Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECT OF BOKASI MADE FROM NARROW LEAF WEED TO GROWTH AND YIELD OF CHINASE KALE CULTIVATED ON ALLUVIAL SOIL ersandi sandi; - Warganda; evi gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.21880

Abstract

The research was aimed to analyze the effect of bokashi made from narrow leaf weed on growth and yield of chinase kale on cultivated alluvial soil. The research was conducted at experimental farm of agriculture, faculty UniversityTanjungpura Pontianak. From December 2016 to February 2017. The researchwas arranged according to completely randomized design (CRD), there were 6treatments, of 4 replications with 3 samples each. The treatments were p0 (0 gbokashi/polybag), p1 (180 g bokashi/polybag, equivalent to 9 ton/ha), p2 (360 g bokashi/polybag, equivalent to 18 ton/ha), p3 (540 g bokashi/polybag, equivalent to 27 ton/ha), p4 (720 g bokashi/polybag, equivalent to 36 ton/ha), and p5 (900 g bokashi/polybag, equivalent to 45 ton/ha). Variables observed in this study were root volume (cm3), chlorophyll content (spad unit), plant height (cm), leaf area (cm2), and fresh weight (g). The results show that application of bokashi increase growth and yield of chinase kale. The dose of 900 g/polybag bokasi or equivalent to 45 tons / ha seemed to be relatively better the other dosesKey words : alluvial, chinase kale, narrow leaf weeds
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA PADA BERBAGAI DOSIS BAHAN ORGANIK MIKANIA MICRANTHA PADA TANAH ALLUVIAL ULYA SRI RAHAYU; PATRIANI PATRIANI; EVI GUSMAYANTI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22179

Abstract

ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon dan dosis berbagai perlakuan bahan organik Mikania micrantha yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dilaksanakan selama 3 bulan mulai tanggal 1 November 2016 – 13 Januari 2017 dengan menggunakan metode lapang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor terdiri dari lima taraf perlakuan. Perlakuan yang dimaksud adalah m0= tanpa Mikania micrantha, m1= 78 g/polybag Mikania micrantha, m2= 201 g/polybag Mikania micrantha,  m3= 326 g/polybag Mikania micrantha, m4= 400 g/polybag Mikania micrantha. Pemberian berbagai dosis bahan organik Mikania micrantha dapat meningkatkan volume akar dan berat kering total tanaman, namun belum dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah buah, diameter buah, panjang buah dan berat buah per tanaman. Pemberian dosis 78 g/polybag Mikania micrantha adalah dosis efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil okra pada tanah alluvial. Kata kunci : Mikania micrantha, Okra, Tanah Alluvial
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM PADA TANAH ALUVIAL ALIAMIN ALIAMIN; HENNY SULISTYOWATI; EVI GUSMAYANTI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31642

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM PADA TANAH ALUVIAL Aliamin(1), Henny Sulistyowati (2), Evi Gusmayanti(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai hitam pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel dengan jumlah tanaman seluruhnya 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah u0 = tanpa pemberian urea, u1 = 25 kg/ha setara dengan 0,2 g/polybag, u2 = 50 kg/ha setara dengan 0,4 g/polybag, u3 = 75 kg/ha setara dengan 0,6 g/polybag dan u4 = 100 kg/ha setara dengan 0,8 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat biji per tanaman dan berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk urea memberikan hasil yang sama untuk variabel volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman dan berat biji kering per tanaman. Pemberian urea dengan dosis 50 kg/ha atau setara dengan 0,4 g/polybag merupakan dosis terbaik untuk variabel berat 100 biji kering tanaman kedelai hitam di tanah aluvial.Kata kunci : Kedelai hitam, pupuk urea, tanah aluvial.
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH PADA TANAH GAMBUT Ratna Yulita; Iwan Sasli; Evi Gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di di Pontianak pada bulan Maret sampai Juni 2015, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan kompos tebu, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha), P1 (10 ton/ha), P2 (15 ton/ha), P3 (20 ton/ha), P4 (25 ton/ha), P5 (30 ton/ha). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun minggu ke-12 dan 16, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang. Dosis terbaik kompos ampas tebu untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah di tanah gambut adalah 25 ton/ha.
Kajian Hasil dan Komponen Hasil Beberapa Klon Lidah Buaya pada Dua Asal Media Tanah Gambut - - Agustina; - - Hidayat; Evi - Gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dan komponen hasil klon lidah buaya pada dua asal media tanah gambut Rasau Jaya I dan Rasau Jaya II. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, Jl. Reformasi selama 6 bulan dimulai dari tanggal 2 Februari 2015 hingga 10 Agustus 2015. Rancangan  penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor, yakni faktor asal tanah  dan faktor klon lidah buaya. Faktor asal tanah yaitu Rasau Jaya I dan Rasau Jaya II sebagai main plot, dan faktor klon lidah buaya yaitu E4, E5, E6, E7, E8 sebagai sub plot. Perlakuan dikelompokkan sebanyak tiga kelompok, dan setiap unit perlakuan terdiri dari empat sampel tanaman, sehingga total keseluruhan sebanyak 120 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah, pertambahan anakan, jumah pelepah hasil, berat total pelepah hasil (g), berat pelepah hasil (g), panjang pelepah hasil (cm), lebar pelepah hasil (cm), dan tebal pelepah hasil (cm). Berdasarkan penelitian, komponen hasil berupa panjang pelepah daun memiliki korelasi dengan hasil klon lidah buaya.   Kata  kunci: lidah buaya, klon, tanah gambut Kajian Hasil dan Komponen Hasil Beberapa Klon Lidah Buaya pada Dua Asal Media Tanah Gambut
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS ASAL MAHKOTA NANAS NORMALA NORMALA; Agustina Listiawati; Evi Gusmayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22245

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS ASAL MAHKOTA NANAS  Normala 1), Agustina Listiawati 2), Evi Gusmayanti 2)1)Mahasiswi Fakultas Pertanian 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Tanaman nanas yang diperbanyak dengan menggunakan tunas asal mahkota memiliki kemampuan berakar yang rendah sehingga perlu adanya perlakuan pemberian ZPT untuk memacu pertumbuhan perakaran tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) yang terbaik untuk pertumbuhan tunas asal mahkota nanas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Anjongan Melancar Kecamatan Anjongan  Kabupaten Mempawah yang berlangsung sejak Februari hingga Mei 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian konsentrasi ZPT 50, 100, 200, 300 dan 400 ppm. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar (g), berat basah akar (g) dan berat kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT 100 ppm menunjukan hasil yang terbaik terhadap seluruh variabel yang diamati. Kata kunci : Zat pengatur tumbuh, Mahkota Nanas
FLUKS CO2 MALAM HARI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT Ahmad Subuh; Evi Gusmayanti; Muhammad Pramulya
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v9i1.37719

Abstract

The use of peat land for the development of oil palm plantations is considered to have a negative impact on the environment based on the release of CO2 emissions. Some of the results of the study show that emissions measurements using a closed hood method with a measurement duration of 2-4 minutes that takes place during the day. The aim of this study was to measure CO2 flux at night on oil palm plantation areas of 9 years and 10 years in peatlands and to analyze the relationship of CO2 flux at night in oil palm plantations on peat with Temperature Soil, Groundwater Face, Water Content Gravimetric, Soil pH, and Eh Soil. Location this research was carried out on the oil palm plantation area of PT. Sintang Raya. The location of the research plot is located in the village of Olak-olak Kubu, Kubu District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan in July 2018 until October 2018. Measurements were made using vaisala with CO2 sensors namely InfraRed Gas Analyzer (vaisala) and conducted for ≤4 minutes per plot. This measurement is carried out in the afternoon until the morning and is repeated every 4 hours at 18.00, 22.00, 02.00 and 06.00. The measurement of CO2 flux is done once a week starting from August to September. The results showed that nighttime CO2 flux in oil palm plants on peatland was between 0.27 g CO2 m-2 hours-1 to 0.34 g CO2 m-2 hours-1 or equivalent to 26.86 tons CO2 ha-1 year-1 to 29.74 tons CO2 ha-1 year-1. Differences in levels of organic matterand ash content between peatlands in TM 6 and TM 7 did not cause significant differences in CO2 flux values between the two locations. Variation in the time of measurement of real estate at night, but does not affect real changes in flux values. This is related to the level of organic matter, ash content, and also the temperature associated with CO2 flux, including other factors that also determine the amount of nighttime CO2 flux on peatland.Keywords: CO2 Flux, Measurement Time, Plant Age.
Analisis Keberhasilan Pengelolaan Hutan Mangrove: Kasus Rehabilitasi dan Konservasi oleh Komunitas Peduli Pesisir Sudrajat, Jajat; Jamaludin, Jamaludin; Anshari, Gusti Zakaria; Gusmayanti, Evi; Sawerah, Siti; Jabbar, Abdul
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v9i1.11845

Abstract

Kelompok peduli pesisir memiliki peranan penting dalam rehabilitasi dan perlindungan hutan mangrove, khususnya berkaitan dengan upaya menumbuhkan aspek kelembagaannya. Studi ini bertujuan menganalisis kinerja kelembagaan, peran stakeholders, dan hak pemilikan hutan yang mungkin diwujudkan setelah rehabilitasi mangrove dianggap berhasil, serta untuk mendeskripsikan beberapa dimensi pentingnya sebagai model pengelolaan hutan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan September 2021 hingga Agustus 2022 di Kelurahan Setapuk Besar- Kota Singkawang, Kalimantan Barat, melalui suatu metode campuran: kuantitatif-kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dari 78 responden warga komunitas pesisir dengan cara wawancara terstruktur, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci. Analisis data kuantitatif mengenai kinerja kelembagaan diukur dari proporsi warga yang mengetahui terhadap aturan utama perlindungan hutan mangrove, sedangkan secara kualitatif dilihat dari partisipasi anggota kelompok dalam rutinitas kegiatan rehabilitasi dan konservasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kelembagaan telah berfungsi dengan baik, buktinya sekitar 90 persen warga pesisir mengetahui aturan perlindungan hutan mangrove di komunitasnya. Selain itu partisipasi anggota kelompok dalam aksi rehabilitasi atau konservasi melalui inisiatif kelompok merupakan faktor kunci keberhasilan. Dimensi penting dalam menjaga keberlanjutan konservasi mangrove di sekitar kota pesisir adalah melalui pemeliharaan kelembagaan lokal dan penumbuhan ekowisata. Tittle: Analysis of the Success of Mangrove Forest Management: A Case Study on Rehabilitation and Conservation by the Coastal Care CommunityCoastal care groups have an essential role in rehabilitating and protecting mangrove forests, particularly concerning efforts to grow their institutional aspects. This study aims to analyse the institutional performance, stakeholder roles, and forest property rights that may be  realized after the success of mangrove rehabilitations, and to describe some of its essential dimensions as a model for mangrove forest management. This study was conducted in September 2021 until August 2022 in Setapuk Besar-Singkawang city, West Kalimantan, through a mixed methods: quantitative-qualitative. Quantitative data were collected from 78 respondents of the coastal communities using structured interviews, while qualitative data was gotten through in-depth interviews with the key informants. Quantitative data analysis, concerning the institutional performance is measured by the proportion of residents who know the main rules for protecting mangrove forests, while qualitatively it is seen from the participation of group members’ in their routine rehabilitation and conservation activities. The results showed that the institutional system has functioned well, as evidenced is around 90 percent of the coasta residents knowing precisely the rules for protecting the mangrove forest in their community. Besides, the group members’ participation in rehabilitation or conservation actions through group initiatives is the key to success. An important dimension in maintaining the sustainability of mangrove conservation around coastal cities is through the maintenance of local institutions and the growth of ecotourism.
PENGUJIAN TIGA METODE PENGUKURAN BOBOT ISI PADA TANAH GAMBUT Sinaga, Christina; Nusantara, Rossie Wiedya; Gusmayanti, Evi; Anshari, Gusti Zakaria
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.2.9

Abstract

This research aims to compare the methods of bulk density measurements in peat soils. The methods are ring sample, peat auger, and syringe. The research was conducted in peat soils in Pontianak City. The research was carried out from June to December 2023. Peat samples were the surface peat (0-10 cm). The samples were collected from five plots, and five replications. On average, the value of bulk density measured by the ring sample was 0.27 g cm-3, which is significantly different from bulk density values measured by the peat auger and syringe: 0.11 g cm-3 and 0.09 g cm-3, respectively. Bulk densities of peat auger and syringe are statistically indifferent. Soil compaction during sampling causes the ring sample's high bulk density value. Accordingly, carbon stock calculation based on ring sample bulk density is significantly higher than carbon stocks calculated by bulk densities of auger and syringe. The bulk density measurement with a peat auger took longer because a water displacement approach must measure the sample volume. Collecting bulk-density samples with a syringe is the easiest and fastest. The volume of the syringe sample is only 10 cm3, and the sample can be taken until the mineral substratum. The number of sample collected by syringe can be significantly increased at 5 cm sampling interval, or equals to 10 sub-samples per 50 cm peat core. Pearson linear correlations of these three methods are sufficiently strong.
Kualitas Air Sungai Pampang di Sekitar TPA Pampang Harapan Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat Aripin, Samsun; Gusmayanti, Evi; Fathmawati, Fathmawati
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 24 No 1 (2024): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v24i1.298

Abstract

Pollution in the Pampang River is caused by sand mining and residential domestic waste. The potential for pollution can reduce environmental quality and public health if there is no proper management. Testing for dissolved solids (DSS), pH, chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD), dissolved oxygen (DO), oil and fat, total coliform bacteria (TCF), and fecal coliform bacteria (FCF) is the goal of this study. January and April 2022 were the months in which the study was conducted. This study used a descriptive and analytical approach, drawing from both primary and secondary sources, and analyzing the results using the STORET technique. Generally speaking, the Pampang River's water state in January 2022 satisfies river water quality criteria. Several measures measuring the quality of river water were found to be over the norms in April 2022. These measurements included COD, BOD, and DO. Class I water quality is moderately contaminated at upstream point A1, according to the study's findings, whereas intermediate and downstream areas A2 and A3 are mildly polluted. Sites A1, A2, and A3 in Class III are somewhat contaminated. Class IV sites A1, A2, and A3 are clean, however. Locations A2 and A3, which are closer to the landfill, often have superior river water quality than A1. This shows that the source of Pampang River water pollution does not only come from the Pampang Harapan landfill, but also comes from community activities such as sand mining and domestic waste from settlements around the river.  Keywords : Pampang river; STORET; water quality  
Co-Authors - - Agustina - - Hidayat - Warganda Abdul Jabbar Adhitiyawarman, Adhitiyawarman Agustina Listiawati Ahmad Subuh Akbar, Aji Ali Alfiyani, Hani Ali Akbar , Aji Aliamin Aliamin aliamin aliamin Andeni, Octavia Yesie Andriyani, Yulita Anshari, Gusti Z Anshari, Gusti Z. Anshari, Gusti Zakaria Aripin, Samsun Asmadi asmadi Bambang Jatmiko Barry, Desi Silvani Putri Aulian Basuni Bewa Mulyatama Bowen, Jennifer C Chairani Siregar Dadan Kusnandar Darussalam Darussalam, Darussalam Dayanti, Erin Debi Sumarlin Dika Riyani Dwi Zulfita Dwi Zulfita ersandi sandi Fanni Aditya Farah Diba Fathmawati Fathmawati Fiko Jervannes Gates, Ruby Gusti Z. Anshari Gusti Zakaria Anshari Gusti Zakaria Anshari Gusti Zakaria Anshari Gusti Zulkifli Mulki Hardiyanti Ningsih Hasibuan Henny Sulistyowati Henny Sulistyowati Henny Sulistyowati Hoyt, Alison Iva Tifani Iwan Sasli J.K. Simamora, Cico Jajat Sudrajat Jajat sudrajat Jamaludin . Jamaludin Jamaludin Josua Parulian Hutajulu Kristin, Valenti Muhammad Elifant Yuggotomo Muhammad Iqbal Muhammad Pramulya Muhammad Pramulya Muhti Dewi Prihutami Murni, Sri Dewi Nelly Wahyuni NORMALA NORMALA Octadinata, Rizky PATRIANI PATRIANI PATRIANI PATRIANI Perryman, Clarice R Prihantoro, Regie Tio Rakhmad Perkasa Harahap Ratna Yulita Rio, Kornelius Rohim, Mulyadi Rossie Wiedya Nusantara Rossie Wiedya Nusantara Rossie Wiedya Nusantara Saifuddin saifuddin Shandra Andina Rahsia Sholahuddin Sinaga, Christina Sisdamantri, Atmi Ayu Siti Sawerah Sudrajat, Jajat Sudrajat Surachman Surachman Sutikno Sutikno Tangti Yosepa Togatorop, Marthin Jonathan Triatmojo, Leo Pamungkas ULYA SRI RAHAYU Usela, Viesta Cahya USWATUN HASANAH Wandanil, Wandanil Yani, Akhmad Yulita Andriyani Z. Anshari, Gusti Zapariza, Rudi