Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DESAIN BAHAN AJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI PERGURUAN TINGGI Hadin, Ahmad Fikri; Fahlevi, Reja
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 1 No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.093 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v1i2.1533

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran mata kuliah Pendidikan Kewarganegaran di berbagai perguruan tinggi di Indonesia hanya bersifat hapalan. Tidak ada nilai-nilai dan pelajaran yang bisa diambil dan dirasakan ketika mengikuti perkuliahan ini. Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dijadikan sebagai mata kuliah “role model” untuk permasalahan-permasalahan bangsa dan negara, seperti permasalahan pendidikan anti korupsi. penelitian ini menggunakan Pendekatan Penelitian Desain. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi dan triangulasi. Penelitian ini menghasilkan materi Ajar Pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan kepada pengetahuan semata, melainkan juga membekali mahasiswa keterampilan-keterampilan seperti menganalisis dan berfikir kritis sehingga akan membentuk keterampilan-keterampilan yang lain.
Aliansi Meratus Sebagai Gerakan Sosial “Perlawanan” Warga Negara Pro-Lingkungan Di Kalimantan Selatan; Perspektif Kewarganegaraan Ekologis Sarbaini, Sarbaini; Fahlevi, Reja
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 7 No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v7i2.5413

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk menuliskan bagaimana sepak terjang dan peran gerakan sosial Aliansi Meratus yang merupakan gerakan perlawanan pro lingkungan di Kalimantan Selatan sebagai wujud gerakan kewarganegaraan ekologis. Pendekatan penelitian adalah penelitian kualitatif. Populasi adalah Gerakan Aliansi Meratus, informan kunci ditentukan secara purposive sampling, yaitu aktivis Gerakan Aliansi Meratus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Aliansi Meratus muncul karena kepedulian berbagai elemen tokoh masyarakat yang berjuang agar tidak terjadi tukar guling wilayah Meratus dengan wilayah PT Kodeco. Gerakan Aliansi Meratus adalah wadah perlawanan yang memperjuangkan hak-hak masyarakat, menyuarakan agar tidak terjadi tukar guling lahan, apabila terjadi dapat merusak ekosistem lingkungan, serta menghilangkan tradisi dan adat istiadat masyarakat dan lingkungan pegunungan Meratus.  Peran Gerakan Aliansi Meratus adalah wadah yang memberikan kesadaran dan penguatan;  kampanye dan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan masyarakat;   penelusuran ke lembaga-lembaga, instansi maupun akademisi untuk mencari dukungan; melakukan kajian terhadap peraturan-peraturan untuk melakukan penolakan secara ilmiah terhadap kebijakan; melakukan  Aksi dan Pernyataan Sikap sebagai wujud perlawanan dan ketidaksetujuan masyarakat untuk menolak tegas segala macam bentuk eksploitasi terhadap hutan Meratus, yang dilakukan di balai-balai Adat maupun aksi yang dilakukan di depan Gedung DPRD Kabupaten dan Provinsi; dan membuat event festival-festival kesenian baik teater maupun festival baca puisi  yang bertemakan tentang Meratus.
IMPLEMENTASI MODEL GIVE THE INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Jannah, Fathul; Fahlevi, Reja; Jannah, Mariatul; Prihandoko, Yogi; Sari, Raihanah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27679

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran yang dilakukan masih konvensional, siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa kurang termotivasi dan berakibat pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini menggunakan jenis PTK. Data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dan angket motivasi belajar. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa pada pertemuan setiap pertemuan selalu mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari persentase capaian aktivitas siswa yang awalnya pada pertemuan I memperoleh 42,85% terus mengalami peningkatan hingga pada pertemuan IV mampu mencapai 85,71%. Motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan di setiap pertemuannya, hal ini dapat dilihat dari persentasi capaian pertemuan I memperoleh 42,85% terus mengalami peningkatan hingga pada pertemuan IV mencapai 85,71%. Demikian pula dengan hasil belajar siswa, yang awalnya ketuntasan klasikal hasil hanya memperoleh 28,57% berhasil mencapai 100% di pertemuan IV. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model Give The Instruction dapat meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa. Model ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa.
PEMBELAJARAN HOTS BERBASIS PENDEKATAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR Fathul Jannah; Radiansyah; Raihanah Sari; Reja Fahlevi
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 1 (2022): February
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v11i1.8533

Abstract

This study aims to determine the extent of the teacher's skills in planning and implementing HOTS learning based on an environmental approach. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and documentation studies. The data collected were analyzed by data selection techniques, data tabulation, calculating alternative answers, then describing and analyzing the data. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the implementation of HOTS learning based on an environmental approach in elementary schools in Banjar Regency, especially in Kertak Hanyar District, the High Class Gugus has not been fully implemented, this is because some teachers experience limitations in developing HOTS learning devices based on an environmental approach and sometimes experience problems obstacles in implementing HOTS learning based on an environmental approach. To compile the assessment in the form of HOTS is also constrained, because not all students are able to construct, understand, and apply their critical thinking skills, so the evaluation tool designed needs to be adapted to the needs of students.