p-Index From 2021 - 2026
7.558
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERIMAAN DIRI PASCA KEGAGALAN ANALISIS PESAN KOMUNIKASI AGAMA DALAM MENGATASI RASA BERSALAH DAN SELF BLAME Faikah, Nurul; Edrian; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1872

Abstract

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan yang sering memicu perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri, terutama ketika diperumit oleh keyakinan agama yang kaku pandangan bahwa kegagalan mencerminkan dosa moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi agama (melalui ceramah, nasihat, doa, dan refleksi spiritual) dalam proses penerimaan diri pasca-kegagalan, dengan fokus pada mitigasi rasa bersalah dan menyalahkan diri. Penelitian kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan sepuluh dewasa muda yang mengalami kegagalan signifikan (akademik, pekerjaan, hubungan sosial) dan analisis konten cerita agama dari sumber digital seperti khotbah dan artikel dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi agama yang berfokus pada pengampunan Tuhan, makna takdir, dan refleksi spiritual secara signifikan mendorong penerimaan diri. Individu belajar melepaskan rasa bersalah melalui mengakui kesalahan, mencari pengampunan, dan memahami esensi kesalahan tersebut. Penerimaan diri, sebagai kunci pemulihan Kebutuhan Penghargaan dan kelanjutan menuju Aktualisasi Diri (berdasarkan kerangka humanistik), dipengaruhi oleh pemahaman agama yang mendalam, dukungan komunitas, dan kompetensi emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi agama yang efektif mampu menjadi mekanisme koping yang kuat. Kontribusi penelitian adalah merekomendasikan pemuka agama dan konselor spiritual untuk mengintegrasikan pendekatan psikologi agama dalam dakwah dan konseling spiritual guna mempromosikan literasi agama yang sehat. Studi kuantitatif lebih lanjut diperlukan untuk menguji Kata Kunci: Penerimaan diri, self-blame, rasa bersalah, komunikasi agama, psikologi agama, konseling spiritual Abstract Failure is an inevitable part of life that often triggers feelings of guilt or self-blame, particularly when complicated by rigid religious belief—the view that failure reflects moral sin. This study aims to analyze the role of religious communication (through sermons, advice, prayer, and spiritual reflection) in the process of self-acceptance post-failure, focusing on mitigating guilt and self-blame. This qualitative research employed in-depth interviews with ten young adults who experienced significant failures (academic, occupational, social relationships) and content analysis of religious narratives from digital sources such as sermons and articles. The findings indicate that religious communication messages emphasizing God's forgiveness, the meaning of destiny, and spiritual reflection significantly facilitate self-acceptance. Individuals learn to release guilt by acknowledging their mistakes, seeking forgiveness, and understanding the essence of error. Self-acceptance, identified as the key to restoring Esteem Needs and continuing the path toward Self-Actualization (based on a humanistic framework), is influenced by profound religious understanding, community support, and emotional competence. The study concludes that effective religious communication serves as a powerful coping mechanism. The research contribution is a recommendation for religious leaders and spiritual counselors to integrate approaches from the psychology of religion into their outreach and spiritual counseling to promote healthy religious literacy. Further quantitative studies are needed to test religion-based interventions for self-acceptance. Keywords: self-acceptance, self-blame, guilt, religious communication, psychology of religion, spiritual counseling.
THE USE OF STIMULI IN RELIGIOUS PSYCHOLOGY: INTERACTION STRATEGIES OF INDONESIAN DIASPORA TEACHERS WITH STUDENTS AT SANGKHOM ISLAM WITTAYA SCHOOL THAILAND Qudratullah Qudratullah
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 2 No. 1 (2025): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/a7e5e865

Abstract

This study aims to analyze the use of stimuli in religious psychology as an interaction strategy between Indonesian diaspora teachers and students at Sangkhom Islam Wittaya School in Thailand. The main focus of this research is to identify and describe how teachers employ cognitive, affective, and behavioral stimuli in the process of religious education. Through interviews with diaspora teachers, it was found that the approach used involves gentleness, affection, and appreciation for students' efforts, which serve as cognitive stimuli in fostering understanding of the material. Additionally, emotional attention, empathy, and compassionate communication become effective stimuli that strengthen the emotional bond between teachers and students, encouraging student engagement and motivation. Behavioral stimuli are demonstrated through the teachers' role models, the habituation of positive attitudes, and reinforcement of good behavior through rewards and positive reinforcement. This study shows that the integration of these three types of stimuli creates a holistic learning environment that supports students' academic, emotional development.
EFEKTIVITAS METODE BELAJAR SAMBIL BERMAIN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN ANAK PINGGIRAN Nurul Faikah; Nur Hikmah; Mus Muliadi; Qudratullah Qudratullah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang tidak menarik dan tidak diterima seringkali menjadi penyebab masalah kebersihan lingkungan di kalangan anak-anak di pinggiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif program seperti "Berdakwah Melalui Games", contohnya, dalam meningkatkan kesadaran anak-anak pinggiran akan kebersihan lingkungan dan bagaimana mereka menjaganya. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui studi kasus. Pendekatan bermain (belajar dengan bermain), diskusi interaktif, dan pemahaman agama tentang kebersihan adalah fokus dari pendekatan komunikasi yang digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi yang memanfaatkan media visual, permainan, dan bahasa sederhana berhasil mengatasi kesulitan literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Ini memungkinkan anak-anak untuk secara efektif menyampaikan dan menginternalisasi pesan kebersihan.
SOSIALISASI INTERAKTIF ANTI NARKOBA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI BERSIH DARI NARKOBA DI SMP NEGERI 1 WATAMPONE Yuni Asriani; Wahyudi Ilyas; Muh. Fadil Syahputra; Edrian Edrian; Qudratullah Qudratullah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang dapat mengancam masa depan generasi muda, khususnya pelajar usia sekolah. Upaya pencegahan sejak dini perlu dilakukan melalui kegiatan edukatif yang melibatkan peserta didik secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bahaya narkoba melalui kegiatan sosialisasi di SMP Negeri 1 Watampone. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, pemutaran video edukatif, serta diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Kegiatan diikuti oleh 50 orang siswa dengan pendampingan guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 85% peserta mampu memahami pengertian narkoba, mengenali jenis-jenis narkoba, serta menjelaskan dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan dan kehidupan sosial. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya sikap dan komitmen siswa untuk menjauhi narkoba serta menjaga lingkungan sekolah yang sehat. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya preventif berkelanjutan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
DAKWAH BIL QALAM BERBASIS MOTIVASI DI RUANG PUBLIK KAFE SEBAGAI PENDEKATAN ALTERNATIF BAGI GENERASI MUDA Sitti Hajar; Elisdayati Elisdayati; Muh. Rezki Prasetyo; Qudratullah Qudratullah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dakwah bil qalam berbasis motivasi di ruang publik kafe sebagai pendekatan alternatif dalam menjangkau generasi muda. Kegiatan dilaksanakan di empat kafe dengan cara membagikan pesan-pesan motivasi singkat yang dikemas dalam bentuk tulisan dan disertakan pada snack kepada pengunjung. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui observasi respon audiens. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa suasana kafe yang santai dan informal mendukung terciptanya komunikasi interpersonal yang efektif dalam penyampaian pesan dakwah tanpa kesan menggurui. Sebanyak 57,1% audiens memberikan respon positif, baik melalui ekspresi nonverbal maupun respon verbal. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan dakwah berbasis motivasi melalui media tulisan di ruang publik memiliki potensi dalam meningkatkan kesadaran spiritual generasi muda. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa rendahnya perhatian sebagian audiens serta keterbatasan dalam penyampaian pesan melalui media tulisan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode dakwah yang lebih variatif agar efektivitas penyampaian pesan dapat ditingkatkan.
Interaksi Simbolik dalam Dakwah Instagram: Studi Kualitatif Pada Remaja Muslim Perkotaan Adrian, Adrian; Riswan, Muhammad; Qudratullah, Qudratullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35884

Abstract

Pesatnya perkembangan dakwah melalui media sosial, khususnya Instagram, membuka kebutuhan akan kajian mendalam mengenai bagaimana pesan keagamaan direpresentasikan dalam bentuk simbol visual maupun teks, serta bagaimana remaja Muslim di kawasan perkotaan menanggapinya sebagai kelompok pengguna digital yang paling dominan. Penelitian ini bertujuan mengurai proses produksi dan peredaran simbol dakwah dalam unggahan Instagram, menelusuri cara remaja Muslim menafsirkan simbol-simbol tersebut, dan mengidentifikasi dinamika psikologis serta faktor bawah sadar yang memengaruhi pola interaksi mereka terhadap pesan dakwah digital. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten yang dirancang berdasarkan kerangka Interaksi Simbolik dan teori psikoanalisis klasik maupun kontemporer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa simbol dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai keagamaan akan tetapi juga bertindak sebagai penanda identitas, medium negosiasi makna, serta sarana pembentukan orientasi emosional bagi remaja Muslim di lingkungan urban. Aktivitas digital seperti komentar, pesan langsung, dan pemberian tanda suka menjadi bagian dari mekanisme penafsiran kolektif yang berlangsung spontan, dinamis, dan sarat emosi. Analisis psikoanalisis mengungkap adanya dorongan-dorongan bawah sadar termasuk kebutuhan akan ketenteraman batin, afeksi simbolik, dan figur ideal yang turut mendorong keterlibatan remaja terhadap konten dakwah daring. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi perspektif sosial dan psikologis untuk memahami fenomena dakwah digital secara komprehensif. Hasil penelitian memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana identitas religius terbentuk melalui proses simbolisasi di ruang digital yang dipengaruhi oleh konteks sosial serta dinamika psikodinamis. Selain itu, temuan ini menyajikan implikasi praktis bagi pengembangan dakwah digital yang lebih empatik dan relevan dengan kondisi emosional remaja. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas ragam sampel, memperbandingkan konten dakwah dari berbagai wilayah, serta mengkaji dampak jangka panjang interaksi simbolik dalam praktik dakwah digital kontemporer.
Penerapan Behaviorisme Dalam Pesan Dakwah : Kajianterhadap Video “Momentum Besar Hidup Saya” Oleh Raim Laode arfan, ahmad; Rayhan, Muhammad; Dwi Maharani, Nur Afni; qudratullah, qudratullah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10578

Abstract

Overall, the combination of behaviorist theory and Islamic moral learning theory provides a more comprehensive understanding of how digital da'wah messages can influence a person's behavior. Stimuli in the form of verbal messages and personal narratives provide a powerful stimulus; responses emerge in the form of motivation and a desire to change; reinforcement arises from positive feelings after receiving the message; and motivation serves as a bridge between stimulus and response. This process then continues in the form of long-term moral habituation, resulting in stable behavioral change. Thus, digital da'wah, such as that carried out by Raim Laode, not only provides momentary inspiration but also has significant potential to shape the behavior, character, and morality of audiences through interconnected psychological and spiritual mechanisms. The integration of behaviorist theory and Islamic moral learning demonstrates that digital media can be an effective means of da'wah if managed well, combining the power of a heartfelt message, communicative delivery, and the presence of a preacher who serves as a moral role model for the audience.
Kepulangan, Penerimaan Diri, Dan Aktualisasi: Analisis Teori Humanistik Pada Film Pendek Kai “Pulang” Ramadani, Wulan; Yunitasari, Andi Putri; Qudratullah, Qudratullah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10580

Abstract

The short film "PULANG" produced by PT Kereta Api Indonesia KAI depicts the inner journey of a 65-year-old former convict who faces past trauma and social stigma and struggles to achieve self-actualization with the support of his family and the surrounding community. Analysis using the humanistic theories of Abraham Maslow and Carl Rogers shows how the main character struggles to fulfill basic psychological needs such as security, unconditional acceptance, and self-esteem to achieve recovery and reconciliation. This film functions as a medium for social da'wah that elevates the values ​​of humanity, empathy, and respect for human dignity regardless of the past, and invites the audience to understand the importance of inclusivity and social empowerment. This qualitative study confirms that the film "PULANG" is effective as an educational tool and social reflection, connecting universal values ​​with the local cultural context of the Eid homecoming tradition in Indonesi
Analisis Pendekatan Humanistik Rogers Dalam Penanganan Kasus Perundungan Di Sekolah: Kajian Pustaka 2019–2024 Cahaya Murti, Putri; lestari, Lidia; Qudratullah, Qudratullah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10582

Abstract

This study aims to analyze the application of Carl Rogers' humanistic approach in handling bullying cases in schools through a literature review of relevant studies from 2019 to 2024. Rogers' humanistic approach emphasizes respecting individuals as active subjects who have the potential for self-actualization and psychological needs that must be met to create a conducive and safe learning environment. The literature review method is used to examine various empirical studies and theories on the implementation of the humanistic approach in the context of school guidance and counseling to reduce bullying behavior. The study results indicate that the application of humanistic principles such as empathy, unconditional acceptance, and effective communication can enhance the self-awareness of both bullying perpetrators and victims, as well as facilitate positive behavioral changes within the school environment. The practical implication is the importance of involving teachers and counselors as humanistic facilitators in order to create an inclusive school atmosphere that supports students' character development. This study recommends the development of humanistic-based intervention programs as a preventive measure in addressing bullying in education.
Analisis Pendekatan Kognitif Dalam Penanganan Kurangnya Motivasi Belajar Remaja Pradiva, Diva; Karnianti, Asniar; Qudratullah, Qudratullah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10583

Abstract

Low learning motivation among adolescents has become a significant issue in modern education, particularly due to increasing digital distractions and cognitive changes during developmental stages. This study employs a qualitative method through library research to analyze how the cognitive approach explains the factors contributing to low learning motivation, including negative thinking patterns, low self-efficacy, and dysfunctional attributions. The findings indicate that maladaptive beliefs and a fixed mindset significantly reduce adolescents’ academic engagement, while cognitive interventions such as cognitive restructuring, self-efficacy enhancement, and metacognitive training effectively improve learning motivation. In addition to internal factors, excessive exposure to digital media also worsens self-regulation and attention. These results highlight that the cognitive approach is a relevant and effective strategy to enhance adolescents’ learning motivation by modifying their thought patterns and strengthening self-regulatory abilities
Co-Authors Abd Malik, Ikmal Abda Abda Abdullah Kamal, Muhammad Adawiyah, Radiatul Adrian Adrian Ahmad Sulkifli Aisyah Asyrah, Nurul Alfiani Ananta, Wilda anggi saputra Anitha Nurchalisah Thaha Arfan, Ahmad Arianda Arianda Ariba Azraf Asraf, Haufal Asriani, Yuni Auliyah Reski Sagita Ayu Arnita Ayu Rahayu Ayu Wulandari Az zulfa, Yuandini Aziz, Muhammad Bachtiar Bin Mus, Fian Cahaya Murti, Putri Dayanti, Elis Derioh, Grace Diva Almaidah S Dwi Maharani, Nur Afni Edrian Edrian Edrian Elisdayati Elisdayati Faikah, Nurul Febriyanti Nurgahayu firman, khaliq Geerhand, Andi Hartina Fattah Hasan, Muhammad Hafiz Haykal Saputra, Muhammad Hilma Ardianti Ardianti Husnul Hatimah, Husnul Iis Siti Salamah Azzahra Ilyas, Wahyudi JUMARDI Jumri Salam, Nirina Karnianti, Asniar Kurniati Abidin, Kurniati Lestari, Lidia Malik, Ikmal Abd Mila Rahmawati Mila Rahmawati Monika Sri Yuliarti Muh. Arlis Muh. Fadil Syahputra Muh. Nabil Nabiyullah Muh. Rezki Prasetyo Muhamad Iqbal Muhammad Firdaus Muhammad Rayhan Muliadi, Mus Mursalim Nohong Mus Muliadi Najamuddin Najamuddin Nilna Indriani Nisa, Ainun Nor Aswinda Nur Afiq Nur Nur Hikmah Nurmalia Nurmalia Nurul Faikah Nurul Fitrianti Nurul Fitrianti Omer Mohamed Taha Alkanan Pradiva, Diva Prasetyo, Muh. Rezki Ramadani, Wulan Ramadhan, Muh. Aditiya Rasmi Rasmi, Rasmi Razak, Azrin Abdul Ressi Susanti Riswan, Muhammad Rosniar Rosniar Rustono - Samsinar Samsinar Saskiah Rismayani SITTI HAJAR Sitti Hajar Sri Nuraini suci rahayu Suci Rahayu Sulkifli, Ahmad Syahputra, Muh. Fadil Syam Syukur Wahyudi Ilyas Wahyuningsi, Sri Wandi Wandi Wandi Wardana Wardana Wild Ananta Yauri, Andi Muhammad Yuni Asriani Yunitasari, Andi Putri