Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Bahan Ajar Fisika Matematika Materi Persamaan Diferensial dengan Model ADDIE Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis I Wayan Gunada; Syahrial A; Muh Makhrus; Jannatin Ardhuha; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Lalu Azikri Amrullah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar fisika matematika pada materi persamaan diferensial yang berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Produk yang dihasilkan berupa modul ajar fisika matematika yang dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahapan utama: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berupa modul yang dikembangkan telah melalui proses validasi oleh para ahli dengan tiga aspek penilaian, yaitu kelayakan isi, penyajian, dan kebahasaan. Berdasarkan hasil penilaian dari dua orang ahli, diperoleh rata-rata skor 92,5 dengan persentase 79,74%, yang dikategorikan baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Dari segi efektivitas, hasil implementasi modul ajar pada proses pembelajaran menunjukkan dampak positif terhadap aktivitas, respons, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Aktivitas mahasiswa selama pembelajaran mencapai 73,59%, termasuk dalam kategori baik. Hasil respon menunjukan bahan ajar berupa modul yang dikembangkan termasuk dalam kategori praktis. Mahasiswa menilai bahan ajar ini praktis karena mudah dipahami, memiliki instruksi yang jelas, serta didukung oleh kualitas visual yang baik. Selanjutnya, kemampuan berpikir kritis mahasiswa analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 58 meningkat menjadi 75 pada posttest. Artinya, bahan ajar yang dikembangkan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa modul ajar fisika matematika berbasis model ADDIE pada materi persamaan diferensial memiliki kelayakan dan efektivitas yang baik. Modul ini tidak hanya mempermudah mahasiswa dalam memahami konsep-konsep abstrak fisika matematika, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, modul ajar ini dinyatakan layak, efektif, dan praktis digunakan sebagai sumber belajar mandiri maupun pendukung dalam proses perkuliahan fisika matematika.
Penguasaan Konsep Fisika Peserta Didik melalui Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Peer Instruction dan Modul Digital Lamia Ulfa; I Wayan Gunada; Hikmawati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1948

Abstract

This study aimed to determine the effect of guided inquiry learning integrated with peer instruction assisted by digital modules on students’ mastery of physics concepts in the topic of sound waves. The research employed a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The population of the study consisted of all eleventh-grade students at SMAN 1 Kuripan. The sample was selected using purposive sampling, resulting in class XI-2 as the experimental class and class XI-1 as the control class. The experimental class received guided inquiry learning integrated with peer instruction assisted by digital modules, while the control class was taught using conventional learning methods. Data collection was conducted using essay tests to measure students’ concept mastery through pretests and posttests. The data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, t-tests, and N-Gain analysis. The average pretest scores of concept mastery in the experimental and control classes were 27.33 and 28.33, respectively, while the posttest scores were 74.27 and 63.10. The results of the normality and homogeneity tests indicated that the data were normally distributed and homogeneous. Furthermore, hypothesis testing using the t-test showed that the calculated t-value was higher than the table t-value, where t_calculated = 2.49 and t_table = 2.00. Therefore, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. In addition, the N-Gain analysis showed that the improvement in concept mastery in the experimental class was higher than that in the control class. Thus, guided inquiry learning integrated with peer instruction assisted by digital modules can be used as an innovative learning alternative to improve students’ mastery of physics concepts.
Studi Korelasional Nilai Matematika terhadap Nilai Fisika Siswa Kelas XI pada Implementasi Pendekatan Deep Learning di SMAN 10 Mataram Khaira Ulfa; Wahyudi; I Wayan Gunada
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1989

Abstract

This study aimed to examine the relationship between mathematics and physics achievement scores among eleventh-grade students at SMAN 10 Mataram. The research employed a quantitative approach using a correlational research design. Saturated sampling was applied to select 58 students from class XI Science as the research subjects. The data source consisted of students’ end-of-semester summative scores in mathematics and physics. Data analysis was conducted using SPSS 25 through the Kolmogorov-Smirnov normality test, linearity test, and Spearman’s Rho correlation test. The descriptive analysis results showed that the average mathematics score was 82.127 with a standard deviation of 4.193, while the average physics score was 82.131 with a standard deviation of 2.521. The normality test indicated that the data were not normally distributed; therefore, the hypothesis testing was conducted using Spearman’s Rho correlation analysis. The correlation test results revealed a correlation coefficient of 0.490 with a significance value of 0.000. These findings indicate a positive and significant relationship between mathematics and physics achievement scores with a moderate level of correlation. Thus, mathematical ability plays an important role in supporting students’ physics learning achievement, particularly in deep learning-based instruction that emphasizes conceptual understanding, quantitative reasoning, and problem-solving skills.
Pengembangan Kit IPA Edukatif dari Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Syahrial A; I Wayan Gunada; Muh. Makhrus; Sutrio Sutrio
Kappa Journal Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v10i1.34887

Abstract

Keterbatasan media pembelajaran dan alat peraga IPA di sekolah dasar menyebabkan proses pembelajaran IPA masih cenderung bersifat teoritis dan kurang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Kit IPA Edukatif dari barang bekas sebagai media pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg dan Gall yang meliputi tahap pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba lapangan, revisi produk, dan implementasi produk akhir. Produk yang dikembangkan berupa seperangkat alat peraga IPA sederhana dari barang bekas seperti botol plastik, kardus, sedotan, dan bahan lingkungan lainnya untuk menjelaskan konsep-konsep IPA dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kit IPA edukatif mampu meningkatkan motivasi belajar, keaktifan, dan pemahaman konsep peserta didik. Berdasarkan hasil angket respon peserta didik diperoleh rata-rata persentase sebesar 76.25% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, kit IPA edukatif dari barang bekas layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA yang ekonomis, praktis, inovatif, dan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif serta bermakna di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran tidak hanya membantu meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, tetapi juga dapat menumbuhkan kreativitas dan kepedulian lingkungan peserta didik sejak dini.
Peningkatan Literasi Energi Terbarukan Mahasiswa melalui Kegiatan Edukasi dan Observasi Lapangan di PLTS Sengkol Lombok Tengah Wahyudi; I Wayan Gunada; Syahrial A; Muh. Makhrus; Ahmad Harjono; Arsis Doyan; Susilawati; Joni Rokhmat; Sutrio; Muhammad Zuhdi; Hikmawati; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Muhammad Taufik; Gunawan; Satutik Rahayu; Jannatin Ardhuha; Kosim; Nina Nisrina; Fathurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.1861

Abstract

Community service is one form of implementing the Tri Dharma of Higher Education, which aims to integrate education, research, and community engagement into a unified and applicable activity. This program was conducted at the Sengkol Solar Power Plant (PLTS) in Pujut District, Central Lombok Regency, involving university students as the primary participants. The objective of the activity was to enhance students’ understanding of solar energy concepts and their practical implementation through an experiential learning approach. The methods employed included preparation, field observation, interviews, interactive educational sessions, and evaluation. The results indicated an improvement in students’ understanding of the working principles of solar power plants, particularly regarding the energy conversion process through the photovoltaic effect and the functions of key components such as solar panels and inverters. Furthermore, the activity increased students’ awareness of the importance of renewable energy in supporting environmental sustainability. This program demonstrated that contextual learning through direct field observation is effective in improving students’ energy literacy. Therefore, this activity model is recommended as an innovative approach to learning in the field of renewable energy.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Baru terhadap Program Studi Pendidikan Fisika, Dunia Kampus, dan Etika Akademik dalam Mendukung Pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) I Wayan Gunada; Hikmawati; Nina Nisrina; Sutrio; Kosim; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Aris Doyan; Susilawati; Joni Rokhmat; Syahrial Ayub; Ahmad Harjono; Muhammad Zuhdi; Gunawan; Muhammad Taufik; Satutik Rahayu; Muh Makhrus; Wahyudi; Jannatin Ardhuha; Fathurrahman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15492

Abstract

Kegiatan Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru FKIP Universitas Mataram diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Fisika mengenai identitas program studi, kehidupan kampus, etika akademik, serta kontribusi organisasi kemahasiswaan dalam mendukung pencapaian SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 19 dosen Program Studi Pendidikan Fisika dan 75 mahasiswa baru yang terdiri atas 19 mahasiswa laki-laki dan 56 mahasiswa perempuan. Sosialisasi edukatif diterapkan melalui berbagai aktivitas, meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pengenalan dosen, penguatan etika kampus, pengenalan Sistem Informasi Akademik, pengenalan budaya kehidupan perguruan tinggi, serta sosialisasi HMPS Pendidikan Fisika. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan respons peserta selama kegiatan berlangsung, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pelaksanaan kegiatan memberikan peningkatan pemahaman mahasiswa baru terkait visi dan misi program studi, sistem akademik, budaya kampus, peran dosen, etika akademik, serta fungsi organisasi mahasiswa sebagai sarana pengembangan diri. Selain itu, mahasiswa juga mulai memahami perbedaan budaya belajar antara sekolah dan perguruan tinggi, terutama pada aspek kemandirian, komunikasi akademik, tanggung jawab, dan integritas. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi tahapan awal dalam pembentukan identitas akademik dan sosial mahasiswa. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Fisika untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus secara lebih etis, adaptif, dan berorientasi pada pendidikan berkualitas.