Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDEKATAN BEHAVIORISME DALAM DAKWAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI SANTRI TK/TPA NURUL HIDAYAH DI DESA WALENRENG Rahayu, Suci; Syahputra, Muh. Fadil; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1851

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan pendekatan behaviorisme dalam kegiatan dakwah di TK/TPA Nurul Hidayah di Desa walenreng serta dampaknya terhadap peningkatan kesadaran diri santri. Pendekatan behaviorisme yang menekankan hubungan antara stimulus dan respon digunakan oleh guru ngaji melalui pemberian pujian, penghargaan, dan penguatan positif yang konsisten untuk memperkuat perilaku positif dan membentuk karakter Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif ,Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Behaviorisme mampu meningkatkan motivasi, rasa tanggung jawab, disiplin, dan pemahaman santri terhadap ajaran Islam secara praktis. Interaksi yang intensif antara guru dan santri menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mendukung internalisasi nilai spiritual dan moral, Perubahan perilaku santri terlihat secara signifikan melalui peningkatan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas keagamaan sehari-hari.selain itu kemampuan mereka untuk memahami ajaran Islam dan mengamalkannya juga menunjukkan kemajuan yang nyata,serta Peningkatan Motivasi dan Rasa Percaya diri seperti pujian dan penghargaan, terbukti sangat efektif dalam meningkatkan motivasi serta rasa percaya diri santri dalam mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan TK/TPA. Guru ngaji menerapkan prinsip ini dengan merancang stimulus positif yang mampu memotivasi santri agar lebih aktif dan sadar akan perilaku keagamaan yang baik.Dengan demikian, pendekatan behaviorisme dalam pendidikan agama Islam memberikan solusi strategis dan praktis untuk membentuk karakter Islami yang kuat dan berkesinambungan pada generasi muda.
PENDEKATAN BEHAVIORISME DALAM DAKWAH USTADZ HANAN ATTAKI DI CHANNEL YOUTUBE UMMAINDONESIA TENTANG URGENSI SHALAT Prasetyo, Muh. Rezki; Muliadi, Mus; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1865

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan teori behaviorisme dalam dakwah Ustadz Hanan Attaki terkait urgensi pelaksanaan shalat melalui channel YouTube Ummaindonesia. Dakwah di era digital menuntut pendekatan yang adaptif dan komunikatif, khususnya dalam membentuk perilaku religius generasi muda. Teori behaviorisme, yang menekankan perubahan perilaku melalui mekanisme stimulus, respons, dan reinforcement, menjadi kerangka analisis yang relevan untuk memahami efektivitas metode dakwah Ustadz Hanan Attaki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan video dakwah Ustadz Hanan Attaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Hanan Attaki berhasil mengimplementasikan prinsip behaviorisme melalui penggunaan stimulus negatif berupa penekanan konsekuensi meninggalkan shalat, reinforcement positif melalui penjelasan kedudukan shalat sebagai amal pertama yang akan dihisab. Gaya penyampaian yang komunikatif, tidak menghakimi, dan menggunakan bahasa yang dekat dengan keseharian anak muda memperkuat efektivitas dakwah dalam membentuk kesadaran dan kebiasaan shalat pada jamaah. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan behaviorisme dalam dakwah merupakan strategi efektif untuk membentuk perilaku religius yang kuat dan berkelanjutan.
PENERIMAAN DIRI PASCA KEGAGALAN ANALISIS PESAN KOMUNIKASI AGAMA DALAM MENGATASI RASA BERSALAH DAN SELF BLAME Faikah, Nurul; Edrian; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1872

Abstract

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan yang sering memicu perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri, terutama ketika diperumit oleh keyakinan agama yang kaku pandangan bahwa kegagalan mencerminkan dosa moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi agama (melalui ceramah, nasihat, doa, dan refleksi spiritual) dalam proses penerimaan diri pasca-kegagalan, dengan fokus pada mitigasi rasa bersalah dan menyalahkan diri. Penelitian kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan sepuluh dewasa muda yang mengalami kegagalan signifikan (akademik, pekerjaan, hubungan sosial) dan analisis konten cerita agama dari sumber digital seperti khotbah dan artikel dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi agama yang berfokus pada pengampunan Tuhan, makna takdir, dan refleksi spiritual secara signifikan mendorong penerimaan diri. Individu belajar melepaskan rasa bersalah melalui mengakui kesalahan, mencari pengampunan, dan memahami esensi kesalahan tersebut. Penerimaan diri, sebagai kunci pemulihan Kebutuhan Penghargaan dan kelanjutan menuju Aktualisasi Diri (berdasarkan kerangka humanistik), dipengaruhi oleh pemahaman agama yang mendalam, dukungan komunitas, dan kompetensi emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi agama yang efektif mampu menjadi mekanisme koping yang kuat. Kontribusi penelitian adalah merekomendasikan pemuka agama dan konselor spiritual untuk mengintegrasikan pendekatan psikologi agama dalam dakwah dan konseling spiritual guna mempromosikan literasi agama yang sehat. Studi kuantitatif lebih lanjut diperlukan untuk menguji Kata Kunci: Penerimaan diri, self-blame, rasa bersalah, komunikasi agama, psikologi agama, konseling spiritual Abstract Failure is an inevitable part of life that often triggers feelings of guilt or self-blame, particularly when complicated by rigid religious belief—the view that failure reflects moral sin. This study aims to analyze the role of religious communication (through sermons, advice, prayer, and spiritual reflection) in the process of self-acceptance post-failure, focusing on mitigating guilt and self-blame. This qualitative research employed in-depth interviews with ten young adults who experienced significant failures (academic, occupational, social relationships) and content analysis of religious narratives from digital sources such as sermons and articles. The findings indicate that religious communication messages emphasizing God's forgiveness, the meaning of destiny, and spiritual reflection significantly facilitate self-acceptance. Individuals learn to release guilt by acknowledging their mistakes, seeking forgiveness, and understanding the essence of error. Self-acceptance, identified as the key to restoring Esteem Needs and continuing the path toward Self-Actualization (based on a humanistic framework), is influenced by profound religious understanding, community support, and emotional competence. The study concludes that effective religious communication serves as a powerful coping mechanism. The research contribution is a recommendation for religious leaders and spiritual counselors to integrate approaches from the psychology of religion into their outreach and spiritual counseling to promote healthy religious literacy. Further quantitative studies are needed to test religion-based interventions for self-acceptance. Keywords: self-acceptance, self-blame, guilt, religious communication, psychology of religion, spiritual counseling.
Tantangan Manajemen Dakwah Forum Muslimah Dakwah Kampus Daerah Bone dalam Menghadapi Dinamika Kampus Modern Hatimah, Husnul; Qudratullah
ALAMTARA Vol 9 No 1 (2025): Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alamtara.v9i1.3595

Abstract

Da'wah is a vital activity in conveying Islamic teachings to the public, including within university settings. The campus serves as a strategic environment for shaping students' Islamic character, as they play a key role in upholding societal values. Amidst the rapid development of the times and technological advancements, campus-based da'wah must adapt to social dynamics and the evolving mindset of students, particularly in the digital era. In this context, the Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) in the Bone region plays a crucial role in promoting Islamic values among university students across campuses in Bone Regency.This study aims to analyze the challenges and solutions related to da'wah management within FMDKI Bone, focusing on its operations across local campuses. The primary emphasis is placed on aspects of da'wah management, including internal communication amongleaders, the adaptation of da'wah activities to contemporary developments, and the difficulty of encouraging active participation among da'wah participants. This research employs a qualitative approach using a case study method, with data collected through in-depth interviews with FMDKI Bone administrators and members.The findings reveal that the main challenges faced by the organization include a lack of effective communication among leaders, difficulties in tailoring da'wah methods to engage GenerationZ audiences, and the need for continuous renewal of da'wah content to remain relevant in a changing world. This study is expected to contribute to the development of more effective da'wah management strategies in the digital age, with the aim of nurturingIslamic character among university students
Pendekatan Tarhīb dalam Dakwah Buya Yahya: Analisis Teori Behaviorisme Rahmawati, Mila; Rismayani, Saskiah; Qudratullah
ALAMTARA Vol 9 No 2 (2025): Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alamtara.v9i2.4342

Abstract

This study aims to analyze the structure of threats (tahrib) in Buya Yahya's lecture entitled “Ngeri! Ancaman & Hukuman Meninggalkan Sholat Menurut Jumhur Ulama” (Terrifying! Threats & Punishments for Abandoning Prayer According to the Majority of Scholars) as a punishment stimulus in the behaviorist framework. The method used in this study is qualitative with a literature review approach. Data was obtained through Buya Yahya's sermons accessed via his official YouTube channel and other supporting literature related to the concept of tahrib, behaviorism theory, and the psychology of preaching. The results of the study show that Buya Yahya's sermons form a stimulus-response pattern in line with the principles of behaviorism, where tarhīb and punishment function as educational tools with the hope of shaping religious behavior in accordance with Islamic values
Dakwah Digital di Tiktok: Analisis Self-Regulatio dan Pesan Mindfulness dalam Mewjudkan Ketenagan Diri Hikmah, Nur; Qudratullah
ALAMTARA Vol 9 No 2 (2025): Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alamtara.v9i2.4395

Abstract

This study analyzes the communication strategies of Islamic preaching on TikTok in responding to the challenges of digital anxiety among the younger generation. The main focus of the study is the exploration of the casual (chill) style of preaching and self-regulation techniques as an effort to create calm in the audience. It uses qualitative methods with a content analysis design on 80 popular Islamic preaching videos (2023–2025) and in-depth interviews with 10 informants (aged 18–30). Theoretically, this study integrates Maslow's Hierarchy of Needs Theory, specifically the levels of safety and self-actualization needs as a framework for interpreting the effects of content. The results show that the chill style, through an empathetic approach and friendly visuals, combined with self-regulation instructions (reflective pauses and breathing techniques), is proven effective in reducing momentary anxiety scores and increasing audience relaxation. The success of this strategy is indicated by an increase in the audience's ability to manage negative emotions after consuming the content. The limitations of this study lie in the duration of the calming effect, which is temporary and highly dependent on user personalization algorithms. This study recommends the integration of health literacy
Inovasi Manajemen Dakwah di Kampus: Upaya Meningkatkan Partisipasi Mahasiswa (Studi Pada Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Al-Baagh Bone) Ardianti, Hilma Ardianti; Qudratullah, Qudratullah
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 8 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v8i2.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen dakwah yang diterapkan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (FKMI) Al-Balagh Bone terhadap tingkat partisipasi mahasiswa dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan analisis data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen dakwah yang efektif, meliputi perencanaan strategis, pelaksanaan terstruktur, dan evaluasi berkala, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keterlibatan mahasiswa. Strategi FKMI, seperti pendekatan persuasif, pemanfaatan media sosial, dan program inovatif berbasis kebutuhan mahasiswa, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembinaan spiritual. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya manajemen partisipatif dalam pengelolaan dakwah untuk membangun rasa kepemilikan dan meningkatkan komitmen mahasiswa terhadap kegiatan keagamaan. Hasilnya dapat menjadi referensi bagi lembaga dakwah lain dalam menghadapi tantangan modernisasi di lingkungan kampus.
Analisis Strategi Chill Dan Self-Regulate Dalam Pesan Dakwah Di Media Sosial Tiktok Sebagai Upaya Menciptakan Ketenangan Diri Hikmah, Nur; Qudratullah
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 6 No. 02 (2025): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/b38cmk16

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membuka jalur unik bagi dakwah Islam yang menyasar generasi muda. Namun, konten video pendek yang sangat cepat dan stimulatif juga menimbulkan tantangan psikologis, seperti distraksi dan kecemasan digital. Penelitian ini mengeksplorasi dua strategi komunikasi dalam dakwah TikTok, yaitu gaya chill (santai, empatik, non-konfrontatif) dan teknik self- regulate (regulasi diri emosional dan perilaku), serta sejauh mana kedua strategi tersebut berkontribusi pada ketenangan diri audiens. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap beberapa video dakwah TikTok populer (periode 2023–2025) dan wawancara mendalam dengan 10 penonton aktif (usia 18–30). Analisis tematik mengidentifikasi pola strategi dan efek psikologis yang dirasakan audiens. Hasil menunjukkan bahwa penyampaian dengan gaya chill melalui bahasa sehari-hari, storytelling singkat, dan visual ramah dikombinasikan dengan ajakan regulasi diri seperti napas sadar, jeda reflektif, dan niat singkat, mampu menciptakan perasaan relaksasi dan ketenangan temporer. Strategi ini secara teoritis membantu memenuhi kebutuhan psikologis Maslow, khususnya kebutuhan Rasa Aman dan memberikan scaffolding menuju Aktualisasi Diri. Implikasi praktis mencakup rekomendasi bagi para kreator dakwah untuk mengintegrasikan teknik regulasi diri dalam produksi konten mereka, serta urgensi literasi dakwah digital yang sensitif terhadap kesehatan psikologis.
The “Cek Khodam” Phenomenon on Tiktok In Online Media Discourse: An Islamic Legal Perspective Qudratullah, Qudratullah; Fitriani, Putri Diesy; Prasiefa, Mizanurafi’ Ghifarhadi; Syamsinar, Syamsinar; Amlus, Mohammad Harith
Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/mjhki.v3i2.66

Abstract

This study examines the “Cek Khodam” phenomenon on TikTok by analyzing its construction in online media discourse and its implications from an Islamic legal perspective. Existing studies on digital culture tend to emphasize virality and user engagement, while limited attention has been given to how mystical digital content is framed in the media and evaluated through Islamic jurisprudence, indicating a significant research gap. This research employs a qualitative approach using library research, with data drawn from online news articles published in Indonesian media during June–July 2024. The study applies Robert N. Entman’s framing model to explore how the phenomenon is defined, interpreted, and morally evaluated in digital narratives. The findings reveal that “Cek Khodam” is framed as both entertainment and controversy, reflecting the commodification of spiritual beliefs in digital culture. From an Islamic legal perspective, the phenomenon raises concerns related to gharar, deception, and unverifiable spiritual claims. These practices can be critically examined through sadd al-dharī‘ah and contradict the objectives of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in preserving intellect and faith. This study contributes by integrating media framing analysis with ushul fiqh, offering a novel framework for regulating digital religious content.