Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG PADA RUAS JALAN RADEN PANJI SUROSO KOTA MALANG Nafis Farrell Setyawan; Dwi Ratnaningsih; Johanes Asdhi Poerwanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat dua simpang yang berdekatan pada ruas Jalan Raden Panji Suroso. Hal tersebut membuat banyak kendaraan harus berhenti pada setiap simpang, sehingga membuat tingkat pelayanan simpang menurun dan juga berakibat bertambahnya biaya operasional kendaraan. Maka dari itu diperlukannya koordinasi sinyal antar simpang dengan tujuan membuat tingkat kinerja pada kedua persimpangan menjadi lebih baik dan mendapatkan biaya operasional kendaraan yang lebih efisien.Data yang digunakan dalam perhitungan mencakup kondisi geometrik setiap simpang dan data kapasitas simpang pada jam puncak. Data tersebut selanjutnya diolah menggunakan metode perhitungan dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).Koordinasi sinyal membuat kendaraan yang melewati kedua simpang tidak perlu lagi berhenti pada setiap simpang. Meningkatkan kinerja simpang dengan nilai derajat kejenuhan 0,813 dari 0,814; panjang antrian 79,222m dari 132m; tundaan 39,919 detik dari 377,855 detik dan meningkatkan indeks tingkat pelayanan dari F menjadi D; selain itu koordinasi ini dapat mengurangi biaya operasi kendaraan hingga Rp. 2.850.274/1000 km untuk kendaraan golongan I, Rp. 4.236.430/1000 km untuk kendaraan golongan IIA, dan Rp. 5.385.889/1000 km untuk kendaraan golongan IIB.
ANALISIS KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG JALAN RANUGRATI DAN SIMPANG JALAN MAYJEN M. WIYONO KOTA MALANG Sadana Devita Hapsari; Dwi Ratnaningsih; Udi Subagyo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya persimpangan di Kota Malang dengan jarak antar simpang yang pendek menimbulkan permasalahan tersendiri, seperti pada Jalan Ranugrati – Jalan Mayjen M. Wiyono. Permasalahan yang terjadi adalah kendaraan terkadang selalu berhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Selain itu panjang antrian akibat dari sinyal merah dapat menyebabkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan menganalisa simpang di Jalan Ranugrati – Jalan Mayjen M. Wiyono dengan mengkoordinasikan ketiga simpang untuk mengurangi antrian dan tundaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa volume kendaraan, waktu sinyal dan geometrik simpang. Survei volume lalu lintas dilaksanakan pada pagi dan sore di hari Selasa, 05 Mei 2020 dengan menggunakan CCTV real time yang diakses menggunakan aplikasi KER!. Metode evaluasi data lalu lintas menggunakan pedoman MKJI 1997 dan Peraturan Menteri Perhubungan 96 Tahun 2015. Data dengan kondisi eksisting terjenuh akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru dengan memperhatikan teori koordinasi. Kinerja terbaik pada setiap simpang kemudian dikoordinasikan menggunakan waktu offset antar simpang. Dari hasil analisa, didapatkan waktu siklus baru sebesar 130 detik dan waktu offset 77 detik untuk kedua arah. Sedangkan dari diagram koordinasi didapatkan bandwidth sebesar 43 detik ke arah Timur dan 56 detik ke arah Barat. Berdasarkan hasil penelitian, rerata kinerja simpang dalam kondisi eksisting pada arus utama yang akan dikoordinasikan adalah Derajat Kejenuhan (DS) sebesar 0,80; Panjang Antrian (QL) sebesar 244,45 m dan Tundaan (Delay) sebesar 75,10 detik, serta tingkat pelayanan F. Sedangkan rerata kinerja simpang setelah dilakukan koordinasi adalah DS sebesar 0,64; QL sebesar 229,02 m dan Delay sebesar 23,08 detik dalam kategori tingkat pelayanan C.
ANALISIS KINERJA SIMPANG KARANGLO PASCA PEMBANGUNAN UNDERPASS KARANGLO TOL MALANG – PANDAAN Aliffasha Wianda Putranto; Dwi Ratnaningsih; Muhamad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan underpass Karanglo bertujuan untuk mengurai kemacetan pada simpang Karanglo akibat penambahan lengan Tol Malang - Pandaan. Namun demikian, pada pertemuan jalan tersebut, pada Simpang Karanglo justru terjadi kemacetan dan antrian kendaraan yang panjang. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan untuk menganalisa kinerja simpang pada kondisi eksisting, alternatif perbaikan, dan biaya operasional kendaraan pada Simpang Karanglo. Data yang digunakan pada analisis ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer didapat dari pengukuran geometrik jalan dan pengukuran fase serta siklus sinyal, sedangkan data sekunder didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang dan forecasting data LHR serta hambatan samping. Untuk pengolahan data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Biaya operasional kendaraan menggunakan pedoman dari Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2005. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan kinerja simpang kondisi eksisting diperoleh tundaan (D) = 220,12 dan tingkat pelayanan simpang (LOS) = E. Dari hasil analisa tersebut maka perlu dilakukan alternatif perbaikan simpang yaitu dengan mendesain fase sinyal, sehingga diperoleh tundaan (D) = 21,99 dan tingkat pelayanan simpang (LOS) = C. Biaya operasional kendaraan pada kondisi sebelum ada underpass untuk kendaraan ringan sebesar Rp 6.143/km. Biaya operasional kendaraan pada kondisi setelah ada underpass untuk kendaraan ringan sebesar Rp 4.979/km.
PERENCANAAN ULANG GEOMETRIK JALAN UNTUK QUARRY BENDUNGAN SEMANTOK KABUPATEN NGANJUK (STA 00+000 s/d STA 05+000) Musyaffa’ Ibrahim Alqowi; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proyek pembangunan Bendungan Semantok Kabupaten Nganjuk dibutuhkan akses jalan lokal menuju menuju quarry. Akses jalan tersebut dibutuhkan sebagai penunjang mobilisasi material yang berasal dari quarry. Jalan tersebut juga akan menjadi jalan umum dan juga sekaligus menjadi akses wisata di Bendungan Semantok. Dan pada perencanaannya akan menggunakan perkerasan kaku sebagai perkerasannya. Data yang dibutuhkan untuk perencanaan adalah volume jam perencanaan lalu lintas, CBR tanah, Peta topografi, dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) tahun 2019 Kabupaten Nganjuk. Perencanaan ini menghasilkan jalan dengan panjang 5 Km, lebar per lajur 3,5 m, tipe jalan 4 lajur 2 arah tidak terbagi (4/2 UD), dan bahu jalan selebar 2 m; 4 tikungan S-C-S (Spiral Circle Spiral) dan 3 tikungan S-S (Spiral Spiral) serta lengkung vertikal 3 cembung dan 4 cekung; Tebal perkerasan jalan 210 mm dan tebal pondasi jalan 150 mm; dengan anggaran biaya Rp. 34.214.243.074.
PERENCANAAN DESAIN JALUR PEJALAN KAKI PADA JALAN MT. HARYONO KOTA MALANG Vivia Tiur Landhina; Burhamtoro; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan MT. Haryono merupakan kawasan pertokoan, rumah sakit, sekolah, kampus, pasar serta mall. Namun, beberapa permasalahan yang ditemui di lapangan diantaranya tidak tersedianya fasilitas pejalan kaki, kondisi trotoar rusak dan alih fungsi trotoar menyebabkan pejalan kaki menggunakan badan jalan untuk berjalan. Lokasi penelitian yang diambil sepanjang Persimpangan Dinoyo sampai Tandon Air Tlogomas dengan jarak kurang lebih 0,97 km yang dibagi menjadi 17 segmen pengamatan. Perencanaan desain jalur pejalan kaki yang baik akan memberikan rasa aman dan nyaman sehingga tidak menimbulkan bersinggungan, menghindari konflik serta tidak berjalan di badan jalan yang tentunya membahayakan keselamatan pejalan kaki. Metode yang digunakan dalam perencanaan ini berupa analisis kinerja fasilitas pejalan kaki dan desain jalur pejalan kaki. Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan desain jalur pejalan kaki dengan lebar 1,50 m dengan asumsi kebutuhan dua orang. Kemiringan melintang trotoar sebesar 2 % untuk kepentingan penyaluran air permukaan dengan arah kemiringan permukaan disesuaikan dengan perencanaan drainase. Pelandaian yang direncakan diletakkan pada jalan jalan masuk, persimpangan dan tempat penyeberangan pejalan kaki dengan tingkat kelandaian 8 %.
ANALISIS MODEL KEBUTUHAN MODA TRANSPORTASI LIGHT RAIL TRANSIT DI KOTA MALANG Aliefianto Fandriansyah; Marjono; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan di Kota Malang disebabkan karena meningkatnya kendaraan pribadi. Angkutan umum yang merupakan transportasi umum di Kota Malang dinilai kurang dalam mengatasi kemacatan. Peminat yang terlalu sedikit disebabkan oleh beberapa faktor yaitu waktu tempuh serta keamanan dan kenyamanan yang dinilai kurang memenuhi standar sehingga diperlukannya solusi alternatif yaitu moda transportasi massal berupa Light Rail Transit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peluang berpindahnya responden dari moda transportasi eksisting (sepeda motor, mobil pribadi, ojek online dan angkutan umum) ke moda transportasi massal yaitu Light Rail Transit. Metode penelitian dengan cara menyebarkan kuesioner secara online melalui google form. Hasil penelitian didapat model persamaan yang optimum untuk sepeda motor yaitu Y3 = 0,070 + (0,129 x X1) + (0,257 x X2) + (0,110 x X3) + (0,132 x X4) + (0,337 x X5) + (-0,112 x X6) + (0,395 x X7) + (-0.203 x X8) + (-0,212 x X9) + (-0,313 x X10), untuk mobil pribadi yaitu Y4 = 2,166 + (0,353 x X1) + (0,521 x X2) + (-0,191 x X3) + (-0,242 x X4) + (-0,715 x X5) + (-0,075 x X6) + (0,038 x X7) + (-0.337 x X8) + (0,453 x X9) + (-0,270 x X10), untuk ojek online yaitu Y4 = 0,612 + (1,835 x X1) + (1,540 x X2) + (-1,029 x X3) + (0,226x X4) + (-0.933 x X5) + (-0.233 x X6) + (-0,049 x X7) + (-0,932 x X8) + (-0,927 x X9) + (1,391 x X10). Untuk peluang berpindahnya angkutan umum tidak dihitung dikarenakan kurangnya responden. Kesimpulannya adalah Mayoritas responden dengan total 428 responden setuju akan perencanaan pembangunan Light Rail Transit di Kota Malang dengan persentase sebesar 90 %.
EVALUASI KONDISI DAN PENANGANAN KERUSAKAN JALAN KOLEKTOR DI KECAMATAN SAMPANG Moch Thariq Alfarizi; Muhamad Fajar Subkhan; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan kolektor di Kecamatan Sampang mengalami kerusakan jalan di beberapa ruas jalannya, khususnya di ruas Jl. Imam bonjol – Jl. Raya panggung, jenis kerusakan jalan yang ditemukan kebanyakan diakibatkan oleh limpahan air dan pengaruh cuaca di daerah tersebut. Tujuan dari skripsi ini yaitu melakukan analisa kondisi kerusakan jalan, menentukan jenis penanganan, membuat metode pelaksanaan penanganan dan menghitung biaya penanganan.data yang dibutuhkan yaitu data lalu – lintas harian rata rata (LHR), data pengamatan dan pengukuran kerusakan jalan , data inventerisasi jalan, data CBR, data curah hujan, data tebal perkerasan dan HSP 2020. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi adalah berdasarkan Metode Bina Marga tahun 1990.hasil penelitian yang diperoleh dari penilaian kondisi kerusakan jalan pada ruas Jl. Imam bonjol – Jl. Raya panggung adalah pemeliharaan rutin, sedangkan metode penaganan dan pelaksanaan kerusakan jalan untuk pemeliharaan rutin, menggunakan metode perbaikan standart, dan perhitungan biaya untuk penanganan kerusakannya, menggunakan analisa harga satuan pekerjaan 2020 Kab.Sampang dan diperoleh total rencana anggaran biaya (RAB) total sebesar Rp. 538,977,580.00,-
KARAKETISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN MASS ACTION PLAN PADA JALAN SUNANDAR PRIYO SUDARMO KOTA MALANG- MRK Nabila Anindya Paramita; Burhamtoro; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan kebutuhan manusia yang pertumbuhannya setiap tahun meningkat, sehingga kinerja operasional jalan perlu ditingkatkan keamanan dan kenyamanan. Kota malang adalaj kota yang memiliki aktivitas yangtinggi sebagai kota pelajar dan sebagai bjek wisata, sehingga menyebabkan kepadatan lalu litnas di ruas jalan tertentu. Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, jalan Tumenggung Suryo, Jalan Raden Panji Suroso merupakan jalan nasional dengan kawasan disekitarnya yaitu kawasan pemukiman, sekolah, perkantoran, pertokoan, dan rumah sakit. . Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik kecelakaan lalu lintas dan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dengan mass action plan pada ruas jalan tersebut. Berdasarkan hasil analisa karakteristik kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tersebut berdasarkan fatalitas korban ringan sebanyak 30 kecelakaan, jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan ganda 28 kendaraaan, jenis kendaraan yang terlibat 47 unit motor, tipe kecelakaan 14 tabrak depan-samping.
ANALISA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) ANGKUTAN UMUM PEDESAAN TRAYEK GADANG – KARANGKATES DI KABUPATEN MALANG Lailatun Nashiroh; Dwi Ratnaningsih; Burhamtoro
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 2 No. 4 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan Umum trayek Gadang – Karangkates merupakan salah satu trayek angkutan umum yang ada di Kabupaten Malang. Penelitian yang dilakukan adalah menganalisis biaya operasional kendaraan angkutan umum penumpang trayek Gadang – Karangkates.Analisa Biaya Operasi Kendaraan (BOK) menggunakan metode pengambilan data dan metode analisa data. Pada metode pengambilan data menggunakan dua cara yaitu survei secara langsung di lapangan dan pengambilan data pada pihak – pihak terkait. Dan analisa data menggunakan metode Pacific Consultants Internasional (PCI). Komponen BOK terdiri dari biaya tidak tetap (Variabel Cost) dan biaya tetap (Fix Cost).Berdasarkan hasil evaluasi biaya operasional kendaraan angkutan umum trayek Gadang – Karangkates didapatkan nilai Kecepatan 25 km/jam, biaya tidak tetap (Variabel Cost) Rp. 154.720,74/ hari , biaya tetap (Fix Cost) Rp. 3.605,48/hari dan Biaya Operasional Kendaraan sebesar Rp. 158.326,22/hari.
STUDI PERBANDINGAN ANALISA KERUSAKAN JALAN METODE BINA MARGA DAN PCI PADA RUAS JALAN PURWODADI-NONGKOJAJAR KABUPATEN PASURUAN Krisdianti; Dwi Ratnaningsih; Johanes Asdhi Poerwanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Purwodadi-Nongkojajar Kabupaten Pasuruan mempunyai panjang jalan sepanjang 20,91 km, pada ruas jalan Purwodadi-Nongkojajar terjadi kerusakan jalan sehingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan. Oleh sebab itu perlu adanya analisa kerusakan jalan dan jenis penangananannya. Analisa kerusakan jalan mengacu pada Metode Bina Marga dan Metode PCI (Pavement Condition Index). Data primer yang diperlukan adalah dimensi dan jenis kerusakan jalan. Data sekunder yang diperlukan adalah volume lalu lintas, data tanah, harga satuan pekerjaan Kabupaten Pasuruan 2020 yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur. Hasil analisa Metode Bina Marga diperoleh rata-rata nilai SDI (Surface Distress Index) yaitu 15 sedangkan Metode PCI (Pavement Condition Index) diperoleh rata-rata nilai PCI (Pavement Condition Index) yaitu 88%. Berdasarkan kondisi jalan yang sudah dianalisa rata-rata kondisi baik sedangkan pada kondisi sedang terjadi pada STA 11+600 – STA 11+700. Jenis penanganan yang dilakukan yaitu pemeliharaan rutin dan berkala.