Deny Yudi Fitranti
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang 50275

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN TEH KOMBUCHA TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA WANITA USIA 40-55 TAHUN PENDERITA HIPERTRIGLISERIDEMIA Haamiim A.F, Valendra; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.02 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16404

Abstract

Latar belakang: Penyakit kardiovaskular dapat disebabkan karena kondisi hipertrigliseridemia. Teh kombucha mengandung tinggi antioksidan dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dengan cara meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase yang bekerja memecah trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian minuman teh kombucha terhadap kadar trigliserida darah pada wanita usia 40-55 tahun penderita hipertrigliseridemia.Metode: Sebanyak 20 subjek dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan (n=10) dan kelompok kontrol (n=10). Kelompok perlakuan diberikan teh kombucha sebesar 75,25 ml/hari  dan kelompok kontrol diberikan plasebo selama 14 hari. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Data diuji menggunakan uji statistik Saphiro-Wilk, independent t test, Mann Whitney,dan dependent t test.Hasil: Tidak ada perbedaan rerata asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, serat dan aktivitas fisik pada kedua kelompok (p>0,05). Tidak ada perbedaan rerata kadar trigliserida sebelum perlakuan pada kedua kelompok (p=0,946). Terdapat perbedaan rerata kadar trigliserida setelah perlakuan pada kedua kelompok (p=0,001). Terdapat perbedaan rerata kadar trigliserida sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok perlakuan (p=0,001). Terdapat perbedaan rerata kadar trigliserida sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol (p=0,016). Terdapat perubahan rerata kadar trigliserida setelah perlakuan pada kedua kelompok (p=0,001). Rerata penurunan kadar trigliserida pada kelompok perlakuan adalah 10,70±4,191 mg/dl. Rerata peningkatan kadar trigliserida pada kelompok kontrol adalah 8,30±8,908 mg/dl.Simpulan: Pemberian minuman teh kombucha sebesar 75,25 ml/hari selama 14 hari pada wanita usia 40-55 tahun penderita hipertigliseridemia dapat menurunkan rerata kadar trigliserida sebesar 10,70±4,191 mg/dl.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA Hermawan, Febriyanti; Widyastuti, Nurmasari; Tsani, A Fahmy Arif; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.283 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25841

Abstract

Latar Belakang : Jumlah penduduk lanjut usia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan kuantitas lanjut usia harus diseimbangkan dengan peningkatan kualitas hidupnya. Status gizi dan kualitas tidur menjadi masalah yang dialami oleh lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lanjut usia.Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Berdasarkan hasil skrining 254 lanjut usia didapatkan 44 subjek menggunakan metode simple random sampling. Data Status gizi didapatkan melalui pengukuran langsung menggunakan timbangan digital dan alat pengukur tinggi lutut. Data kualitas tidur dan kualitas hidup diperoleh melalui wawancara menggunakan form Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Hasil : Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup (r = 0,251; p = 0,101) dan tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur  dengan kualitas hidup (r = 0,027; p = 0,862).Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara status gizi dan kualitas tidur dengan kualitas hidup pada lanjut usia.
Total Bakteri Asam Laktat (BAL), Aktivitas Antioksidan, dan Penerimaan Yoghurt Herbal Sinbiotik dengan Penambahan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Ramayani, Gita; Rustanti, Ninik; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 3 (2018): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.836 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i3.22273

Abstract

Latar Belakang  :  Diet antioksidan dapat menurunkan kejadian sindrom metabolik. Formulasi yoghurt tersebut yang ditambahkan inulin dan karagenan dapat menjadi inovasi produk untuk pasien sindrom metabolik.Tujuan  :  Menganalisis total bakteri asam laktat (BAL), aktivitas antioksidan, dan penerimaan yoghurt herbal sinbiotik dengan penambahan ekstrak kayu manis.Metode  :  Penelitian ini merupakan true experimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu penambahan ekstrak kayu manis 0% (kontrol); 0,1%; 0,3%; dan 0,5% pada yoghurt herbal sinbiotik. Total bakteri asam laktat dihitung menggunakan metode Total Plate Count sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Uji penerimaan menggunakan metode uji hedonik.Hasil  :  Tidak ada pengaruh penambahan ekstrak kayu manis dengan berbagai perlakuan terhadap total bakteri asam laktat. Yoghurt dengan penambahan 0,5% ekstrak kayu manis memiliki aktivitas antioksidan tertinggi 77,33%. Pada penerimaan, kontrol dan perlakuan berbeda pada aroma, rasa serta tekstur namun tidak berbeda pada warna.Simpulan  : Formulasi yoghurt herbal sinbiotik terbaik adalah yoghurt dengan penambahan 0,3% ekstrak kayu manis yang memiliki total bakteri asam laktat sesuai SNI > 107 CFU/ml, aktivitas antioksidan cukup tinggi 56,67%, dan penerimaan yang cukup disukai.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KEBIASAAN MAKAN PAGI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA ANAK USIA 9–12 TAHUN DI TAMBAKLOROK SEMARANG UTARA Ningsih, Diajeng Dian Rahana; Panunggal, Binar; Pramono, Adryan; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 2 (2018): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.889 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i2.20825

Abstract

Latar belakang: Anemia pada anak memberikan dampak terhadap proses pertumbuhan, perkembangan dan kekebalan tubuh. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidak cukupan asupan zat gizi terutama zat besi dan protein. Ketidak cukupan asupan zat besi dan protein mengganggu proses pembentukan sel darah merah dan transportasi zat gizi ke seluruh tubuh. Asupan zat besi dan protein dapat diperoleh salah satunya dari menu makan pagi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan protein dan kebiasaan makan pagi terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada anak usia 9 – 12 tahun.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional (belah lintang). Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Subjek penelitian ini adalah anak usia 9 – 12 tahun sejumlah 62 siswa. Penelitian dilakukan di SD Islam Taqwiyatul Wathon, diwilayah kelurahan Tambaklorok, kecamatan Semarang Utara. Kadar hemoglobin dianalisis menggunakan metode Cyanmethemoglobin. Data asupan zat gizi diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (FFQ) selanjutnya dianalisis menggunakan Nutrisurvey. Analisis data menggunakan uji Rank-Spearman. Hasil: Prevalensi status gizi subjek berdasarkan indikator IMT/U Sebanyak 50% underweight. Sebanyak 8,0% subjek tidak memiliki kebiasaan makan pagi. Rerata kadar Hemoglobin subjek pada penelitian ini yaitu sebesar 12,9±0,97g/dl. Rerata asupan protein subjek hanya sebesar 42,5±11,81 g/hari. Angka ini lebih kecil dari jumlah yang dianjurkan AKG yaitu 60 g/hari. Terdapat hubungan antara asupan protein, kebiasaan makan pagi dan kadar hemoglobin pada anak usia 9-12 tahun. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan protein, makan pagi terhadap kadar hemoglobin pada anak usia 9-12 tahun.
HUBUNGAN USIA PENGENALAN SAYUR DAN BUAH DENGAN TINGKAT KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 3-5 TAHUN Damayanti, Tri; Murbawani, Etisa Adi; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 1 (2018): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.643 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i1.20770

Abstract

Latar Belakang : Tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak prasekolah dibawah dari angka yang direkomendasikan. Pengenalan sayur dan buah pada anak oleh orang tua sangat penting dalam pengembangan awal penerimaan dan pola makan sayur dan buah yang akan diterapkan sampai anak tersebut dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia pengenalan sayur dan buah dengan tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak prasekolah usia 3-5 tahun.Metode : Desain penelitian cross-sectional dengan 53 anak prasekolah usia 3-5 tahun dipilih secara Consecutive Sampling. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Wonotingal dan Kelurahan Candisari (wilayah kerja Pukesmas Kagok), Semarang. Data usia pengenalan sayur dan buah diperoleh melalui wawancara kuesioner. Data tingkat konsumsi sayur dan buah dipeoleh melalui SQ-FFQ (Semi-Quantitative Food Frequency Quesioner. Analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman.Hasil : Median usia pengenalan sayur 8,17 bulan dan buah usia 7,6 bulan. Median tingkat konsumsi sayur pada anak sebesar 84,78 gr/hari dan buah sebesar 98,94 gr/hari. Usia pengenalan sayur tidak berhubungan dengan tingkat konsumsi sayur (p=0,193) dan usia pengenalan buah berhubungan dengan tingkat konsumsi buah (p=0,045). Analisis multivariat menunjukkan bahwa sebesar 20,5% ketersediaan buah berpengaruh terhadap tingkat konsumsi buah.Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara usia pengenalan sayur dengan tingkat konsumsi sayur, sedangkan usia pengenalan buah berhubungan negatif dengan tingkat konsumsi buah pada anak prasekolah usia 3-5 tahun.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN OVERWEIGHT PADA ANAK STUNTING USIA SEKOLAH DASAR DI SEMARANG TIMUR Mestuti H, Kinanthi; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.984 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4541

Abstract

Latar belakang : Anak stunting memiliki risiko untuk menjadi overweight sebesar 1,7-7,8 kali. Kecukupan energi, protein, dan lemak berlebih, aktivitas fisik rendah, tingkat pendapatan perkapita keluarga tinggi, dan status gizi overweight pada ayah maupun ibu cenderung meningkatkan kejadian overweight pada anak stunting. Anak SD rentan menjadi overweight akibat perubahan pola makan dan aktivitas fisik pada usia tersebut.Tujuan : Mengetahui faktor risiko kejadian overweight pada anak stunting usia sekolah dasarMetode : Desain penelitian case control study dengan matching usia, jenis kelamin, dan derajat stunting dari 4 SD di Semarang Timur. Subjek penelitian terdiri dari 30 kelompok kasus (stunting dengan overweight) dan 30 kelompok kontrol (stunting tidak overweight). Kriteria stunting menggunakan indikator TB/U sedangkan kriteria overweight menggunakan indikator IMT/U. Asupan energi, lemak dan protein dihitung dengan food frequency questionaire (FFQ) semi kuantitatif dan aktivitas fisik menggunakan kuesioner aktivitas fisik. Tingkat pendapatan perkapita keluarga dan status gizi ayah serta status gizi ibu diperoleh melalui form kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisa faktor risiko menggunakan uji Chi Square.Hasil : Faktor risiko kejadian overweight pada anak stunting adalah kecukupan energi (OR=9,33 95%CI=2,85-30,6), kecukupan lemak (OR=6 95%CI=1,48-24,3), kecukupan protein (OR=3,82 95%CI=1,15-12,71), dan status gizi ibu (OR=4,97 95%CI=1,39-17,82). Tingkat aktivitas fisik (OR=0,88 95%CI= 0,32-2,4), status gizi ayah (OR=1 95%CI=0,34-2,92), dan tingkat pendapatan perkapita (OR=3,5 95%CI=0,65-2,67) bukan merupakan faktor risiko kejadian overweight pada anak stunting.Kesimpulan : Kecukupan energi, kecukupan lemak , kecukupan protein, dan status gizi ibu merupakan faktor risiko kejadian overweight pada anak stunting.
PENGARUH PROPORSI BAHAN TERHADAP DAYA TERIMA AGAR-AGAR DENGAN PENAMBAHAN KULIT JERUK DAN KULIT SEMANGKA Tamimi, Adesta Aulia; Afifah, Diana Nur; Fitranti, Deny Yudi; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.44 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23813

Abstract

Latar Belakang: Kulit buah jeruk dan semangka mencakup hingga 20-30% dari berat total buah. Jumlah tersebut sering hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan lebih lanjut terlepas dari kandungan serat yang tinggi. Kandungan serat tersebut dapat dimanfaatkan dengan penambahan kulit buah jeruk dan semangka ke dalam makanan seperti agar-agar sehingga dapat membantu meningkatkan konsumsi serat. Tujuan: Menganalisis daya terima warna, aroma, rasa, dan tekstur dari agar-agar dengan penambahan kulit semangka dan kulit jeruk dengan proporsi yang berbeda.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu variasi proporsi kulit semangka dan kulit jeruk dengan 3 taraf perlakuan (0:5, 80:20, 70:30). Penelitian dilakukan dengan uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur subjek penelitian. Uji hedonik dilakukan oleh 38 panelis tidak terlatih. Hasil uji hedonik kemudian dianalisis statistic dengan uji Friedman dan uji lanjut dengan uji Wilcoxon.Hasil: Perbedaan proporsi bahan berpengaruh terhadap daya terima agar-agar dengan penambahan kulit jeruk dan kulit semangka dari segi warna (p=0.000), aroma (p=0.037), dan rasa (p=0.005), tapi tidak berpengaruh terhadap tekstur (p=0.178).Simpulan: Perbedaan proporsi bahan berpengaruh terhadap daya terima agar-agar dengan penambahan kulit jeruk dan kulit semangka. Agar agar dengan penambahan kulit jeruk sebanyak 5% adalah agar-agar yang paling diterima oleh panelis karena memiliki hasil organoleptik yang baik
PENGARUH PEMBERIAN YOGHURT KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS SPRAGUE DAWLEY Mubarok, Agus Abul Fadli; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.796 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16380

Abstract

Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Koro pedang memiliki zat antihiperkolesterolemia (antioksidan, fitoprotein dan serat) yang dapat menurunkan kadar kolesterol total. Yoghurt koro pedang memiliki kadar zat antinutrisi (HCN, tripsin inhibitor, oksalat, dan fitat) yang lebih rendah dan kandungan bakteri asam laktat yang juga dapat mengurangi kadar kolesterol total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian yoghurt koro pedang terhadap kadar kolesterol total tikus Sprague Dawley.Metode : Penelitian berjenis true experimental dengan pre-post test with randomized control group design. Subjek penelitian adalah tikus Sprague dawley dengan diinduksi hiperkolesterolemia, dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diberi yoghurt koro pedang dosis 2,1 dan 4,5 ml selama 21 hari. Berat badan dan asupan makan tikus dipantau. Kadar kolesterol total diukur secara langsung dengan metode CHOD-PAP. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Kruskall-Wallis.Hasil : Seluruh kelompok mengalami kenaikan berat badan dan peningkatan asupan makan yang bermakna. Rerata kolesterol total serum tiap kelompok mengalami kenaikan yang tidak bermakna; kontrol 7,58 mg/dl, perlakuan I 3,67 mg/dl, dan perlakuan II 3,47 mg/dl.Kesimpulan : Pemberian yoghurt koro pedang dengan dosis 2,1 ml/hari dan 4,5 ml/hari tidak dapat menurunkan kadar kolesterol tikus.
PENGARUH PEMBERIAN JUS KULIT DELIMA (PUNICA GRANATUM) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL WANITA HIPERKOLESTEROLEMIA Andygian, Vito; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.551 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4531

Abstract

Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kulit delima mengandung anthocyanin yang dapat meningkatkan kadar HDL sehingga kolesterol bebas di dalam tubuh dapat dibawa kembali ke hati untuk dibuang melalui sekresi cairan empedu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total setelah diberikan dan tidak diberikan jus kulit delima (Punica granatum) pada wanita usia 30-49 tahun yang mengalami hiperkolesterolemia. Metode : Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan pre-post control group design. Subjek adalah wanita hiperkolesterolemia dengan kadar kolesterol total ≥200 mg/dl, kelompok intervensi mendapat 25 g/hari jus kulit delima dan kelompok kontrol mendapat plasebo. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Metode CHOD-PAP digunakan untuk menganalisis kadar kolesterol total sebelum dan setelah intervensi, darah diambil setelah subjek berpuasa selama 10 jam. Uji beda kadar kolesterol total sebelum dan setelah intervensi pada kelompok intervensi menggunakan uji dependent t-test dan uji beda kadar kolesterol total sebelum dan setelah intervensi pada kelompok kontrol menggunakan uji non parametrik wilcoxon. Perbedaan kadar kolesterol total setelah intervensi antara kelompok intervensi dan kontrol dan perbedaan penurunan kadar kolesterol total antara kelompok intervensi dan kontrol menggunakan uji independent t-test, sedangkan uji analisis perbedaan kadar kolesterol total sebelum intervensi antara kelompok intervensi dan kontrol menggunakan uji mann whitney. Uji regresi linier berganda dilakukan untuk memprediksi besar pengaruh asupan zat gizi terhadap kadar kolesterol total.Hasil : Hiperkolesterolemia sebagian besar terdapat pada wanita usia 40-49 tahun dan status gizi overweight sebesar 27% dan obesitas 33%. Asupan kolesterol berlebih sebagian besar terdapat pada kelompok kontrol dibandingkan pada kelompok intervensi. Kadar kolesterol total sebelum dan setelah intervensi pada kelompok intervensi terdapat perbedaan (p=0,013). Penurunan rerata kadar kolesterol total setelah intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol yaitu 6,83% dan 2,44%. Perbedaan penurunan kadar kolesterol total antara kelompok intervensi dan kontrol tidak terdapat perbedaan (p=0,182). Penurunan kadar kolesterol total pada kelompok intervensi dapat dipengaruhi oleh asupan kolesterol sebesar  23,9% (p=0,037).Simpulan : Pemberian jus kulit delima berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total wanita usia 30-49 tahun yang mengalami  hiperkolesterolemia. Selain itu, asupan kolesterol dapat mempengaruhi penurunan kadar kolesterol total. Perbedaan penurunan kadar kolesterol total antara kelompok intervensi dan kontrol tidak terdapat perbedaan.
HUBUNGAN KONSUMSI ASAM LEMAK OMEGA-3, AKTIVITAS FISIK DAN PERSEN LEMAK TUBUH DENGAN TINGKAT DISMENORE PADA REMAJA Famimah, Famimah; Margawati, Ani; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.449 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18249

Abstract

Background: Dysmenorrhea or menstrual pain was a gynecological complaint due to an imbalance of progesterone in the blood resulting in pain. A woman with dysmenorrhea should consume food rich in omega-3 fatty acids such as fish oil, fish (salmon, tuna, mackerel, herring), soybeans and fruits. Low fish consumption was related with severity of dysmenorrhea. In addition, physical activity and percent body fat were also associated with severity of dysmenorrhea.Objective : To determine the correlation between consumption of omega-3 fatty acids, physical activity and percent body fat to the classification of dysmenorrhea in adolescents.Methods : Cross sectional study of 90 adolescentsselected by purposive sampling. This research was conducted in SMA N 15 and SMA N 9 Semarang. Menstrual history was measured by direct interviews and level of dysmenorrhea was measured using Numerical Rating Scale Questionnaire. Omega-3 fatty acids were measured using Food Frequency Questionnaire (FFQ) and analyzed using a nutritional software program. Physical activity was measured using A short questionnaire for the measurement of habitual physical activity in epidemiological studies. Percent body fat was measured using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data were analyzed by Independent T test/Mann Whitney. Result : There were significant correlation in omega-3 fatty acid (p= 0,015), and percent body fat (p= 0,026). While in physical activity there was no significant correlation (p= 0,394).Conclusion : Consumption of omega-3 fatty acids and percent body fat were associated with the classification of dysmenorrhea.
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul A Fahmy Arif Tsani Adriyan Pramono Ahmad Syauqy Ahmad Thohir Hidayat Anak Agung Gede Sugianthara Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ani Margawati Annisa, Wahyu Ilmi Anwar, Rylandnia Sucha Aryu Candra Atika Putri Widia Anggraeni Aulia, Salma Shafrina Ayu Rahadiyanti Betsi Kusumaningnastiti Binar Panunggal Bonita, Ika Amalina Choirun Nissa Choirun Nissa Destikasari, Widya Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Enny Probosari Erni Rukmana Etika Ratna Noer Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Eva Yulia Safitri, Eva Yulia Fajrani, alifiaA muktiM Fala, Etika Nurul Famimah, Famimah Fathin, Annisa Nur Febriyanti, Monica Sofchah Fillah Fithra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Gabrielle Nindya Kirana Pradipta, Gabrielle Nindya Kirana Guruh Sarjana Haamiim A.F, Valendra Habibaturochmah Habibaturochmah Hardhono Susanto Hartanti Sandi Wijayanti Haznawati, Nur Dian Hermawan, Febriyanti Iqbal Kameswara P.S., Iqbal Kameswara Iqlima Safitri, Iqlima Jauharany, Firdananda Fikri Kinanthi Mestuti H Kusnadi, Gita Kusumaningnastiti, Betsi Lailla Nurrin Faizah, Lailla Nurrin Lani, April Lestari, Rahma Wati Dwi Marfu'ah Kurniawati, Dewi MARTHA ARDIARIA Marthandaru, Diassafons Mubarok, Agus Abul Fadli Mulyani, Ira Mursid Tri Susilo Nafilah Nafilah Naning Septiyani Rahayu, Naning Septiyani Ningsih, Diajeng Dian Rahana Ninik Rustanti Nisa, Fitria Zahrotun Nisrina Prameswari, Nisrina Nissa, Choirun Nugrahani, Gardinia Nur Ahmad Habibi Nur Indah Kurniawati Nurbaity, Annisa Dinah Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Pramono, Adryan Puspadani, Nurlina Putri, Wieda Devita Qoniatu Zulfa Rachma Purwanti Rachmawati, Rizki Khoirur Rahadiayanti, Ayu Rahardiyanti, Ayu Rahma Wati Dwi Lestari Rahmadani, Prita Ady Rahmawati, Eka Rina Ramayani, Gita Ria Stella Septriani Safitri, Nurul Riau Dwi Sandi, Dewi Kurnia Setyarsih, Liani Setyawati, Novi Sidhin, Syaharani Siwi, Tabita Prawita Solly Aryza Sukmasari, Vintantiana Sulistyaningnagari, Putri Gayatri Tamimi, Adesta Aulia Tri Damayanti, Tri Tsani, A Fahmy Arif Tsani, A. Fahmy Arif Ulayya, Talitha Utari, Hermina Pratiwi Vito Andygian Widya Destikasari