Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

GAMBARAN CINDERELLA COMPLEX PADA IBU RUMAH TANGGA WANITA DEWASA AWAL Ulpa, Eska Prawisudawati; Ranti, Dinianda Desma; Rasyidin, Yusafrida
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 18, No 1 (2024): Edisi juni
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v18i1.1372

Abstract

Cinderella complex syndrome adalah suatu jaringan sikap dan rasa takut yang dialami perempuandan membuatnya merasa tertekan, menyebabkan ketakutan menggunakan kemampuan sehinggamuncul keinginan untuk selalu dirawat dan dilindungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran psikologis cinderella complex pada ibu rumah tangga wanita dewasa awalyang meliputi proses terbentuk, faktor, ciri, dan aspek. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kualitatif, dilakukan di Kec. Sidomulyo dengan jumlah subjek sebanyak 2 orang yangberstatus ibu rumah tangga dan telah memasuki masa dewasa awal. Metode pengumpulan datamenggunakan teknik wawancara dan observasi. Teknik wawancara dilakukan denganmenggunakan pedoman wawancara. Analisis data pada penelitian ini bersifat deskriptif. Ujikeabsahan data penelitian ini menggunakan 1 (satu) orang informan / significant other padamasing-masing responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan gambaran cinderella complexyang erat kaitannya dengan pengalaman masa kecil. Faktor yang memperngaruhi adalah polaasuh orangtua dan kematangan pribadi. Pola asuh orang tua pada kedua subjek menjadikan pribadimereka menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Pola asuh yang terlalu memanjakan anak akanmenyebabkan anak menjadi ketergantungandan selalu mengandalkan orang lain. Dan juga, polaasuh yang terlalu megekang anak, akan menjadikan anak menjadi pribadi yang kurang mampumengeksplore dirinya sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya.
Volunteer Beneran Indonesia:Keterlibatan dan Komitmen Warga Negara Muda di dalam Komunitas Berlatar Belakang Multikultural Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati; Budimansyah, Dasim; Johstone, Jack McGregor
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.661 KB) | DOI: 10.17977/um019v4i1p140-149

Abstract

This paper aims to find out the involvement of Beneran Indonesia volunteers in the civic education program. For strengthening social cohesion, participants who are from various religions, ethnicities, and cultural backgrounds have brought together and collaborated with volunteers through this program. Qualitative research with a case study method carried out by collecting data from 14 respondents. The result of the study shows that volunteering activities create solidarity, tolerance, communication, interaction, and good connections between volunteers. This research can be used as material for further research on volunteers and students (participants) in outdoor activities to create harmonious social cohesion.
HUBUNGAN ANTARA FATHER INVOLVEMENT DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA PEREMPUAN Ulpa, Eska Prawisudawati; Irawan, Dhita Ananda
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 18, No 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v18i2.1488

Abstract

Psychological well-being sebagai keadaan seseorang yang sehat secara mental yang memiliki sejumlah kualitas kesehatan mental yang positif seperti penyesuaian aktif terhadap lingkungan, dan kesatuan kepribadian. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan psychological well-being pada anak ialah dengan adanya dukungan sosial dari keluarga yang diberikan pada anak terlebih dari orang tua terutama pengasuhan yang diberikan dari ayah yang disebut dengan father involvement. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan psychological well-being pada remaja perempuan. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja siswi SMP N 23 Bandar Lampung. Tekniksampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 118 responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala psychological well-being dengan jumlah 32 aitem (α = 0,914) dan skala father involvement dengan jumlah 29 aitem (α = 0,924). Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi product moment dengan bantuan software SPSS 27.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja siswi SMP N 23 Bandar Lampung berada pada tingkat psychological well-being dan father involvement kategori sedang. Hasil analisis menunjukkan bahwa father involvement berpengaruh secara positif signifikan terhadap variabel psychological well-being dengan mendapatkan nilai koefisien R = 0,463, R Square = 0,214 (p < 0,01) yang artinya semakin tinggi father involvement maka semakin tinggi juga psychological wellbeing. Sebaliknya, semakin rendah father involvement, maka akan rendah juga psychological wellbeing. Melihat dari nilai R Square maka variabel father involvement memiliki pengaruh sebesar 21,4% terhadap variabel psychological well-being dan 78,6% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN RELIGIUSITAS DENGAN KEHARMONISAN PERNIKAHAN PADA ISTRI YANG BEKERJA Khotimah, Siti Nurul; Ulpa, Eska Prawisudawati; Rasyidin, Yusafrida
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 18, No 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v18i2.1490

Abstract

Keharmonisan pernikahan ialah adanya kemampuan dalam suatu keluarga untuk saling mempertahankan hubungan antara suami istri serta adanya ketenangan. Keharmonisan ini ditandai dengan suasana rumah yang teratur, tidak sering terjadinya konflik dan peka terhadap kebutuhan rumah tangga. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keharmonisan pernikahan pada istri yang bekerja yaitu komunikasi interpersonal dan religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi interpersonal dan religiusitas dengan keharmonisan pernikahan pada istri yang bekerja. Populasi penelitian ini adalah istri yang bekerja di dusun I,II,III & IV di desa sumber hidup kecamatan pedamaran Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik purposive sampling sesuai karekteristik yang telah ditentukan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 responden, dengan kriteria berusia 21-40 tahun, usia pernikahan 5-10 tahun dan memiliki anak. Penyebaran quisoner secara manual. Terdapat tiga skala yang digunakan yaitu skala keharmonisan pernikahan berjumlah 25 aitem (α = 0,887), skala komunikasi interpersonal berjumlah 18 aitem (α = 0,914), dan skala religiusitas berjumlah 36 aitem (α = 0,930). Teknik analisis yang digunakan adalah teknik regresi berganda dengan bantuan software JASP 0.18.0 forwindows. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu R = 0,670 dan F = 23.264 dengan nilai p 0.001 (p<0.1). Sumbangan efektif (SE) 44.9%. Hasil yang kedua menunjukkan bahwa terdapathubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dan keharmonisan pernikahan pada istri yang bekerja Rx1-y = 0.520 dengan nilai p 0.001 (p<0.1). dengansumbangan efektif (SE) 25%. Hasil yang ketiga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan religiusitas dengan keharmonisan pernikahan pada istri yang bekerja Rx2-y = 0.469 dengan nilai p 0.001 (p<0.1) dengan sumbangan efektif (SE) 19.90%.
Membangun Resiliensi Ditengah Keterbatasan: Peran Self-Compassion Dan Secure Attachment Pada Remaja Penyandang Tunadaksa Adiningrum, Yoan Fauziah; Fitriani, Annisa; Ulpa, Eska Prawisudawati
IDEA: Jurnal Psikologi Vol. 9 No. 1 (2025): IDEA: Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/idea.v9i1.9104

Abstract

Remaja penyandang tunadaksa menghadapi tantangan ganda, baik secara fisik maupun psikologis, dalam upaya mereka untuk menerima kondisi fisik dan mengatasi berbagai permasalahan. Kondisi ini dibutuhkan kemampuan untuk bangkit kembali dalam menjalani kondisi sulit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan secure attachment dengan resiliensi pada remaja tunadaksa. Penelitian menggunakan kuantitatif, penelitian ini melibatkan sampel 106 remaja. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner, yaitu skala resiliensi, skala self- compassion, dan skala secure attachment. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda diperoleh dengan menggunakan JASP 0.17.1.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang kuat (R = 0.795) antara self-compassion dan secure attachment dengan resiliensi, dimana kedua faktor tersebut secara bersama-sama menyumbang 63.2% dari varians resiliensi.
Moral Education in Volunteering Activities of Young Citizens Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati; Johnstone, Jack McGregor; Cook, Billy L.
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.915 KB) | DOI: 10.24036/8851412312019160

Abstract

Moral education through voluntary work or volunteering greatly supports the development of individuals and society specifically in the improvement of social and practical skills, knowledge and experience. Voluntary activity not only forms common good but also develops a caring attitude to act and has a strong interest in working together to make a better community in the aspects of community's role and responsibility. Qualitative research with an ethnographic approach was carried out during the 2018’s Krakatau Festival cultural event which involved 60 volunteers. Observations, interviews, and documentation studies are important parts of data collection and data analysis significantly. This study found that the pattern of responsible activities and implementation of voluntary work can strengthen volunteering awareness and always foster a pattern of good cooperation with fellow volunteers and other work units as a moral responsibility and moral education that is very beneficial for volunteers in the future. The next researcher can conduct research on good volunteering planning preparation and effective and efficient cooperation patterns. Keywords: cooperation; moral education; caring attitude; volunteering; young citizen Pendidikan moral melalui kerja sukarela atau ‘volunteering’ sangat mendukung perkembang-an individu dan masyarakat khusus di dalam meningkatnya keterampilan sosial dan praktis, pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan kesukarelaan tidak hanya membentuk kebaikan bagi masyarakat (common good) melainkan juga mengembangkan sikap kepedulian untuk bertindak dan memiliki semangat yang kuat dalam bekerja sama untuk membuat lingkungan masyarakat lebih baik dari aspek peran masyarakat dan tanggung jawab. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografis dilakukan selama acara budaya Festival Krakatau 2018 dengan melibatkan 60 relawan. Observasi, wawancara, dan studi dokumentasi menjadi bagian penting untuk pengumpulan data dan analisis data secara signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa pola aktivitas dan implementasi pekerjaan kesukarelaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dapat memperkuat sikap kepedulian relawan dan selalu membina pola kerjasama yang baik dengan sesama relawan dan unit kerja lain sebagai tanggung jawab moral dan pendidikan moral yang sangat bermanfaat bagi diri relawan di masa depan. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai persiapan perencanaan kerja sukarela yang baik dan pola kerjasama yang efektif dan efesien. Kata kunci: kerjasama; pendidikan moral; sikap kepedulian; kesukarelaan; warga negara muda
The Teaching and Learning Strategy: Do We Need Classroom to Transfer Knowledge and Values to Our Students? Adha, Muhammad Mona; Wijaya, Apriyanda Kusuma; Ulpa, Eska Prawisudawati; Johnstone, Jack McGregor
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 5 No. 1 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v5i1.303

Abstract

Classroom learning is extremely important for students, providing a structured environment supporting their academic, social, and emotional development. Classroom learning allows students to interact with teachers in real time; this offers the opportunity for immediate clarification, feedback, and guidance, which is critical for deeper understanding. Building interactions by seeing stimuli and gestures appropriately takes a classroom where interactions occur naturally which can be observed directly. Online classes present fairly short class meetings and do not involve emotional well between teacher and students. Qualitative research with a case study approach in the article reveals the need for direct interaction in the classroom teaching-learning process. 10 respondents were middle school teachers who taught in several schools in Bandar Lampung. Classrooms must be used as fun spaces filled with motivation for students related to critical social values, cooperation, respect, empathy, critical thinking, and responsibility are essential for the student’s holistic development.
Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian Diri pada Santri Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung Ulpa, Eska Prawisudawati; Zahara, Nur; Afifah, Sarah
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 3 No. 1 (2020): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v3i1.6142

Abstract

AbstractSelf adjustment is an effort or an act for someone to interact properly with surroundings where he belong and can overcome obstacles or conflicts that comes from inner or outerside of him/herself so he/she can be accepted by neighborhood. This research intend to know the relation of independence with self adjustment on new students in Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung. The Hypothesis submitted in this research is to know there is relation of independence with self adjustment on new Students in Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung.Data collection method using two psychological scales which involve :scale self adjustment consists of 27 items which has coefficient realibility value amount α = 0,874, and independence scale consists of 47 items which has coefficient realibility value amount α = 0,884. These research subject are students in Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung. Total Subject used are 100 students, subjects range aged 12 to 15 years old. Techniques used on this research is Proportional Random Sampling, with lottery way. Analysis technique used is Product moment pearson which helped with SPSS 22.0 for windows. Analyzed data results show that Rx.y = 0,352, and signification 0,000 where p < 0,01, which means there is significant relationship between independence with self adjustment on students, independence variable for self adjustment gives effective contribution amount 0,124, which shown by determination coefficient (R²) or amount 12,4 %. This thing shows that there is another 87,6 % affected  by other factors outside this research.
Hubungan Antara Rasa Syukur Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Yang Kuliah Sambil Bekerja Part-Time anjani, wina; Ulpa, Eska Prawisudawati; Rasidin, Yusafrida
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 3 No. 2 (2020): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v3i2.10418

Abstract

Human life can never be separated from the condition of psychological well-being. Every human being strives to create a prosperous life, both in physical, social, and mental conditions so that the quality of his life increases. One of the factors that influence psychological well-being is gratitude. This is because gratitude is able to create a positive outlook on events that occur in life. This study aims to determine the relationship between gratitude and psychological well-being in students who workin college part-time. The hypothesis proposed in this study is that there is a relationship between gratitude and psychological well-being in students who study part-time work. The subjects of this research are students who study part-time at the Ushuluddin faculty and theUIN Raden Intan Lampung religious studies class 2017totaling 70 students. Thetechnique used atechnique samplingtotal sampling.   The data collection technique used a gratitude scale of 19 items (ɑ = 0.865) and a psychological well-being scale of 21 items (ɑ = 0.868).The results of the study indicate a relationship between gratitude and psychological well-being in students who workcollege part-time in. The data analysis used was the Pearson product moment correlation. The results showed that the two variables had a significant relationship. rxy = 0.510 with p = 0.000 (p <0.01), this indicates that there is a significant positive relationship between gratitude and psychological well-being in students who studywhile working  part-time  so that the hypothesis is accepted. The higher the gratitude, the higher the resulting psychological well-being. The effective contribution of 26% is influenced by the independent variables in this study and 74% is influenced by other factors.
Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis Orang Tua Dengan Keterampilan Sosial Pada Siswa Di Sekolah Dasar Dewi, Nurmala; Qohar, Abd.; Ulpa, Eska Prawisudawati; Thahir, Andi
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 4 No. 1 (2021): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v4i1.13199

Abstract

Low social skills make children less able to establish good interactions and choose aggressive actions. The low attitude of social skills is that it is difficult to control oneself well, and it is difficult to empathize and it is difficult to interact with others. Social skills are skills in interacting, communicating, and cooperating between humans and other humans. Social skills are very important for every child to have to form a quality relationship with the environment, because a child who has good social skills can express or communicate ideas or ideas so that others can understand what is being conveyed. The existence of social skills in children cannot be separated from parenting patterns, one of which is democratic parenting. Democratic parenting is parenting that emphasizes the needs of children, but does not hesitate to control them.The subjects used in this study were students in grades V and VI at Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah, East Lampung, with a total sample of 50 respondents who were taken using purposive sampling technique. The data collection method in this study used a social skills scale consisting of 26 items ( = 0.853 ) , a democratic parenting style scale consisting of 14 items ( = 0.776 ) . The data analysis technique in this study used the Pearson product moment correlation technique.The results of data analysis obtained a value of rxy = 0.671 with a significant level of 0.000 (p > 0.005), this indicates that there is a positive and significant relationship between students’ social skills and democratic parenting of parents. The effective contribution given by the democratic parenting style variable to the social skills variable is 45.01 %.Keywords: Social Skills, Democratic Parenting, Studentss Primary School.