Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada Sapi Simental di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Ayyub Ayyub; Sri Gustina; Andi Nurul Mukhlisah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.29127

Abstract

Indonesia belum mampu menyuplai kebutuhan daging sapi. Oleh karena itu diperlukan peningkatan populasi sapi potong dengan cara meningkatkan jumlah kelahiran pedet dan calon indukan dalam jumlah besar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Simental di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling dengan teknik wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan S/C1=1 sebanyak 25 ekor sapi betina bunting dengan pelaksanaan 1 kali inseminasi. S/C2 dengan nilai 2, adalah nilai yang didapatkan dari 2 kali inseminasi pada 31 ekor sapi betina bunting. S/C3=3 sebanyak 6 ekor sapi betina dikategorikan dalam nilai kurang baik, nilai rata,an S/C Sapi Simental betina produktif yaitu 1,5. CR1 adalah sapi betina bunting dalam 1 kali inseminasi dengan nilai 100%, sedangkan CR2 adalah sapi betina bunting dalam 2 kali IB dengan nilai 50%. CR3 adalah sapi betina bunting dalam 3 kali IB dengan nilai 33,33%, Nilai rata-rata CR pada Sapi Simental adalah 88,57%. Tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan pada induk sapi Simental di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar sudah baik dilihat pada Conception Rate (CR1) yaitu 100%, CR2=50%, dan CR3=33,33% dinyatakan kurang baik karena <50%, dengan rata-rata 88,57%. Service Per Conception (S/C 1) yaitu 1 S/C2=2, dan S/C3=3 merupakan nilai yang  kurang baik, dengan nilai rata-rata 1,5.
EKOPEDAGOGI DALAM CERITA RAKYAT WANDIUNDIU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPA SMP Ardyati, Dyah Pramesthi Isyana; Andaris, S. Hafidhawati; Gustina, Sri; Awatif, Iin Nur
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8340

Abstract

Science learning in the Merdeka Curriculum emphasizes the relevance of scientific concepts to students’ real-life contexts. Folklore, as part of local wisdom, contains ecological knowledge that can support science learning, particularly in coastal areas. This study aims to analyze the potential of the Buton folklore Wandiundiu as an ecopedagogy-based science learning resource and to map it to the Science Learning Outcomes of Phase D. This study employed a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data were obtained from the documented text of Wandiundiu, while supporting data were collected through interviews with a cultural expert, science teachers, and junior high school students. The analysis focused on narrative segments representing human-environment interactions and the use of marine resources, excluding fantastical elements to avoid scientific misconceptions. The results show that Wandiundiu represents ecological concepts such as marine ecosystems, energy flow in food chains, human dependence on ecosystems, and system balance. These findings indicate that Wandiundiu has strong potential as a contextual science learning resource when accompanied by appropriate scientific explanations.. ABSTRAK Pembelajaran IPA dalam Kurikulum Merdeka menekankan keterkaitan antara konsep ilmiah dan konteks kehidupan peserta didik. Cerita rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal menyimpan potensi pengetahuan ekologis yang relevan untuk pembelajaran IPA, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi cerita rakyat Buton Wandiundiu sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis ekopedagogi serta memetakan keterkaitannya dengan Capaian Pembelajaran (CP) IPA Fase D. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data utama berupa teks cerita Wandiundiu yang terdokumentasi dalam kumpulan cerita rakyat Buton-Muna, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan budayawan, guru IPA SMP, dan peserta didik. Analisis difokuskan pada segmen cerita yang merepresentasikan interaksi manusia dengan lingkungan pesisir dan pemanfaatan sumber daya laut, sementara unsur cerita yang bersifat fantastis tidak dianalisis guna menghindari miskonsepsi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Wandiundiu memuat konsep ekologi seperti ekosistem laut, aliran energi dalam rantai makanan, ketergantungan manusia terhadap ekosistem, dan keseimbangan sistem kehidupan. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Wandiundiu berpotensi digunakan sebagai konteks pembelajaran IPA yang bermakna dan kontekstual apabila disertai klarifikasi ilmiah oleh guru..    
Penguatan Motivasi Pengelola Umkm (Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah) Melalui Penyuluhan Kewirausahaan) Mindari, Ellisyah; Septariani, Jumania; Marsih, Yeni; Suryani, Ade Nia; Wijaya, Hendry; Gustina, Sri
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v7i1.1931

Abstract

Potensi ekonomi dapat berkembang bila bisnis digarap secara mandiri dan partisipatif. UMKM sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional telah memperluas lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi besar untuk Produk Domestik Bruto (PDB) yang menjadi indikator kesejahteraan negara. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus kepada pengusaha skala mikro, kecil dan menengah dengan membentuk Kementerian UMKM pada tahun 2024. Rendahnya literasi terkait kewirausahaan dan UMKM; ekonomi kreatif dan kewirausahaan; pengembangan kompetensi kewirausahaan; strategi pengembangan UMKM berorientasi bisnis; penguatan jaringan pengelolaan UMKM dan motivasi berwirausaha menjadi alasan perlunya digarap program pengabdian pada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman serta menguatkan motivasi para pengelola UMKM dalam upaya menggali potensi usaha yang dapat dikembangkan di lingkungannya. Metode kegiatan ini adalah pendidikan masyarakat (penyuluhan) dengan teknik ceramah dan diskusi dengan bentuk kegiatan penyampaian materi (berupa modul cetak, slide presentasi dan video edukasi), praktik dan tugas mandiri. Kegiatan ini berhasil didasari kehadiran peserta, perbandingan hasil evaluasi awal dan evaluasi akhir yang telah dinilai, antusiasme dalam menerima materi, terjadinya interaksi yang hangat dalam diskusi.