Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Pelayanan Rawat Inap Pasien Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Di Puskesmas Ampibabo Kecamatan AmpibaboKabupaten Parigi Moutong Andika, Maulid; Natsir, Nawawi; Hamid, Abd.
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1824

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas pelayanan BPJS bagi pasien rawat inap di Puskesmas Ampibabo, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan belum optimal pada dimensi struktur (input) karena keterbatasan tenaga medis, tidak tersedianya dokter gigi, serta fasilitas ruangan yang belum memenuhi standar. Namun, jam layanan telah sesuai ketentuan. Pada dimensi proses, pelayanan berjalan baik dengan hubungan interpersonal yang positif dan prosedur yang sesuai SOP. Pada dimensi hasil (outcomes), pasien merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan petugas medis dan tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, aspek proses dan outcomes telah menunjukkan kinerja yang baik, tetapi aspek input masih memerlukan peningkatan untuk mendukung kualitas pelayanan yang lebih optimal.
International Labor Migration and Its Socioeconomic Consequences for Rural Communities: A Case Study of Pakong District, Indonesia Imamah, Sofiatun; Hamid, Abd.
Masyrif : Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Vol 6, No 2 (2025): Masyrif : Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/masyrif.v6i2.2440

Abstract

This study aims to analyze the driving factors of international labor migration and its impact on the socio-economic conditions of migrant households in Pakong District, Pamekasan Regency. Socio-economic conditions in this study are operationalized through indicators of household income, ownership of productive and consumptive assets, continuity of children's education, and housing quality . The study used a qualitative approach with purposive and snowball sampling techniques , involving 15 informants of international migrant workers in the informal sector working in Malaysia and Saudi Arabia with a minimum work period of one year. Data were collected through in-depth interviews and participant observation, then analyzed thematically. The results of the study indicate that migration is driven by structural pressures in the area of origin (limited employment opportunities and low levels of education) as well as economic attractions in the destination country in the form of relatively higher wages and established migrant networks. The positive impacts of migration are reflected in increased household income, improved housing quality, financing children's education, and increased family economic independence . However, migration also has negative impacts in the form of weakened family relations and reduced parental supervision of children . This study makes an empirical contribution by showing that international migration in rural Madura not only functions as a household economic strategy, but also shapes social transformations based on remittances and migrant networks , which have not been widely discussed in previous migration studies.
PELATIHAN PELAYANAN PRIMA BAGI KARYAWAN PDAM Wahira, Wahira; Romansyah, Romansyah; Mustafa, Mustafa; Hamid, Abd.; HB, Lukman
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan umum yang berkualitas adalah salah satu tanda keberhasilan sebuah lembaga, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, masih ada berbagai tantangan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, seperti minimnya kemampuan komunikasi dan pemahaman mengenai konsep pelayanan yang unggul. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan PDAM dalam memberikan layanan yang prima melalui pelatihan yang terencana dan aplikatif. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah presentasi, diskusi dan tanya jawab. Materi pelatihan meliputi prinsip dasar layanan unggul, komunikasi yang efisien, cara menangani keluhan pelanggan, serta norma-norma layanan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam memberikan layanan yang lebih sigap, bersahabat, dan profesional. Dengan pelatihan ini, pegawai PDAM dapat memperbaiki mutu layanan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan. Pelatihan pelayanan prima sudah menjadi metode utama untuk meningkatkan kualitas layanan PDAM. Dengan penerapan prinsip layanan unggul, komunikasi efektif, serta penanganan keluhan yang sesuai norma, kualitas pelayanan diharapkan meningkat secara signifikan dan mampu menciptakan pelanggan yang puas dan loyal.