Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK TRADISIONAL YANG AMAN DI KALANGAN REMAJA SMK Base, Nurul Hidayah; A Tenriugi Daeng Pine; Sukirawati; Raymond Arief N. Noena
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jpmy.v3i2.356

Abstract

Kosmetik yang beredar di masyarakat dapat berupa kosmetik tradisional dan kosmetik berbahan senyawa kimia. Produk kosmetik ini digunakan untuk merawat dan melindungi kulit dari senyawa yang berbahaya serta untuk memperbaiki penampilan kulit. Bahan alami yang sering digunakan adalah minyak nabati. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja agar mereka tidak tergiur dengan klaim khasiat produk kosmetik yang berlebihan dan dapat merusak kesehatan kulit. Diharapkan dengan kegiatan pengabdian berupa edukasi ini dapat memberikan pencerahan dan pengetahuan kepada remaja, khususnya pada siswa SMK Farmasi Yamasi Makassar bahwa penggunaan kosmetik tradisional juga harus tepat bahan dan khasiatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran remaja SMK Farmasi Yamasi Makassar agar tepat dalam memilih dan menggunakan kosmetik tradisional yang beredar di pasaran. Kegiatan PKM ini mula-mula dilakukan dengan pemaparan materi mengenai kosmetik secara umum dan penggolongannya berdasarkan bahan baku yang digunakan dalam pembuatannya. Selanjutnya dipaparkan juga mengenai peraturan yang mengatur tentang kosmetik tradisional di Indonesia serta jenis-jenis kosmetik tradisional yang ada di pasaran dan bagaimana pemakaiannya. Di akhir kegiatan, siswa SMK diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengisi kuisioner setelah pemaparan materi. Berdasarkan hasil kuisioner diketahui adanya peningkatan pengetahuan remaja meningkat menjadi rata-rata 83,53%.
DISTRIBUSI PENGGUNAAN BERAGAM JENIS VAKSIN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GENTUNGAN, DESA GENTUNGAN, KECAMATAN BAJENG BARAT, KABUPATEN GOWA TAHUN 2022 Basir, Hernawati; Yuyun Sri Wahyuni; Delvi SJP; A Tenriugi Daeng Pine; Istiana Purnamasari
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jurkes.v9i2.396

Abstract

In December 2019, Wuhan City in Hubei Province, China, became the epicenter of a novel coronavirus outbreak, later identified as SARS-CoV-2, the causative agent of COVID-19. Common symptoms of COVID-19 infection include fever, cough, and shortness of breath. This study aimed to determine the percentage distribution of various COVID-19 vaccine types administered at the Gentungan Public Health Center. Employing a non-experimental, descriptive approach, this research analyzed existing data without intervention on test subjects, utilizing a retrospective data collection method. The study population comprised 9,000 individuals, from which a sample of 383 participants was selected. The results indicated the following distribution of vaccine usage: Sinovac was administered to 236 individuals (61.61%), Pfizer to 61 individuals (15.92%), Moderna to 53 individuals (13.83%), and AstraZeneca to 33 individuals (8.61%). Sinovac was the most frequently administered vaccine, likely due to its ample availability and the lack of choice afforded to the public regarding vaccine selection.
LITERASI BERBAGAI OBAT HERBAL DAN CARA TEPAT PENGGUNAANNYA UNTUK KESEHATAN A Tenriugi Daeng Pine; Tahirah; Yasnidar; Sitti Fauziah Noer; Mora; Karim, Harningsih; Idrus, Irman; Dwi Sasongko Mardiono; Junaidin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jpmy.v2i2.310

Abstract

Sistem pelayanan kesehatan tradisional merupakan bagian dari sistem kesehatan nasional. Saat ini kesehatan tradisional diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Penggunaan tanaman sebagai obat telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi warisan turun-temurun yang masih dapat ditemui dan masih dilestarikan di wilayah Indonesia. Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki keragaman hayati adalah Pangkep (Pangkajene Kepulauan). Kekayaan alam ini dapat diinformasikan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah Pangkep dan sekitarnya salah satunya sebagai bahan pengobatan. Adanya penggunaan tanaman obat (herbal) yang masih kurang tepat dapat memberikan efek samping terhadap kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional dan penggunaannya yang aman dan tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah dalam bentuk penyuluhan yang disertai dengan diskusi. Kegiatan ini memberikan dampak positif yakni adanya peningkatan pengetahuan masyarakat Kelurahan Bonto Perak Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep terhadap berbagai herbal dan penggunaannya yang aman dan tepat.
EDUKASI BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK DI KECAMATAN RAPPOCINI, KELURAHAN BUAKANA ramadani, ananda; A. Tenriugi Daeng Pine; Imansyah, Maulana Zulkarnain; Muhammad Tahir; Raymond Arief N. Noena; Taufiq; Syam, Rika Amalia; Yulya Irmawati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jpmy.v3i2.360

Abstract

Antibiotic resistance is a growing public health problem globally, largely due to the misuse and overuse of antibiotics. This community service project aimed to educate the residents of Rappocini District, specifically in Buakana Village, on the wise use of antibiotics. Through workshops and discussions, we provided participants with information on the dangers of antibiotic misuse, the importance of following prescribed dosages, and the consequences of self-medicating without professional guidance. The program aimed to enhance public awareness and encourage rational antibiotic use to prevent resistance. Feedback from participants indicated improved understanding and commitment to using antibiotics responsibly. This community service is expected to contribute to better public health outcomes by promoting prudent antibiotic use.