Deny Yudi Fitranti
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang 50275

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ASUPAN KALSIUM, NATRIUM, KALIUM, DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEPADATAN TULANG PRIA DEWASA AWAL Pradipta, Gabrielle Nindya Kirana; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.209 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10113

Abstract

Latar Belakang: Osteoporosis pada pria belum menjadi perhatian meskipun angka kesakitan akibat osteoporosis ditemukan lebih tinggi pada pria dibanding wanita. Rendahnya kepadatan tulang  pria dikarenakan asupan yang salah seperti kurangnya asupan kalsium dan kalium, tingginya asupan natrium, dan kebiasaan merokok.Tujuan: Mengetahui hubungan asupan kalsium, natrium, kalium, dan kebiasaan merokok dengan kepadatan tulang pria dewasa awal.Metode: Penelitian observasional menggunakan desain cross sectional  dengan 46 pria usia 19-24 tahun di Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Asupan subjek didapat dari wawancara menggunakan FFQ (Food Frequency Questionnaire) semi kuantitatif, data kebiasaan merokok didapat dari wawancara, kepadatan tulang diukur menggunakan QUS (Qualitative Ultrasound), dan aktivitas fisik diperoleh dari pencatatan kegiatan sehari menggunakan formulir record aktivitas fisik 2x24 jam. Analisis bivariat menggunakan rank Spearman dan multivariat menggunakan uji regresi linier ganda.Hasil: Subjek dengan asupan kalsium dan kalium kategori kurang sebanyak 71,7% dan 89,1%. Sebanyak 60,9% memiliki asupan natrium kategori lebih. Rata-rata konsumsi rokok 2 batang/hari. Sebanyak 13,0% subjek memiliki aktivitas ringan. Hasil uji hubungan menunjukkan adanya hubungan asupan kalsium (p = 0,006; r = 0,401) dan kalium (p = 0,000; r = 0,730) dengan kepadatan tulang. Analisis multivariat menunjukkan 63,7% kepadatan tulang dipengaruhi oleh asupan kalsium, kalium, dan aktivitas fisik.Kesimpulan: Asupan kalsium dan kalium berhubungan dengan kepadatan tulang pria dewasa awal. Asupan natrium dan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kepadatan tulang pria dewasa awal.
Asupan Protein dan Asam Lemak Omega 6 Berlebih Sebagai Faktor Risiko Kejadian Obesitas pada Anak Sekolah Dasar di Semarang Rachmawati, Rizki Khoirur; Ardiaria, Martha; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.317 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i4.22275

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah kondisi multifaktoral yang ditandai dengan akumulasi lemak berlebih dalam tubuh. Obesitas pada usia sekolah merupakan masalah serius yang berlanjut hingga usia dewasa dan dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif. Tingginya asupan protein pada anak usia 10-12 tahun di Jawa Tengah (113,1%) dan terjadi perubahan pola konsumsi dari pola konsumsi dunia barat yaitu tingginya asam lemak omega 6 menyebabkan terjadinya obesitas pada anak sekoah dasar.Metode: Desain penelitian case control dengan 66 anak usia 10-12 tahun yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu obesitas dan normal. Penelitian ini dilakukan di SDN Pekunden. Data yang diteliti meliputi asupan protein, serat, asam lemak omega 3 dan asam lemak omega 6 sebagai variabel bebas, serta asupan energi, karbohidrat, lemak dan aktivitas fisik sebagai variabel perancu. Data asupan makan diperoleh melalui kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire dan data aktivitas fisik diperoleh dari The Physical Activity Questionnaire for Older Children. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Rerata asupan protein dan asam lemak omega 6 pada kelompok obesitas lebih tinggi (100,7±23,48; 159,6±43,49) daripada kelompok normal (81,4±26,13; 141,5±68,09). Terdapat hubungan antara asupan protein dan asam lemak omega 6 berlebih dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar, dimana subjek dengan asupan protein berlebih memiliki 4,81 kali lebih besar berisiko obesitas (p=0,003) dan subjek dengan asupan asam lemak omega 6 berlebih memiliki 5,81 kali lebih besar berisiko obesitas pada anak sekolah dasar (p=0,02).Simpulan: Asupan protein dan asam lemak omega 6 berlebih merupakan faktor risiko terhadap kejadian obesitas pada anak sekolah dasar.
Hubungan Asupan Lemak, Protein dan Kalsium dengan Kejadian Menarche Dini pada Anak Usia 10-12 Tahun Fathin, Annisa Nur; Ardiaria, Martha; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 3 (2017): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.665 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i3.16917

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi menarche dini semakin meningkat sebagai akibat dari meningkatnya standar kehidupan teruatama faktor asupan makan, diantaranya adalah asupan makanan tinggi lemak, protein dan kalsium. Menarche dini berhubungan dengan obesitas, peningkatan kejadian sindrom metabolik, penyakit kardiovaskuler, penyakit hati non-alkoholik.Tujuan : Mengetahui hubungan asupan lemak, protein dan kalsium dengan kejadian menarche dini.Metode : Desain penelitian case-control dengan jumlah sampel pada masing-masing kelompok 21 siswi. Subjek kasus diambil secara consecutive sampling berdasarkan hasil skrining siswi usia 10-12 tahun yang sudah mengalami mengalami menarche dini sedangkan subjek kontrol dipilih secara random tanpa matching pada siswi yang belum mengalami menarche. Data identitas dan usia menarche diperoleh dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data asupan lemak, protein dan kalsium diperoleh menggunakan kuesioner semi quantitative food frequency (SQFFQ) Data dianalisis menggunkan uji Chi Square dan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil : Rerata usia menarche terjadi pada usia 11,2 tahun. Terdapat hubungan antara asupan protein dan kalsium dengan kejadian menarche dini dengan nilai p=0,034 dan p=0,01 dengan besar risiko masing-masing 3,2 kali  (95% CI: 0,918-11,509)  dan 13,6 kali (95% CI: 3,091-59,831). Tidak terdapat hubungan antara status gizi, berat badan lahir dan asupan lemak dengan kejadian menarche dini dengan nilai p  masing masing p=0,232 dan p=0,075. Regresi logistik menunjukkan asupan kalsium berlebih mempunyai pengaruh sebesar  43% terhadap kejadian menarche dini.Simpulan : Asupan protein dan kalsium berhubungan dengan kejadian menarche dini. 
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERKARBOHIDRAT SEBELUM LATIHAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH ATLET Rukmana, Erni; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.357 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3739

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan glukosa darah selama latihan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan performa atlet. Pemberian minuman yang mengandung karbohidrat sebelum latihan dapat membantu mempertahankan kadar glukosa darah dan menunda kelelahan. Minuman berkarbohidrat dapat menyuplai energi selama latihan maupun pertandingan. Pemberian minuman dengan kandungan karbohidrat 6-8% selama latihan atau pertandingan dapat membantu meningkatkan performa atlet dengan menunda kelelahan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui  pengaruh pemberian minuman berkarbohidrat 15 menit sebelum latihan terhadap kadar glukosa darah atlet.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan rancangan pre-post randomized controlled gorup design. Jumlah subjek 18 atlet sepak bola usia 15-18 tahun di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam penelitian. Subjek penelitian menerima intervensi pemberian minuman berkarbohidrat dan air (kontrol) sebanyak 250 ml. Minuman diberikan 15 menit sebelum latihan lari 10 menit.  Kadar glukosa darah diukur sebelum dan setelah lari 10 menit.Hasil: Terdapat perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan setelah lari 10 menit baik pada kelompok minuman berkarbohidrat maupun  kontrol (p<0.05). Rata-rata penurunan kadar glukosa darah pada kelompok minuman berkarbohidrat lebih kecil daripada kelompok kontrol, akan tetapi  menurut statistik tidak ada perbedaan yang bermakna pada kadar glukosa darah antara kelompok minuman berkarbohidrat dan kelompok kontrol (p=0.264).Simpulan: Pemberian minuman minuman berkarbohidrat sebelum latihan pada atlet dapat memperkecil penurunan kadar glukosa darah selama latihan dibandingkan kelompok kontrol.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERAGAMAN PANGAN PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG 'Aisy, Amalia Rihadatul; Fitranti, Deny Yudi; Purwanti, Rachma; Kurniawati, Dewi Marfu’ah; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.046 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25839

Abstract

Latar Belakang: Anak jalanan mempunyai kecenderungan mengkonsumsi makanan tidak beragam yang dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan serta rentan terhadap masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang.Metode: Penelitian observational dengan rancangan cross sectional. Subjek adalah 58 anak jalanan usia 9-12 tahun diambil dengan cara consecutive sampling. Data pengetahuan gizi, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya dan jumlah anggota rumah tangga diperoleh menggunakan kuesioner penelitian, data ketahanan pangan rumah tangga diperoleh menggunakan Household Food Security Survey Module (HFSSM), serta keragaman pangan dinilai dengan instrument Individual Dietary Diversity Score (IDDS). Data dianalisis statistika secara univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-Square.Hasil: Sebagian besar subjek (82,2%) mengkonsumsi makanan yang tidak beragam sedangkan 17,2% lainnya mengkonsumsi makanan beragam. Terdapat hubungan antara pekerjaan pengasuh utama, pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur, dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah dengan keragaman pangan (p=0,003; p=0,035; p=0,003). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi anak, pengetahuan gizi pengasuh utama, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya, ketahanan pangan rumah tangga dan besar keluarga dengan keragaman pangan (p>0,05). Simpulan: Pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KAFEIN DENGAN KEPADATAN TULANG PADA WANITA DEWASA MUDA Septriani, Ria Stella; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.417 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3730

Abstract

 *)Penulis Penanggungjawab Latar Belakang : Asupan protein dan kafein berlebihan akan menurunkan kepadatan tulang pada wanita dewasa muda. Hal tersebut berkaitan dengan peningkatan konsentrasi kalsium pada urin. Sebaliknya, status gizi, aktivitas fisik, asupan kalsium dan fosfor merupakan faktor yang dapat meningkatkan kepadatan tulang.Tujuan : Mengetahui hubungan asupan protein dan kafein dengan kepadatan tulang pada wanita dewasa muda.Metode : Desain penelitian cross sectional dengan subyek 86 wanita usia 18-23 tahun dipilih dengan metode simple random sampling. Data yang diambil adalah berat badan, tinggi badan, asupan protein, kafein, kalsium, fosfor, skor aktivitas fisik, dan nilai kepadatan tulang. Analisis bivariat menggunakan uji rank spearman dan analisis multivariat menggunakan uji regresi linear berganda.Hasil : Osteopenia ditemukan pada 30,2% subyek. Selain itu, 66,3% subyek memiliki status gizi normal, 97,7% memiliki aktivitas fisik sedang, 50% memiliki asupan protein  berlebih, seluruh subyek (100%) memiliki asupan kafein cukup, asupan kalsium dan fosfor kurang dari AKG masing-masing 75,6% dan 58,1%. Asupan protein dan kafein tidak memiliki hubungan dengan kepadatan tulang (p>0,05). Namun, status gizi (r=0,369), aktivitas fisik (r=0, 0,230), dan berat badan (r=0,312) memiliki hubungan bermakna dengan kepadatan tulang (p<0,05). Pada analisis regresi, hanya status gizi yang mempengaruhi kepadatan tulang (B=0,113).Kesimpulan : Asupan protein dan kafein tidak memiliki hubungan dengan kepadatan tulang pada wanita dewasa muda. Akan tetapi,  status gizi,aktivitas fisik, dan berat badan memiliki hubungan bermakna dengan kepadatan tulang sedangkan status gizi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap nilai kepadatan tulang.
HUBUNGAN DENSITAS ENERGI DAN ASUPAN CAIRAN DENGAN BERAT JENIS URIN PADA REMAJA Setyarsih, Liani; Ardiaria, Martha; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.811 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18670

Abstract

Background: Hydration status is a condition that describes total body fluid. One of the method of measuring hydration status is urine specific gravity. Energy density of food is the amount energy content of total weight food. Foods with high energy density tend to have a lower water content, which will affect fluid intake. The aim of this research was to know the correlation of energy density and fluid intake with urine specific gravity as one of the markers of hydration status. Method: This was an observational research with cross-sectional study design. The research was conducted in Senior High School 15 Semarang involving 55 subjects by Simple Random Sampling method. Food intake and fluid intake were assessed by 1x24 hours Food Recall. Urine specific gravity measured in laboratory. Body fat percentage measured by BIA (Bioelectrical Impendance Analysis) and physical activity assessed by 1x24 hours record physical activity. Data were analyzed by rank spearman.Result: Median of urine specific gravity men and women was 1,02 g/ml. Mean of energy density in men was 1,8±0,32 kcal/gram, in women was 2,1±0,59 kkal/gram. Mean of fluid intake in men was 2406,4±491,38 ml, in women was 2159,5±648,42ml. There was significant correlation of fluid intake with hydration status (p=0,027). There was no significant correlation of energy density and hydration status (p=0,218). Multivariate analysis showed that 14,6% of hydration status is affected by both fluid intake and energy intake. Conclusion: There was significant correlation of fluid intake with urine specific gravity. There was no significant correlation of energy density and urine specific gravity.
TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN UJI PENERIMAAN YOGHURT SINBIOTIK DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L) Puspadani, Nurlina; Rustanti, Ninik; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.171 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25807

Abstract

Latar Belakang : Sindrom metabolik dapat diminimalisir dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung sinbiotik, tinggi antioksidan, dan tinggi serat. Yoghurt sinbiotik dengan penambahan ekstrak kayu secang dapat menjadi alternatif minuman bagi penderita sindrom metabolik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan ekstrak kayu secang pada yoghurt sinbiotik terhadap total bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan, dan penerimaan. Metode : Penelitian ini merupakan true experimental dengan rancangan lengkap satu faktor, yaitu penambahan ekstrak kayu secang 0%, 0,1%, 0,3%, dan 0,5%. Analisis total bakteri asam laktat menggunakan uji Total Plate Count, analisis aktivitas antioksidan menggunakan uji 1-1-diphenyl-2-picrylarazyl (DPPH), dan uji penerimaan. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis statistik selanjutnya menggunakan Kruskal-Wallis, Friedman, dan Wilcoxon.Hasil : Terdapat pengaruh pada total bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan, dan uji penerimaan. Rerata total bakteri asam laktat tertinggi pada kontrol yaitu 903,73x1012 yang masih sesuai dengan SNI yaitu 107 CFU/mL. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada penambahan ekstrak kayu secang 0,5%. Pada uji penerimaan memberikan pengaruh terhadap keseluruhan. Produk terbaik terdapat pada yoghurt dengan penambahan ekstrak kayu secang 0,1%.Simpulan : Penambahan ekstrak kayu secang mempengaruhi total bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan, dan penerimaan.
PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN CERAMAH DAN BOOKLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI REMAJA OVERWEIGHT Safitri, Nurul Riau Dwi; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.984 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16438

Abstract

Latar belakang : Konsumsi makanan tinggi kalori, rendah serat dan kurangnya aktivitas fisik dapat menimbulkan masalah gizi yaitu kelebihan berat badan. Kegemaran mengkonsumsi makanan tersebut disebabkan karena kurang tepatnya informasi yang diterima remaja melalui televisi. Booklet digunakan sebagai media edukasi karena informasi yang disajikan lebih lengkap dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh edukasi gizi melalui media booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi remaja.  Metode : Penelitian ini berjenis quasi experimental dengan pre-post test group design. Total subjek sebanyak 28 yang dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok 1 yang diberikan edukasi gizi dengan ceramah (n=14) dan kelompok 2 yang diberikan edukasi dengan booklet (n=14), masing-masing dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan. Data pengetahuan dan sikap gizi diperoleh dari pengisian kuesioner sebelum dan setelah edukasi. Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap pada kedua kelompok diuji menggunakan uji paired t-test, Independent t-test, Mann-Whitney dan Wilcoxon. Hasil : Peningkatan rerata pengetahuan gizi pada kelompok ceramah dari sebelumnya sebesar 72,99% menjadi 78,88%, sedangkan pada kelompok booklet rerata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 73,96% menjadi 78,89%. Peningkatan rerata sikap gizi pada kelompok ceramah dari sebelumnya sebesar 75,86 menjadi 79,07, sedangkan peningkatan rerata sikap pada kelompok booklet dari sebelumnya sebesar 73,14 menjadi 78,93. Terdapat perbedaan rerata pengetahuan dan sikap gizi pada kelompok ceramah dan booklet (p<0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan dan sikap gizi pada kedua kelompok (p>0,05).Simpulan : Edukasi gizi melalui ceramah berpengaruh terhadap pengetahuan, sedangkan edukasi gizi melalui booklet berpengaruh terhadap sikap gizi. Terdapat perbedaan pada peningkatan pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah edukasi pada kelompok ceramah dan booklet. Namun, tidak terdapat perbedaan perubahan pengetahuan dan sikap gizi pada kedua kelompok. 
hubungan asupan omega-3 dan omega-6 dengan kadar trigliserida pada remaja usia 15-18 tahun Nisa, Fitria Zahrotun; Probosari, Enny; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 2 (2017): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.167 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i2.16909

Abstract

Latar Belakang : Omega-3 dan Omega-6 pada keadaan seimbang dapat bekerjasama dalam meningkatkan kesehatan. Namun, pola konsumsi yang berubah menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan proporsi asupan Omega-3 dan Omega-6 yang akan mengindikasi terjadinya suatu gangguan metabolisme terkait kadar trigliserida. Remaja memiliki perilaku makan kurang baik dan mengarah pada ketidakseimbangan Omega-3 dan Omega-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan Omega-3 dan Omega-6 dengan kadar trigliserida pada remaja usia 15-18 tahun.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan crossectional. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling yang melibatkan 49 remaja yan. Data asupan diperoleh menggunakan Food Recall 24 Jam. Sedangkan, kadar trigliserida diuji dengan metode GPO-PAP (Kalorimetrik Enzimatik).Hasil : Rerata kadar trigliserida sebesar 138.9±21.8 mg/dL dengan rerata omega-3 dan omega-6 sebesar 3.65±1.85g dan 29.3±14 g. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara omega-3 dan omega-6 dengan kadar trigliserida (ρ =0.766) (ρ = 0.752).  Namun, asupan lemak menunjukkan adanya hubungan dengan kadar trigliserida (ρ =0.030).Simpulan : Tidak terdapat hubungan asupan omega-3 dan omega-6 dengan kadar trigliserida remaja. Namun, terdapat hubungan asupan lemak dengan kadar trigliserida
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul A Fahmy Arif Tsani Adriyan Pramono Ahmad Syauqy Ahmad Thohir Hidayat Anak Agung Gede Sugianthara Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ani Margawati Annisa, Wahyu Ilmi Anwar, Rylandnia Sucha Aryu Candra Atika Putri Widia Anggraeni Aulia, Salma Shafrina Ayu Rahadiyanti Betsi Kusumaningnastiti Binar Panunggal Bonita, Ika Amalina Choirun Nissa Choirun Nissa Destikasari, Widya Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Enny Probosari Erni Rukmana Etika Ratna Noer Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Eva Yulia Safitri, Eva Yulia Fajrani, alifiaA muktiM Fala, Etika Nurul Famimah, Famimah Fathin, Annisa Nur Febriyanti, Monica Sofchah Fillah Fithra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Gabrielle Nindya Kirana Pradipta, Gabrielle Nindya Kirana Guruh Sarjana Haamiim A.F, Valendra Habibaturochmah Habibaturochmah Hardhono Susanto Hartanti Sandi Wijayanti Haznawati, Nur Dian Hermawan, Febriyanti Iqbal Kameswara P.S., Iqbal Kameswara Iqlima Safitri, Iqlima Jauharany, Firdananda Fikri Kinanthi Mestuti H Kusnadi, Gita Kusumaningnastiti, Betsi Lailla Nurrin Faizah, Lailla Nurrin Lani, April Lestari, Rahma Wati Dwi Marfu'ah Kurniawati, Dewi MARTHA ARDIARIA Marthandaru, Diassafons Mubarok, Agus Abul Fadli Mulyani, Ira Mursid Tri Susilo Nafilah Nafilah Naning Septiyani Rahayu, Naning Septiyani Ningsih, Diajeng Dian Rahana Ninik Rustanti Nisa, Fitria Zahrotun Nisrina Prameswari, Nisrina Nissa, Choirun Nugrahani, Gardinia Nur Ahmad Habibi Nur Indah Kurniawati Nurbaity, Annisa Dinah Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Pramono, Adryan Puspadani, Nurlina Putri, Wieda Devita Qoniatu Zulfa Rachma Purwanti Rachmawati, Rizki Khoirur Rahadiayanti, Ayu Rahardiyanti, Ayu Rahma Wati Dwi Lestari Rahmadani, Prita Ady Rahmawati, Eka Rina Ramayani, Gita Ria Stella Septriani Safitri, Nurul Riau Dwi Sandi, Dewi Kurnia Setyarsih, Liani Setyawati, Novi Sidhin, Syaharani Siwi, Tabita Prawita Solly Aryza Sukmasari, Vintantiana Sulistyaningnagari, Putri Gayatri Tamimi, Adesta Aulia Tri Damayanti, Tri Tsani, A Fahmy Arif Tsani, A. Fahmy Arif Ulayya, Talitha Utari, Hermina Pratiwi Vito Andygian Widya Destikasari