Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kolaborasi Tim dan Efektivitas Kinerja Organisasi Lilis Handayani; Dwi Ardisa Lestari; Dina Septiani Putri; Ajeng Ayu Nur Fitriyani; Rauly Sijabad
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xnnjjp04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kolaborasi tim dalam meningkatkan efektivitas kinerja organisasi, khususnya dalam menghadapi tantangan bisnis yang kompleks dan dinamis. Berbagai dimensi kolaborasi seperti komunikasi terbuka, kepercayaan tim, dan visi bersama dianalisis sebagai faktor penentu keberhasilan kerja tim. Selain itu, studi ini menyoroti pengaruh teknologi informasi, kepemimpinan transformasional, kecerdasan emosional, serta integrasi nilai keberlanjutan (ESG) dalam memperkuat budaya kolaboratif. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi tidak hanya meningkatkan produktivitas dan inovasi, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan organisasi dalam jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi kolaboratif yang terintegrasi secara sistemik melalui pendekatan manajemen, teknologi, dan budaya organisasi untuk menciptakan kinerja organisasi yang berkelanjutan.
Analisis Risiko Kerja Petugas Rekam Medis Menggunakan Severity Assessment di Kota Gorontalo: Work Risk Management Analysis in the Medical Records Unit Using Hospital Severity Assessment in Gorontalo City Daud, Ayudhita Cahyani; Handayani, Lilis; Mantu, Ferawati
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i2.374

Abstract

Severity assessment digunakan untuk menentukan tingkat keparahan risiko, variabel yang digunakan untuk menilai keparahan adalah dampak risiko dan probabilitas. Kualitas pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit bertanggungjawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) memiliki hubungan penting dengan sistem tenaga kerja dan sumber daya manusia di Rumah Sakit. Pelaksanaan penyimpanan rekam medis sangat diperhatikan untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman untuk rekam medis dan bagi petugas yang sedang bekerja. Proses penyimpanan rekam medis mempunyai risiko-risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja pada petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko kerja di Unit Rekam Medis menggunakan Severity Assessment Rumah Sakit di Kota Gorontalo, pada penelitian ini dilakukan 2 tahapan yaitu penilaian dampak risiko dan probabilitas risiko kerja. Jenis penelitian ini penelitian kantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan severity assessment. Penelitian ini dilakukan di RSUD Otanaha, RSIA Sitti Khadijah, dan RS Multazam, Hasil penelitian berdasarkan penilaian severity assessment di RSUD Otanaha yang sebagai Rumah Sakit Pemerintah, RSIA Sitti Khadijah sebagai Rumah Sakit Khusus, dan RS Multazam sebagai Rumah Sakit Swasta bahwa dapat di simpulkan risiko kerja di unit rekam medis di temukan risiko yang paling tinggi yaitu pada RSIA Sitti Khadijah dengan penilaian rata-rata > 4 atau berada pada risiko paling tinggi atau risiko extrim. Oleh karena itu di sarankan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan pengendalian risiko dengan metode eliminasi, substitusi, dan penggunaan Alat Pelindung Diri. Severity assessment is applied to determine the level of risk severity by evaluating two key variables: risk impact and probability. Ensuring the quality of healthcare services requires hospitals to maintain safe, effective, and well-managed work environments. Occupational health and safety (OHS) management systems hold a critical role in supporting workforce performance and human resources, including within medical record units. Proper implementation of medical record storage is essential to create safe and comfortable conditions for both the records and the personnel handling them. However, the storage process poses several potential hazards that may compromise workers’ health and safety. This study aims to analyze occupational risk management in the Medical Record Unit using a severity assessment approach in selected hospitals in Gorontalo City. A quantitative cross-sectional design was employed, consisting of two stages: assessment of risk impact and assessment of risk probability. The study was conducted at Otanaha Regional General Hospital, Sitti Khadijah Mother and Child Hospital, and Multazam Hospital. The results show that among the three hospitals—representing government, specialized, and private healthcare facilities—the highest level of occupational risk was identified at Sitti Khadijah Mother and Child Hospital, with an average severity score > 4, classified as an extreme risk. Accordingly, hospitals are advised to strengthen risk control measures through elimination, substitution, and consistent use of personal protective equipment.  
PEMODELAN RISIKO EPIDEMI PADA BUDIDAYA MASSAL MAGOT (HERMETIA ILLUCENS) MENGGUNAKAN MODEL SIR Anggriani, Nita; Handayani, Lilis; Ermita, Ermita
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 10 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v10i2.28034

Abstract

Hermetia illucens, or the Black Soldier Fly  (BSF) maggot, is widely cultivated due to its ability to convert organic waste into economically valuable biomass; however, high colony density increases the risk of disease transmission. This study aims to analyze infection dynamics in maggot colonies using a mathematical modeling approach based on the Susceptible–Infected–Removed (SIR) epidemiological model. A system of differential equations was formulated by incorporating transmission rate (β), recovery or isolation rate (γ), and mortality rate (μ). Simulations were conducted on an initial population of 10,000 larvae with 100 infected larvae on the first day, evaluating three control scenarios: no control, improved sanitation, and rapid quarantine. Model parameters were assumed based on insect epidemiology literature. The results show that without control, an R₀ of 3.50 leads to a rapidly spreading outbreak with a peak infection of approximately 3,600 larvae. The sanitation scenario reduces R₀ to 2.00 with a peak of around 1,500 infected larvae, whereas rapid quarantine lowers R₀ to 1.40 and results in only about 500 infected larvae with a shorter outbreak duration. These findings indicate that sanitation measures and rapid quarantine are effective in reducing outbreak risks in BSF cultivation, with rapid quarantine being the most efficient strategy. The study provides an early theoretical contribution to applying simple epidemiological modeling to support biosafety practices in the BSF industry.
Kelas Edukasi Kesehatan Mental Gen Alpha bagi Siswa MTs Negeri 1 Manado untuk Mencegah Burnout Akademik Firdaus, Muhammad; Handayani, Lilis; Pawa, Ira Deseilla; Rizkiyah, Annisa; Rahim, Rachma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1015

Abstract

Literasi kesehatan mental pada remaja, khususnya siswa sekolah menengah pertama, masih menjadi tantangan karena keterbatasan pemahaman mengenai konsep kesehatan mental dan cara pencegahannya, sehingga diperlukan upaya edukasi yang tepat dan interaktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental siswa melalui edukasi interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 di kelas 7B MTs Negeri 1 Manado dengan melibatkan 29 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif dengan media presentasi visual yang menarik, disertai sesi tanya jawab dan diskusi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda mengenai pengertian kesehatan mental, tanda dan ciri, penyebab, sikap dan tindakan dalam mengatasi masalah kesehatan mental, serta stigma kesehatan mental pada remaja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, ditandai dengan peningkatan rata-rata persentase jawaban benar dari 95,51% pada pre-test menjadi 98,62% pada post-test atau meningkat sebesar 3,11%. Peningkatan terbesar terdapat pada aspek sikap dalam mengatasi kesehatan mental. Kesimpulannya, kegiatan edukasi kesehatan mental berbasis metode interaktif dapat secara efektif meningkatkan literasi kesehatan mental siswa sekolah menengah pertama.
Hubungan Antara Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Kerja Pegawai di RSUD Otanaha: The Relationship Between Transformational Leadership and Employee Job Satisfaction at Otanaha Regional Hospital Umar, Basri; Handayani, Lilis; Kaharu, Rosdiana; Bilondatu, Maimun I.; Maga, Ninda S.
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.400

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelayanan secara menyeluruh, meliputi rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan laboratorium. Hubungan kepemimpinan dengan kepuasan kerja merupakan cara seorang pemimpin dalam memengaruhi dan mengarahkan individu untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi. Permasalahan yang ditemukan menunjukkan bahwa sebagian pegawai masih mengeluhkan cara pemimpin dalam menangani keluhan pegawai, seperti ketidaksesuaian antara gaji dan beban kerja serta lamanya proses pengangkatan menjadi pegawai tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja pegawai di RSUD Otanaha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 387 pegawai, dengan sampel sebanyak 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil uji statistik korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0,004 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,318 yang berada pada kategori korelasi rendah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pegawai di RSUD Otanaha merasa cukup puas terhadap kepemimpinan transformasional. Saran penelitian ini adalah agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi secara berkala terhadap kepuasan kerja pegawai terkait hubungan kepemimpinan dengan kinerja. Hospitals are healthcare service institutions that provide comprehensive services, including outpatient care, inpatient care, emergency services, and laboratory services. The relationship between leadership and job satisfaction refers to the way a leader influences and directs individuals to collectively achieve organizational goals. The problems identified indicate that some employees still complain about the way leaders handle employee grievances, such as the mismatch between salary and workload and the lengthy process of appointment as permanent employees. This study aims to determine the relationship between transformational leadership and employee job satisfaction at RSUD Otanaha. This research is a quantitative study using an associative approach. The research population consisted of 387 employees, with a sample of 80 respondents determined using the Slovin formula. The research instrument used was a questionnaire. The results of the Spearman Rank correlation statistical test showed a p-value of 0.004 < 0.05, with a correlation coefficient of 0.318, which falls into the low correlation category. The conclusion of this study indicates that employees at RSUD Otanaha are moderately satisfied with transformational leadership. This study recommends that hospital management conduct regular evaluations of employee job satisfaction related to the relationship between leadership and performance.