Claim Missing Document
Check
Articles

Development of an Interactive Animation-Based Learning Media Using Central Kalimantan Folktales to Improve Primary School Students’ Literacy and Numeracy Skills Bulkani, Bulkani; Putra, Chandra Anugrah; Putra, Andi Riswandi Buana; Setiawan, Muhammad Andi
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 1 (2025): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v11i1.11282

Abstract

Background: The low level of literacy and numeracy among primary school students in Indonesia highlights the need for contextual and engaging learning media that reflect local culture. Conventional teaching methods often fail to capture students’ interest and do not integrate local wisdom effectively. Aim: This research aims to develop and test an interactive animation-based learning media using Central Kalimantan folktales to enhance students’ literacy and numeracy skills in primary education. Method: The study employs a research and development (R&D) approach by designing, validating, and testing a digital prototype that combines animation, narration, and interactivity. Expert validation was conducted to refine the prototype, followed by pilot testing in selected partner schools in Central Kalimantan. Data were collected through observations, questionnaires, and learning assessments, and analyzed descriptively to evaluate the media’s effectiveness in improving learning outcomes. Results and Discussion: The results indicate that the interactive animation media successfully increased students’ engagement and motivation, leading to higher literacy and numeracy achievement compared to traditional learning tools. Teachers reported that the integration of local folktales provided meaningful and enjoyable learning experiences while reinforcing students’ cultural identity. The discussion emphasizes the potential of culturally grounded digital media to support the thematic learning approach in the Merdeka Curriculum and contribute to the preservation of local culture. Conclusion: The research concludes that the developed interactive animation learning media based on Central Kalimantan folktales is effective in enhancing primary school students’ literacy and numeracy skills. It also demonstrates significant potential for large-scale implementation, commercialization, and collaboration with the creative industry, reaching Technology Readiness Level 5 as a foundation for sustainable dissemination.
Pengembangan Tes Model Checkbox untuk Menilai Hasil Belajar IPAS di Sekolah Dasar zahra, Lidya; Pratiwi, Dea; Aulia, Dina; Hairunnisya, Hairunnisya; Bulkani, Bulkani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8810

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan instrumen penilaian yang mampu mengukur hasil belajar IPAS secara komprehensif sesuai karakteristik materi yang bersifat terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kualitas instrumen tes model checkbox ditinjau dari aspek validitas, reliabilitas, dan kepraktisan. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 26 siswa pada uji coba terbatas dan 65 siswa pada uji coba diperluas, serta melibatkan tiga guru dalam penilaian kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas teoretis dengan skor rata-rata 3,7 (kategori sangat layak), validitas empiris yang meningkat setelah revisi hingga 30 dari 35 butir soal dinyatakan valid, reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,82, serta tingkat kepraktisan sebesar 97,8% (kategori sangat praktis). Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen tes model checkbox konsisten, mudah digunakan, dan efektif untuk penilaian pembelajaran IPAS. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan format multiple-response (checkbox) yang memungkinkan lebih dari satu jawaban benar dalam satu butir soal, sehingga memberikan penilaian yang lebih akurat dan diagnostik. Instrumen ini berkontribusi sebagai alternatif penilaian IPAS yang lebih komprehensif di sekolah dasar
Pelatıhan Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Modul Ajar Berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Noor, Ady Ferdian; Haryadi, Haryadi; Solikin, Asep; Bulkani, Bulkani; Sonedi, Sonedi; Nuhet, Engelina; Rahmawati, Yulia
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11904

Abstract

Tujuan pelatihan yaitu untuk melatih calon guru yaitu mahasiswa program studi PGSD FKIP UMPR melalui tugas kelompok dapat secara mandiri membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan modul ajar sesuai kurikulum yang berlaku di sekolah dasar baik untuk kelas rendah maupun kelas tinggi. Peserta pelatihan adalah mahasiswa prodi PGSD berjumlah 50 orang. Metode pelatihan yaitu mulai dari penentuan kelompok mengajar yang dibagi secara heterogen dan acak menjadi 13 kelompok terdiri dari 3 – 5 orang mahasiswa, kemudian diberikan materi pendalaman pembelajaran lanjutan dan RPP dan Modul Ajar. Kemudian, kelompok mengajar membuat draft RPP/Modul ajar sesuai Kurikulum yang berlaku di sekolah dasar dan pembelajaran mendalam, kemudian dipresentasikan untuk didiskusikan dan diberi masukkan. Pelaksanaan di ruang kelas FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan tempat lain yang representatif. Waktu pelatihan mengajar berdampak yaitu 120 menit.  Temuan pelatihan ini yaitu mahasiswa menghadapi masalah sebelum dan pada saat membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar yaitu mahasiswa kurang paham dengan kurikulum yang berlaku baik kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), kurikulum 2013 (K13), dan kurikulum merdeka (KM); mahasiswa kurang memahami langkah-langkah menyusun RPP secara sistematis atau modul ajar; dan mahasiswa kurang mengetahui komponen utama. 
Pengembangan media pocket book JAHITAN berbasis kearifan lokal pada materi matematika kelas IX SMP Istiqomah, Maulida; Bulkani, Bulkani; Putra, Chandra Anugrah
Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/primatika.v14i2.6101

Abstract

Low mathematics learning outcomes at the junior high school level indicate that the learning media used are not yet contextualized to students’ local experiences. This research aimed to develop the JAHITAN Pocket Book, grounded in local wisdom, as a mathematics learning resource that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This study applied an R&D method using the ADDIE framework, consisting of five sequential phases, i.e., analysis, design, development, implementation, and evaluation. The participants consisted of 17 ninth-grade students from SMP Negeri Satu Atap 2 Kuala Pembuang. The validation phase indicated that the product was highly feasible, receiving 100% from material experts, 80% from media experts, and 90% from language experts. The practicality assessment received an average of 96% from teachers and 87.18% from students, both of which were classified as very practical. Meanwhile, the effectiveness evaluation on cognitive outcomes reached 78%, supported by an N-Gain value of 0.78 in the high category. Non-cognitive aspects also showed effectiveness, with learning enthusiasm at 90%, activeness at 90.20%, and skills at 94.31%. These results indicated that the locally grounded Pocket Book JAHITAN is feasible to use as a mathematics learning medium that enhances students’ learning outcomes and character development.