Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Mitigasi dan Adaptasi Bencana Laut Akibat Gelombang EKstrem dan Abrasi di Desa Waelumu, Kabupaten Wakatobi La Ode Muhamad Ramadhan; Aminuddin Mane Kandari; La Ode Siwi
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v3i2.360

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko bencana laut akibat gelombang ekstrem dan abrasi di Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk mitigasi dan adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara dan lembar observasi, dengan subjek penelitian masyarakat pesisir setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi struktural seperti pembangunan breakwater dan seawall telah dilakukan, namun upaya lain seperti penanaman mangrove dan sistem peringatan dini belum diterapkan secara optimal. mitigasi non-struktural berupa penyuluhan dan pelatihan masih terbatas. Adaptasi struktural masyarakat hanya berupa pembangunan tanggul sederhana, sedangkan adaptasi non-struktural seperti pengaturan waktu melaut dilakukan secara sporadis. Rendahnya implementasi mitigasi dan adaptasi disebabkan oleh keterbatasan dukungan pemerintah dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan program mitigasi, peningkatan edukasi masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, lsm, dan komunitas lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
Vegetation Types, Climatic Conditions and Trigona sp. Honey Quality in Onewila Village, Ranomeeto District South Konawe Regency Aminuddin Mane Kandari; Zakiah Uslinawaty; Muh. Ilton
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 9 No. 1 (2020): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JLSO.9.1.2020.468

Abstract

Kandari AM, Uslinawaty Z, Ilton M. 2020. Vegetation types, climatic conditions and Trigona sp. honey quality in Onewila Village, Ranomeeto district South Konawe Regency. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands 9(1):57-63.Forests in Indonesia have considerable potential because besides being used in the form of wood for various purposes, it also has the potential of non-timber products that can be used for various things, one of which is as a vegetation for honey bees, especially bees Trigona sp.This study aims to identification of vegetation types, climatic conditions and honey quality of Trigona sp. in the Onewila village, Ranomeeto District South Konawe Regency. The observed variables were vegetation, temperature, rainfall, and honey quality based on SNI 2013 standards. The results found the vegetation types at the cultivation location was Caliandra (Caliandra calothyrsus =10), coconut (Cocos nucifera = 12), teak (Tectona grandis= 20), peat (Syzygium polycephalum Merr = 7), mango (Mangifera indica =5), langsat (Lansium domesticum =15), kedondong (Spondias dulcis =3), guava (Psidium guajava =4), areca (Areca catechu = 10), coffee (Coffea Arabica = 15), cashew nut (Anacardium occidentale =15), areca nut (Areca catechu), coffee (Coffea arabica), cashew nut (Spondias dulcis), Cashew nut (Anacardium occidentale = 15), Sirsak ((Annona muricata = 2), and asoka flowers (Saraca asoka= 5). The air temperature and rainfall conditions in the location is very supportive of Trigona cultivation because the average of air temperature ranges from 29oC, and the average monthly rainfall at Ranomeeto station is highest in January (135 mm) and lowest in August (16.8 mm). The honey quality of Trigona sp, from several variables such as water content, acidity, HMF levels, and reducing sugar levels are 16.98%, 33.94 mg/kg, 17.3 mg/kg, 69.31 % b/b. This means that the honey quality of Trigona sp found in Onewila village meets the Indonesian National Standard (SNI 01-3545-2013 2013).
Evaluasi Keberadaan dan Aktivitas Pertambangan Pasir di Sungai Kumele Desa Gunung Sejuk Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan L.M Faisz Fajar Hidayat; Aminuddin Mane Kandari; Alfirman
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi, pemanfaatan, serta pemeliharaan dan pengelolaan kegiatan pertambangan pasir di Sungai Kumele, Desa Gunung Sejuk, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Tingginya aktivitas penambangan pasir oleh masyarakat memberikan kontribusi ekonomi lokal, namun berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan sungai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis potensi pasir dilakukan menggunakan citra penginderaan jauh dan sistem informasi geografis, sedangkan aspek pemanfaatan serta pengelolaan dianalisis berdasarkan data lapangan dan partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas potensi pasir mengalami penurunan dari 109,93 ha pada tahun 2009 menjadi 81,38 ha pada tahun 2025 akibat aktivitas penambangan yang berlangsung secara terus-menerus. Pemanfaatan pasir didominasi untuk kebutuhan konstruksi lokal dengan sistem penambangan tradisional dan pemasaran langsung kepada konsumen. Upaya pemeliharaan dan pengelolaan telah dilakukan secara terbatas melalui pendekatan struktural dan non-struktural, namun belum terintegrasi secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penambangan pasir yang lebih terencana dan berkelanjutan guna menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian lingkungan sungai.