Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Development of Science Learning Tools Based on Ethnoscience to Improve Students' Science Literacy and Environmental Awareness Firmansah Firmansah; Muslimin Muslimin; Ardi Rahmawan; Widia Widia
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v4i1.3748

Abstract

Science literacy is the ability to use scientific knowledge, identify questions, and draw conclusions based on evidence in order to understand and make decisions regarding natural phenomena. While environmental awareness is a change in thinking, attitudes, and behavior towards the surrounding environment, However, based on the results of observations and observations of phenomena that occur in society, environmental awareness is very low, and the conditions in the world of education lately are very concerning. So the purpose of this study is to develop science learning tools based on ethnoscience to improve science literacy and environmental awareness of students at the junior high school level. This study also involves students and lecturers carrying out activities outside the campus as part of the Main Performance Indicators of Higher Education. And supports SDGs, namely quality education and utilization of the environment and culture. The results of the pretest showed that the average student science literacy was 60, while the average score of environmental awareness was 55. This shows that students' understanding of the concept of science and environmental awareness is still relatively low before the implementation of ethnoscience-based learning. After the treatment was carried out, the results of the posttest using ethnoscience-based learning devices were obtained; there was an increase in the average score of scientific literacy to 80 and environmental awareness to 85. This increase shows the effectiveness of ethnoscience-based learning devices in improving students' scientific literacy and environmental awareness. Meanwhile, the results of student responses showed positive results with an average score of 4.5 on a scale of 1–5. Students stated that the material presented in ethnoscience-based learning devices was interesting, easy to understand, and relevant to everyday life.
Profil Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Pada Kurikulum Merdeka: Ditinjau Dari Akses, Analisis, Kreasi, dan Etika Nurdin Nurdin; Widia Widia; Jessy Parmawati Atmaja
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan profil literasi digital siswa kelas V SD Negeri Sanolo berdasarkan empat dimensi UNESCO, yaitu akses, analisis, kreasi, dan etika, dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei cross-sectional terhadap 20 siswa sebagai responden melalui teknik total sampling. Instrumen berupa angket skala Likert empat poin yang terdiri dari 24 butir pernyataan terdistribusi ke empat dimensi literasi digital. Data dianalisis dengan menghitung skor rata-rata dan mengkategorikannya menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor literasi digital sebesar 78,23 (kategori sedang), dengan 66,7% siswa berada pada kategori sedang dan 33,3% kategori tinggi. Dimensi akses memperoleh skor tertinggi (92,22%), diikuti etika (89,31%), sedangkan dimensi analisis (65,56%) dan kreasi (65,83%) berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki kemampuan baik dalam mengoperasikan perangkat, mengakses informasi, dan menjaga etika digital, namun masih memerlukan penguatan dalam keterampilan berpikir kritis dan kreasi konten digital. Rekomendasi penelitian menekankan integrasi pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan dimensi analisis dan kreasi, penyediaan fasilitas pendukung, serta pelatihan literasi digital bagi guru.
Profil Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar pada Kurikulum Merdeka: Analisis Fenomena, Penyelidikan dan Interpretasi Data Ike Nurjanah; Azra Fauzi; Widia Widia
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil literasi sains siswa kelas V SD Negeri Inpres Sanolo berdasarkan tiga kompetensi utama kerangka PISA menjelaskan fenomena ilmiah, merancang/mengevaluasi penyelidikan ilmiah, dan menafsirkan data serta bukti ilmiah dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan survei kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap seluruh siswa kelas V melalui teknik total sampling. Instrumen berupa angket skala yang terdistribusi pada tiga kompetensi literasi sains. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh skor rata-rata per indikator dan kategorisasi tingkat literasi (tinggi, sedang, rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains keseluruhan berada pada kategori sedang  dengan rata-rata 3,0. Indikator “menjelaskan fenomena ilmiah” memperoleh skor tertinggi (3,2) kategori tinggi, diikuti “menafsirkan data/bukti” dengan skor 3,0 (sedang), sedangkan “merancang penyelidikan ilmiah” dengan skor 2,7, dengan kategori sedang. Distribusi tingkat profil literasi sains siswa menunjukkan 10% siswa kategori tinggi, 70% sedang, dan 20% rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman konseptual siswa relatif baik, namun kemampuan proses ilmiah khususnya perancangan eksperimen perlu diperkuat. Rekomendasi menekankan pembelajaran berbasis inkuiri dan proyek kontekstual, pelatihan keterampilan berpikir ilmiah, serta dukungan sarana eksperimen sederhana di sekolah.
Analisis Penerapan Asesmen Formatif Pada Mata Pelajaran IPAS untuk Sekolah Dasar Dhika Mukhlis Muamar; Sry Suryaningsih; Widia Widia
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.677

Abstract

Penerapan asesmen formatif di sekolah dasar merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pembelajaran, karena tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi tetapi juga sebagai sarana untuk terus meningkatkan proses belajar mengajar. Namun, di Kabupaten Wera, praktik asesmen formatif masih menghadapi berbagai tantangan, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana guru mata pelajaran IPAS di sekolah dasar memahami dan menerapkan asesmen formatif dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan profesional guru terkait asesmen tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 50 responden (guru IPAS) melalui observasi dan penyebaran angket, serta dilengkapi dengan analisis kualitatif atas temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih bergantung pada buku paket (75%), tidak menggunakan hasil asesmen sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran (90%), serta belum menjadikan indikator capaian siswa sebagai tolok ukur keberhasilan (100% berharap adanya pelatihan). Kesimpulannya, penerapan asesmen formatif di Kecamatan Wera belum optimal dan lebih bersifat administratif. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan, penyusunan pedoman asesmen formatif berbasis kebutuhan siswa, serta pendampingan praktis bagi guru agar asesmen benar-benar berfungsi sebagai instrumen peningkatan mutu pembelajaran.