Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Teknik Penerjemahan Untuk Meningkatkan Kualitas Terjemahan Cerita Rakyat Daerah Melayu Jambi Fitriah, Siti; Aprilia Kartika Putri; Anggi Triandana; Ulil Amri; Yoga Mestika Putra
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i2.48825

Abstract

Indonesia terdiri dari berbagai suku yang memiliki beragam budaya. Kekayaan budaya tersebut dapat kita ketahui salah satunya melalui cerita rakyat daerah. Nilai-nilai kehidupan, adat-istiadat, dan pandangan hidup tertuang di dalamnya. Akan tetapi, adanya perbedaan bahasa menyebabkan penyebaran cerita rakyat daerah terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penerjemahan untuk menjembataninya. Kegiatan penerjemahan bukanlah suatu hal yang sulit, namun tanpa adanya pemahaman terkait teknik-teknik penerjemahan tentu akan memberikan kendala bagi seorang penerjemah. Atas dasar itulah, pelatihan teknik penerjemahan diadakan. Sasaran peserta pada pelatihan ini dikhususkan kepada para mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Universitas Jambi yang memiliki andil untuk menyebarluaskan karya sastra. Kegiatan pelatihan ini diadakan pada hari Senin, tanggal 17 Maret 2025 secara luring. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, tanya jawab dan quiz. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari para mahasiswa. Hal ini dapat diketahui dari hasil penyebaran angket kepada mahasiswa, yang mayoritas jawabannya menyatakan kebermanfaatan pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas terjemahan cerita rakyat daerah.
Racial Swearing in Compliments on X: A Pragmatic Perspective Putri, Aprilia Kartika; Triandana, Anggi; Fitriah, Siti; Putra, Yoga Mestika; Sirait, Jeliana Veronika
Puitika Vol. 20 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i1.593

Abstract

Abstract  Few realize that swearing is not always used to express negative emotions. It can also be utilized to convey positive feelings, such as compliments. Swearing in compliments is a phenomenon identified on X, the social media platform that was formerly known as Twitter. The purpose of this study is to examine the pragmatic meaning and the pragmatic function of racial swearing in compliments on X. This study is classified as descriptive qualitative research. The data of this study consisted of racial swearing in the compliment utterances on X. The observational method was used to gather the data. In the meantime, the data were analyzed using the identity method by referring to the theories of Hughes (2006), Kreidler (2002), Ljung (2011), and Spears (2000). The results of the data analysis are presented by using informal method. The study's findings demonstrate that the racial swearing in compliments on social media X has the pragmatic meaning of ‘guy’. In addition, it has pragmatic functions as noun supports and anaphoric use of epithets. As a noun support, the racial swearing was used to assist the compliment word, which was usually in the form of an adjective. On the other hand, as the anaphoric use of epithets, the racial swearing was used as an anaphoric pronoun, a pronoun that refers back to another noun in the utterance. It is anticipated that this study would lessen the misunderstanding that Indonesian EFL (English as a Foreign Language) students may have when interacting with other English speakers on social media X. 
Gangguan Berbahasa pada Tokoh Dodo Rozak di Film Miracle In Cell No.7 Suatu Kajian: Neurolinguistik Triandana, Anggi; Yuliana, Yessa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.531

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang gangguan berbahasa yang dialami oleh tokoh Dodo dalam film Miracle In Call No.7 berdasarkan kajian Neurolinguitik. Melalui kajian Neurolinguitik, akan ditemukan penyimpangan bahasa pada tokoh Dodo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gangguan berbahasa dari pelepasan, penambahan, dan ganti dari tuturan tokoh Dodo. Metode kualitatif deskritif digunakan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan gangguan berbahasa dilihat dari pelepasan, penambahan, dan ganti. Data dikumpulkan dari dialog tokoh Dodo pada film Miracle In Call No.7. Pengumpulan data menggunakan teknik membaca, menyimak, dan menulis berdasarkan kajian Neurolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat 6 fonem pada pelepasan, 6 fonem pada penambahan, dan 9 fonem pada ganti. Maka, proses penggantian fonem lebih banyak ditemukan pada penuturan tokoh Dodo.
The Role of Urban Space in Wardah's TV Advertisement Putra, Yoga Mestika; Triandana, Anggi
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study deals with the role of urban space in mass media, especially in television. The purpose of the research is to describe the role of urban space in television advertising in forming the position of the product to the audience. The questions deal with the sign space. Besides visual and audio elements, television also has dynamic movements. This research looks at the role of urban space in the media, especially television. The aim of the study is to describe the role of urban space in television advertising to build a product position in the audience. The questions are about how sign space (ie the space in front of the signer's body) is used to position a structure. The data used in this study comes from a TV commercial in 2013. This study is a qualitative study conducted using semiotic analysis. The result shows that with the help of the codes of the urban space, it was possible to build Wardah as a skin protection, whitening, and moisturizing product for urban girls. The result shows that advertising gives consumers much more information about the products and also influences them to buy the products.
Kode Semiotika Roland Barthes dalam Cerpen “Man Rabuka” Karya A.A. Navis Putra, Yoga Mestika; Amri, Ulil; Fitriah, Siti; Putri, Aprilia Kartika; Triandana, Anggi
Puitika Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v21i2.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memahami penerapan lima kode semiotika Roland Barthes dalam cerpen A.A. Navis, “Man Rabuka”, yang dipilih karena kekayaannya akan tanda-tanda sosial dan simbol-simbol budaya. Penelitian kualitatif deskriptif ini menerapkan pendekatan objektif dalam menganalisis kata, frasa, dan klausa yang mengandung lima kode Barthes: hermeneutik, konotatif (semes), simbolik, aksian, dan budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kode-kode tersebut beroperasi secara berlapis untuk membongkar makna tersembunyi dan kritik sosial narasi. Kode hermeneutik menciptakan misteri melalui pertanyaan tentang keheningan desa dan stigma pengkhianat. Kode konotatif mengungkapkan kekosongan spiritual karakter Jamain melalui ekspresi penderitaan batin dan atribusi ironis kualitas surgawi pada keburukan duniawi (opium, tuak). Kode simbolik menyajikan oposisi biner yang runtuh antara Pahlawan (sang kakak) dan narator (Aku), yang pada akhirnya ditiadakan oleh kekuatan Kelupaan. Kode aksian memetakan urutan peristiwa penting, terutama penyiksaan sang pahlawan dan tindakan satir Jamain menyuap Malaikat Kubur. Terakhir, Kode budaya diwujudkan melalui istilah agama dan Minangkabau seperti Tuanku, malin, dan frasa judul Man Rabuka. Kesimpulannya, pendekatan semiotika Barthes berhasil mendekonstruksi “Man Rabuka” sebagai sistem tanda yang kompleks, merefleksikan pandangan dunia penulis dan kritik sosial terhadap masyarakat yang terjebak dalam formalisme dan materialisme.
Social protest style in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo: stylistic studies Wulandari, Sovia; Triandana, Anggi
BAHASTRA Vol. 42 No. 2 (2022): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v42i2.232

Abstract

This study aims to examine and describe Dian Purnomo's authorship style in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam  (PMBH) based on symbols of sexual violence against women. The use of diction, sentence style, and imagery is examined using stylistic analysis. The results of this study indicate that there are three stylistic forms, namely diction, sentence style, and imagery. Based on the results of this study, it is stated that Dian Purnomo's authorship style in the PMBH novel is in the style of Proletarian Fiction (Social Protest Fiction). Dian Purnomo, through this novel, reveals the reality that is happening in the Sumba community regarding the Marriage Catch tradition. In this tradition, many women are victims of sexual violence and hatred. Dian Purnomo prohibits protests customary rules and rulers.