Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Uji Iritasi Sediaan Gel Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) dan Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Amelia Febriani; Ika Maruya; Fitri Sulistyaningsih
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 1 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.952 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v13i1.524

Abstract

Gel adalah sediaan semipadat yang terdiri dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar terpenetrasi oleh suatu cairan. Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) dan herba pegagan (Centella asiatica L.(Urban)) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid yang berkhasiat sebagai antiinflamasi. Kombinasi rimpang kencur dan herba pegagan dilakukan agar dapat meningkatkan efek antiinflamasi. Ekstrak rimpang kencur dan herba pegagan dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel menggunakan HPMC sebagai gelling agent. Sediaan gel tersebut dibuat menjadi 5 formula, dan memiliki konsentrasi bahan aktif sebesar 2% dengan perbandingan antara ekstrak kencur dan herba pegagan sebagai berikut yaitu Formula I (0,5:1,5); Formula II (1:1); Formula III (1,5:0,5); Formula IV (2:0); Formula V (0:2). Gel yang dihasilkan dievaluasi meliputi uji organoleptik, kemampuan menyebar, homogenitas, pH, viskositas, sifat alir dan uji iritasi dengan metode patch test. Semua sediaan diuji stabilitasnya dengan metode dipercepat pada suhu kamar dan suhu 40℃. Evaluasi dilakukan setiap 7 hari selama 3 minggu. Hasil uji stabilitas menunjukkan gel memiliki stabilitas fisik yang baik, berbentuk semipadat, berwarna hijau hingga cokelat serta homogen, mempunyai nilai daya sebar 1962,5-3419,46 mm2, viskositas antara 15000-60000 cPs, pH 4,90-5,41 dan daya lekat 24,66 – 59,82 detik. Hasil uji iritasi menunjukkan gel tidak mengiritasi kulit.
Formulasi Detergen Cair yang Mengandung Ekstrak Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Amelia Febriani; Dini Andiani
SAINSTECH FARMA Vol 13 No 2 (2020): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v13i2.763

Abstract

Ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung saponin yang dapat dijadikan surfaktan alami dalam pembuatan detergen cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kembang sepatu sebagai bahan tambahan dalam pembuatan detergen yang dilihat kesesuaiannya dengan SNI 06-4075-1996 tentang Detergen Cuci Cair. Ekstraksi daun kembang sepatu dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, ekstrak yang dihasilkan kemudian dilakukan uji identifikasi saponin. Pada penelitian ini dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi ekstrak daun kembang sepatu sebesar 5% (F1), 10% (F2) dan 15 % (F3). Setelah itu dilakukan evaluasi fisika kimia meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, tinggi dan stabilitas busa, bobot jenis dan volume sedimentasi. Hasil uji saponin menunjukkan ekstrak mengandung saponin. Hasil evaluasi menunjukkan pH detergen adalah 9,5 (F1), 9,45 (F2) dan 9,33 (F3); viskositas sebesar 9100 cps (F1), 9900 cps (F2) dan 10500 cps (F3); tinggi busa adalah 0,9 cm (F1) dan 1,1 (F2 &F3) serta dengan stabilitas busa sebesar 86,6 % (F1), 85,5% (F2) dan 82,6 % (F3); bobot jenis sebesar 1,2 g/ml (F1 dan F3) dan 0,95 g/ml (F2) sedangkan volume sedimentasi adalah 1 (F1), 0, 95 (F2) dan 0,98 (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula detergen cair ekstrak daun kembang sepatu memenuhi mutu fisik sesuai syarat SNI 06-4075-1996.
Formulasi dan Uji Antibakteri Sabun Mandi Padat Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) Terhadap Staphylococcus aureus Amelia Febriani; Ika Maruya Kusuma; Mega Hariyani
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.934

Abstract

Daun afrika diketahui mengandung tanin, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) yang diformulasi dalam sabun mandi padat. Pembuatan sabun dengan metode cold process menggunakan NaOH serta campuran minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak zaitun, minyak biji bunga matahari dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak sebesar 1% (F1), 3% (F2), dan 6% (F3). Sabun padat yang dihasilkan kemudian dilakukan evaluasi berdasarkan SNI No 3532-2016 tentang mutu sabun diantaranya yaitu uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, uji asam lemak bebas, uji kekerasan, uji stabilitas busa, persentase busa yang hilang, uji hedonik dan uji aktivitas antibakteri. Hasil evaluasi menunjukkan pH sabun 9,37 - 9,72, kadar air 9,78% - 11,33%, asam lemak bebas 0,14% - 0,2%, kekerasan 18-21 mm/detik, tinggi busa 2,2 - 2,3 cm. Uji hedonik menunjukkan responden lebih menyukai F1dinilai dari bentuk, aroma, warna, kemasan, bentuk kemasan, warna kemasan, dan kenampakan keseluruhan sabun. Hasil uji antibakteri menunjukkan F3 memiliki diameter daya hambat terbesar yaitu 13,83 mm. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sabun mandi padat ekstrak etanol daun afrika memiliki aktivitas antibakteri dan memenuhi mutu fisik sesuai syarat SNI No 3532-2016 tentang mutu sabun
Formulasi Dan Evaluasi Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Antioksidan dan Inhibitor Tirosinase Munawarohthus Sholikha; Amelia Febriani; Suci Asriatul Nirmala
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.935

Abstract

Daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan dan menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berkhasiat sebagai pencerah kulit. Pada penelitian sebelumnya, uji aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat daun sukun menunjukkan nilai IC50 66,52 ppm dan uji penghambatan enzim tirosinase menunjukkan hasil IC50 245,43 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etil asetat daun sukun yang mengandung flavonoid memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan antitirosinase saat dibuat sediaan gel. Gel dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etil asetat daun sukun pada formula I, II, dan III berturut-turut yaitu 2%, 4% dan 6%. Uji evaluasi dilakukan pada sediaan gel yang sudah dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etil asetat daun sukun yaitu organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, waktu lekat, dan sineresis. Pada uji stabilitas fisiknya dilakukan dengan menyimpan gel pada suhu 4°C selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven bersuhu 40±2°C selama 24 jam (satu siklus). Uji dilakukan selama 6 siklus. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhidrazil) dan penghambatan tirosinase menggunakan substrat L-DOPA. Hasil uji evaluasi fisik ketiga gel bersifat homogen, pH 5,8-6,0, nilai viskositas 27.000-36.000 cPs, waktu lekat >30 menit dan tidak sineresis. Hasil uji stabilitas menunjukkan gel stabil secara fisik. Ekstrak sukun memiliki nilai IC50 antioksidan 31,25 ppm. Nilai antioksidan gel formula I, II, III berturut-turut sebesar 10%, 13,71% dan 20,48%. Penghambatan tirosinase dengan substrat L-DOPA diperoleh gel formula I, II, III berturut-turut sebesar 40,35%, 39,11% dan 37,21%.
The First Evidence of Potential Antibacterial Activity of Laccase Enzyme from Indonesian White Rot Fungi against Pathogenic Bacteria Sita Heris Anita; Deni Zulfiana; Ananda Digita; Nafisah Nuha; Vilya Syafriana; Amelia Febriani; Dede Heri Yuli Yanto
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.1.133-144

Abstract

The antibacterial agent can be extracted from plants, animals, and microorganisms such as fungi. The potential antibacterial activity of laccase derived from fungi remains limited in current reports. This study aimed to investigate the characteristics of laccase from Indonesian white rot fungi (WRF) and explore its potential as an antibacterial agent. The laccases were produced by Trametes hirsuta D7, Trametes hirsuta EDN 082, Leiotrametes menziesii BRB 73, and Lentinus sajor-caju BRB 12 using oil palm empty fruit bunch as a substrate. The results showed that the Indonesian WRF tested produced brownish-yellow laccase. FTIR analysis demonstrated similar peak patterns but distinct absorption intensities among the laccases. Trametes hirsuta D7 gained 0.044 U/ml of the greatest laccase activity. Laccase, with minimal activity of 0.001 U/ml–0.026 U/ml, suppressed the propagation of Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus. Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa could be inhibited by the laccase with a minimum activity of 0.002 U/ml–0.044 U/ml. However, S. aureus and E. coli showed the Minimum Bactericidal Concentration in the laccase activity range of 0.018 U/ml–0.308 U/ml. Gram-positive and Gram-negative bacteria grow more slowly when the laccase is present, supposed the laccase as a potential antibacterial agent.
Antimicrobial Activity of Ethanolic Extract of Sempur (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli) Leaves against Pathogenic Microorganisms Vilya Syafriana; Amelia Febriani; Suyatno Suyatno; Nurfitri Nurfitri; Fathin Hamida
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i2.1870

Abstract

Sempur (Dillenia suffruticosa) leaves are known as a traditional medicine for the people of Bangka-Belitung Island. The local people empirically utilize the boiled water of D. suffruticosa leaves as anti-diarrhea. However, the antimicrobial activity of the ethanol extract of D. suffruticosa leaves has not been reported. This study aims to determine the antimicrobial activity of the ethanol extract of D. suffruticosa leaves against several microorganisms: Staphylococcus aureus as Gram-positive bacteria, Escherichia coli as Gram-negative bacteria, and Candida albicans as fungi. Extraction was carried out by maceration method with 70% ethanol, then screened for phytochemical constituents. The antimicrobial test was carried out by the disc diffusion method using Nutrient Agar (NA) for bacteria, and Sabouraud Dextrose Agar (SDA) for fungi. The results of phytochemical screening showed that the ethanol extract of D. suffruticosa leaves contained alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The antimicrobial test showed that the extract of D. suffruticosa leaves could inhibit the growth of S. aureus at concentrations of 10%, 20%, and 40% were 8.35±0.05; 9.34±0.32; and 10.52±0.22, respectively. The ethanol extract of D. suffruticosa leaves could inhibit the growth of S. aureus, whereas E. coli and C. albicans did not show any activity.
Hand Sanitizer Gel Formulation with Laccase Enzyme as an Antibacterial Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Sita Heris Anita; Asishe Asishe; Vilya Syafriana; Amelia Febriani; Deni Zulfiana; Maulida Oktaviani; Oktan Dwi Nurhayat; Dede Heri Yuli Yanto
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 4 (2022): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v5i4.3683

Abstract

Laccase enzymes have been used widely in industrial fields such as textile, pulp, paper, food, cosmetic, and pharmaceutical industries. Laccase is used in toothpaste, mouthwash, deodorants, and soaps in personal care products. Previously, laccase enzymes had never been used for formulating hand sanitizer gel. This study aimed to determine the effect of the laccase enzyme on the physicochemical properties and the antibacterial potential of the hand sanitizer gel against pathogenic bacteria. Laccase enzyme was produced through fermentation using the fungus Trametes hirsuta EDN 082 with an activity of 0.032 U/mL. Hand sanitizer gel was made with the addition of laccase enzyme with varying concentrations of 4, 7, and 10% (v/v). The physicochemical test included organoleptic tests, pH evaluation, gel spreadability, and viscosity. The antibacterial was tested by the palm swab method. The gel physicochemical characteristics showed that the more laccase enzyme added, the more yellow the color produced, the less thick the shape, the wider the gel spreadability, and the lower the viscosity. The obtained pH ranged from 7.4 to 7.6. The best formulation of the hand sanitizer gel was achieved with the addition of a 7% (v/v) laccase enzyme. This formulation can reduce the number of bacteria colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli on the palms with effectiveness above 95%. The laccase enzyme can be used as an active ingredient and antibacterial agent in the formulation of hand sanitizers.
Menyikapi Preferensi Masyarakat Pondok Benda Pamulang Dalam Pemilihan Obat Flu Berdasarkan Iklan Dengan Bijak Ainun Wulandari; Amelia Febriani; Teodhora Teodhora; Vilya Syafriana; Ika Maruya Kusuma; Hervianti Nurfitria Nugrahani; Fathin Hamida; Putu Rika Veryanti; Saiful Bahri; Refdanita Refdanita; Lili Musnelina; Pratiwi Ally Florentina
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i2.338

Abstract

Flu is an upper respiratory tract infection that is often treated with various flu medications on the market and promoted through various media, especially television. This research aims to understand people's preferences for flu medicine in Pondok Benda Pamulang, South Tangerang. Through group discussions and delivery of educational materials, this study found that price, quality, and brand trust factors influenced the choice of flu medication. The results show an increase in public knowledge about flu and its treatment. The attractiveness of flu medicine advertisements is important in influencing consumer behavior. The right use of endorsers and advertising frequency can increase the effectiveness of advertising in mass media. This study provides insight into the importance of education in forming wise health decisions and provides a better understanding of people's preferences for cold medicines.
Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Etil Asetat Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum, L.) Tipe Minyak dalam Air (M/A) Kusuma, Ika Maruya; Febriani, Amelia; Zahra, Nada
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 15 No 2 (2022): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v15i2.1304

Abstract

Kulit buah rambutan mengandung senyawa golongan flavonoid dan tanin yang menjadikan kulit buah rambutan dapat dimanfaaatkan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membuat krim ekstrak etil asetat kulit buah rambutan dengan tipe minyak dalam air (MA) dan krim diuji aktivitas antioksidannya dengan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil (DPPH) untuk menentukan nilai IC50. Penelitian dilakukan dengan cara pembuatan ekstrak dari kulit buah rambutan secara maserasi dengan pelarut etial asetat. Krim dibuat dengan konsentrasi 2,5% ekstrak kulit buah rambutan, tipe M/A. Selanjutnya krim diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH menggunakan spektofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas antioksidan pada krim ekstrak etil asetat kulit buah rambutan 2,5% dilakukan pada konsentrasi sebesar 200, 100, 50 dan 25 ppm. Hasil penelitian menunjukkan krim ekstrak etil asetat kulit buah rambutan 2,5% secara organoleptik memiliki warna kuning kehijauan pekat, berbau kulit rambutan lemah, karakteristik mudah dicuci dengan air dan lebih kental. Krim ekstrak etil asetat kulit buah rambutan memiliki nilai pH ±6 dengan tipe krim minyak dalam air (MA). Hasil uji aktivitas antioksidan krim ekstrak etil asetat kulit buah rambutan memiliki nilai IC50 sebesar 126,43 ppm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah rambutan dapat diformulasikan menjadi krim antioksidan dengan tipe krim MA dengan kategori sedang.
Antioxidant Cream Formulation Type W/O Ethyl Acetate Extract of Rambutan Fruit Peel (Nephelium lappaceum L .) Waste with the DPPH Method Febriani, Amelia; Kusuma, Ika Maruya; Zahra, Nada
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 16 No 1 (2023): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v16i1.1496

Abstract

Rambutan fruit peel contains phenolic chemical compound including geraniin and corilagin, which is a class of flavonoids, also elagic acid from tannin, which act as antioxidants and free radical scavengers. This study aimed to formulate a type water-in-oil (W/O) cream containing an ethyl acetate extract of rambutan peel and tested its antioxidant activity. The extraction of rambutan peel was carried out by maceration with an ethyl acetate solvent. The cream was made with a concentration of 5% rambutan peel extract, type W/O, and then its antioxidant activity was tested by the DPPH method using a UV-Vis spectrophotometer. Test for antioxidant activity in 5% cream of ethyl acetate extract of rambutan fruit peel was carried out at concentrations of 200, 100, 50, 25, and 12.5 ppm. The results showed that the organoleptic cream of ethyl acetate extract of rambutan fruit peel at 5% has a yellow-brown color, has a weak smell of rambutan peel, has characteristics that were not easily washed off with water, thick, and has a pH value of 5 (meets pH criteria) with water-in-oil cream type (W/O). The results of the antioxidant activity test of the ethyl acetate extract cream of rambutan peels had an IC50 value of 124.92 g/mL (moderate antioxidant category).
Co-Authors Ainun Wulandai Ainun Wulandari Ajeng Wahyuningrum Akhatik, Nurul Amaniah, Naila Ananda Digita Andini, Issri Mila Nova Arum, Fitria Diah Asishe Asishe Aulia Rahimi Berna Elya Chori Azizah Dea Selia Dede Heri Yuli Yanto Dede Heri Yuli Yanto Deni Zulfiana Deni Zulfiana Desy Muliana Wenas Desy Satrana Devi Purwita Sari Dini Andiani Dini Andiani, Dini Dini Juliana Diny Auliya Mawarni Dwi Okta Mellya Erna Yanti Erwi Putri Setyaningsih Eva Oktavia Fathin Hamida Firdamayanti, Firdamayanti Fitri Sulistyaningsih Fitria Rahayu Fitria Yustisiani Herdini Herdini , Herdini Hervianti Nurfitria Nugrahani Hery Syahrial Husna, Fadia Hutagaol, Sartika Ika Maruya Ika Maruya Kusuma Jaya, Rendy Indra Jerry, Jerry Jessica Khairunnisa Krisnawati, Indah Kusuma Hidayatullah Kusuma, Ika Maruya Lidia Anggita Ramadhani Lili Musnelina Maghfirullah, Achmad Ilham Mahdi Jufri Manalu, Mia Aty Dolok Rosa Marsa Falihah Maulida Oktaviani Mega Hariyani Melva Novriana Saragih Muh. Faris Hidayat Mulandita Munawarohthus Sholikha Munawarohthus Sholikha Munawarohthus Sholikha Munawarohthus Sholikhah Muzallifah, Muzallifah Nafisah Nuha Nopianti, Hermila Novita, Windi Nugrahani, Hervianti Nurfitria Nurfitri Nurfitri Nurhasanah, Sari Nurul Akhatik Oktan Dwi Nurhayat Pontoan, Jenny Pratiwi Ally Florentina Pujiastuti, Fitria Putri , Elvina Triana Putri, Elvina Triana Rachmatiah, Tiah Rachmayanti Dewi Rahmi Syariifatul Ratna Nilam Cahya Refdanita Refdanita Refdanita Risma Eka Putri Ritha Widyapratiwi Rogahang, Preisilia Rohmawati, Fitri Rosario Trijuliamos Manalu Rosario Trijuliamos Manalu S. Syamsinar Saiful Bahri Saiful Bahri Setiadi, Fandy Rezha Shella Utami Sholikha, Munnawarohthus Sister Sianturi Siswati Siswati Sita Heris Anita Sita Heris Anita Siti Fadila Azahra Siti Koriah, Siti Siti Nurmiati Subaryanti Subaryanti, Subaryanti Suci Asriatul Nirmala Suci Tiara Suryadi Suryadi Suyatno Suyatno Syafriana, Vilya Tarigan, Eka Dewi Setia Taufik Hidayat Teodhora, Teodhora Teti Indrawati Tiah Rachmatiah Tri Soehartati Veriyanti , Putu Rika Veryanti, Putu Rika Welisa, Selfina Junita Widyapratiwi, Ritha Winahayu, Neng Esti Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yayah Siti Djuhariah Yunisa Simehete Zabitha Zahwa Zahra, Nada