Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemenuhan Hak Politik Warga Negara Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin (Studi Kasus Penyandang disabilitas) Fahlevi, Reja; Rahman, Budi
Academy of Education Journal Vol. 15 No. 1 (2024): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v15i1.2229

Abstract

Political rights for people with disabilities are one component of Human Rights that must be fulfilled. However, if you look at the reality today, there are still many political rights for people with disabilities that are not fulfilled. The aim of this research is to see and analyze the form of fulfillment of political rights regarding socialization for people with disabilities and the form of provision of infrastructure and facilities by the General Election Commission (KPU) of Banjarmasin City. This research uses descriptive qualitative methods by conducting interviews and observations. The results of this research show that the Banjarmasin City KPU fulfills the Political Rights of Persons with Disabilities in two ways. First, by providing interpreters for deaf people in outreach activities regarding procedures and mechanisms related to general elections. Second, the provision of facilities and infrastructure for blind people with disabilities is provided with braille aids in elections. and providing wheelchair access and friendly services for people with disabilities in Banjarmasin City.
Kesadaran Moral Hidup Berhukum Warga Negara Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Kota Banjarmasin Akhyar, Zainul; Kiptiah, Mariatul; Elmy, Muhammad; Fahlevi, Reja
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10273

Abstract

Kesadaran moral dalam hidup berhukum merupakan salah satu pilar dari kriteria hukum yang baik dan efektif dalam suatu kehidupan bernegara. Jika kesadaran hidup berhukum warga negara rendah, maka akan berdampak pada tingkat kepatuhan terhadap hukum itu sendiri. Kesadaran moral dalam hidup berhukum ini tampaknya terjadi pada fenomena kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor sebagaimana hasil penelitian ini. Sebagian besar informan masih rendahnya terkait dengan pengetahuan dan pemahaman kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor, demikian juga aspek keyakinan dan sikap masih sangat rendah. Sebagai akibatnya perilaku mreka cenderung kurang positif terhadap kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Rendahnya kesadaran moral dalam hidup berhukum ini tampaknya perlu perlu disikapi oleh segenap pihak terkait guna dicarikan solusi yang yang tepat untuk memperbaikinya; karena hal itu akan brdampak signifikan terhadap Pembangunan bangsa dan negara.
Sosialisasi Sadar Pemilu Menjelang Pilkada Pada Komunitas Pemuda Di Kota Banjarmasin Huda, Nurul; Wahyu, Wahyu; Kiptiah, Mariatul; Fahlevi, Reja; Nugroho, Dedy Ari
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fvehtj04

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  memberikan pemahaman dan kesadaran kepada pemuda di Kota Banjarmasin akan pentingnya ikut terlibat dan  berpartisipasi dalam pemilihan Kepada Daerah pada tanggal 27 November nanti. Hal ini didasari bahwa populasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerag tahun ini lebih banyak di isi oleh usia Pemuda yakni Usia 17 – 40 Tahun. Melalui pendekatan sosialisasi dan edukasi interaktif, kegiatan ini memberikan informasi tentang Pilkada, peran pemuda dalam pilkada, serta strategi peningkatan kesadaran dalam pilkada. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran di kalangan pemuda di Kota Banjarmasin akan pentingnya posisi mereka dalam keikutsertaan meraka dalam Pilkada tahun 2024 ini. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian akademisi usaha mendorong kesadaran pemuda terhadap politik dengan output meningkatnya angka partisipasi Pemuda di Kota Banjarmasin pada Pilkada tahun 2024 ini.
PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILL) SEBAGAI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR Radiansyah, Radiansyah; Jannah, Fathul; Sari, Raihanah; Hartini, Yayuk; Amelia, Rizky; Fahlevi, Reja
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.7821

Abstract

Abstrak: Pembelajaran dalam kurikulum 2013 menuntut agar dalam pelaksanaan pembelajaran siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah, membangun strategi penyelesaian masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Guru merupakan faktor yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran, karena guru yang merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian dalam proses pembelajaran tersebut. Kegiatan guru dalam pembelajaran adalah melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang ciri-ciri dan cara pembuatan soal HOTS, serta memberikan pengalaman langsung dalam mengubah soal biasa menjadi soal HOTS. Kegiatan ini melibatkan 50 guru Sekolah Dasar Gugus Pangeran Antasari Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, penugasan, dan pelatihan pembuatan soal HOTS. Dari kegiatan yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa: 1) Kegiatan berdampak positif bagi guru. 2) Guru lebih mengetahui bagaimana ciri soal HOTS yang baik. 3) Guru juga mengetahui cara mengembangkan soal HOTS. Para peserta berharap adanya kegiatan sejenis dengan materi lanjutan.Abstrack: Learning in the 2013 curriculum demands that in the implementation of learning students  are given the freedom to think, understand problems, develop problem-solving strategies, propose ideas freely and openly. The teacher is a factor that plays an important role in determining the success of the learning process, because it is the teacher  who plans, implements, and conducts assessments in the learning process. The teacher's activities in learning are to train and guide students to think critically and creatively in solving problems . This community service activity aims to provide an understanding of the characteristics and methods of making HOTS questions, as well as providing direct experience in converting ordinary questions into HOTS questions. This activity involved 50 teachers from the Prince Antasari Cluster Elementary School,  Banjarbaru City, South Kalimantan. The methods used are lectures, discussions, assignments, and training on making HOTS questions. From the activities carried out, it can be concluded that: 1) Activities have a positive impact on teachers. 2) Teachers know more about the characteristics of good HOTS questions. 3) The teacher also knows how to develop HOTS questions. The participants hoped that there would be similar activities with advanced material.
Sosialisasi Level Kewarganegaraan Lingkungan Sebagai Upaya Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Bagi Mahasiswa Prodi PPKn FKIP ULM. Fatimah, Fatimah; Sarbaini, Sarbaini; Fahlevi, Reja
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v1i1.447

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi tentang level kewargengaraan mahasiswa Prodi PPKn FKIP ULM, memberikan bimbingan cara mengidentifikasi masalah-masalah lingkungan yang ada disekitarnya, memberikan bimbingan mengimplementasikan kegiatan-kegiatan yang dapat memperbaiki alitas lingkungan disekitarnya. Metode yang digunakan adalah Pemberian informasi dalam bentuk sosialisasi melalui zoom meeting atau penyuluhan tentang konsep level kewarganegaraan kepada mahasiswa prodi PPKn FKIP ULM. Pada saat pelatihan, mayoritas mahasiswa dan masyarakat menerima dengan positif materi yang diberikan narasumber. Sebagian besar dari peserta begitu antusias mengikuti pelatihan, mereka banyak yang menyatakan jika masih banyak yang belum mengerti tentang konsep ataupun pelaksanaannya. Bahkan dari mereka tidak mengerti untuk apa konsep level kewarganegaraan ekologis ini. Hal ini tentunya membuka wawasan dan kesadaranm masyarakat bahwa pentingnya mereka memiliki pengetahuan. Berdasarkan simpulan yang dikemukan diatas, pelatih menyarankan kepada masyarkat agar selalu mulai peduli terhadap lingkungan sungai, agar lingkungan sungai kita tidak tercemar dan mengalami pendangkalan
Multi-Stakeholder Perceptions of the South Kalimantan Local Government Internal Control System Novriyandana, Rifqi; Arifuddin, Arifuddin; Mediaty, Mediaty; Fahlevi, Reja; Maulida, Sri; Rijal, Muhammad
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Finansial Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Finansial Indonesia
Publisher : Prodi Akuntansi FEBM Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ctkzkx03

Abstract

This study aims to identify the perceptions of multi-stakeholders (internal, external, and expert). Internal perceptions are those held by civil servants within the South Kalimantan Regional Government. The sources of external perceptions include the community, suppliers, journalists, and other stakeholders in South Kalimantan. Expert perceptions are drawn from retirees, members of the police, prosecutors, and other relevant individuals within the South Kalimantan Regional Government. The data analysis technique uses thematic analysis with phenomenological analysis techniques. Based on the analysis, the internal control system in the South Kalimantan Regional Government has shown positive developments, especially in the aspects of employee integrity, simplification of procedures, and utilization of technology. However, some areas require improvement, such as budget transparency, public awareness of complaint mechanisms, and strengthening interactive communication. In addition, there is still a lack of efficiency in providing services. The positive perceptions of internal, external, and expert stakeholders on integrity and service procedures show that the involvement of various stakeholders can improve the quality of internal control. Local governments must expand service digitization as a whole to increase efficiency and reduce opportunities for corruption. In addition, local governments also need to develop interactive methods such as hands-on training, discussion forums, and social media-based campaigns.
Implementasi Karakter Peduli Lingkungan Sungai Berbasis Kewarganegaraan Ekologis Melalui Program Adiwiyata di Sekolah Dasar Fahlevi, Reja; Jannah, Fathul; Sari, Raihanah
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 5 No 2 (2020): Volume 5, Nomor 2 - Desember 2020
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v5i2.5069

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi karakter peduli lingkungan sungai berbasis kewarganegaraan ekologis melalui program Adiwiyata di Sekolah Dasar Negeri 1 Basirih. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter peduli lingkungan sungai sudah terintegrasi di dalam aspek-aspek program Adiwiyata. Adanya visi, misi dan tujuan sekolah yang memuat tentang lingkungan sungai, kurikulum yang sudah terintegrasi mengenai lingkungan dengan mengintegrasikan semua mata pelajaran materi terkait lingkungan sungai, optimalisasi kegiatan ekstrakulikuler khususnya pramuka terkait dengan lingkungan sungai, ikut berpartisipasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian dan kebersihan lingkungan sungai, serta tersedianya dengan baik pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan. Implementasi karakter peduli lingkungan sungai sudah diimplementasikan cukup baik di sekolah tersebut, namun masih sangat perlu dilakukan optimalisasi kembali khususnya mengenai nilai karakter peduli lingkungan sungai. Hal itu harus dilakukan dari tingkat yang paling dasar agar mampu membentuk serta menanamkan kepada peserta didik di sekolah.
Tingkat Kompetensi Kewarganegaraan Ekologis Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Pertama Sarbaini; Fahlevi, Reja
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2022): Volume 7, Nomor 2 - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v7i2.7674

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekosistem sungai di Banjarmasin. Peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam perspektif Kewarganegaraan Lingkungan perlu dioptimalkan. Namun belum diketahui dan  belum ada penelitian terhadap tingkat dan dimensi kewarganegaraan lingkungan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, khususnya terhadap guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kriteria dan kategori Tingkat Kewarganegaraan Lingkungan berdasarkan kategori dari Karetekin. Temuan penelitian menunjukkan tingkat kewarganegaraan lingkungan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara keseluruhan berada pada level sedang, terutama dalam indikator sikap warga negara lingkungan yakni menggunakan lebih banyak sumber daya alam daripada yang kita butuhkan, tidak mengancam kesehatan dan kesejahteraan orang di masa depan berada dalam tingkat yang sangat rendah. Tingkat Kewarganegaraan lingkungan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan belum mencapai tingkat yang memuaskan, karena masih masih berada pada tingkat sedang dan rendah. Rekomendasi dalam penelitian ini perlu penguatan dan penegakkan nilai-nilai ekologis melalui sistem pendidikan yang secara konsisten memperkuat nilai-nilai ekologis. dan memungkinkan perilaku pro-lingkungan dan pada gilirannya memberikan penguatan untuk nilai-nilai ekologis. 
Pola Aktivisme Gerakan Sosial Organik Save Meratus Sebagai Gerakan Moral di Kalimantan Selatan Fahlevi, Reja; Sunarso, Sunarso; Hasno, Hasno
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11793

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui pola aktivisme Gerakan sosial organik Save Meratus sebagai Gerakan Moral di Kalimantan Selatan. Gerakan ini muncul sebagai respon dari menurunya jumlah hutan meratus dan semakin maraknya tukar guling lahan dengan Perusahaan tambang. Gerakan sosial save meratus merupakan Gerakan sosial organik dilihat dari karaktertisik dan pola aktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dengan beberapa narasumber, observasi ke media sosial, dan studi dokumentasi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa pola aktivisme Gerakan Save Meratus dilakukan dengan tiga bentuk pola aktivisme yakni Pola aktivisme kolektif (luring) dengan bentuk melakukan advokasi, sosialisai dan aksi. Pola aktivisme konektif dengan bentuk melakukan kampanye, framing di media sosial dalam rangka untuk mendapatkan simpatisan dan memperluas jaringan Gerakan. Pola aktivisme hybrid, pola ini merupakan pola perpaduan atau alternatif antara pola kolektif dan konektif. Penelitian ini sangat perlu sebagai bagian dari bentuk perlawanan warga negara dan wujud gerakan moral lingkungan terhadap kebijakan yang dirasa merugikan masyarakat khususnya masyarakat atau warga negara yang tinggal disekitar hutan meratus.
Pengelolaan Lingkungan Pada Ekowisata dan Sumber Daya Pesisir di Pantai Batakan Baru Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Akhyar, Zainul; Kiptiah, Mariatul; Wahyu, Wahyu; Sarbaini, Sarbaini; Adawiyah, Rabiatul; Winarso, Heru Puji; Ruchliyadi, Dian Agus; Elmy, Muhammad; Fahlevi, Reja; Nugroho, Dedy Ari; Huda, Nurul; Hiliadi, Wardiani
Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/xegk2815

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dengan fokus pada pengelolaan lingkungan dalam konteks ekowisata dan pelestarian sumber daya alam pesisir. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman tentang ekowisata berkelanjutan, minimnya partisipasi dalam pengelolaan lingkungan, kurangnya infrastruktur pendukung wisata, serta lemahnya koordinasi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pelaksana melakukan penyuluhan, pelatihan, dan kegiatan langsung seperti bersih-bersih pantai, penanaman pohon pesisir, serta pembuatan papan informasi edukatif. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, identifikasi masalah, penyampaian materi (sosialisasi), dialog interaktif, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, terbentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta penguatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan dan pengelolaan kawasan wisata yang ramah lingkungan. Program ini juga berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari warga lokal, pelaku UMKM, hingga aparat desa dan mahasiswa, yang berperan aktif dalam upaya pelestarian dan pemberdayaan lingkungan berbasis komunitas.