Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa pada Materi Relasi dan Fungsi Sumartini, Tina Sri; Utami, Ihda Eisya
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v12i2.3062

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal terkait materi relasi dan fungsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 6 siswa di salah satu SMPN Kabupaten Garut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, lembar wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Adapun hasil analisis kemampuan penalaran matematis siswa pada materi relasi dan fungsi, antara lain: a) Sebanyak 4 siswa mampu memenuhi indikator mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematis, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi, menarik kesimpulan, serta memeriksa kesahihan suatu argumen; b) Semua siswa mampu menemukan pola atau sifat dari gejala matematis, namun terdapat dua siswa yang belum mampu untuk membuat generalisasi. Secara keseluruhan faktor kesalahan yang dilakukan siswa yang menyebabkan tidak terpenuhinya indikator kemampuan penalaran  matematis yaitu tidak memahami makna keseluruhan soal, tidak konsisten dalam mengidentifikasi hal yang diketahui dan ditanyakan, tidak memahami konsep, kurangnya ketelitian, tidak bisanya menentukan rumus dalam penyelesaian soal, kurangnya minat dalam mengerjakan soal.
Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa antara Problem Based Learning Dan Direct Instruction Hanipah, Hana; Sumartini, Tina Sri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.879

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh siswa masih rendah, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa salah satunya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBL dan DI. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarogong Kaler Garut. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model pembelajaran PBL dan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model pembelajaran DI. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBL lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran DI dengan interpretasi peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dari kedua kelas berinterpretasi sedang serta sikap siswa terhadap pembelajaran melalui model pembelajaran PBL dan DI berinterpretasi cukup. Mathematical communication skills possessed by students are still low, so it needs efforts to improve students' mathematical communication skills, one of which is using the Problem Based Learning (PBL) and Direct Instruction (DI) learning model. The purpose of this study was to analyze the comparison of mathematical communication skills between students who received PBL and DI learning models. The research method used was quasi-experimental with a population of all seventh-grade students of SMP Negeri 1 Tarogong Kaler Garut. The sample was selected based on the purposive sampling technique consisting of two classes, namely class VII-A as the experimental class I which received the PBL learning model, and class VII-B as the experimental class II which received the DI learning model. The research instruments used were descriptive tests and questionnaires. Based on the results of statistical analysis, it is concluded that the mathematical communication skills of students who get the PBL learning model are better than students who get the DI learning model with the interpretation of the increase in students 'mathematical communication skills from both classes with moderate interpretation and students' attitudes towards learning through the PBL and DI interpreted learning models. enough.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Model STAD dan TPS Agustina, Tri Budi; Sumartini, Tina Sri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.904

Abstract

Kemampuan representasi matematis siswa masih rendah. Upaya untuk meningkatkannya dengan menggunakan model STAD dengan TPS. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model STAD dengan TPS. Metode penelitiannya yaitu kuasi eksperimen dengan populasinya adalah siswa kelas VII SMPN 2 Tarogong Kidul Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak dua kelas, yaitu kelas VII-F sebagai kelas eksperimen 1 dan VII-G sebagai kelas eksperimen 2, dengan banyaknya siswa yang lengkap mengikuti kegiatan mulai dari pretest, perlakuan, dan posttest untuk kelas eksperimen 1 sebanyak 32 siswa dan kelas eksperimen 2 sebanyak 32 siswa. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil Pretest, Posttest, Gain Ternormalisasi dan penyebaran angket. Hasil penelitian diperoleh: 1) terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model STAD dengan TPS, 2) interpretasi peningkatan kemampuan representasi matematis siswa kedua kelas berinterpretasi sedang, 3) sikap siswa kedua kelas terhadap masing-masing model pembelajaran berinterpretasi baik. Students' mathematical representation ability is still low. Efforts to improve it by using the STAD model with TPS. The purpose of the study was to analyze the differences in mathematical representation abilities between students who received the STAD and TPS models. The research method is quasi-experimental with the population being class VII students of SMPN 2 Tarogong Kidul Garut. Sampling was carried out by purposive sampling as many as two classes, namely class VII-F as experimental class 1 and VII-G as experimental class 2, with the number of complete students participating in activities ranging from pretest, treatment, and posttest for experimental class 1 as many as 32 students. and experimental class 2 as many as 32 students. The data analyzed were obtained from the results of Pretest, Posttest, Normalized Gain, and questionnaire distribution. The results obtained: 1) there are differences in the ability of mathematical representation between students who get the STAD model and TPS, 2) the interpretation of increasing the mathematical representation ability of students in both classes has a moderate interpretation, 3) the attitudes of students in both classes towards each learning model have good interpretation.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Materi Statistika Sa’adah, Nia Romdhonatu; Sumartini, Tina Sri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.958

Abstract

Kemampuan komunikasi perlu dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siswa SMP mengenai kemampuan komunikasi matematis pada materi Statistika. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dengan memilih 2 orang siswa kelas IX. Data diperoleh dengan cara melakukan tes tertulis dan wawancara. Setiap data atau informasi yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu siswa memiliki kemampuan menyatakan situasi gambar ke dalam model matematika, dan menjelaskan idea, situasi atau relasi matematika secara tertulis. Namun siswa kurang memiliki kemampuan menulis tentang matematika, membaca dengan pemahaman suatu representasi matematis tertulis, dan menyusun argumen. Kurangnya kemampuan tersebut diakibatkan karena siswa belum memahami konsep dengan baik. Communication skills need to be possessed by students in math learning. This study aims to analyze junior high school students on mathematical communication skills in statistics material. This research method is descriptive qualitative. The determination of the research subjects was conducted purposive sampling by selecting 2 students in grade IX. Data obtained by conducting written tests and interviews. Any data or information obtained is analyzed in descriptive form. The result of this study is that students have the ability to express the situation of images into mathematical models, and explain ideas, situations or mathematical relationships in writing. But students lack the ability to write about mathematics, read with an understanding of a written mathematical representation, and draw up arguments. The lack of ability is caused because students do not understand the concept well.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa antara yang Mendapatkan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Discovery Learning Salma, Firyal Anan; Sumartini, Tina Sri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i2.1103

Abstract

Beberapa alasan perlunya kemampuan representasi yaitu untuk membangun konsep dan berpikir matematis, serta untuk memiliki kemampuan pemahaman konsep baik yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Discovery Learning. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Garut. Teknis pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan sampel sebanyak dua kelas. Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan model pembelajaran Discovery Learning, kualitas peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Discovery Learning berinterpretasi sedang, dan sikap siswa terhadap model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Discovery Learning berinterpretasi cukup. Some of the reasons for the need for representational skills are to build concepts and think mathematically, as well as to have good conceptual understanding skills that can be used in problem-solving. This research is a quasi-experimental study that aims to analyze the differences in mathematical representation abilities between students who receive Contextual Teaching and Learning and Discovery Learning. The population in this study were all eighth-grade students of SMP Negeri 2 Garut. The sampling technique used was purposive sampling with a sample of two classes. It was concluded that there were differences in students' mathematical representation abilities between those who received the Contextual Teaching and Learning learning model and the Discovery Learning learning model, and the quality of improving the mathematical representation ability of students who received the Contextual Teaching and Learning and Discovery Learning learning models with moderate interpretation, and student's attitudes towards the learning model. Contextual Teaching and Learning and Discovery Learning have sufficient interpretation.
The effect of mathematical disposition on students' mathematical connection abilities Pebriani, Astria; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i1.1792

Abstract

Penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasional ini bermaksud untuk menganalisis sebesar apa pengaruh disposisi matematis terhadap Kemampuan Koneksi Matematis (KKM). Populasinya ialah seluruh siswa XI MIPA SMAN 16 Garut, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dengan sampel sebanyak 32 siswa. Data diperoleh dari tes koneksi matematis berupa soal uraian pada materi persamaan lingkaran dengan 7 soal mengukur KKM dan 32 pernyataan pada angket guna menilai disposisi matematis. Data diolah dengan perangkat lunak SPSS versi 26, melalui uji korelasi rank Spearman, lalu hasil penelitian diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya KKM dipengaruhi oleh disposisi matematis. Namun disposisi matematis bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya, akibatnya perlu penelitian lanjutan demi memperoleh penyebab lain yang juga mempengaruhi KKM.
Ilhametics conjecture: The root system of modern mathematics Robbani, Ilham Ali; Maulana, Redi; Nugraha, Regar Esa; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta; Sundayana, Rostina
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1810

Abstract

Saat ini matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan matematika merupakan ilmu yang mendasar dan merupakan cikal bakal perkembangan ilmu-ilmu lainnya khususnya teknologi dan informasi. Namun perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi kita untuk terlibat dalam perkembangan matematika saat ini. Apalagi dengan motivasi masyarakat Indonesia juga harus kreatif dan menciptakan inovasi tentang matematika. Maka dengan itu terciptanya konsep Ilhametika. Merupakan konsep yang terdiri dari teknik berhitung, permainan hingga dugaan matematika. Konsep ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi perkembangan ilmu matematika dan motivasi bagi semua untuk terus berkarya di bidangnya masing-masing. Pada artikel ini akan diperkenalkan suatu konjektur matematika yang bernama sistem akar modern. Sistem akar modern merupakan sistem yang terinspirasi dari akar tumbuhan. Dalam hal ini ada beragam sub pembahasan yang membahas beragam konsep yang terkait dengan konjektur ini.
The relationship between students' self-efficacy and mathematical problem-solving abilities Mudzakin, Fikri; Sundayana, Rostina; Sumartini, Tina Sri; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1845

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara self-efficacy matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dikombinasikan dengan teknik analisis korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri. Sampel penelitian menggunakan teknik purposeful random sampling pada siswa kelas VIII SMP Kelas A. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuesioner, dan analisis kuantitatif data dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan antara self-efficacy matematis siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis.
Literature review: Application of students' mathematical communication skills on collective materials in junior high schools Capriati, Zhesi; Maryati, Iyam; Sumartini, Tina Sri; Puspitasari, Nitta
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2022): September - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i3.1950

Abstract

Pentingnya komunikasi matematis untuk siswa yaitu tidak hanya menjadi alat berpikir yang membantu siswa tetapi untuk mengembangkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis di SMP dengan pembelajaran matematika materi himpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review). Penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan dalam pemahaman, menerapkan prinsip dan kesulitan dalam keterampilan berada pada kualifikasi yang rendah. Hal ini karena siswa mengalami kesulitan memahami maksud yang terdapat pada soal, membuat model matematis, menyelesaikan masalah matematis, dan menerapkan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika dalam pembelajaran himpunan. Pengumpulan data diperoleh 11 artikel terpilih dari jurnal yang terindeks Google Scholar. Semua topik dari artikel terpilih sangat relevan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan kemampuan komunikasi matematis pada materi himpunan disekolah menengah pertama mengalami peningkatan dalam pembelajaran matematika.
Ethnomathematical Exploration of Garutan Batik Motifs Sumartini, Tina Sri; Rahmawati, Restu
PRISMA Vol 13, No 2 (2024): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v13i2.4412

Abstract

Ethnomathematics provides benefits in linking mathematics with culture so that it can develop students' understanding of concepts. One culture that can be used is batik which has certain patterns and is philosophically related to mathematical concepts. The aim of this research is to explore mathematical concepts in Garutan batik and determine the value of mathematical philosophy in Garutan batik motifs. The research method used is qualitative with an ethnographic approach. The subjects of this research were batik craftsmen, batik managers of the Batik Garutan RM industry and mathematics teachers. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are that in Garutan Batik there are mathematical concepts, namely geometric transformations in the form of translation, reflection and rotation. The merak ngibing batik motif is related to the concepts of translation and reflection. The bulu ayam batik motif is related to the concept of translation. The lereng kangkung batik motif is related to the concept of rotation and translation. The cupat manggu batik motif is related to the concepts of reflection, rotation and translation. The batik lereng batik motif is related to the concept of rotation and translation.