Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERAMALAN INTENSITAS RADIASI MATAHARI MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) DI DAERAH MALANG JAWA TIMUR Dimas Nofiantoro; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEnergi matahari merupakan sumber energi alami yang memiliki banyak potensi pemanfaatan. Untuk pemanfaatan tersebut dibutuhkan data yang dapat menggambarkan ketersediaan energi matahari. Informasi katersediaan energi matahari yang akan digunakan dalam peramalabn ini adalah data dari BMKG Karangploso Kota Malang, sehingga dapat diketahui banyaknya energi matahari yang akan diperoleh. Pada penelitian ini dilakukan peramalan intensitas radiasi matahari. Data yang digunakan untuk meramalkan intensitas radiasi matahari adalah suhu udara, lama penyinaran matahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu autoregressive integrated moving average (ARIMA) dan support vector regression (SVR) sebagai metode pembanding. Perhitungan akurasi nilai kesalahan dalam penelitian ini mengunakan metode Root mean square error (RMSE). Metode ARIMA menghasilkan peramalan dengan RMSE 266,96. Metode SVR menghasilkan peramalan dengan RMSE 159,4489, Perbandingan metode ARIMA dan SVR berdasarkan nilai RMSE menghasilkan kesimpulan bahwa metode SVR mempunyai nilai RMSE yg lebih kecil daripada metode ARIMA yaitu 159,4489, sehingga model SVR memiliki akurasi peramalan yang lebih baik.Kata kunci: Peramalan, ARIMA, SVR, RMSE, intensitas radiasi matahariABSTRACTSolar energy is a natural energy source that has many potential uses. For this utilization, data is needed that can describe the availability of solar energy. Information on the availability of solar energy that will be used in this forecast is data from BMKG Karangploso Malang City, so that it can be seen how much solar energy will be obtained. In this study, the intensity of solar radiation was forecasted. The data used to predict the intensity of solar radiation is air temperature, duration of solar radiation. The methods used in this research are autoregressive integrated moving average (ARIMA) and support vector regression (SVR) as comparison methods. The calculation of the accuracy of the error value in this study uses the Root mean square error (RMSE) method. ARIMA method produces forecasts with RMSE 266.96. The SVR method produces forecasts with RMSE 159.4489, the comparison of ARIMA and SVR methods based on RMSE values results in the conclusion that the SVR method has a smaller RMSE value than the ARIMA method, which is 159.4489, so the SVR model has better forecasting accuracy.Keywords: Forecasting, ARIMA, SVR, RMSE, solar radiation intensity
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERBAIKAN TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PUJON MENGGUNAKAN ANALISIS SENSITIVITAS RUGI-RUGI Aji Rizky Hakim; Mahfudz Shidiq; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan Permen ESDM No. 03 Tahun 2007, dimana batas tegangan untuk jaringan 20 kV adalah tidak lebih dari 5% dan tidak kurang dari 20% tegangan nominal. Pemasangan kapasitor pada sistem adalah salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut. Berdasarkan hasil simulasi, pemasangan kapasitor sebesar 4034 kVAR pada jaringan distribusi 20 kV penyulang Pujon dapat menaikkan profil tegangan, mengurangi rugi-rugi daya dan memberikan keuntungan yang signifikan pada PT PLN (Persero). Sebelum pemasangan kapasitor, tegangan bus terendah adalah 17.894 kV, rugi-rugi daya sebesar 0.418 MW dan 0.372 MVAR. Setelah pemasangan kapasitor tegangan bus terendah menjadi 19.060 kV, rugi-rugi daya sebesar 0.227 MW dan 0.206 MVAR. Biaya yang dapat ditekan dalam satu tahun sebesar Rp 3,563,028,000, sehingga dapat mengembalikan biaya investasi pemasangan kapasitor sebesar Rp 806,800,000 dalam waktu tiga bulan. Kata Kunci—Kapasitor, jatuh tegangan, rugi daya, sensitivitas rugi-rugi.
Analisis Kestabilan Sistem Daya pada Interkoneksi PT.Ajinomoto Indonesia dan PT.Ajinex Internasional Mojokerto Factory Triyudha Yusticea Sulaksono; Hadi Suyono; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.553 KB)

Abstract

PT. Ajinomoto Indonesia dan PT. Ajinex Internasional Mojokerto Factory merupakan perusahaan penghasil produk utama yaitu monosodium glutamate atau yang sering dikenal dengan MSG dan berlokasi di desa Jetis Kabupaten Mojokerto. Dalam melakukan kegiatan bisnisnya, kebutuhan energi listrik setiap perusahaan dipenuhi oleh sistem daya yang tidak diinterkoneksi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu adanya suatu sistem yang dapat menyalurkan energi listrik yang kontinuitasnya lebih terjamin, yaitu dari interkoneksi terhadap sumber daya kedua perusahaan. Suatu gangguan dalam sistem tenaga listrik dapat memicu ketidakstabilan sistem sehingga perlu dilakukan analisis terhadap kestabilan sistem daya kedua perusahaan pada kondisi awal, yaitu ketika sistem daya kedua perusahaan belum diiterkoneksi dan kondisi setelah diinterkoneksi. Berdasarkan waktu pemulihannya ataupun berdasarkan beasaran parameternya, sistem menunjukkan jika tegangan dan sudut rotor dapat kembali ke kondisi normal setelah sistem mengalami gangguan. Drop tegangan yang diakibatkan karena adanya gangguan memberikan performansi yang lebih kecil dibandingkan apabila sebelum interkoneksi. Turbine governor memiliki pengaruh terhadap waktu pemulihan yang lebih cepat setelah gangguan terjadi.Kata kunci— interkoneksi, kestabilan, sudut rotor, tegangan, sistem Ajinex, sistem Ajinomoto.
Analisis Koordinasi Rele Arus Lebih Pada Penyulang Pujon Terintegrasi Dengan Pembangkit Tersebar Faiz Yusky Ahlian; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besar arus hubung singkat dan koordinasi proteksi yang terjadi di penyulang pujon sebelum dan setelah terintegrasi dengan pembangkit tersebar mikrohidro. Langkah-langkah yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah, menghitung arus gangguan hubung singkat yang terjadi pada berbagai titik lokasi gangguan yang diasumsikan di busbar 20 kV dan 25%, 50%, 75 % dan 100% panjang penyulang sebelum penyulang Pujon tersambung dengan pembangkit tersebat mikrohidro, lalu dilakukan penyambungan pembangkit tersebar ke penyulang Pujon, kemudian menganalisis arus hubung singkat pada dua kondisi tadi. Setelah itu menghitung koordinasi waktu rele arus lebih pada kondisi penyulang Pujon tersambung dengan pembangkit tersebar mikrohidro. Hasil perhitungan dan analisis, didapatkan arus gangguan hubung singkat tiga, antar fasa , satu fasa ke tanah dan dua fasa ke tanah pada kondisi sebelum tersambung mikrohidro pada ujung saluran, yaitu sebesar 903 A, 782 A, 795 A dan 78 A dan pada titik terdekat dengan GI Sengkaling 2076 A, 1798 A, 1814 A dan 82 A. Arus gangguan hubung singkat tiga, antar fasa , satu fasa ke tanah dan dua fasa ke tanah pada kondisi setelah tersambung mikrohidro pada ujung saluran, yaitu sebesar 907 A, 786 A, 797 A dan 97 A dan pada titik terdekat dengan GI Sengkaling 2087 A, 1808 A, 1821 A dan 104 A. Penyetelan TMS rele arus lebih setelah tersambung dengan mikrohidro, yaitu pada rele arus lebih sisi masukan 20 kV, yaitu 0,074. Sedangkan pada rele arus lebih sisi penyulang, yaitu 0,083 .Kata Kunci— Pembangkit Tersebar Mikrohidro, Sistem Proteksi, Rele Arus Lebih, Saluran Distribusi 20 kV.
PENGARUH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) PACITAN PADA SUBSISTEM KELISTRIKAN 150 kV KEDIRI Dikma Hartanjung; Hadi Suyono; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan tingginya pertumbuhan penduduk setiap tahun, maka kebutuhan akan listrik juga bertambah. Sehingga menyebabkan pembangkit listrik yang sudah ada tidak mampu mencukupi kebutuhan tersebut. Penambahan pembangkit menjadi salah satu penyelesaian masalah untuk memenuhi kebutuhan akan listrik. Penambahan pembangkit tentunya akan memengaruhi sistem kelistrikan yang sudah ada. Untuk itu perlu dilakukan studi aliran daya dan stabilitas peralihan. Penambahan unit 2 Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pacitan bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan energi listrik yang terjadi pada sub-sistem 150 kV kelistrikan Kediri. Dengan penambahan unit pembangkit pada sistem yang sudah ada tentu akan mempengaruhi parameter seperti sudut rotor, tegangan, frekuensi,  dan daya. Dengan penyambungan pembangkit baru pada sistem, ketika terjadi gangguan akan berpengaruh pada cepat atau lambatnya sistem kembali ke keadaan mantap lagi. Menurut Permen ESDM No.03 tahun 2007 mensyaratkan selama keadaan darurat dan gangguan, frekuensi sistem diijinkan turun hingga 47,5 Hz atau naik hingga 52 Hz. Tegangan sistem harus dipertahankan dalam batas atas +5% dan batas bawah -10%. Pemutusan waktu gangguan  120 milidetik. Sebelum adanya interkoneksi generator 2, terlihat nilai sudut rotor, jatuh tegangan dan frekuensi pada bus 1 generator 1 ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus manisrejo sebesar 42,18o, 142,65 kV dan 49,23 Hz. Setelah dilakukan penambahan PLTU Pacitan unit 2 maka nilai sudut rotor, jatuh tegangan dan frekuensi pada bus 1 generator 1 ketika terjadi gangguan tiga fasa pada bus manisrejo sebesar 2.17o, 149,55 kV dan 49.89 Hz. Sedangkan untuk bus 2 generator 2 sebesar 11,69o, 148,67 kV dan 49.88 Hz. Maka kondisi sistem sebelum dan sesudah adanya penambahan unit 2 PLTU Pacitan masih stabil dan masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan.   Kata kunci - aliran daya, stabilitas transien, tegangan, frekuensi, pembangkit ABSTRACT With the high population growth every year, the need for electricity also increases. So that the existing power plants are not able to meet these needs. The addition of the plant is one of the solutions to meet the demand for electricity. The addition of funds will certainly affect the existing electrical system. For that we need to study the power flow and transitional stability. Addition of 2nd unit steam power plant Pacitan (PLTU) aims to anticipate the lack of electrical energy that occurs in the sub-system 150 kV electricity Kediri. With additional units in existing systems will certainly affect parameters such as rotor angle, voltage, frequency, and power. With the new connection to the system, when an interruption occurs at the sooner or later the system should returns to its steady state. According to the 03:2007 ministerial regulation on Indonesian, during emergencies and disturbances, frequency system are permitted down to 47.5 Hz or up to 52 Hz. The voltage shall be maintained within the upper limit of + 5% and the lower limit of -10%. Termination timing interference ≤ 120 milliseconds. Before the interconnection of the generator 2, value of the rotor angle, voltage and frequency drops on bus 1 generator 1 that experienced three phase noise on the manisrejo bus are 42,18o, 142,65 kV and 49,23 Hz. After the addition of Pacitan power plant 2, value of rotor angle, voltage and frequency drop on bus 1 generator 1 happened on 3 phase interruption on manisrejo bus are 2,17o, 149,55 kV and 49.89 Hz. While for bus 2 generator 2 equal to 11,69o, 148,67 kV and 49.88 Hz. Then the condition of the system before and after the existence of unit 2 PLTU Pacitan is still stable and still within tolerable limits allowed. Keywords - power flow, transient stability, voltage, frequency, generator
ANALISIS PENINGKATAN EFISIENSI PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA SISTEM PENCAHAYAAN DAN AIR CONDITIONING (AC) DI GEDUNG PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP DAERAH KOTA MALANG Yoga Prasetya; Mochammad Dhofir; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.86 KB)

Abstract

Penggunaan energi listrik dilingkungan Perpustakaan Umum dan ArsipDaerah Kota Malang mengalami peningkatandari tahun ke tahun. Saat ini pemakaian ACsudah semakin banyak digunakan hampir disetiap ruangan. Dengan pola pemakaian bebanAC maupun lampu yang rata-rata 12 jam dalamsehari, maka peran serta sumber daya manusiajuga sangat penting dalam melakukanpengelolaan energi listrik dengan membiasakanbudaya hemat energi dengan cara mematikan ACdan lampu pencahayaan setelah selesaidigunakan. Sebagai upaya nyata penghematanenergi salah satunya dengan peningkatan efisiensipenggunaan energi listrik. Dalam penelitian inimetode yang digunakan adalah konservasi energi.Konservasi energi adalah peningkatan efisiensienergi yang digunakan atau proses penghematanenergi [1].Dari hasil perhitungan didapatkan nilai IKEgedung Perpustakaan Umum dan Arsip DaerahKota Malang untuk lantai tidak menggunakan ACyaitu 4,12 kWh/m2/bulan termasuk kategorisangat boros dan untuk lantai menggunakan ACyaitu 12,12 kWh/m2/bulan termasuk kategoricukup efisien. Berdasarkan perhitungan dananalisis yang dilakukan maka potensipenghematan energi listrik dari tindakankonservasi energi yang dapat dilakukan yaitudengan penggunaan lampu LED tube 18 watt danLED bulb 9 watt dan pemenuhan standar SNI 03-6575-2001, didapatkan hasil penghematan untuksistem pencahayaan sebesar 19.69 kWh/hari atau590,7 kWh/bulan. Penghematan denganmeminimalkan kerja AC dengan suhu sesuaistandar penggantian AC konvensional yangusianya lebih dari 5 tahun diganti dengan ACteknologi inverter dan didapatkan hasilpenghematan sebesar 149,86 kWh/hari atau4.495,8 kWh/bulan.Kata Kunci – Intensitas Konsumsi Energi, SistemPencahayaan, Air Cinditioning (AC), lampuLED,
EVALUASI RELE ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR DAYA III 30MVA 70/20 kV DI GARDU INDUK BUKIT SIGUNTANG PALEMBANG Jasri Kariadi Ginting; Hadi Suyono; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam operasi sistem tenaga listrik sering terjadi gangguan yang dapat mengakibatkan terganggunya penyaluran energi listrik ke konsumen. Semakin sering terjadinya gangguan, maka akan semakin kurang tingkat keandalan suatu penyulang dan semakin besar PLN mengalami kerugian. Laporan akhir ini dimaksudkan untuk menganalisa gangguan yang sering terjadi pada Gardu Induk Bukit Siguntang. Gangguan yang sering terjadi adalah gangguan hubung singkat yang terjadi di penyulang Banteng. Langkah yang akan di lakukan pada penelitian ini adalah menghitung arus gangguan hubung singkat, melihat karakteristik, menghitung waktu penyetelan rele pengaman dan akan membandingkan nilai yang terpasang dilapangan dengan hasil perhitungan. Berdasarkan perhitungan arus gangguan hubung singkat paling besar yakni sebesar 5665,57 A, sedangkan yang paling kecil sebesar 245,6 A. Lalu waktu penyetelan pada sisi incoming transformator adalah 0,18 sedangkan di sisi penyulang adalah 0,11, sedangkan untuk setelan arus primer di sisi incoming transformator adalah 910 ampere dan 388 ampere untuk sisi penyulang. Sehingga dari hasil perhitungan maka penyulang Banteng di Gardu Induk Bukit Siguntang perlu di lakukan penyetelan ulang.Kata Kunci: Proteksi, rele arus lebih, tegangan menengah.
OPTIMASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING PADA ARRAY PHOTOVOLTAIC MENGGUNAKAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN FIREFLY ALGORITHM Olivia Ferlita; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Photovoltaic (PV) umumnya tidak dapat langsung bekerja pada daya maksimum dari PV tersebut dengan sendirinya, karena tegangan operasi PV biasanya akan mengikuti tegangan baterai atau beban yang terhubung dengan PV tersebut. Modul-modul yang terhubung pada array PV juga pasti tidak semua mendapatkan level iradiasi yang sama dan bahkan mungkin sebagian diantaranya tertutup bayangan yang disebabkan oleh pepohonan, awan, ataupun benda lainnya. Dalam kondisi ini, daya yang dihasilkan dari masing-masing modul PV menjadi tidak seimbang, sehingga daya keluaran total akan menurun dan juga menyebabkan timbulnya multi-peak pada kurva karakteristik PV. Banyak peneliti telah mengembangkan berbagai macam metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk melacak titik daya maksimum PV dan mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh bayangan parsial, namun metode-metode tersebut masih belum mencapai solusi yang optimal. Untuk itu, digunakan algoritma metaheuristik dengan konsep perombakan menjadi masalah optimasi tanpa mendefinisikan fungsi objektif yang pasti, sehingga dapat memperoleh global peak dengan memanfaatkan pengacakan untuk menghindari terjebaknya algoritma pada local peak. Jurnal ini membandingkan performa dari dua metode metaheuristik, yaitu Particle Swarm Optimizaion (PSO) dan Firefly Algorithm (FA) dalam melacak titik daya maksimum PV. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada 6 kasus terpilih yang mungkin terjadi pada 5 modul PV yang dipasang secara seri. Kurva karakteristik dari array PV dihasilkan menggunakan MATLAB Simulink, sementara pelacakan menggunakan algoritma PSO dan FA dilakukan menggunakan pemrograman MATLAB. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efisiensi algoritma FA secara keseluruhan lebih unggul 2,25% dibandingkan dengan algoritma PSO, namun metode FA memiliki waktu tracking yang lebih lama dibandingkan dengan PSO karena banyaknya komponen acak untuk melakukan pencarian secara global. Kata kunci: Array PV, bayangan parsial, titik daya maksimum, Maximum Power Point Tracking (MPPT), Particle Swarm Optimization (PSO), Firefly Algorithm (FA), global peak, local peak   ABSTRACT Generally, Photovoltaic (PV) cannot work on its maximum power point automatically, because PV’s operating point corresponds to the battery or load voltage connected with the PV array. Modules connected in the PV array surely will not get the same irradiation level and even some of them maybe covered by partial shading caused by trees, clouds, or the other things. In this condition, power generated by each modules become unbalance, so that the total power output will extremely decrease and this also cause multi-peak occur in the PV curve characteristic. Many researchers had proposed many Maximum Power Point Tracking (MPPT) methods to track PV’s maximum power point and to overcome partial shading problems, but those methods have not obtained the optimal solution. For that reason, a metaheuristic algorithm with the concept of reshuffling becomes an optimization problem without defining a definite objective function is used, so that it can obtain global peak by utilizing randomization to avoid algorithm trapped in a local peak. This paper compares performance of two metaheuristic methods that is Particle Swarm Optimization (PSO) and Firefly Algoithm (FA) to track the PV’s maximum power point. This research use study case in 6 case selected that is possible in 5 series-connected modules. PV array characteristic curves generated by MATLAB Simulink and MPPT using PSO and FA has done by MATLAB programming. The experimental result shows that the overall efficiency of FA algorithm is 2.25% better than PSO algorithm, but FA has a longer tracking time than PSO because of many random component to be able to search globally. Keywords: PV array, partial shading, Maximum Power Point (MPP), Maximum Power Point Tracking (MPPT), Particle Swarm Optimization (PSO), Firefly Algorithm (FA), global peak, local peak
ANALISIS PENGARUH PANJANG SIRIP DENGAN SUDUT TERTENTU PADA ISOLATOR POLIETILEN TERHADAP NILAI ARUS BOCOR Boby Satriya Nugraha; Mochammad Dhofir; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh panjang sirip isolator polyethylene dengan sudut kemiringan sirip sebesar 300 terhadap nilai arus bocor dan tegangan flashover pada kondisi kering maupun kondisi basah. Terdapat 2 tipe isolator yaitu tipe A dan yang kedua yaitu tipe B, tipe A memiliki panjang sirip atas 9,5 cm dan sirip bawah 6 cm. Tipe B memiliki panjang sirip atas yaitu 5 cm dan 7 cm. Dengan jarak rambat yang sama yaitu sebsar 16,5 cm. Terdapat 2 kondisi dalam masing masing isolator yaitu ketika isolator polyethylene dalam posisi seperti biasa dan isolator dibalik dari posisi sebenarnya. Penelitian ini mengambil data arus bocor serta tegangan flashover dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Universitas Brawijaya. Pengujian dilakukan dengan tegangan tinggi AC. Pengujian saat kondisi basah menggunakan debit air sesuai dengan tingkat curah hujan sedang yang terjadi di indonesia menurut BMKG yaitu sebesar 30mL/s. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada saat kondisi basah nilai arus bocor akan naik secara drastis serta terjadi penurunan nilai tegangan flashover yang berdampak pada kenaikan nilai rugi daya. Didapatkan pula distribusi medan yang non homogen Kata kunci : arus bocor, tegangan flashover, isolator polyethylene, variasi panjang sirip, sudut 30o ABSTRACT This study analyze about the effect of varying shed length of polyethylene isolator with spesific shed angle about 30o on leakege current and flashover voltage over dry and wet condition. There are 2 type isolator type A and type B. Type A have a 9,5 cm length on upper shed and 6 cm on bottom side shed. Type B have a 5 cm legth on upper shed and 7 cm on bottom side shed. object with the same creapage distance its about 16,5 cm. There were 2 condition to every isolator in the normally position and in the inverse position of the normally one. This study took a leakage current and flashover voltage data in a real time at High Voltage Laboratory University Of Brawijaya. This research test by AC high voltage. The research on wet condition using debit water based on midlevel indonesian rainfall by BMKG source thats about 30mL/s. Result of this research in the wet condition there was hugely increasing value of leakage current and droping value of flashover voltage so that affect increasing value of power losses, and electric field distribution of all research object was non homogenous. Keyword : leakage current, flashover voltage, polyethylene isolator, length shed variation, 30o angle
OPTIMASI PENEMPATAN SVC DAN TCSC UNTUK PERBAIKAN PROFIL TEGANGAN DAN MENGURANGI RUGI TRANSMISI MENGGUNAKAN METODE REAL-CODED GENETIC ALGORITHM Imam Suwandi; Hadi Suyono; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.184 KB)

Abstract

Peningkatan beban pada sistem tenaga listrik dan letak gardu induk yang jauh dari pembangkit menyebabkan jatuh tegangan yang cukup signifikant dan menimbulkan nilai rugi daya yang besar.Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan FACTS devices, diantaranya SVC (Static Var Compensator) dan TCSC (Thyristor Controlled Series Capacitor). PadapenelitianiniSVC dan TCSC digunakanuntukmengurangi rugi-rugidayatransmisidan mengatasimasalahpenurunan level tegangan. Penentuan lokasi dan kapasitas yang optimal untuk penempatan SVC dan TCSC dilakukan denganmenggunakanmetodeReal-coded Genetic Algorithm (RGA). MetodeiniditerapkanpadasistemtenagalistrikJawa-Bali 500kV dengandua kondisipembebanan, yaitu100% dan 80%. Hasilsimulasimenunjukkan bahwa penggunaan SVC dan TCSC mampu mengurangi rugi daya aktif dan reaktif sebesar 10,56% dan 35,36% pada pembebanan 100%, sedangkan pada pembebanan 80% rugi daya aktif dan reaktif turun sebesar 7,78% dan 24,08%. Selain itu juga mampu memperbaiki tegangan tiap bus pada sistem hinggaberadapadabatastegangan yang diijinkan.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abraham Latumahina Abraham Lomi Achmad Yahya Chasanuddin Adharul Muttaqin Adhi Purbo Putranto Agam Rido Priawan Ahmad Fadly Irawan Ahmad Faisol Ahmad Fajar Robiyanto Ahmad Hadid Muntaha Ahmad Reza Yahya Aji Rizky Hakim Alan Stevrie Balantimuhe Alfian Nur Ferdianzah Alfian Sakti Pamungkas Amrizal Karim Amrulloh Anargya Widyatma Anthony Wijoyo Anthony Wijoyo Ardiyallah Akbar Arnold J. Kastanja Aswin, Muhammad Aulia, Fitrah Bambang Siswojo Boby Satriya Nugraha Budi Agung Raharjo Chandra Wiharya Cita Rahiim Tama Dheo Kristianto Dhofir, Mochammad Dicky Indratama Dikma Hartanjung Dimas Mudya Permadi Dimas Nofiantoro Dinda Oki Prabawanti Dwi Cahya Ramadhan Dwi Indra Kusumah Eko Kuncoro Engga Kusumayoga Erlangga Dinda Permana Erwin Hery Setiyawan Fairuz Milkiy Kuswa Faiz Yusky Ahlian Fajariyah Mulyani Fauzan, Vito Faza Azmi Hidayat Fitriana Suhartati Gahara, Ahda Galuh Prawestri Citra Handani Gatut Yulisusianto Hafidh Fadhlir Rahman Hakim, Luqman Halomoan Marthin Muskita Hari Santoso HARRY SOEKOTJO DACHLAN Harry Soekotjo Dachlan Hasanah, Rini Nur Hasmaini Mohamad Hatorangan, Orlando Hazlie Mokhlis Helmy Mukti Himawan Hendra Sumitro Sinurat Hery Purnomo I Kadek Adi Satya Putra Ibadi Mulyatama Iksan , Santoso Ilham Ramadhan Maulana Imam Suwandi Indah Permata Sari Safti Indratama, Dicky Indri Kusuma Dewi Ismail Musirin Ismail Musirin Ismail Musirin Jasri Kariadi Ginting Johanis Tupalessy Kevin Rachman Firdaus Khusnul Hidayat Kosa Shantia Laksono, Mico Norman Lilik J. Awalin Liza Putri Dafroni Lukman Hakim Lunde Ardhenta Luthfan Akbar Azizan Firdaos M Fauzan Edy Purnomo M. Aziz Muslim M. Fauzan Edy Purnomo M. Rif’an Mahdin Rohmatillah Mahfudz Shidiq Mahfudz Shidiq Malinda Dinna Auliya Mamdouh Abdel-Akher Marcelino Dendy Ramadhani Markus D. Letik Mas Ahmad Baihaqi Maulana, Eka Moch Fahrulrozi Moch. Dhofir Moch. Dofir Moechammad Sarosa Mohamad Khairuzzaman Mohamad Zamani Mohamad Najib Priyo Prakoso Mohamed Zellagui Mohammad Salman Abdurrohim Mu'ammar Faris L. Muammar Zainuddin Muchammad Ali Mudjirahardjo, Panca Muhamad Hazim Lokman Muhammad Arsyad Muhammad Fadillah Kurniawan Muhammad Fauzan Edy Purnomo Muhammad Ghufron Auliya Rahman Muhammad Rahmatullah Al-Qaedi Muhammad Rizky Wira Utomo Muhammad Sholikhin Muhammad Syaiful Arifin Muhammad Syarifuddin Anshor Mujib Ridwan Muslimin Muslimin n/a Soemarwanto n/a Soeprapto n/a Wijono Nadila Adza Savira Yaniar Nico Gautama Ginting Nur Vidya Ramadhani Nur Zahirah Mohd Ali Nurwati, Tri Olivia Ferlita Onny Setyawati Pristian, Candra Adha Putera, R. P. Ravie O. Mucheyz R. A. Setyawan Raden Arief Setyawan Radian Hepta Martha Hardaka Rahmadwati, n/a Rendy Hari Widodo., Hari Widodo Riko Nur Akbar Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Rini Nur Hassanah Rizki Chandra Maulana Rizki Tirta Nugraha Rizky Adhiputra Wallad Rudy Yuwono S. Irawan, Yudy Saiful Firdaus Abd Shukor Saiful Izwan Suliman Saiful Izwan Suliman Salim, Mohammad Agus Septi Uliyani Septian Kevin Aditama Sharifah Azma Syed Mustafa Sholeh Hadi Pramono Sigi Syah Wibowo Soleman Sesa Subekti, Elditya Suci Imani Putri Surya Adi Purwanto Syaiful Amri Syamsu Dhuha Tasnim Tasnim Tay Lea Tien Teguh Utomo Thoriq Kamal Septianhasri Triyudha Yusticea Sulaksono Tumpak Samosir Uliyani, Septi Unggul Wibawa Usman Nurhasan Wardana, ING Widyananda, Eka Putra Widyananda., Putra Widyatama, Anargya Wijono Wijono Wijono Wijono Wilda Faradina Wildan Alfi Syahri Wira R. A., Imantaka Wisnu Adi Suryo Yakin Gabrielsa Yamadika Okto Ahiro Yanuar Alfa Tri Susanto Yoga Candra Setyawan Yoga Prasetya Yuniar Adi Setiawan Zainuri, Akhmad Zulkifli Abd Hamid