Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

STUDI STATUS HARA KALSIUM DAN MAGNESIUM UNTUK TANAMAN PADI PADA LAHAN SAWAH DI DESA SEBENTE KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG Mawar, Supriadi; Gafur, Sutarman; Hayati, Rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) pada tanah, rekomendasi umum hara Ca dan Mg untuk menunjang produksi padi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luas Persawahan Desa Sebente 5 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 5 petak sawah yang berbeda-beda, dalam satu petak sawah di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem diagonal dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), Ca-dd, Mg-dd, C-Organik Tanah, Tekstur, Kejenuhan Basa, Kapasitas Tukar Kation. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam sampai masam, kadar kalsium (Ca) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar magnesium (Mg) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, rendah sampai sedang, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah,tinggi sampai sangat tinggi, Kejenuhan Basa pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai sedang, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong rendah, sedang sampai tinggi.
KETERSEDIAAN UNSUR HARA MAKRO N, P, K, Ca, Mg PADA KEBUN KARET RAKYAT DI DESA LANDAU KUMPANG KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU dahlia, iisdahlia; gafur, sutarman; umran, ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18969

Abstract

KETERSEDIAAN UNSUR HARA MAKRO N, P, K, Ca, Mg PADA KEBUN KARET RAKYAT DI DESA LANDAU KUMPANG KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU Iis Dahlia1), Sutarman Gafur2), Ismahan Umran3), (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (2)Staf Pengajar Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan unsur hara makro N, P, K, Ca, Mg pada perkebunan karet rakyat dan memberikan rekomendasi pemupukan untuk kebun karet rakyat tersebut. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Desa Landau Kumpang Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu dari lahan kebun karet seluas 5 ha, dalam 1 ha diambil 5 titik sampel dengan kedalaman 0"“30 cm secara diagonal kemudian dikompositkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan unsur hara makro di lokasi penelitian termasuk sangat rendah sampai rendah berdasarkan kandungan N-total yang termasuk dalam kategori rendah, P tersedia yang sangat rendah, K-dd yang rendah, Ca-dd yang sangat rendah dan Mg-dd yang tergolong rendah. Sehingga perlu adanya pemupukan N, P2O5 dan K2O atau dalam bentuk pupuk urea = 231 gram/pohon, SP-18 = 395 gram/pohon dan KCl = 527 gram/pohon. Frekuensi pemupukan masing-masing 2 kali per tahun. Kata Kunci : Hara Makro, Tanaman Karet dan Rekomendasi Pemupukan.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN JAGUNG (Zea Mays) DI DESA PARIT LABAK KECAMATAN KUALA MANDOR B KABUPATEN KUBU RAYA puladin, arip; gunawan, joni; gafur, sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8908

Abstract

Lahan Gambut di Indonesia tersedia cukup. Di Kalimantan Barat, Lahan Gambut banyak dipergunakan sebagai lahan pertanian terutama untuk pengembangan tanaman Jagung. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman pangan dan pakan strategis dan saat ini produksinya belum mencukupi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat. Kesesuaian lahan gambut di Desa Parit Labak perlu diteliti sehingga luarannya dapat dipakai untuk menunjang pengembangan tanaman jagung agar dapat berproduksi dengan maksimal sesuai potensinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kesesuaian beserta mempelajari kendalanya, dan memberikan rekomendasi perbaikannya. Kegiatan evaluasi kesesuaian lahan di lakukan sampai tingkat subgrupdengan menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2. Faktor-faktor tersebut mengindikasikan bahwa kesesuaian lahan gambut tersebut tidak sesuai untuk selamanya bagi pengembangan tanaman jagung. Faktor- faktor tersebut adalah masalah retensi hara dan kondisi media perakaran. Di ketahui bahwa untuk mengubah status kesesuaian lahan potensialnya menjadi status S3 diperlukan beberpa tingkat perbaikan yang tinggi seperti melakukan pengapuran dan pemupukan serta perbaikan sifat fisik tanah. Kata Kunci: Evaluasi kesesuaian Lahan, lahan gambut, tanaman jagung (Zea Mays).
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PADI MELALUI PEMBANGUNAN RICE ESTATE DI KABUPATEN KUBU RAYA Syahrizal, Budi; Yusra, Abdul Hamid A.; Gafur, Sutarman
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v2i2.5129

Abstract

Budi Syahrizal "Rice Agribusiness Development Strategy Development Through Rice Estate in Kubu Raya District", under the guidance of Ir . A. Hamid A. Yusra, MS and Dr. Ir. H. Sutarman Gafur, M.Sc. The research aims to : 1. Knowing the real rice management by Kubu Raya District Government in increasing rice production. 2. Identifying factors external environment into opportunities and threats management of real rice and internal environmental factors are the strength and weaknesses of the management of real rice. 3. Formulate alternative strategies that can be implemented according to the manager of the rice area real environmental conditions. 4. Analyzing priority management strategies that can be implemented in accordance with the environmental conditions of real rice area . Benefits of this research are : 1. As an input for the management of real rice in Kubu Raya District to be considered in carrying on their business in the face of environmental changes occur real rice. 2. This study is also expected to be material information for the various parties involved in the management of real rice to prepare measures that can improve the production and productivity of rice in order to self-sufficiency and food security in Indonesia , particularly the Kubu Raya District immediately reached. 3. As for the academics, hopefully this study can be material information, comparisons and references for further studies. The research was conducted in the village of Kuala Foreman A B District Overseer Kuala Kubu Raya district of West Kalimantan Province and held for about 2 months. Method used was a survey method and included in the descriptive study. The population in this study are all stakeholders involved in the system of rice agribusiness. The sampling technique used was purposive sampling, which determine directly or selecting respondents deliberately . The results of this study are : SWOT analysis matrix shows the internal - external strategic factors obtained is : SO the value of 3,2748 , with a value of 3,0448 ST, WO and WT with a value of 2.5888 with a value of 2.3588. Thus rice agribusiness development strategy through a in Kubu Raya District can use the SO strategy. Keywords : Strategy, Sustainability, Rice, Rice Estate, SWOT .
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI GAHARU (Aquilaria malaccencis Lamk.) DI KABUPATEN SANGGAU WUYSANG, JOYCE LINDA; GAFUR, SUTARMAN; YURISINTHAE, ERLINDA
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v4i1.10134

Abstract

Agarwood (Aquilaria malaecencis lamk.) is the majority source of Non-Timber Forest Product (NTFP) in Sanggau regency. In Parindu district, Bonti  district and  Kapuas district have some of agarwood plantation farmer groups, that has members of 118 farmers that has been the subject of this researched. The main focus of this thesis is to understand the agarwood feasibility methods of the gaharu plantation farmer groups  from the financial aspects, the return of investment (ROI) and the sensivity analysis if there were the fluctuation of  regular benefit and cost of gaharu plantation.The researched found the prior cost of agarwood plantation farmer groups for seven years is Rp. 807.203.295.- and the amount of the income is Rp. 8.377.351.610.- (the income adds with the value of residual effort), from the financial analysis is found the income of NPV =  Rp. 3,518,148,025.-, Net B/C ratio = 31.19 % and the IRR=102.71%, PP is 6 year 27 days  that is under seven years , therefore it could be concluded that the agarwood plantation farmer groups  is feasible, and the amount of the income is Rp. 8,377,351,610.- (the income without the value of residual effort), from the financial analysis is found the income of NPV = Rp. 3,480,966,096 .-, Net B/C ratio = 30,87 % and the IRR = 102.40%, PP is 6 year 28 days, therefore it could be concluded that the plantation of gaharu farmer is feasible.Sensitivity analysist for Gaharu plantation for Rp. 1.000.000,-/kg until Rp. 10.000.000,-/kg, the range of volume 0,5 kg/tree until 5 kg/tree and in the range 35% until 80% its will get NPV > 0, Net B/C ratio > 0, IRR > rate interest, and PP under planning project, so its can be concluded Agarwood plantation is feasible. Keywords: Agarwood, finansial analysis, payback period, sensitivity Sanggau
Pertumbuhan dan hasil padi tropiko di tanah aluvial akibat pemberian bhokasi jerami dan pupuk NPK Tukija, Tukija; Gafur, Sutarman; Wasi’an, Wasi’an
Agrovigor Vol 15, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v15i1.9798

Abstract

Perbaikan lahan budidaya pada tanah aluvial dengan pemberian bhokasi jerami dan pupuk NPK akan memperbaiki kualitas tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi sehingga diharapkan mampu menambah produksi padi tropiko. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian bhokasi jerami dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil padi tropiko pada tanah aluvial. Metode penelitian disusun melalui rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu dosis bhokasi jerami dengan 4 taraf  B0. Faktor kedua yaitudosis pupuk NPK dengan 3 taraf. Dosis kombinasi bhokasi jerami dan pupuk NPK terbaik yaitu pada pemberian 5 t ha-1dan 200 kg ha-1 berdasarkan potensi hasil yaitu berat gabah per petak dan produksi tanaman per hektar dengan rata-rata hasil 3.77 kg per petak atau 6.40 t ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR DIPERKAYA DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI PADA TANAH ULTISOL Karyanti Karyanti; Sutarman Gafur; Tatang Abdurrahman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1485

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari biochar yang diperkaya dan Azotobacter dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada tanah PMK. Percobaan disusun menggunakan rancangan petak tebagi (Splitplot) dengan metode Rancangan Acak Kelompok. Petak utama yaitu perlakuan Azotobacter (tanpa Azotobacter dan aplikasi Azotobacteri), dan anak petak yaitu penggunaan paket biochar diperkaya yaitu (Biochar 7,5%; Biochar 7,5% + kompos tankos 5%; Biochar 7,5% + pupuk kandang sapi 5%; Biochar 7,5% + kompos tankos 7,5%; Biochar 7,5% + pupuk kandang sapi 7,5%). Interaksi biochar diperkaya dan Azotobacter memberikan pengaruh nyata pada peningkatan C-Organik, N-total dan P2O5 di dalam tanah setelah diinkubasi, serta memberikan pengaruh nyata pada variabel panjang malai. Biochar 7,5% + kompos tankos 7,5% mampu meningkatkan nilai pH tanah yang lebih baik pada tanah PMK, serta pada biochar 7,5% + pupuk kandang sapi 7,5% dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan maksimum. Pengaplikasian Azotobacter memberikan pengaruh terhadap kadar K tanah PMK, dan diperoleh kadar K tertinggi yaitu pada perlakuan tanpa Azotobacter. Kata kunci : Azotobacter, biochar diperkaya, padi, tanah PMK
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK SLUDGE, PUPUK N,P,K DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI KABUPATEN SEKADAU Laurensius Tobing; Sutarman Gafur; Tatang Abdurrahman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2926

Abstract

This study aims to determine the effect of the combination of organic fertilizer sludge, NPK and chicken manure fertilizer on the growth and the yield of sweet corn in PMK soil. This study used Completely Randomized consisting of 1 factor, namely s= Organic Sludge Fertilizer. The treatments are as follows: S1: Sludge 100%, S2: Sludge 100% + 100% Chicken Manure Fertilizer, S3: Sludge 75% + 25% Chicken Manure Fertilizer, S4: Sludge 50% + 50% Manure + 50% NPK, S5: 25% Sludge + 25% Manure + 50% NPK, S6: 100% NPK and S7: 100% Chicken Manure Fertilizer Each treatment was repeated 4 times so that 28 treatment samples were obtained and each treatment contained 4 samples of the plants so that the total sample is 112 observed plant samples. The results showed that the application of organic sludge fertilizer, NPK and Chicken Manure had a significant effect on all observation variables. The application of 25% Sludge + 25% Chicken Manure + 50% NPK was able to give an average length of 19.17 cm, an average weight of cobs without hulls 275.34 grams, an average weight of cobs with an average weight of 356.59 grams, the average diameter of the cob is 4.18 cm, and the average dry weight of the plant is 274.25 gramsINTISARIPenelitian ini bertujuan Mengetahui Pengaruh Pemberian kombinasi Pupuk Organik Sludge, NPK  dan Pupuk kotoran ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis Pada Tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Acak Lengkap yang terdiri dari 1 faktor yaitu s= Pupuk Organik Sludge. Adapun perlakuanya sebagai berikut: S1: Sludge 100%, S2: Sludge 100 % + 100 % Pupuk Kotoran Ayam, S3: Sludge 75 % + 25 % Pupuk Kotoran Ayam, S4: Sludge 50 % + 50 % Pupuk Kandang + 50 % NPK, S5 : Sludge 25 % + 25 % Pupuk Kandang + 50% NPK, S6: NPK 100% dan S7: Pupuk Kotoran Ayam 100% masing masing perlakuan di ulang sebanyak 4 kali sehingga di dapat 28 sampel perlakuan dan masing-masing perlakuan terdapat 4 sampel tanaman sehingga sampel keseluruhan adalah 112 sampel tanaman amatan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik sludge, NPK dan Pupuk Kotoran Ayam berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian Sludge 25% + 25% Pupuk Kotoran Ayam + 50% NPK mampu memberikan hasil rata-rata panjang 19,17 cm, rata-rata berat tongkol tanpa kelobot 275,34 gram, rata-rata berat tongkol dengan kelobot 356,59 gram, rata-rata diameter tongkol 4,18 cm, dan rata-rata berat kering tanaman 274,25 gram
Potensi Bakteri Indigenous pada Tanah Tailing Kecamatan Mandor dalam Remediasi Metil Merkuri Rezekikasari Rezekikasari; Sutarman Gafur; Rini Susana
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.319 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i1.29786

Abstract

Kecamatan Mandor memiliki banyak lahan penambangan emas baik yang aktif digunakan maupun yang telah ditinggalkan. Wilayah-wilayah yang pernah dibuka sebagai tempat usaha penambangan emas tidak pernah diupayakan untuk membersihkan sisa-sisa merkuri yang digunakan sebagai bahan pemisah butiran emas baik oleh pihak pemerintah, swasta maupun perorangan. Akibatnya wilayah ini menjadi lahan kritis yang rawan dampak pencemaran wabah penyakit yang disebabkan oleh paparan metil merkuri. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bakteri yang berasal dari Kecamatan Mandor dan memiliki kemampuan mereduksi metil merkuri secara in vitro.  Isolat yang diperoleh adalah  isolat yang dapat dijadikan sebagai agent yang mampu memulihkan lahan yang tercemar metil merkuri. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dan diperoleh sebanyak 20 isolat yang tersebar dari beberapa lokasi pengambilan sampel. Isolat bakteri ditumbuhkan dengan menggunakan metode tuang yang menggunakan media nutrien agar. Dari 20 isolat yang ditemukan 6 diantaranya adalah isolat yang memiliki kemampuan hidup pada media yang ditambahkan metil merkuri mulai taraf konsentrasi 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm Hg.Kata kunci : Bakteri Indigenous, Metil Merkuri dan Tailing. 
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOLS PADA DUA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BETENUNG KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG Veromika Meli; Saeri Sagiman; Sutarman Gafur
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.332 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i2.29801

Abstract

Penelitian bertujuan membandingkan sifat fisika tanah pada kebun karet dan kelapa sawit di Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Sampel tanah diambil secara diagonal dengan mengambil sampel tanah utuh, sampel tanah agregat utuh dan contoh tanah terganggu. Sampel tanah di ambil pada kebun karet dan kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Hasil penelitan menunjukkan profil warna tanah pada kebun karet terdapat dua lapisan warna tanah yaitu 7,5YR 3/3 coklat gelap dan 7,5YR 6/8 kuning kemerahan. Profil warna tanah pada perkebunan kelapa sawit terdapat dua lapisan warna tanah, lapisan pertama 7,5YR 4/6 coklat gelap, lapisan kedua 7,5YR 6/8 kuning kemerahan. Struktur tanah kebun karet lapisan I remah, lapisan II dan III gumpal membulat. Struktur pada kebun kelapa sawit lapisan I remah, lapisan II gumpal bersudut, lapisan III gumpal membulat. Tekstur tanah kebun karet kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm termasuk lempung dan lempung berliat, pada kebun kelapa sawit kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm termasuk lempung liat berdebu. Hasil uji t bobot isi tanah kebun karet dan kelapa sawit kedalaman 0-30cm berbeda tidak nyata, kedalaman 30-60 cm berbeda nyata. Hasil uji t kadar air kapasitas lapangan kebun karet dan kelapa sawit kedalaman 0-30 cm dan 30-60cm berbeda tidak nyata. Hasil uji t porositas tanah kebun karet dan kelapa sawit kedalaman 0-30 dan 30-60 cm berbeda tidak nyata. Hasil uji t permeabilitas tanah kebun karet dan kelapa sawit kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berbeda tidak nyata. Kemantapan agregat tanah lebih tinggi pada kebun kelapa sawit dibandingkan hutan karet, baik kedalaman 0-30 cm maupun 30-60 cm. Bahan organik pada kebun karet dan kelapa sawit tergolong rendah, baik pada kedalaman 0-30 cm maupun 30-60 cm, N-total rendah, dan C/N rasio rendah serta reaksi tanah (pH) masamKata kunci : Ultisols, Sifat Fisika Tanah, Kebun Karet dan Kelapa Sawit.