Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PERTANIAN

KUALITAS OOSIT DARI OVARIUM SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) PADA FASE FOLIKULER DAN LUTEAL THE QUALITY OF OOCYTES FROM OVARIES OF ONGOLE CROSSBREED ON FOLLICULAR AND LUTEAL PHASES Hardiansyah, RistikaHandarini
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.243 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i2.48

Abstract

Ovarium merupakan limbah rumah potong hewan (RPH) yang masih mempunyai potensi untukdimanfaatkan sebagai pembawa materi genetik untuk proses fertilisasi in vitro. Penelitian ini bertujuanmembandingkan kualitas oosit yang dihasilkan oleh folikel dari ovarium sapi peranakan ongole (PO)pada fase folikuler dan luteal. Ovarium sapi PO diperoleh dari RPH Depok masing-masing 5 pasang (fasefolikuler) dan 5 pasang fase luteal. Medium transportasi ovarium menggunakan laktat ringer danantibiotik (0,1%) pada suhu 38,5oC. Aspirasi dan klasifikasi kualitas oosit dilakukan di LaboratoriumProduksi Embrio Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor. Aspirasi oosit menggunakan jarum suntik 18 Gdalam medium phosphat buffer saline, calf serum 3%, dan antibiotik 1%. Pengamatan kualitas oosit(grade A, B, C, dan D) menggunakan mikroskop stereo. Data ditabulasi dan dianalisis dengan Chi Squareuntuk menguji perbedaan kualitas oosit pada kedua fase: folikuler dan luteal. Hasil penelitianmenunjukkan perbedaan nyata (P<0,5) pada grade A dan B, sedangkan grade C dan D tidakmenunjukkan beda nyata (P>0,5) lebih tinggi pada fase luteal. Total rataan grade (A dan B) digunakanuntuk proses fertilisasi menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,5) pada fase luteal. Dapatdisimpulkan bahwa produksi dan kualitas oosit grade A dan B dari oosit lebih banyak pada fase luteal.Kata kunci: kualitas oosit, ovarium limbah RPH, fase luteal, fase folikuler, sapi PO
RESPONS ESTRUS SAPI RESIPIEN FH YANG DISINKRONISASI DENGAN HORMONE GnRH, ESROGEN, PROGESTERON DAN PROSTAGLANDIN Handarini, Ristika; Kurniawan, Sukurna; Dihansih, Elis
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.105 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penyuntikan kombinasi hormone GnRH, estrogen, progesteron dan prostaglandin terhadap respon estrus, onset estrus dan durasi estrus sapi FH resipien. Penelitian ini menggunakan 15 ekor sapi FH resipien tidak bunting, yang akan mendapat perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: P1 = Penyuntikan hormon prostaglandin (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml  pada hari ke-0 dan hari ke 11 dengan dosis yang sama, P2 = Penyuntikan hormon GnRH (Fertagyl) 100 µg/ 2 ml  pada hari ke-4  dan penyuntikan hormon protaglandin (Prostavet) 2 ml  pada hari ke-11, dan P3 = Penyuntikan hormon progesterone (Potahormon) 250 g/ 40 ml dan estrogen (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  pada hari ke-5 dan penyuntikan hormon prostaglandin (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml pada hari ke-11. Data dianalisis menggunakan Chi-Square untuk semua paramers.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon estrus sapi yang diberi perlakuan menunjukkan  gejala estrus (100%), onset estrus pada hari ketiga (72 jam setelah disinkronisasi) dan lama estrus selama 3 hari (72 jam). Semua perlakuan merupakan cara yang efektif  untuk sinkronisasi estrus. Kesimpulan penelitian adalah  sinkronisasi estrus resipient sapi FH dengan  menggunakan hormone  GnRH, estrogen, progesteron dan  prostaglandin memberikan  hasil sama baiknya pada semua parameter. Disarankan untuk aplikasi dilapangan menggunakan hormon progesteron (Potahormon) 250 g/ 40 ml pada hari ke-0, hormon estrogen (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  hari ke-5  dan injeksi  hormon prostaglandine (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml pada kari ke-11.KATA KUNCI: respon estrus,  sapi FH,  GnRh, Estrogen dan rogesteron,  Prostaglandin  ESTRUS RESPONSE OF FH COWS RECIPIENT AFTER SYNCHRONIZED WITH GNRH HORMONE, ESROGEN, PROGESTERON DAN PROSTAGLANDINABSTRACTThis study was aimed to test the effectiveness injection of several combination hormone of GnRh, estrogen, progesterone and prostaglandin e to the response of estrus, onset estrus and duration of  estrus Friesian Holstein dairy cows recipient.  This study was used fifteen dairy cows recipient not pregnant, which were divided into three treatment method of synchronization of estrus. The three treatments were P1: injection 137,5/5 ml prostaglandin hormone (Capriglandin) on  day-0 and repeat on day-11, P2: injection GnRh (Fertagyl) 100 µg/ 2 ml  on day-4 and injection prostaglandin hormone (Prostavet) 2 ml  on day-11, and P3: injection progesterone hormone (Potahormon) 250 g/ 40 ml  and  estrogen hormone (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  on day-5  and injection prostaglandin hormone (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml on day-11. Data was analyzed by Chi-Square Analysis for all of the parameters, IE: estrus response, onset estrus and duration of estrus, The results showed that presentage  of response estrus FH cows  recipient after injection of a hormone estrus combination overall reaches 100%, onset estrus 72 hours (60%)  and duration of estrus 72 hours.  The treatments were effective  way for synchronization of estrus FH cows recipient. It was concluded that synchronization of estrus FH cows recipient using GnRH hormone, estrogen, progesterone and prostaglandin as good in all of the parameters. Recommendation for synchronization of estrus using injection progesterone hormone (Potahormon) 250 g/ 40 ml  and  estrogen hormone (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  on day-5  and injection prostaglandin hormone (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml on day-11. 
PROFIL DARAH DOMBA EKOR TIPIS (Ovis aries) YANG DIBERI RANSUM FERMENTASI ISI RUMEN SAPI BLOOD PROFILE IN THIN TAIL SHEEP (Ovis aries) FED RATIONS CONTAINING FERMENTED CATTLE RUMEN CONTENTS MuhammadNossafadli, RistikaHandarini
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.122 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i2.49

Abstract

Pemberian pakan selain hijauan memungkinkan terjadinya perubahan fisiologis ternak. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan pengganti hijauan berupa fermentasi isi rumensapi terhadap eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, dan diferensiasi leukosit darah domba.Domba yang digunakan dalam penelitian berjumlah 12 ekor domba ekor tipis jantan berumur sekitar4–6 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap: 4 perlakuan dan 3 ulangan uji lanjutmenggunakan uji Duncan. Perlakuan yang diberikan adalah R0 (pakan rumput lapang 100%), R1(fermentasi isi rumen 50% + rumput lapang 50%), R2 (fermentasi isi rumen 75% + rumput lapang25%), R3 (fermentasi isi rumen 85% + rumput lapang 15%). Fermentasi isi rumen berupa isi rumensapi, dedak padi, molases dan urea. Parameter yang diamati adalah kadar eritrosit, leukosit,hemoglobin, hematokrit, dan diferensiasi leukosit. Hasil penelitian menunjukkan kadar eritrosit,leukosit, hematokrit, dan diferensiasi leukosit tidak berpengaruh nyata (P>0,05), akan tetapi kadarhemoglobin menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan R3 (85% IRS + 15% rumputlapangan) yaitu 13,24 g/dl. Kesimpulan penelitian menunjukkan pemberian ransum fermentasi isirumen sapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah eritrosit, leukosit, hematokrit domba,dan diferensiasi leukosit (eosofil, netrofil, basofil, monosit, dan limfosit) darah, kecuali jumlahhemoglobin menunjukkan pengaruh nyata dengan pemberian 85% fermentasi isi rumen sapi. Isi rumensapi (IRS) dapat digunakan sebagai pakan pengganti hijauan pada musim kemarau tanpa memengaruhikondisi fisiologis darahnya.
RESPONS ESTRUS SAPI RESIPIEN FH YANG DISINKRONISASI DENGAN HORMONE GnRH, ESROGEN, PROGESTERON DAN PROSTAGLANDIN Handarini, Ristika; Kurniawan, Sukurna; Dihansih, Elis
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.105 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penyuntikan kombinasi hormone GnRH, estrogen, progesteron dan prostaglandin terhadap respon estrus, onset estrus dan durasi estrus sapi FH resipien. Penelitian ini menggunakan 15 ekor sapi FH resipien tidak bunting, yang akan mendapat perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: P1 = Penyuntikan hormon prostaglandin (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml  pada hari ke-0 dan hari ke 11 dengan dosis yang sama, P2 = Penyuntikan hormon GnRH (Fertagyl) 100 µg/ 2 ml  pada hari ke-4  dan penyuntikan hormon protaglandin (Prostavet) 2 ml  pada hari ke-11, dan P3 = Penyuntikan hormon progesterone (Potahormon) 250 g/ 40 ml dan estrogen (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  pada hari ke-5 dan penyuntikan hormon prostaglandin (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml pada hari ke-11. Data dianalisis menggunakan Chi-Square untuk semua paramers.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon estrus sapi yang diberi perlakuan menunjukkan  gejala estrus (100%), onset estrus pada hari ketiga (72 jam setelah disinkronisasi) dan lama estrus selama 3 hari (72 jam). Semua perlakuan merupakan cara yang efektif  untuk sinkronisasi estrus. Kesimpulan penelitian adalah  sinkronisasi estrus resipient sapi FH dengan  menggunakan hormone  GnRH, estrogen, progesteron dan  prostaglandin memberikan  hasil sama baiknya pada semua parameter. Disarankan untuk aplikasi dilapangan menggunakan hormon progesteron (Potahormon) 250 g/ 40 ml pada hari ke-0, hormon estrogen (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  hari ke-5  dan injeksi  hormon prostaglandine (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml pada kari ke-11.KATA KUNCI: respon estrus,  sapi FH,  GnRh, Estrogen dan rogesteron,  Prostaglandin  ESTRUS RESPONSE OF FH COWS RECIPIENT AFTER SYNCHRONIZED WITH GNRH HORMONE, ESROGEN, PROGESTERON DAN PROSTAGLANDINABSTRACTThis study was aimed to test the effectiveness injection of several combination hormone of GnRh, estrogen, progesterone and prostaglandin e to the response of estrus, onset estrus and duration of  estrus Friesian Holstein dairy cows recipient.  This study was used fifteen dairy cows recipient not pregnant, which were divided into three treatment method of synchronization of estrus. The three treatments were P1: injection 137,5/5 ml prostaglandin hormone (Capriglandin) on  day-0 and repeat on day-11, P2: injection GnRh (Fertagyl) 100 µg/ 2 ml  on day-4 and injection prostaglandin hormone (Prostavet) 2 ml  on day-11, and P3: injection progesterone hormone (Potahormon) 250 g/ 40 ml  and  estrogen hormone (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  on day-5  and injection prostaglandin hormone (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml on day-11. Data was analyzed by Chi-Square Analysis for all of the parameters, IE: estrus response, onset estrus and duration of estrus, The results showed that presentage  of response estrus FH cows  recipient after injection of a hormone estrus combination overall reaches 100%, onset estrus 72 hours (60%)  and duration of estrus 72 hours.  The treatments were effective  way for synchronization of estrus FH cows recipient. It was concluded that synchronization of estrus FH cows recipient using GnRH hormone, estrogen, progesterone and prostaglandin as good in all of the parameters. Recommendation for synchronization of estrus using injection progesterone hormone (Potahormon) 250 g/ 40 ml  and  estrogen hormone (Ovalumon)  40,000 IU/ 2 ml  on day-5  and injection prostaglandin hormone (Capriglandin) 137,5 mg/ 5 ml on day-11. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullah Baharun Agung Puji Haryanto Agus restu budimas Ahmad Faqih Amril, La Ode Anak Agung Gede Sugianthara Anas Alhifni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Annisa Rahmi Annisa Rahmi, Annisa Anwar, Ghoitsa Zahra Khoerul Arti Yoesdiarti Baharun, Abdulah Bambang Purwantara Burhanudin Malik Burhanudin Malik Dede Kardaya Deden Sudrajat Dewi Wahyuni Djunaedi, Mohammad Dwi Purnama Putri Elis Dihansih Elis Dihansih Elis Dihansih Fauzan, Dhifa Hilmi Feilza Putri, Okta fitrah, halim Florana, Bella Florana, Bella Furqan Herdes, Ali Gagarin, Muhamad Yuri GONO SEMIADI Gumelar, Restu Haerina, Nina Haerina, Nina Hanafi Nur Helmi Haris Hirzi Hanifi, Hirzi Ichsan Pamungkas Indra Cahya Kusuma Jatmiko Jatmiko Jatmiko Kennie Cendekia Desnamrina kesatria, Kesatria kesatria, Kesatria Khodijah, Neng Siti Komara, Fatutthorman Kumalasari, Rafika Kurniasih, Desta Dwi Kurniawan, Sukurna Kurniawan, Sukurna M. Winugroho Mala Nurilmala Malik, Burhanudin Maman, Asep Masitoh Maulana, Tulus Mohammad Winugroho, Mohammad Muhammad Amin Muhammad Husein Muhammad Imron, Muhammad Mulyana, Dani Nuryanto, Lilik Bawa Nuryanto, Lilik Bawa Parida Permadani Pertiwi, Pirda Permadani Pertiwi, Pirda Parida Pujiharyanto, Agung R. Iis Arifiantini Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramadhani, Dede Syahrul Resti Yeksyastuti Rimadhani, Farras Fajria Rizal, M. Saman Rohman, Fatkur Sale, Maria Sale, Maria Septiadi, Asep Septiadi, Asep Setiawan, Yanyan Setiawan, Yanyan Siregar, Nur Asyiah Siti Julaeha, Siti Solihin Solihin Subchan, Fariz Azka Subchan, Fariz Azka Sudrajat, Mashudy Suryana, Ahmad swito, swito swito, swito Tuty Laswardi Yusuf Umar, Sayed Viona Oktavia Wahyan, Dwiki Tri Satya Wahyan, Dwiki Tri Satya Wicaksono, Muhammad Abdiki Widiyantoro, Shena Wilmientje Marlene Mesang Nalley Wini Nahraeni Yasri, Rakhmi Yasri, Rakhmi Yoga Yuniadi Yuandhani, Rezky Zaman, Mohammad Badru Zamanti, Deasy Zandos, F Zulfikar Siregar