karena itu, media video yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai bahan pendukung pembelajaran dan rujukan awal bagi pembuatan media video pembelajaran lain yang sejenis di masa mendatang.  
Implementation of Police Professional Code of Ethics Sanctions for Serious Violations Ramlah, Ramlah; Basrawi, Basrawi; Rika, Rika; Sukma, Sukma; Fatima, Fatima; Nia, Nia
Sangia Nibandera Law Research Vol. 1 No. 2 (2024): Sangia Nibandera Law Research, December 2024
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19645863

Abstract

The police code of ethics is regulated in the Chief of Police Regulation (Perkap) No. 14 of 2011, namely Personality Ethics; is the moral attitude of Polri members towards their profession based on the call of worship as religious people, State Ethics; is the moral attitude of Polri members who uphold the ideological and constitutional foundations of the Republic of Indonesia, namely Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and Institutional Ethics; is the moral attitude of Polri members towards the institution which is a place of devotion and should be upheld as a physical and spiritual bond of all Bhayangkara people with all their dignity and honor. But in reality, many police officers commit violations, especially serious violations, such as domestic violence, LGBT, sexual harassment, violence and other criminal acts. Therefore, this encourages the author to analyzethe sanctions for violators of the serious code of ethics in the Police. The research method used is empirical normative, namely juxtaposing the rules with the facts in the field, and the normative juridical method, namely the library approach method by studying statutory books and other legal scientific works. This legal research found that the application of sanctions for serious violators of the code of ethics must go through procedures that have been determined in the code of ethics regulations.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI BAHASA ARAB BAGI PESERTA MUSABAQAH FAHMIL QUR’AN TINGKAT KOTA PALU Asmawi, Muhammad Nur; Fatima, Fatima; Sidik, Jafar; Hilmar, Muammar Ahsanul; Harsono, Wahida; Fattah, Abd.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38035

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbahasa Arab merupakan kompetensi penting dalam Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) yang menuntut peserta memahami dan merespons soal berbasis teks Arab secara cepat, tepat, dan efisien. Kegiatan pendampingan ini bertujuan meningkatkan kompetensi Bahasa Arab calon peserta MFQ Tingkat Kota Palu melalui program pendampingan yang terarah dan kontekstual. Pendampingan dilaksanakan pada 27–28 Oktober 2025 di Kantor Kementerian Agama Kota Palu dengan melibatkan 48 peserta dari delapan kafilah. Kegiatan menggunakan pendekatan service learning melalui tahapan analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi. Metode yang diterapkan meliputi ceramah, diskusi, latihan, dan tanya jawab dengan fokus pada penguatan kosakata, pemahaman teks, dan kaidah kebahasaan sesuai karakteristik soal MFQ. Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, yang masing-masing memuat 20 butir soal berbahasa Arab, melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kompetensi Bahasa Arab peserta dari nilai rata-rata skor pre-test sebesar 79.03 meningkat menjadi 87.92 pada skor post-test, sehingga pendampingan ini terbukti efektif dan berpotensi menjadi model pembinaan MFQ yang berkelanjutan.Abstract: Proficiency in the Arabic language is a crucial skill for the Musabaqah Fahmil Qur'an (MFQ), a competition that requires participants to quickly and accurately understand and respond to Arabic text-based questions. This community service program seeks to improve Arabic language abilities of prospective MFQ participants in Palu City through targeted, contextual mentoring. Mentoring took place on October 27-28, 2025, at the Palu City Ministry of Religious Affairs Office and involved 48 participants from eight groups. The activity employed a service-learning approach involving the stages of needs analysis, planning, implementation, reflection, and evaluation. Methods included lectures, discussions, exercises, and question-and-answer sessions, focusing on strengthening vocabulary, text comprehension, and linguistic rules, in line with the characteristics of MFQ questions. A pre-test and a post-test, consist of 20 questions for each test, analyzed with quantitative descriptive methods, were used to find out the activity's effectiveness. The results demonstrate an increase in Arabic language proficiency among participants, as evidenced by an average pre-test score of 79.03 and a post-test score of 87.92, indicating the program's effectiveness and potential as a sustainable MFQ training model.