Claim Missing Document
Check
Articles

PERANAN MODAL, PERIZINAN, KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRODUKTIVITAS DALAM PENINGKATAN DAYA SAING UMKM PADA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN PENANAMAN MODAL KOTA MAKASSAR Herlianti Rahman; Herminawaty Abubakar; Haeruddin Saleh
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Modal, Perizinan, Kemampuan Kewirausahaan, dan Produktivitas terhadap peningkatan Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal Kota Makassar. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh mana keempat variabel tersebut berkontribusi terhadap daya saing UMKM, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) versi 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modal dan Kewirausahaan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap Daya Saing, sedangkan Perizinan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan. Selain itu, Modal, Perizinan, dan Kewirausahaan masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap Produktivitas. Temuan penting lainnya adalah bahwa Produktivitas berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Modal dan Daya Saing serta antara Kewirausahaan dan Daya Saing. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi faktor kunci dalam mendorong daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi dan regulasi yang kompleks. Dengan demikian, strategi penguatan modal, penyederhanaan perizinan, dan peningkatan kapasitas kewirausahaan perlu didorong untuk meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan. This study aims to analyze the influence of Capital, Licensing, Entrepreneurial Capability, and Productivity on the Competitive Advantage of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the Office of Industry, Trade, and Investment of Makassar City. The main problem addressed in this research is to what extent these four variables contribute to the competitiveness of MSMEs, either directly or indirectly through the mediating role of productivity. This research adopts a quantitative approach with data collected through observation and questionnaires distributed to MSME actors. Data analysis was carried out using Partial Least Square (PLS) version 4.1. The results indicate that Capital and Entrepreneurship have a direct and significant influence on Competitive Advantage, while Licensing does not exhibit a significant direct effect. Furthermore, Capital, Licensing, and Entrepreneurship each have a significant impact on Productivity. An important finding of the study is that Productivity mediates the relationship between Capital and Competitive Advantage, as well as between Entrepreneurship and Competitive Advantage. These results highlight the critical role of productivity enhancement in strengthening MSME competitiveness amid complex economic and regulatory challenges. Therefore, strategies aimed at capital empowerment, licensing simplification, and the improvement of entrepreneurial capabilities are necessary to sustainably boost MSME competitiveness.
ANALISIS KEMUDAHAN DAN MANFAAT TERHADAP PEMBERIAN RATING BAIK DENGAN KEPUASAN PENGGUNA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING APLIKASI PLN MOBILE PADA PT. PLN (PERSERO) ULP MALILI Riko Ashari; Haeruddin Saleh; Miah Said
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat terhadap pemberian rating aplikasi melalui kepuasan pengguna sebagai variabel intervening pada aplikasi PLN Mobile di PT. PLN (Persero) ULP Malili. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Populasi penelitian adalah pengguna aplikasi PLN Mobile pada wilayah kerja PT. PLN (Persero) ULP Malili, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan karakteristik responden yang telah menggunakan aplikasi PLN Mobile. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna maupun pemberian rating aplikasi. Kepuasan pengguna juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian rating aplikasi serta mampu memediasi hubungan antara kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat dengan pemberian rating aplikasi. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin mudah aplikasi digunakan dan semakin besar manfaat yang dirasakan pengguna, maka tingkat kepuasan pengguna akan meningkat sehingga mendorong pengguna untuk memberikan penilaian (rating) yang lebih baik terhadap aplikasi PLN Mobile. Implikasi penelitian memberikan rekomendasi kepada PT. PLN (Persero) ULP Malili untuk terus meningkatkan kemudahan penggunaan, menambah manfaat fitur aplikasi, serta memperkuat pengalaman pengguna guna meningkatkan kepuasan dan memperoleh rating aplikasi yang lebih positif. This study aims to examine the influence of perceived ease of use and perceived usefulness on application ratings through user satisfaction as an intervening variable in the PLN Mobile application at PT. PLN (Persero) ULP Malili. The study employed a quantitative approach using an explanatory research design to investigate the causal relationships among the research variables. The population consisted of PLN Mobile users within the operational area of PT. PLN (Persero) ULP Malili, with respondents selected using a purposive sampling technique based on predefined user criteria. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS version 4. The findings indicate that perceived ease of use and perceived usefulness have positive and significant effects on both user satisfaction and application ratings. User satisfaction also has a positive and significant effect on application ratings and mediates the relationships between perceived ease of use, perceived usefulness, and application ratings. These findings suggest that improving application usability and increasing the perceived benefits of the application enhance user satisfaction, which ultimately encourages users to provide more positive ratings for the PLN Mobile application. The study recommends that PT. PLN (Persero) ULP Malili continuously improve application usability, expand useful digital features, and strengthen user experience to increase customer satisfaction and achieve higher application ratings.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN ORGANISASI DAN POLA KADERISASI PARTAI PKB SULAWESI SELATAN DALAM PENDIDIKAN POLITIK Suardi Suardi; Haeruddin Saleh; Seri Suriani
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.7757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif efektivitas manajemen organisasi dan pola kaderisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan dalam penyelenggaraan pendidikan politik pada tingkat lokal. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami dinamika internal partai melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta penelusuran dokumen kelembagaan. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo12 yang dipadukan dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) sehingga memungkinkan penilaian menyeluruh terhadap faktor kontekstual, dukungan sumber daya, mekanisme kaderisasi, serta capaian program pendidikan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKB Sulsel memiliki kesadaran strategis terhadap urgensi pendidikan politik sebagai mandat regulasi dan kebutuhan dalam merespons perkembangan sosial-politik masyarakat. Struktur organisasi yang sistematis, keberadaan badan otonom (BANOM), serta pola kaderisasi berjenjang memungkinkan terbangunnya proses pendidikan politik yang terarah, tematik, dan berkelanjutan. Produk dari proses tersebut tercermin dalam meningkatnya kesadaran politik masyarakat, penguatan basis elektoral, serta berkembangnya kapasitas ideologis kader di berbagai level organisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi manajemen organisasi dan mekanisme kaderisasi menjadikan PKB tidak sekadar sebagai institusi elektoral, tetapi juga sebagai agen pendidikan politik yang efektif, adaptif, dan mampu mendukung proses demokratisasi di tingkat lokal. This study aims to comprehensively analyze the effectiveness of the National Awakening Party (PKB) 's organizational management and cadre development system in implementing political education at the local level in South Sulawesi. A descriptive qualitative approach was adopted to explore the party's internal dynamics through in-depth interviews, participatory observation, and the review of institutional documents. Data were analyzed thematically using NVivo12 software combined with the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product), enabling a thorough assessment of contextual conditions, resource support, cadre development mechanisms, and the outcomes of political education programs. The findings reveal that PKB South Sulawesi possesses a strategic awareness of the importance of political education as mandated by law and as a response to societal and political transformations. A systematic organizational structure, the presence of autonomous bodies (BANOM), and a tiered cadre development system have facilitated the implementation of structured, thematic, and sustainable political education practices. The outcomes include increased public political awareness, strengthened electoral support, and enhanced ideological capacity among party cadres at all organizational levels. Overall, the study concludes that integrating organizational management and cadre development systems positions PKB not merely as an electoral institution but also as an effective political education agent capable of contributing to local democratic consolidation.