Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN BISNIS DAN PEMASARAN BUDIDAYA BURUNG “LOVEBIRD” DI INDONESIA Munawir Munawir
Equilibrium Point : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 2, No 2 (2019): EQUILIBRIUM POINT : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/.v2i2.388

Abstract

The origin of lovebird from the African continent, there are about 25 species with a very attractive color, kept for pleasure, for hobbies, the price is quite high / expensive, has spread to various countries including Indonesia, cultivated including bredding and traded.Maintenance / cultivated of lovebird aims to obtain a lot of children’s offspring children and do bredding / crossed in order to obtain superior offspring in color, sound, movement / action and others, so that if sold can be obtained the sale value (money) is high.Result of case study research on lovebird breeder on Jl. Langgar, RT 04/01 Cipadu, Larangan, Tangerang City obtained the result : R/C = 1,75 which means that the lovebird business is feasible and profits of Rp. 68.670.000,- / year or for Rp. 5.722.000,- / month ( here wage / labor fee has been calculated as much as 2 people).
POTENSI TANDAN KOSONG SAWIT UNTUK MEMPRODUKSI KOMPOS Munawir Munawir
Equilibrium Point : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 1, No 1 (2018): EQUILIBRIUM POINT : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/ebp.v1i1.362

Abstract

Indonesia to the implementation of additional plantation development program and in particular on the development of oil palm , area and production of CPO (Crude Palm Oil) is increasing.Indonesia to 2014 year (preliminary figures) there are 10.956.231 ha, 29.344.479 tons of CPO, derived from 127.355.037 tons of FFB (Fresh Fruit Branch), potentially acquired 29.291.657 tons EFB (Empty Fruit Branch) and 18.307.284 tons EFB compost. Benefits than to produce EFB compost can be for pulp, fibreboard and fuel. EFB compost nutrient content and beneficial advantages both for fertilizer crops and prove soil structure. EFBis necessary to use the maximum potential for composting EFB and for the benefits.
Perbandingan Metode Antrian Paket HTB dan EDCA Untuk Layanan Multimedia Pada WLAN IEEE 802.11n Taufik Hidayat; Zulfan Zulfan; Munawir Munawir; Susmanto Susmanto
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v3i2.2339

Abstract

The development of wireless technology continues to improve quality and increase the speed of data transfer into one important factor that is considered. Each year, wireless technology users continue to increase and communication service needs also experience tremendous traffic surge. The impact of high traffic intensity of data sent can lead to increased data queue and transient transmission network. The problem of network crunch resulting from a high amount of queue data may affect service performance. To get the solution, in this study was tested using Hierarchy Token Bucket (HTB) and Enhanced Distributed Channel Access (EDCA) on 802.11n wireless network. Queuing tests are performed on four types of traffic: voice, video, best effort (BE) and background (BG). Assessment of QoS of HTB and EDCA is based on throughput and delay parameters. The results obtained from throughput testing of the mean value of each data packet, the results show that the EDCA method is better than HTB method. The best throughput results are given on Best Effort(BE) traffic. While on the delay test by using HTB and EDCA method, obtained the average of EDCA delay smaller in multimedia data packet for Video and Voice. In conclusion, the results show that the EDCA method is better than HTB.
Systematic Review: Implementasi Mind mapping Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Munawir munawir; Putri Regina; Ananda Eka; Riza Zulmi; Salsabila Laili
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2023): Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS QOMARUDDIN GRESIK - JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i2.4087

Abstract

Materi sejarah yang bersifat normatif tanpa disertai strategi pembelajaran yang membangkitkan kehidupan pada pembelajaran SKI dapat sulit diterima oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi teknik mind mapping dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam melalui sebuah systematic review terhadap 11 artikel yang ditemukan melalui Google Scholar. Mind mapping dianggap sebagai metode yang mampu memfasilitasi pembelajaran yang aktif, kreatif, dan terorganisir dengan memvisualisasikan hubungan antar konsep, fakta, dan peristiwa sejarah. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya perangkat lunak mind mapping, diperkenalkan sebagai potensi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Metode inklusi dan ekslusi dengan menggunakan PICO digunakan dalam seleksi data, dengan artikel-artikel terpilih antara tahun 2019-2023. Proses identifikasi, ekstraksi data, dan sintesis artikel dilakukan untuk menyajikan gambaran komprehensif mengenai peran serta dampak penggunaan mind mapping dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Hasilnya diharapkan memberikan wawasan mendalam kepada para pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan terkait potensi dan keterbatasan penerapan mind mapping dalam konteks pembelajaran sejarah kebudayaan Islam.
SUPERVISI BK: BUKAN MENAKUTKAN TAPI MENYENANGKAN DAN MEMBANGUN Dilha Megesti; Nabila Nabila; Syakhila Takhira; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.133

Abstract

Bimbingan adalah proses dukungan yang diberikan oleh tenaga profesional kepada individu atau kelompok. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memahami diri, mengetahui lingkungannya, dan merencanakan masa depan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur atau kajian Pustaka. Pengertian supervisi sendiri adalah usaha memberi layanan kepada guruguru baik secara individual maupun kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran. Tugas dari supervisi BK adalah memantau, mendokumentasikan, mendukung, mengukur dan mengevaluasi kinerja serta mendorong refleksi supervisi yaitu pengawasan, pengawasan dan pembinaan. Adapun tahapan supervisi terdiri dari tiga tahapan yang disampaikan Bello dan Olaer (2020) yaitu pra-observasi, pelaksanaan observasi, dan pasca-observasi digunakan pada banyak penelitian. Kesimpulannya adalah bahwa supervisi ini justru membangun daripada menakutkan karna guna supervisi itu sendiri adalah melakukan pengawasan dan pembinaan serta mendukung kinerja dan kegiatan konselor untuk lebih optimal lagi.
Langkah Menuju Layanan Bimbingan dan Konseling yang Lebih Baik Melalui Evaluasi dan Supervisi di Era Sekarang Tesa Sessio Mentiana; Bening Muthmainnah; Nadya Dita Margareth Hutagalung; Jelita Belatric; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.134

Abstract

Evaluasi dan supervisi merupakan komponen penting dalam bimbingan dan konseling untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan. Evaluasi berfungsi untuk mengukur efektivitas program bimbingan dan konseling, menentukan pencapaian tujuan, serta mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Evaluasi dan supervisi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kualitas layanan BK selalu terjaga dan terdepan.Hasil evaluasi dan supervisi harus digunakan untuk perbaikan dan pengembangan program BK secara berkelanjutan.Evaluasi dan supervisi harus melibatkan semua pihak terkait, yaitu konselor, peserta didik, orang tua, guru, dan pimpinan sekolah.Supervisi, di sisi lain, berfokus pada pengembangan profesional konselor melalui pengawasan, bimbingan, dan dukungan berkelanjutan. Supervisi yang efektif melibatkan proses reflektif, umpan balik konstruktif, dan pembinaan kompetensi konselor. Dengan melaksanakan evaluasi dan supervisi secara berkelanjutan, kualitas layanan BK dapat ditingkatkan dan diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai potensinya secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal, evaluasi dan supervisi harus dilaksanakan secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, melibatkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, serta menggunakan metode dan alat yang relevan dan sahih. Dengan pendekatan ini, bimbingan dan konseling dapat memberikan dampak positif yang maksimal bagi individu dan komunitas yang dilayani.
Analisis Kualitas Supervisi dan Evaluasi Serta Dampaknya Terhadap Pelaksanaan BK di Sekolah Rezi Nandita Khairani; Izzah Mardhiyah Murassyidah; Mala Kharisa; Yona Triwulandari; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.135

Abstract

Supervisi konseling merupakan komponen krusial dalam pengembangan profesi konselor yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada individu yang memerlukan bimbingan dan konseling. Artikel ini bermaksud menguraikan tujuan, metode penelitian, dan hasil penelitian yang mengembangkan panduan praktis untuk meningkatkan keterampilan konselor melalui supervisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan panduan praktis yang efektif untuk meningkatkan keterampilan konselor melalui supervisi. Tujuan ini mencakup mengidentifikasi kebutuhan konselor, mengembangkan pedoman supervisi yang relevan, dan menilai dampaknya terhadap peningkatan keterampilan konselor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei, wawancara, dan analisis isi. Kuesioner dibagikan kepada kelompok konselor aktif di berbagai setting konseling, sedangkan wawancara mendalam dilakukan kepada supervisor dan konselor yang telah menjalani supervisi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi.
Meningkatkan Profesionalisme Guru Bimbingan dan Konseling Melalui Supervisi Akademik Meliza Ananda; Muhammad Ramdani; Riris Kumala Putri; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.142

Abstract

Guru Bimbingan dan Konseling mempunyai peran penting dalam membantu siswa mencapai potensi optimalnya. Namun, untuk menuliskannya secara efektif, guru bimbingan dan konseling memerlukan kompetensi dan profesionalisme yang tinggi. Supervisi akademik merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan profesionalisme guru bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi akademik terhadap profesionalisme guru bimbingan dan konseling di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik mempunyai pengaruh positif terhadap profesionalisme guru bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling yang mendapat supervisi akademik secara berkala menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi personal. Supervisi akademik juga membantu guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling yang lebih efektif. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi praktik pendidikan. Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi akademik merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan profesionalisme guru bimbingan dan konseling. Kedua, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengawas dan kepala sekolah untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif. Ketiga, penelitian ini mendorong penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi profesionalisme guru bimbingan dan konseling. Kata kunci: Supervisi akademik; profesionalisme guru bimbingan dan konseling; sekolah menengah atas.
Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Pendidikan di Era 5.0 Munawir Munawir; Luluk Hurun Ien; Munawir Munawir; Luluk Hurun Ien; Kesya Amelia Putri
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i4.2025.7

Abstract

Di era Society 5.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, profesionalisme guru menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, guru harus mampu menjadi fasilitator, inovator, dan pemimpin pembelajaran yang adaptif. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berfokus pada kesejahteraan manusia dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi. Era 5.0 merupakan kelanjutan dari revolusi industri 4.0 yang mana lebih menekankan pada aspek humanisme dalam menghadapi berbagai masalah sosial, termasuk dalam bidang pendidikan. Dalam era ini, integrasi antar dunia virtual dan realita menjadi sangat penting dalam mencari solusi yang efektif. Era 5.0 menekankan integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (ai), internet of things (iot), dan lain sebagainya. Pada era 5.0 pendidikan memainkan peran penting dalam menyiapkan individu untuk menghadapi perubahan. Di era 5.0 peran guru telah berubah, bukan hanya sekedar sebagai penyalur pengetahuan, tetapi menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yakni metode library research atau studi kepustakaan.
ANALISIS PROBLEMATIKA PROFESIONALISME GURU TERHADAP KEMAJUAN PROGRAM SUPERVISI PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH WILAYAH JAWA TIMUR Achmad Haqqul Yaqin; Munawir Munawir; Miftakhul Jannah; Arista Nur Faizah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i1.2217

Abstract

As a teacher, of course, you cannot avoid the problems that occur, one of which is the problem of professionalism in the progress of educational supervision in schools. This study aims to find out the problems that often occur in teacher professionalism towards the progress of an educational supervision program in each educational unit, especially at the SD/MI level. With the results obtained, it is necessary to develop teacher professionalism in educational supervision programs by adjusting to science, technology, and socio-economic conditions in society. From the known problems, the researchers also provided several solutions or suggestions to be able to support the progress of the educational supervision program at the SD/MI level. This can make it easier for educational units to implement it as well as possible for teachers. Every teacher who is professional, then this will have an impact on the progress of each educational unit. The quality of a good workforce will affect the quality of the educational unit occupied.