Claim Missing Document
Check
Articles

Effectiveness of Realistic Mathematics Education Assisted by Interactive Videos on Students’ Learning Outcomes and Motivation Asyari, Lutfi; Anugrah, Yova; Kusumaryono, Suyato; Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2709

Abstract

Salah satu pendekatan efektif untuk menjembatani konsep matematika abstrak dengan situasi kehidupan nyata adalah Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas model pembelajaran RME berbantuan video interaktif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas V salah satu SDN di Garut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Quasi Experimental dan Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian meliputi 60 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes tulis. Analisis data dilakukan dengan statistika deskriptif dan uji t. Sebelum penerapan, motivasi belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 54,9%, meningkat menjadi 81,1% setelah perlakuan. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 69,73 menjadi 87,00 pada kelas eksperimen, sedangkan pada kelas kontrol hanya naik dari 69,67 menjadi 74,60. Hasil ini menunjukkan penerapan RME berbantuan video interaktif berpengaruh terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian merekomendasikan pemanfaatan teknologi pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif. One effective approach to bridge abstract mathematical concepts with real-life situations is Realistic Mathematics Education (RME). This study aims to examine the effectiveness of the RME model assisted by interactive videos in improving the motivation and mathematics learning outcomes of fifth-grade students at one of SDN in Garut. The research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design and a Non-Equivalent Control Group Design. The subjects consisted of 60 students, divided into an experimental class and a control class. Data were collected through written tests and analyzed statistically using descriptive statistics and Independent Sample T-Test. Prior to implementation, students’ learning motivation in the experimental class was 54.9%, which increased to 81.1% after the treatment. The average learning outcomes improved from 69.73 to 87.00 in the experimental class, while the control class increased only from 69.67 to 74.60. These results indicate that the implementation of RME assisted by interactive videos has a significant effect on enhancing students’ motivation and learning outcomes. The study recommends utilizing educational technology to create more engaging, interactive, and effective learning experiences.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbantuan Google Sites pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Arnisya, Melinda Fahriani; Luritawaty, Irena Puji; Sumartini, Tina Sri
Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung Vol. 12 No. 4: Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung (Desember 2024-Januari 2025)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mtk/v12i4.pp293-304

Abstract

It is important to continue developing digital mathematics learning media. This research was conducted to develop learning media assisted by Google Sites on the material Systems of Linear Equations in Two Variables and to analyze the feasibility of this learning media. This research is descriptive research with the research and development method of the ADDIE model which consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The subjects for this learning media trial were 39 students in class VIII of one of the private junior high schools in Garut Regency. Based on the research results, this media meets the criteria for validity and practicality as a learning media product. This is known from: (1) the validity of learning media, which is based on the results of an assessment of the validity of the media and material, showing valid results with revision, with a material achievement percentage of 92.7% and a media achievement percentage of 83.3%; (2) the practicality of learning media, as assessed from the student response questionnaire, obtained a percentage of 74.25%, indicating results that fall into the practical category.
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2015): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v4i1.323

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis adalah pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa sebagai akibat dari pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang menerapkan dua pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMK di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
Mengembangkan Self Concept Siswa Melalui Model Pembelajaran Concept Attainment Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2015): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v4i2.328

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, siswa masih kurang memiliki self-concept yang positif. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengembangkan self-concept siswa adalah model concept attainment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan self-concept siswa setelah mendapatkan model pembelajaran concept attainment. Penelitian ini berbentuk one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMK di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan diperoleh satu kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket self-concept. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa interpretasi self-concept siswa setelah mendapatkan model pembelajaran concept attainment termasuk dalam kategori baik.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2016): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v5i2.391

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis adalah pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebagai akibat dari pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang menerapkan dua pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMK di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa: (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (2) Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa ketika mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kesalahan karena kecerobohan atau kurang cermat, kesalahan mentransformasikan informasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan memahami soal. This research is motivated by the results of previous studies that showed that students' mathematical problem-solving ability is not as expected. One lesson to improve mathematical problem solving is based learning problems. The purpose of this study was to determine the increase in students' mathematical problem-solving ability as a result of problem-based learning. This study is a quasi-experimental study that applies two problem-based learning and conventional learning. The population in this study were students in one of the vocational schools in Garut. Sampling was done by purposive sampling and obtained two classes as the study sample. The research instrument used was a test of mathematical problem-solving abilities. Based on these results we concluded that: (1) the increase in students' mathematical problem-solving ability that gets problem-based learning better than students who received conventional learning, (2) mistakes made by student when working on the problems related to mathematical problem-solving ability was a mistake due to carelessness or less closely, transform fault information, error process skills, and misunderstanding question.
Pembelajaran Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER) Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Matematika Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 3 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.462

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran matematika perlu dilakukan dengan tepat agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah Mood, Understand, recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). Pelaksanaan pembelajaran ini diawali dengan membangun suasana hati siswa agar memiliki perasaan dan pemikiran positif terhadap matematika, memahami materi matematika, mengingat kembali materi yang telah dipelajari, Mendeteksi kesalahan yang dilakukan, mengelaborasi pengetahuan, dan mengulas kembali apa yang telah dikerjakan. Agar pembelajaran lebih bermakna, dalam pembelajaran MURDER perlu disertai pelaksanaan suatu proyek yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Proyek yang dimaksud dapat berupa pengamatan dan pengkajian terhadap fenomena dalam lingkungan sekitar yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Implementation of mathematics learning needs to be done properly so that students have high-level thinking skills. One of the learning methods that can be used is Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). Implementation of this learning begins by building the mood of students to have positive feelings and thoughts about mathematics, understand mathematical material, recall the material that has been studied, detect mistakes made, elaborate knowledge, and review what has been done. For learning to be more meaningful, in learning MURDER needs to be accompanied by the implementation of a project related to the material discussed. The project in question can be observation and assessment of phenomena in the surrounding environment related to the material being discussed.
Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa melalui Pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.531

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan aspek kognitif yang penting dalam pembelajaran matematika. Peningkatan kemampuan tersebut perlu didukung oleh model pembelajaran yang tepat yang salah satunya adalah model pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran MURDER dengan konvensional, serta mengetahui interpretasi peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dari kedua kelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dengan mengambil sampel sebanyak dua kelas di Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji gain ternormalisasi dan Mann Whitney. Adapun hasil penelitian yaitu Pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan model pembelajaran MURDER lebih baik dibandingkan dengan konvensional dengan interpretasi peningkatan pada kategori sedang.
Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa melalui Pembelajaran Think Talk Write Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.574

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis perlu dimiliki mahasiswa untuk menyelesaikan masalah matematika. Peningkatan kemampuan komunikasi perlu didukung oleh pembelajaran yang tepat, diantaranya pembelajaran Think Talk Write (TTW). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa antara yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write dan konvensional, serta mengetahui interpretasi peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa dari kedua kelas. Metode penelitian yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling dengan sampel sebanyak dua kelas di Program studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data secara kuantitatif dengan uji gain ternormalisasi dan Mann Whitney. Hasil penelitian yaitu pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write lebih baik dari mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write memiliki interpretasi tinggi sedangkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional memiliki interpretasi sedang. Communication ability needs to be possessed by students to solve mathematical problems. Improved communication skills need to be supported by appropriate learning, one of which is learning Think Talk Write (TTW). The purpose of this study is to analyze the achievement and improvement of communication ability between students who are learning with Think Talk Write learning and conventional learning, as well as to find out interpretations of improved communication ability of students from both classes. The research method is quasi-experiment. The sampling technique is the purposive sampling technique by taking a sample of two classes in the Mathematics Education Study Program of the Institut Pendidikan Indonesia. Data analysis was performed quantitatively using the normalized gain test and Mann Whitney. The results of the study are the achievement and improved of communication skills of students who study with Think Talk Write learning is better than students who study with conventional learning, improvement of mathematical communication skills of students who study with Think Talk Write learning has a high interpretation while increasing mathematical communication skills of students who study with conventional learning have medium interpretations.
Self-Efficacy Calon Guru Matematika Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.624

Abstract

Self-efficacy calon guru matematika masih kurang. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai self-efficacy calon guru matematika sehingga dapat diketahui aspek self-efficacy yang perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis self-efficacy calon guru matematika dalam mengajar matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak tiga orang calon guru matematika jurusan pendidikan matematika di Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon guru matematika memiliki keyakinan dalam penguasaan pengetahuan matematika, namun merasa kurang yakin bahwa dirinya mampu untuk menyampaikan materi matematika kepada siswa. Kurangnya keyakinan ini berakibat pada kemampuan pedagogis calon guru matematika.
Pengaruh Habit of Mind terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis melalui Metode Pembelajaran Improve Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.696

Abstract

Habit of mind berperan dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Diperlukan suatu penggunaan metode pembelajaran untuk mengembangkan habits of mind dan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik yang salah satunya yaitu metode pembelajaran improve. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh habit of mind terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis melalui metode pembelajaran improve. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dengan mengambil 67 mahasiswa di Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes tertulis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Adapun hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh habit of mind terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis melalui metode pembelajaran Improve. The habit of mind plays a role in developing students' creative thinking skills. It is necessary to use a learning method to develop habits of mind and students' mathematical creative thinking skills, one of which is the improved learning method. The purpose of this study is to analyze the effect of the habit of mind on mathematical creative thinking skills through improved learning methods. The research method used is quasi-experimental. The sampling technique was carried out using the purposive sampling technique by taking 67 students in the Mathematics Education Study Program at the Indonesian Institute of Education. Data was collected using a questionnaire and a written test. Data analysis was carried out quantitatively using the Spearman correlation test. The results of the study are that there is an influence of habit of mind on mathematical creative thinking skills through the Improve learning method.