Claim Missing Document
Check
Articles

MENGEMBANGKAN SELF CONCEPT SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.598 KB)

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, siswa masih kurang memiliki self concept yang positif. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengembangkan self concept siswa adalah model concept attainment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan self concept siswa setelah mendapatkan model pembelajaran concept attainment. Penelitian ini berbentuk one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMK di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan diperoleh satu kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket self concept. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa interpretasi self concept siswa setelah mendapatkan model pembelajaran concept attainment termasuk dalam kategori baik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.42 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis adalah pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa sebagai akibat dari pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang menerapkan dua pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMK di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa melalui Pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1725.216 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.366

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kreatif merupakan aspek kognitif yang penting dalam pembelajaran matematika. Peningkatan kemampuan tersebut perlu didukung oleh model pembelajaran yang tepat yang salah satunya adalah model pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran MURDER dengan konvensional, serta mengetahui interpretasi peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dari kedua kelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dengan mengambil sampel sebanyak dua kelas di Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji gain ternormalisasi dan Mann Whitney. Adapun hasil penelitian yaitu Pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan model pembelajaran MURDER lebih baik dibandingkan dengan konvensional dengan interpretasi peningkatan pada kategori sedang. Students’ Creative Thinking Skill through Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review LearningAbstractThe ability to think creatively is an important cognitive aspect in learning mathematics. This increase in ability needs to be supported by the right learning model, one of which is a learning model of Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). The purpose of this study is to analyze the achievement and improvement of creative thinking skills of students who get MURDER learning conventionally, as well as knowing the interpretation of improving the creative thinking skills of students from both classes. The research method used is quasi-experimental. The sampling technique was carried out by purposive sampling technique by taking a sample of two classes at the Institut Pendidikan Indonesia. Data analysis was carried out quantitatively using normalized gain test and Mann Whitney test. The results of the study are the achievement and improvement of the creative thinking ability of students who get the MURDER learning model better than the conventional one with the interpretation of the increase in the medium category.
Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa antara Problem Based Learning Dan Direct Instruction Hana Hanipah; Tina Sri Sumartini
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.1028

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh siswa masih rendah, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa salah satunya menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBL dan DI. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarogong Kaler Garut. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model pembelajaran PBL dan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model pembelajaran DI.  Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBL lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran DI dengan interpretasi peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dari kedua kelas berinterpretasi sedang serta sikap siswa terhadap pembelajaran melalui model pembelajaran PBL dan DI berinterpretasi cukup.Mathematical communication skills possessed by students are still low, so it needs efforts to improve students' mathematical communication skills, one of which is using the Problem Based Learning (PBL) and Direct Instruction (DI) learning model. The purpose of this study was to analyze the comparison of mathematical communication skills between students who received PBL and DI learning models. The research method used was quasi-experimental with a population of all seventh-grade students of SMP Negeri 1 Tarogong Kaler Garut. The sample was selected based on the purposive sampling technique consisting of two classes, namely class VII-A as the experimental class I which received the PBL learning model, and class VII-B as the experimental class II which received the DI learning model. The research instruments used were descriptive tests and questionnaires. Based on the results of statistical analysis, it is concluded that the mathematical communication skills of students who get the PBL learning model are better than students who get the DI learning model with the interpretation of the increase in students 'mathematical communication skills from both classes with moderate interpretation and students' attitudes towards learning through the PBL and DI interpreted learning models. enough.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Materi Statistika Nia Romdhonatu Sa’adah; Tina Sri Sumartini
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.1446

Abstract

Kemampuan komunikasi perlu dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siswa SMP mengenai kemampuan komunikasi matematis pada materi Statistika. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dengan memilih 2 orang siswa kelas IX. Data diperoleh dengan cara melakukan tes tertulis dan wawancara. Setiap data atau informasi yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu siswa memiliki kemampuan menyatakan situasi gambar ke dalam model matematika, dan menjelaskan idea, situasi atau relasi matematika secara tertulis. Namun siswa kurang memiliki kemampuan menulis tentang matematika, membaca dengan pemahaman suatu representasi matematis tertulis, dan menyusun argumen. Kurangnya kemampuan tersebut diakibatkan karena siswa belum memahami konsep dengan baik.Communication skills need to be possessed by students in math learning. This study aims to analyze junior high school students on mathematical communication skills in statistics material. This research method is descriptive qualitative. The determination of the research subjects was conducted purposive sampling by selecting 2 students in grade IX. Data obtained by conducting written tests and interviews. Any data or information obtained is analyzed in descriptive form. The result of this study is that students have the ability to express the situation of images into mathematical models, and explain ideas, situations or mathematical relationships in writing. But students lack the ability to write about mathematics, read with an understanding of a written mathematical representation, and draw up arguments. The lack of ability is caused because students do not understand the concept well.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Melalui Model STAD dan TPS Tri Budi Agustina; Tina Sri Sumartini
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.1264

Abstract

Kemampuan representasi matematis siswa masih rendah. Upaya untuk meningkatkannya dengan menggunakan model STAD dengan TPS. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model STAD dengan TPS. Metode penelitiannya yaitu kuasi eksperimen dengan populasinya adalah siswa kelas VII SMPN 2 Tarogong Kidul Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak dua kelas, yaitu kelas VII-F sebagai kelas eksperimen 1 dan VII-G sebagai kelas eksperimen 2, dengan banyaknya siswa yang lengkap mengikuti kegiatan mulai dari pretest, perlakuan, dan posttest untuk kelas eksperimen 1 sebanyak 32 siswa dan kelas eksperimen 2 sebanyak 32 siswa.Data yang dianalisis diperoleh dari hasil Pretest, Posttest, Gain Ternormalisasi dan penyebaran angket.Hasil penelitian diperoleh: 1) terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang mendapatkan model STAD dengan TPS, 2) interpretasi peningkatan kemampuan representasi matematis siswa kedua kelas berinterpretasi sedang, 3) sikap siswa kedua kelas terhadap masing-masing model pembelajaran berinterpretasi baik. Students' mathematical representation ability is still low. Efforts to improve it by using the STAD model with TPS. The purpose of the study was to analyze the differences in mathematical representation abilities between students who received the STAD and TPS models. The research method is quasi-experimental with the population being class VII students of SMPN 2 Tarogong Kidul Garut. Sampling was carried out by purposive sampling as many as two classes, namely class VII-F as experimental class 1 and VII-G as experimental class 2, with the number of complete students participating in activities ranging from pretest, treatment, and posttest for experimental class 1 as many as 32 students. and experimental class 2 as many as 32 students. The data analyzed were obtained from the results of Pretest, Posttest, Normalized Gain, and questionnaire distribution. The results obtained: 1) there are differences in the ability of mathematical representation between students who get the STAD model and TPS, 2) the interpretation of increasing the mathematical representation ability of students in both classes has a moderate interpretation, 3) the attitudes of students in both classes towards each learning model have good interpretation.
Kemampuan komunikasi matematis siswa smp pada materi segiempat Aldi Hidayatuloh; Tina Sri Sumartini
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.814 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2233

Abstract

Communication skills need to be possessed by students in learning mathematics. This study aims to analyze junior high school students regarding mathematical communication skills in the quadrilateral material. This research method is descriptive qualitative. Determination of research subjects was carried out by purposive sampling by selecting 2 students of class VII. Data were obtained by conducting written tests and interviews. Each data or information obtained was analyzed in descriptive form. Learning difficulties experienced by students were analyzed based on the results of interviews. Students' mathematical communication skills were analyzed based on indicators of mathematical communication skills. The results of this study are the five indicators of students' mathematical communication skills need to be improved because they are not optimal. Factors that affect mathematical communication skills are the learning process, student understanding and the habit of giving practice questions. Kemampuan komunikasi perlu dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siswa SMP mengenai kemampuan komunikasi matematis pada materi Segiempat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dengan memilih 2 orang siswa kelas VII. Data diperoleh dengan cara melakukan tes tertulis dan wawancara. Setiap data atau informasi yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif. Kesulitan belajar yang dialami siswa dianalisis berdasarkan hasil wawancara. Kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki siswa dianalisis berdasarkan indikator-indikator kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian ini adalah kelima indikator kemampuan komunikasi matematis siswa perlu ditingkatkan karena belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan komunukasi matematis yaitu proses pembelajaran, pemahaman siswa serta pembiasaan pemberian latihan soal.
Self Efficacy Calon Guru Matematika Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.232 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.797

Abstract

AbstrakSelf-efficacy calon guru matematika masih kurang. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai self-efficacy calon guru matematika sehingga dapat diketahui aspek self-efficacy yang perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis self-efficacy calon guru matematika dalam mengajar matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak tiga orang calon guru matematika jurusan pendidikan matematika di Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon guru matematika memiliki keyakinan dalam penguasaan pengetahuan matematika, namun merasa kurang yakin bahwa dirinya mampu untuk menyampaikan materi matematika kepada siswa. Kurangnya keyakinan ini berakibat pada kemampuan pedagogis calon guru matematika.  Self-Efficacy of Mathematics Prospective TeachersAbstractThe self-efficacy of prospective mathematics teachers is still lacking. Therefore, it is necessary to analyze the self-efficacy of prospective mathematics teachers so that it can be seen which aspects of self-efficacy need to be improved. The purpose of this study was to analyze the self-efficacy of prospective mathematics teachers in teaching mathematics. The research method used is qualitative by using a purposive sampling technique. The sample taken was three prospective mathematics teachers majoring in mathematics education at the Indonesian Institute of Education. The data analysis was done qualitatively. The results showed that the prospective mathematics teacher had confidence in the mastery of mathematical knowledge, but felt less confident that he was able to convey mathematics material to students. This lack of confidence results in the pedagogical abilities of prospective mathematics teachers.
Pengaruh Habit of Mind terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis melalui Metode Pembelajaran Improve Tina Sri Sumartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.486 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i1.1253

Abstract

AbstrakHabit of mind berperan dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Diperlukan suatu penggunaan metode pembelajaran untuk mengembangkan habits of mind dan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik yang salah satunya yaitu metode pembelajaran improve. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh habit of mind terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis melalui metode pembelajaran improve. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dengan mengambil 67 mahasiswa di Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes tertulis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Adapun hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh habit of mind terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis melalui metode pembelajaran Improve.  The Influence of Habit of Mind on Mathematical Creative Thinking Ability through Improve Learning Method AbstractThe habit of mind plays a role in developing students' creative thinking skills. It is necessary to use a learning method to develop habits of mind and students' mathematical creative thinking skills, one of which is the improved learning method. The purpose of this study is to analyze the effect of the habit of mind on mathematical creative thinking skills through improved learning methods. The research method used is quasi-experimental. The sampling technique was carried out using the purposive sampling technique by taking 67 students in the Mathematics Education Study Program at the Indonesian Institute of Education. Data was collected using a questionnaire and a written test. Data analysis was carried out quantitatively using the Spearman correlation test. The results of the study are that there is an influence of habit of mind on mathematical creative thinking skills through the Improve learning method.
Analisis Kesalahan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Berdasarkan Prosedur Newman Sumartini, Tina Sri; Safitri, Lita
PRISMA Vol 11, No 2 (2022): PRISMA Volume 11, No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i2.2193

Abstract

Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita merupakan hal penting dalam pembelajaran matematika. Analisis tersebut digunakan untuk melakukan refleksi dalam tahapan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesalahan siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan prosedur newman. Penelitian dilakukan secara kualitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan mengambil tiga siswa SMP  kelas VIII yang telah mempelajari materi sistem persamaan linear dua variabel di salah satu SMP di Kabupaten Garut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal kemampuan pemecahan masalah matematis kepada siswa. Selanjutnya dilakukan wawancara untuk mengkonfirmasi jawaban dari tes tulis. Instrumen tes tertulis sebanyak 5 soal yang telah divaidasi oleh ahli. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil jawaban siswa dan wawancara. Hasil penelitian yaitu: Siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan prosedur newman. Kesalahan tersebut meliputi kesalahan membaca, memahami, menstransformasi, keterampilan prosedur, dan penulisan jawaban akhir. Hal ini terjadi akibat kurangnya kemampuan pemahaman, representasi, dan koneksi siswa. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut dalam pembelajaran matematika.