Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Residu Deltamethrin Terlacak pada Hati Ayam Pedaging yang Dipasarkan di Yogyakarta (DETECTION OF DELTAMETHRIN RESIDUE IN BROILER LIVER TRADED IN YOGYAKARTA) Gagak Donny Satria; Agustina Dwi Wijayanti; Puspa Wikan Sari; Dwi Cahyo Budi Setiawan; Nisa Hakimah; Annisa Rahmawati
Jurnal Veteriner Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.938 KB)

Abstract

The consumer assurance to get safe, hygienic, whole, and halal food is an important concern. Analysisof chemical residue is one of some ways  to examine food safety. The objective of this research was to detectdeltamethrin residue in broiler liver sold in Yogyakarta, Indonesia. The isocratic HPLC method was usedin this research, using Shimadzu 6.1, 80% of Acetonitrile in Aquabides as mobile phase, with 1ml/minutesof flow rate. C-18 was used as column and the wavelength of UV-Vis detector was 270 nm. The result of theresearch was get from HPLC’s analyses. Deltamethrin’s peak area would be presented in retention time 8-12minutes with specific profile of curve. The result of the research showed that deltamethrin was positivelydetected in 13 broiler livers. It’s concluded that broiler livers that sold in Yogyakarta are detected to containdeltamethrin-contaminated.
Deteksi Residu Oksitetrasiklin pada Ikan Lele yang Dipasarkan di Kota Yogyakarta Nisa Hakimah; Wari Pawestri; Dewi Nurmalita Suseno; Sri Widowati Anjarsari
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.474 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.499

Abstract

Tingkat konsumsi ikan di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi dan meningkatnya pengetahuan tentang manfaat makan ikan bagi tubuh. Kebutuhan ini harus diimbangi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas produk ikan. Salah satu kontaminan yang dapat menimbulkan permasalahan adalah cemaran antibiotik. Oksitetrasiklin merupakan antibiotik yang banyak digunakan pada dunia perikanan. Penelitian bertujuan untuk melakukan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) untuk analisis residu oksitetrasiklin dalam daging ikan lele dan melakukan deteksi kejadian residu oksitetrasiklin pada daging ikan lele yang dipasarkan di wilayah Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap validasi dan tahap penelitian lapangan. Validasi metode preparasi sampel daging ikan lele menggunakan alat KCKT dan meliputi parameter spesifisitas, presisi, akurasi,dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat KCKT yang digunakan dalam penelitian dapat digunakan untuk melakukan deteksi residu oksitetrasiklin dalam daging ikan lele dengan baik. Penelitian lapangan menggunakan 59 sampel ikan lele yang diambil dari penjual yang berbeda di 16 pasar tradisional wilayah Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya residu oksitetrasiklin, ditunjukkan dengan hasil positif (melampaui batas maksimum residu) pada 25% dari keseluruhan sampel.