Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Desain alat penyaring air briket sampah organic batok kelapa berbasis microcontroller Afin, Mustadh; Clearesta, M. Fachry; Firdaus, M
Jurnal Penelitian Sains Vol 27 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i0.1187

Abstract

Penelitian ini merupakan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemanfaatan microcontroller berbasis Internet Of Thinks (IOT) pada rancangan alat penyaring air berbahan briket organik batok kelapa sebagai karbon aktif yang dapat mengurangi tingkat kekeruhan air tanah yang ada di lingkungan SMAN 1 Unggul Indralaya Utara, dengan pengamatan visual membandingkan sampel air pada jarak yang sama difokuskan pada seberapa jelas melihat dasar wadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penjernihan tercapai setelah mengalami lebih dari dua kali penyaringan. Validasi metode dilakukan dengan mengukur efisiensi penggunaan air bersih hasil penyaringan. Di peroleh akurasi dengan nilai 160% lebih efisien dan hemat ketika kran air di kontrol menggunakan rancangan alat microcontroller. Nilai tersebut memenuhi persyaratan dengan penghematan 432 liter air di banding penggunaan secara manualKata Kunci: Microcontroller; Internet Of Thinks (IOT); Briket Organik; Batok kelapa; Kualitas air.
Penerapan dan Pengembangan Social-Emotional Learning Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah Inklusi Mawarti, Leni; Firdaus, M; Permatha Sari, Vigi Indah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 3 No. 01 (2024): Februari
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v3i01.184

Abstract

Perolehan keterampilan sosial - emosional (SEL) adalah proses dalam keterampilan personal, kesadaran pribadi, dan pengendalian diri agar berhasil dalam hal perkembangan faktor kehidupan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menguraikan penelitian sebelumnya tentang pendidikan sosial emosional (SEL) pada siswa, kebutuhan khusus yang dipenuhi di sekolah inklusif. Dengan menggunakan tinjauan literatur, penelitian ini akan menganalisis isi artikel dan literatur yang membahas pembelajaran sosial-emosi di sekolah yang inklusif. Literatur dapat diidentifikasi dengan memakai kata kunci, tahun, dan artikel yang sudah ada. Sebuah desain penelitian yang menyeluruh dimulai dengan data yang diperoleh dari artikel yang menguraikan hasil penelitian dengan pembahasan pembelajaran sosial-emosional di pendidikan inklusif yang berasal dari sumber utama yaitu Google Scholar. Kata kunci: Social-emotional learning, siswa berkebutuhan khusus, sekolah inklusi
Penerapan Ergonomi dan Pengelolaan Lingkungan Kerja pada UMKM Wilayah Rawan Polusi (Kubang Raya) HARDIANTI, SRI; Kumalasari, Resy; Firdaus, M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v5i01.6720

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) along Jalan Kubang Raya encounter substantial challenges in implementing ergonomic principles and managing workplace environmental conditions. Preliminary observations conducted on 20 MSMEs revealed that 85% of workers engaged in non-ergonomic postures 65% consistently worked in a stooped position, while 45% utilized work tables with suboptimal heights (50-60 cm). Moreover, 90% of workers were directly exposed to ambient air pollution and road traffic noise. This community engagement program was developed to enhance ergonomic awareness and improve workplace environmental conditions through four stages of intervention: (1) observation using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method, (2) interactive awareness sessions, (3) hands-on training in simple work tool modifications, and (4) periodic evaluation. The program outcomes demonstrated a significant increase in ergonomic comprehension (from 25% to 82% as measured by pre- and post-tests), a 45% reduction in musculoskeletal pain complaints, and the adoption of safe work practices by 78% of participants. Notably, 65% of the MSMEs independently constructed dust protection devices, contributing to a reduction in pollution exposure by up to 30%. These findings underscore the effectiveness of participatory approaches in promoting occupational health and enhancing productivity in MSMEs operating in high-risk environmental areas. For sustainability, it is recommended to establish local ergonomic cadres and integrate training modules into the programs of the regional Department of Manpower. 
Kerinduan pada Sosok Pendidik: Upaya Membangun Relasi Edukatif yang Otentik Muzeliati, Muzeliati; Firdaus, M; Sumianto, Sumianto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2737

Abstract

Artikel ini mengkaji makna kerinduan terhadap sosok guru dalam perspektif filsafat pendidikan, dengan menekankan pentingnya relasi edukatif yang otentik antara guru dan murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis hermeneutika filosofis untuk menafsirkan nilai-nilai relasional dalam praktik pendidikan. Relasi otentik dipahami sebagai kehadiran guru secara utuh spiritual, intelektual, dan emosional yang melampaui peran instruksional dan menjelma dalam bentuk kepekaan, keterbukaan, serta kepedulian. Kajian ini memanfaatkan pemikiran dari Paulo Freire, Nel Noddings, Parker Palmer, hingga Ki Hadjar Dewantara untuk memperkuat argumentasi tentang keaslian, kepedulian, dan pembebasan sebagai inti dari praktik pendidikan yang bermakna. Temuan konseptual menunjukkan bahwa guru yang dirindukan adalah mereka yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk ruang perjumpaan antarmanusia yang transformatif. Implikasinya, Pendidikan guru harus menekankan pembentukan keutuhan diri, dan paradigma pendidikan perlu bergerak dari pendekatan kognitif-instruksional menuju relasional-reflektif. Artikel ini merekomendasikan rekonstruksi wacana pedagogis agar pendidikan tidak terjebak dalam rutinitas teknokratis, melainkan menjadi praktik kemanusiaan yang membebaskan, menyentuh, dan menghidupkan.
KARAKTERISASI PENGARUH PENGHALANG BOLA BESI TERHADAP MEDAN MAGNET, UNTUK PEMANFAATAN ALAT UKUR VISKOSITAS FLUIDA METODE BOLA JATUH MENGGUNAKAN SENSOR HALL EFFECT UGN 3503 Firdaus, M
DINAMIS Vol 20 No 2 Desember (2023): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v20i2.1356

Abstract

The characterization of the UGN 3503 hall effect sensor on the influence of the iron ball barrier from the magnetic field aims to improve the design of a tool for measuring fluid viscosity using the falling ball method. The UGN 3503 hall effect sensor used is a magnetic field sensor, research needs to be carried out to find the characteristics of this sensor regarding the distribution of the magnetic field under the influence of iron ball barriers so that it can be used for designing fluid viscosity measuring instruments. Characterization was carried out by bringing the UGN 3503 hall effect sensor closer to a Niodinium permanent bar magnet source, and positioning an iron ball between the two with variations in the volume of the iron ball and variations in distance vertically and horizontally from the sensor side. This research is intended to determine the size of the sensor output and the strength of the magnetic field with respect to variations in distance and volume of the iron ball. Data collection was carried out 3 times. The results of research on variations in the volume and distance of the ball horizontally or parallel between the sensor and the magnet show that at a distance of 30 mm between the sensor and the magnet, variations in the distance of the iron ball are closer to the sensor and the volume of the iron ball is larger, in this case the size of the iron ball is used with a diameter of 14 mm, an average magnetic field strength output of 92 Gs to 124,667 Gs is obtained, so it is good to use for designing a fluid viscosity measuring instrument using the falling ball method. Meanwhile, variations in the volume and distance of the ball vertically or perpendicular to the parallel axis between the sensor and the magnet, with a distance of 20 mm from the magnet, show a magnetic field strength output of 78.3 Gs to 133.33 Gs in the 14 mm diameter iron ball experiment, with a peak field strength at a vertical distance of the iron ball between 8-13 mm or 5 mm below the parallel axis between the sensor and the magnet. The sensor can detect the presence of a magnetic field better when the magnetic field source is in the right direction with the sensor and if it is in a wide magnetic field. The different positions of the iron balls and their sizes affect the measurement results of the sensor output and the strength of the magnetic field.
ANALISIS KESALAHAN FONETIK MAHARAH QIRAAH PADA MAHASISWA Firdaus, M
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v12i2.189

Abstract

This study aims to identify the phonetic errors of Perbankan Islam students at IAIN Takengon in reading Arabic texts. It is highly recommended that these phonetic errors are not continuously made in the future and hence the phonetic errors made by students must be analyzed to find problems and eventually come up with appropriate learning methods. This study used descriptive qualitative methods and the data in this study were obtained through interview and observation techniques. Interviews and observations were carried out on 26 active students of Islamic Banking IAIN Takengon utilizing free reading, listening, taking notes, and recording their readings to gain insight into their phonetic errors. was concluded that there had been a phonetic error made by the students in the pronunciation of the following letters “ع” (‘ain) resembles “ء” (hamzah) 80,76%; “ض” (ḍad) resembles “ظ” (ẓa), “د” (dal) or “ج” (jim) 84,61%; “ش” (syin) resembles “س” (sin) 38,46%; “ث” (ṡa) resembles “س” (sin) 69,23%; “هـ” (ha) resembles “ح” (ḥa) 23,07%; “ق” (qaf) resembles “ك” (kaf) 34,61%; “ز” (zai) resembles “ج” (jim) 57,69%; “ذ” (żal) resembles “د” (dal) and “ز” (zai) 50%; “ص” (ṣad) resembles “س” (sīn) 50%; “ح” (ḥa) resembles “هـ” (ha) 15,38%; “خ” (kha) resembles “ح” (ḥa) and “غ” (ga) 57,69%; “ط” (ṭa) resembles “ت” (ta) and “د” (dal) 34,61%; and “ظ” (ẓa) resembles “ز” (zai), “ج” (jim), “د” (dal) dan “ذ” (żal) 65,38%.
Pendidikan Filosofis untuk Kesadaran Ekologis : Menumbuhkan Kesadaran Moral terhadap Lingkungan di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Perpajakan Riau Hardianti, Sri; Firdaus, M; Saputra, Decky; Sumianto; Febria, Dessyka; Iqbal Firmananda, Fahmi; Zulia Jati, Putri; Indah Permatha Sari, Vigi
Journal of Social and Community Service Vol. 3 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestmc.v3i3.183

Abstract

This community service aims to increase environmental awareness and the formation of moral character of students at SMK Perpajakan Riau with an approach based on educational philosophy and environmental ethics. This activity involves an understanding of global and local environmental issues, as well as an introduction to environmental ethics that connects moral values ​​with responsibility towards nature. The methods used include counseling, group discussions, and environmental projects that involve students in concrete actions, such as planting trees and reducing plastic waste. Evaluation was carried out through questionnaires before and after the activity to measure changes in students' knowledge, attitudes, and commitment to the environment. The results showed a significant increase in students' understanding of environmental issues and concrete actions that can be taken to maintain sustainability. Although moral awareness of the environment increased, the greatest impact was seen in changes in students' knowledge and real actions. With this approach, it is hoped that students will not only have strong environmental knowledge, but also a character that cares and is responsible for nature. This activity reflects the integration between the theory of educational philosophy and the practice of sustainability in education.
Hubungan Lingkungan Multikultural dan Interaksi Sebaya terhadap Pembentukan Sikap Sosial Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Singingi Hilir Junita, Weni; Herlinawati, Herlinawati; Firdaus, M
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan multikultural dan interaksi sebaya terhadap pembentukan sikap sosial siswa sekolah dasar di Kecamatan Singingi Hilir. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam studi ini. Populasi penelitian mencakup siswa kelas atas di sejumlah sekolah dasar, dengan teknik pengambilan sampel secara proporsional random sampling. Instrumen berbentuk angket skala Likert 4 poin dikembangkan berdasarkan indikator teoritis dari Banks (2020), Gay (2018), Sleeter & Carmona (2020) untuk variabel lingkungan multikultural; Vygotsky (1978), Wentzel & Muenks (2019), Silva et al. (2024) untuk interaksi sebaya; serta Lickona (1991), Kohlberg (1976), dan OECD (2019) untuk sikap sosial. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lingkungan multikultural dengan sikap sosial siswa dengan korelasi parsial sebesar 0,588 dan signifikansi 0,000. Ini menegaskan bahwa lingkungan belajar yang menghargai keragaman dan keadilan sosial berperan penting dalam membentuk empati, toleransi, dan tanggung jawab siswa. Interaksi sebaya juga menunjukkan hubungan signifikan terhadap sikap sosial, dengan nilai korelasi parsial 0,478 dan signifikansi 0,001, menandakan kontribusi positif dari relasi sosial dalam pembentukan sikap sosial. Secara simultan, kedua variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap sosial siswa (R² = 0,470; signifikansi < 0,05), yang berarti 47% variasi sikap sosial dijelaskan oleh model ini. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan lingkungan inklusif dan relasi sosial sehat dalam pendidikan dasar.
Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Sekolah Menengah Kejuruan Perpajakan Riau tahun 2024 Hardianti, Sri; Agnesia, Yoana; Firdaus, M; Sumianto, Sumianto; Gunawan, Andi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1982

Abstract

Lingkungan sekolah yang sehat merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan lingkungan di SMK Perpajakan Riau tahun 2024 berdasarkan indikator sanitasi, pencahayaan, ventilasi, konstruksi bangunan, dan kebersihan lingkungan. Pendekatan deskriptif observasional digunakan dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung menggunakan alat ukur seperti lux meter, thermohygrometer, dan checklist berbasis regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator kesehatan lingkungan berada dalam kategori "baik," namun terdapat kekurangan signifikan pada fasilitas sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan di beberapa ruang kelas. Sebanyak 33,3% ruang kelas tidak memenuhi standar pencahayaan, sementara 8% ruang kelas memiliki ventilasi di bawah standar ideal. Kekurangan fasilitas sanitasi, seperti toilet siswa dan tempat cuci tangan, juga mengindikasikan perlunya intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian aspek memenuhi standar, peningkatan fasilitas sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan masih diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat. Hasil ini memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk perbaikan lingkungan fisik sekolah guna mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa.
Etika dan Profesionalisme Guru dalam Perspektif Pedagogis: Pengaruh Nilai Lokal terhadap Objektivitas Akademik di SD Negeri 002 Logas Anafri, Puspita Winda; Herlinawati, Herlinawati; Firdaus, M
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3137

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika etika dan profesionalisme guru sekolah dasar dalam konteks nilai-nilai lokal. Fokus utama terletak pada pengaruh tekanan sosial dan budaya terhadap objektivitas akademik guru dalam praktik sehari-hari. Menggunakan pendekatan naratif inkuiri kualitatif, penelitian ini mendalami pengalaman dua guru yang telah mengajar lebih dari tiga tahun dan pernah menghadapi dilema antara etika profesional dan tekanan sosial budaya lokal. Dimensi temporality, sociality, dan place dianalisis untuk merekonstruksi narasi kehidupan guru. Selain guru, kepala sekolah, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat dilibatkan untuk menangkap beragam perspektif mengenai etika dan profesionalisme guru. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal seperti kekerabatan, loyalitas komunitas, dan struktur sosial adat menciptakan tekanan simbolik yang memengaruhi praktik profesional guru, khususnya dalam proses penilaian dan pemberian sanksi. Objektivitas akademik kerap terkompromikan oleh rasa segan terhadap relasi sosial. Namun, muncul transformasi kesadaran reflektif pada guru yang mencoba menyeimbangkan etika profesional dengan nilai lokal melalui strategi kompromi dan penguatan otonomi pedagogis. Kepala sekolah berperan sebagai penjaga etika kelembagaan dan penghubung antara norma formal dan nilai komunitas. Implikasinya, profesionalisme guru di daerah rural merupakan hasil negosiasi antara struktur simbolik, relasi sosial, dan kesadaran moral individu. Pembentukan etika profesi guru membutuhkan pendekatan reflektif dan kepemimpinan transformatif yang menghargai nilai-nilai lokal dalam sistem pendidikan.