Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

UJI KARAKTERISTIK FISIK DAN HEDONIK DARI ANTIAGING SLEEPING MASK DENGAN EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH Fransisca Dita Mayangsari; Djati Wulan Kusumo; Zurotul Muarifah
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v8i2.640

Abstract

ABSTRACT Red pomegranate peel extract (RPPE) contains ellagitannin. This compound has an antioxidant effect. Therefore,this extract has good potential as an active ingredient in anti-aging cosmetics. However, applying the extract directly to the skin is inconvenient. So in this study RPPE was formulated into a sleeping mask. This study aims to analyze the effect of variations in the concentration of RPPE in sleeping masks on physical characteristics and the level of preference/hedonic. RPPE concentration observed was 2.5% (F1) ; 5% (F2) ; 7.5% (F3). Characteristic tests include organoleptic, pH value, visual homogeneity, consistency and viscosity. Parameters analyzed in the hedonic test include texture, color, and aroma. The organoleptic and homogeneity were analyzed descriptively. The test data for pH and viscosity were analyzed statistically using the One Way ANOVA method. The results of the hedonic test were analyzed statistically using the univariate method. Based on the results of the organoleptic test, it is known that F1 have a light brown color, F2 is brown, and F3 is dark brown. The third formula is visually homogeneous. The higher the concentration of RPPE, the lower the pH value and viscosity of the preparation. Increasing the concentration of RPPE reduce consistency. This study concluded that the concentration of RPPE affects the physical properties of the aspects of color, consistency, pH, and viscosity. The concentration of RPPE also affects the level of preference of the panelists. Most of the panelists prefer the color and texture of the sleeping mask that contains low concentration of RPPE (2.5%). Keywords : Physical Characteristics ; Hedonic; Sleeping Mask ; Red Pomegranate Peel Extract
Ethno-Pharmaceutical Study of Medicinal Plants for Care and Treatment of Wounds in Indonesia: Systematic Data Search and Preclinical Review Kusumo, Djati Wulan; Erlita Layina Sulistiyowati; Habibatur Rohmah; Nailus Amany Melinda
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v8i1.232

Abstract

Ethnopharmacy study is an approach used to explore local knowledge of a particular community in the use of medicinal plants. This article discusses treatment methods and medicinal plants used for the treatment and care of wounds in several regions in Indonesia. In addition, this study is also useful to find out drugs from natural ingredients related to their bioactivity. The method used is literature study, while the data used are articles, databases and textbooks published from 2011-2021. Literature information searches are carried out using electronic search engines for articles and research journals published on several sites, such as Google, Pubmed, NCBI, Elsevier, and others. The results of the data obtained concluded that there were 27 types of plant species that were used traditionally and 15 who have already undergone preclinical testing for wound treatment and care.
Penambahan Probiotik Pada Formula Serum Antiaging terhadap Penentuan Sun Protection Factor (SPF) dan Aktivitas Antioksidan Pratiwi, Elasari Dwi; Mayangsari, Fransisca Dita; Sari, Diah Indah Kumala; Kusumo, Djati Wulan
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30981

Abstract

Paparan sinar UV yang berlebihan mampu memperparah kondisi kulit wajah, sehingga perlu adanya pengembangan sediaan kosmetik yang mengandung antioksidan dan SPF. Probiotik diketahui mampu menyembuhkan eksim atopik, dermatitis atopik, menyembuhkan luka bakar, menghilangkan bekas luka, mengobati jerawat, dan mencegah penuaan dini, serta regenerasi kulit. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai antioksidan dan nilai SPF serum probiotik. Pada Penelitian akan dibuat 2 formula yaitu F1 (0%) dan F2 (1%), yang selanjutnya dilakukan pengukuran nilai antioksidan menggunakan metode DPPH dan nilai SPF menggunakan metode mansur. Pada pengukuran nilai SPF yaitu F1 dengan nilai SPF 5,632 dan F2 dengan nilai SPF 5,735, kedua formula masuk dalam kategori efektivitas SPF sedang. Sedangkan pada pengukuran nilai antikoksidan yaitu F2 dengan nilai IC50 10.20 ppm dan K+(Serum probiotik dan Vitamin C) dengan nilai IC50 9.47 ppm, kedua formula masuk dalam katgoeri aktivitas antioksidan sangat kuat. Dengan demikian, penambahan probiotik 1% memliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang baik.
Penyuluhan Dapatkan, Gunakan, Simpan Dan Buang (DAGUSIBU) Obat Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Di Desa Putatbangah Karangbinangun Fida, Ayu fidayanti; Siswanto, Rizki Ananda; Anggraini, Risma Dwi; Damayanti, Dora; Kusumo, Djati Wulan
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 2 (2025): Renata - Agustus 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.162

Abstract

Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi permasalahan umum di masyarakat, terutama pada kelompok lanjut usia yang kerap melakukan kesalahan dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Hal ini dapat meningkatkan risiko kesalahan pengobatan dan dampak negatif terhadap kesehatan maupun lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, mengenai prinsip Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (DAGUSIBU) obat secara benar. Pengabdian dilaksanakan pada bulan April 2025 di Balai Dusun Bonringin, Desa Putatbangah, Kecamatan Karangbinangun, dan diikuti oleh 26 lansia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan langsung menggunakan media poster sebagai alat bantu edukasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 68,23% pada pretest menjadi 91,81% pada posttest. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang memiliki arti bahwa terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Dengan meningkatknya pengetahuan masyarakat mengenai DAGUSIBU menunjukan bahwa program pengabdian yang telah dilakukan dengan baik
Kajian Literatur: Aplikasi Metode Ekstraksi Modern Untuk Mengekstraksi Senyawa Fenolik dari Bahan Alam Firdiyansyah, Moh. Rofiqi; Sindu Sakti, Aditya; Wulan Kusumo, Djati; Saiful Amin, Muhammad
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/s6cgpw74

Abstract

Phenolic compounds are phytochemicals obtained from plants as a response to stress. This compound has benefits as an antioxidant. Moreover, these compounds have an important role in preventing and treating several disorders such as atherosclerosis, brain dysfunction, diabetes mellitus, and cancer. Obtaining phenolic compounds from natural products, required an extraction method. A modern extraction method is an extraction process using several high technological instruments, to obtain high-yield extract in a short time. This review article performed to summarizes several modern extraction methods that can applied to extract phenolic compounds from natural products. The process of preparing this article was carried out comprehensively using various databases such as Google Scholar, Pubmed, Science Direct, Portal Garuda, NCBI, and BMC, using the keywords "Phenolic Compounds", "Microwave Assisted Extraction", "Enzyme Assisted Extraction", "High Hydrotastic Pressure Extraction”, “Ultrasonic Assisted Extraction”, “Pressure Liquid Extraction”, “Pressure Extraction Fluid”, and “Modern Extraction Methods”. The results show that the most optimal extraction method to extract total phenolics contents was using Microwave Assisted Extraction (MAE) method at 600 watts for 4 minutes using ethanol 70%, this procedure can produce 199.4 mgGAE/g total phenolics contents from the Pomegranate peel plant (Punica granatum L).
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL REGULER PADA UNIT GIZI PUSKESMAS GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN Wulan Kusumo, Djati; Muzayinatun Niswah, Farokhah; Susanti, Irma; Prastiwi Handayani, Riana; Afizal, Aditya; Nisa, Nadlifatun; Mega Irfani, Iftinan; Ayu Febrianti, Risma; Agung Suryani, Kinanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5491-5498

Abstract

Semua produk makanan dan minuman wajib bersertifikat halal, termasuk produk yang dihasilkan oleh pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Sampai saat ini, jumlah Unit Gizi Puskesmas maupun Rumah Sakit yang bersertifikat halal masih sedikit. Sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini penting dilakukan karena Puskemas Glagah Kabupaten Lamongan akan menjadi Puskesmas pertama yang bersertifikasi halal pada unit gizinya. Melalui sertifikasi halal, Puskesmas dapat mewujudkan pelayanan unggul dan memberikan kepuasan pelayanan kepada pasien. Tujuan kegiatan PkM adalah melakukan sosialisasi pentingnya sertifikasi halal pada Unit Gizi Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendampingi penyusunan dokumen manual sistem jaminan halal unit gizi Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan untuk mendapatkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kegiatan PkM ini dilakukan melalui 4 tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pegawai Puskemas mengalami peningkatan pengetahuan khususnya terkait konsep halal yang sesuai serta mengetahui pentingnya dan kewajiban sertifikasi halal di Indonesia, khususnya pada makanan dan minuman, termasuk pada unit pelayanan kesehatan seperti Puskemas. Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang sebelumnya belum sempurna dilakukan, sekarang telah mengalami peningkatan dan sesuai dengan standar BPJPH.
DESKRIPSI PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN JAMU ASAM URAT DI TOKO JAMU HERBAL AMPEL DESA TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN Kusumo, Djati Wulan
Jurnal Surya Vol 13 No 2 (2021): VOL 13 NO 02 AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v12i2.276

Abstract

Asam urat adalah senyawa yang ada di dalam tubuh manusia, senyawa ini memiliki rasio normalnya rendah ≤ 3,6 mg/dL dan tinggi ≥ 8,3 mg/dL. Asam urat terjadi akibat mengkonsumsi zat purin secara berlebihan. Masyarakat menggunakan jamu asam urat karena menurutnya jamu terbuat dari bahan alam. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang beranggapan bahwa penggunaan obat dengan bahan alami dianggap lebih aman dari pada obat sintesis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi pengetahuan tentang penggunaan jamu pada penyakit asam urat di toko jamu herbal ampel Desa Tikung Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan.Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan jamu digunakan uji statistik deskriptif. Populasi pada penelitian ini semua pengunjung yang membeli jamu di toko jamu herbal ampel di Desa Tikung periode Maret 2021 dan sampel dalam penelitian ini yaitu pengunjung yang membeli jamu asam urat pada toko jamu herbal ampel di Desa Tikung Kabupaten Lamongan pada periode bulan Maret 2021 dengan total responden sebanyak 85 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis data pada penelitian ini yaitu editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik.Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan baik  sebanyak 22 responden (26%), pengetahuan cukup sebanyak 44 responden (52%) dan pengetahuan kurang sebanyak 19 responden (22%). Menurut hasil uji gamma faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan yaitu umur dan pendidikan, dan faktor yang tidak mempengaruhi pengetahuan yaitu jenis kelamin dan pekerjaan. Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya penyuluhan terkait penggunaan jamu asam urat pada daerah tersebut.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Tradisional di Desa Temenggungan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Jannah, Miftakhul; Kusumo, Djati Wulan; Mayangsari, Fransisca Dita
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.852

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih menjadi bagian penting dari praktik kesehatan masyarakat di pedesaan Indonesia, namun pemahaman terkait aspek keamanan, batas konsumsi, dan regulasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan masyarakat Desa Temenggungan tentang obat tradisional serta hubungan karakteristik responden terhadap tingkat pengetahuan tersebut. Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi ini melibatkan 89 responden yang dipilih secara purposive dan stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur 15 item pertanyaan yang telah diuji validitas menggunakan korelasi Pearson ( r hitung 0,612–0,863 > r tabel 0,361) dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha (0,939). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial (uji chi-square). Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori cukup (69,7%), diikuti kurang (21,3%) dan baik (9%). Pekerjaan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan (p=0,009), sedangkan umur (p=0,372) dan pendidikan (p=0,720) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Secara umum, masyarakat di Desa Temenggungan memiliki pengetahuan yang berada pada kategori cukup dengan kekuatan pada pemahaman definisi dan manfaat umum, namun lemah pada aspek keamanan, batas konsumsi, dan literasi regulasi. Edukasi berbasis bukti ilmiah diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat tradisional yang aman dan tepat.